
Dengan kalahnya Weng Wan menandai berakhirnya babak semifinal tahap pertama.
Sekarang 10 orang yang lolos di tahap pertama akan berduel dan menyisakan 5 orang peserta saja yang akan bertarung di babak final nantinya.
Sepuluh orang yang berhasil lolos di tahap pertama adalah Man Yue, Weng Baohu Zhe, Yang Guang, Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, Weng Ning, Weng Hua, Shan Hu, dan juga Ying She.
Karena Ying She baru saja selesai bertarung, dan dia juga mengalami beberapa luka dalam pertarungannya melawan Weng Wan, Zu Zhang pun memberi waktu istirahat kepada