
Di salah satu kota di wilayah yang dikuasai oleh Keluarga Ying.
Lin Mei memimpin pasukan binatang buas nya untuk meratakan kota. Dia memastikan tidak ada satu pun bangunan yang tersisa yang masih berdiri.
Para prajurit di kota tersebut jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kota yang pertama kali Lin Mei dan pasukan binatang buas nya hancurkan. Jelas informasi mengenai kedatangan mereka sudah menyebar dengan sangat cepat, sehingga banyak prajurit yang sudah pergi lebih dulu melarikan diri.
Yang tersisa hanyalah prajurit yang memang tidak bisa kabur karena keluarga mereka berada di tangan Keluarga Ying.
"Aaarghhh!!!! Keluarga Yingggg!!!!!! Kau akan membayar semua ini!!!!"
"Aku mengutuk kalian semua dihancurkan hingga menjadi debu di Daratan Utama!"
"Kalian para pengecut sialan!!!!! Tunggu saja!!! Karma akan datang dan membalas tindakan kalian!!!"
Para prajurit hanya bisa meratap saat tubuh mereka dihancurkan oleh para binatang buas. Mereka menjadi makanan binatang buas, ada juga yang memilih untuk meledakkan diri dan membuat beberapa binatang buas mati bersama-sama dengan mereka.
Tidak ada perlawanan yang berarti dari prajurit-prajurit di dalam kota. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan hanya meratapi nasib mereka dan mengutuk Keluarga Ying atas kekejian yang mereka lakukan kepada para prajurit seperti mereka.
Para binatang buas tidak menghiraukan teriakan dan ratapan mereka. Ini adalah dunia dimana kekuatan dijunjung tinggi, jika kau tidak cukup kuat dan tertindas, maka salahkan saja dunia yang tidak adil ini.
"Suruh mereka jangan bermain-main lagi, kita harus menghancurkan semua kota di bagian timur wilayah Keluarga Ying dalam satu bulan ini. Setelah itu kita akan menuju ke bagian barat dan selatan wilayah Keluarga Lin. Wilayah timur akan diatasi oleh orang-orang dari Pulau Pasir Hitam, sebelum mereka sampai, kita harus bisa menghancurkan tiga wilayah Keluarga Ying." Lin Mei memberikan perintahnya kepada elang yang ditungganginya.
"Kiiiieeeekkkk.........dimengerti, Phoenix Yang Agung."
Elang itu segera melepaskan Kekuatan Jiwa dalam jumlah besar yang menyapu seluruh kota dan mengenai semua binatang buas di bawahnya.
"Dengarkan aku! Sang Phoenix Agung telah menyuruh kalian untuk segera menyelesaikan pekerjaan kalian! Kita harus menghancurkan kota-kota manusia yang lainnya! Jadi jangan bermain-main!"
*KIEEEEEKKKK!!!!*
Begitu elang itu selesai berbicara, raungan, auman, dan suara bergemuruh dikeluarkan oleh ratusan ribu binatang buas di bawah.
__ADS_1
Mereka menanggapi perintah itu dengan sukacita. Tidak ada yang lebih disukai binatang buas selain menghancurkan manusia yang selalu memburu mereka.
Dengan cepat, binatang buas yang sedang bermain-main dengan prajurit manusia langsung membunuh mainan mereka. Entah itu dimakan atau tubuh mereka dihancurkan dengan berbagai macam cara. Tidak ada yang tau bagaimana kebrutalan yang mereka lakukan terhadap para prajurit itu.
Ketika para binatang buas sedang sibuk menghancurkan seluruh kota, tidak jauh dari tempat mereka saat ini, satu sosok yang tampak kabur melesat ke arah para binatang buas.
Kedatangannya tidak disadari oleh dua binatang buas dengan kekuatan Penguasa Jiwa pada awalnya. Begitu memasuki jarak satu kilometer, sosoknya langsung dirasakan oleh mereka berdua. Hal ini membuat keduanya terkejut dan merasakan ancaman dari sosok yang datang itu.
Dengan cepat keduanya berdiri menghadang sosok itu dan memasang posisi siap menyerang.
Saat sosok itu tinggal beberapa ratus meter saja dari mereka berdua, tampilan sosok itu bisa terlihat jelas. Itu adalah......Weng Ying Luan!
Tampilan seorang pemuda yang sangat muda membuat kedua binatang buas dengan kekuatan Penguasa Jiwa menjadi semakin terkejut. Mereka berpikir salah satu Tetua dari Keluarga Ying telah memutuskan untuk datang dan berusaha membereskan pasukan binatang buas.
Siapa yang menyangka, sosok itu ternyata adalah seorang pemuda yang bahkan belum menginjak usia dua puluhan.
Salah satu sosok binatang buas Penguasa Jiwa menggeram marah. Dia adalah singa raksasa yang memiliki tubuh berwarna keemasan. Dia adalah Raja Singa, pemimpin semua spesies binatang buas Singa! Dia memiliki kebanggaan sebagai seorang raja dan penguasa para binatang buas. Bahkan Lin Mei yang mengendalikannya akan berbicara dengan nada yang sopan kepadanya.
"Berhenti di tempat mu!"
Dia mengaum dan segera gelombang tak kasat mata bergerak ke arah datangnya Weng Ying Luan. Gelombang itu menyebabkan udara beriak dan tanah yang dilaluinya hancur total.
Sosok Weng Ying Luan tidak berhenti sedikit pun. Kedua tangannya di arah ke depan dan gelombang Kekuatan Jiwa nya mendadak keluar dari tubuhnya dan mengarah ke depan tangannya.
Weng Ying Luan yang tidak pernah menggunakan Kekuatan Jiwa nya selama ini dalam bertarung melawan seseorang, akhirnya menggunakan Kekuatan Jiwa nya. Sama seperti ketika dia mengendalikan Qi miliknya, dia juga bisa mengendalikan Kekuatan Jiwa nya hingga sedemikian rupa, seolah Kekuatan Jiwa adalah perpanjangan tangannya sendiri.
Kekuatan Jiwa membentuk seperti mata bor yang kemudian berputar cepat dan menghantam gelombang suara yang ditambahkan dengan Kekuatan Jiwa milik Singa Penguasa Jiwa.
*KRAASSSHHHH!!!!*
Mata bor itu menembus gelombang suara dengan sangat mudah. Sosok Weng Ying Luan menerjang dan kini hanya berjarak beberapa puluh meter saja dari sang Singa Penguasa Jiwa.
__ADS_1
"Kau hanya bocah yang bahkan jauh lebih muda daripada cucuku. Ketahuilah tempat mu, manusia!!!"
Dengan marah, cakar singa itu diayunkan kepada Weng Ying Luan. Cakar itu begitu besar dan sanggup mencapai Weng Ying Luan yang berjarak beberapa puluh meter dengan mudahnya tanpa harus melangkah ke depan.
Kali ini Weng Ying Luan berhenti terbang dan menatap dengan serius ke arah cakar besar itu. Dia bisa merasakan bahwa jika dia terkena cakar itu, maka tubuhnya akan langsung terpotong seperti tahu. Belum lagi besarnya cakar itu akan bisa meremukkan tubuhnya tanpa kesulitan sedikitpun.
"Kucing sialan, kau yang harus mengetahui tempatmu sendiri!!!!"
Weng Ying Luan meraung marah dan dia melepaskan kekuatan garis darah keturunannya. Sepasang sayang iblis muncul di punggung. Aura keunguan keluar dari tubuhnya dan memancarkan gelombang kekuatan yang sangat brutal dan ganas. Aura itu mencapai tubuh sang singa dan segera membuat tubuhnya bergetar.
Dia tau aura ini. Pemilik aura ini seharusnya tidak ada di Daratan Utama lagi, melainkan di Pulau Pasir Hitam bersama orang-orang Keluarga Weng.
Tanpa bisa menahan dirinya, Singa Penguasa Jiwa itu terjatuh ke tanah dan membungkukkan tubuhnya kepada Weng Ying Luan.
"ROAAAA!!!!! KAPARAT!!!! KENAPA KAU MEMILIKI AURA PEREMPUAN ITU???!!!!!" Sambil meraung marah, Singa Penguasa Jiwa berusaha sekuat tenaga untuk bangkit kembali, tapi tubuhnya menolak untuk melakukannya, seolah sosok Weng Ying Luan adalah tuannya dan dia adalah bawahannya.
"Diam. Aku adalah Tuan mu mulai dari sekarang. Kau tidak diizinkan untuk membalas perkataan ku mulai dari sekarang," ucap Weng Ying Luan dengan dingin.
Singa Penguasa Jiwa itu bergetar hebat, dia ingin berbicara namun dia tidak bisa. Bahkan menggunakan Telepati dari Kekuatan Jiwa tidak bisa. Tubuhnya patuh terhadap perintah Weng Lou!
Sosok binatang buas Penguasa Jiwa di belakangnya terbelalak tak percaya. Dia memiliki tubuh seekor kambing dengan rambut seputih salju di musim dingin. Kedua tanduk di kepalanya sangat besar dan panjang serta sangat tajam. Alis matanya panjang dan meliuk-liuk di udara. Dia sering dipanggil dengan nama Kambing Petapa karena penampilannya yang seperti seekor binatang dengan kebijaksanaan yang tak terhingga.
Biasanya dia memiliki tempramen yang jauh lebih meledak-ledak dibanding sang Singa Penguasa Jiwa, namun saat ini dia diam di tempatnya dan menatap kebingungan pada rekannya sang Raja Singa.
Melihat Weng Ying Luan bisa melewatinya dengan begitu mudah, Kambing Petapa pun menjadi marah. Dia mengais tanah dan menundukkan kepalanya ke arah Weng Ying Luan.
Saat sosok Weng Ying Luan terus melesat ke arahnya, Kambing Petapa langsung menyeruduk ke arahnya. Kekuatan serudukan itu seperti hantaman dari surga. Udara berdesing kencang dan kedua tanduk panjang Kambing Petapa bergerak ke arah Weng Ying Luan.
"Apa yang kau lakukan singa bodoh?! Cepat bangun!"
*MBEEEKKK!!!*
__ADS_1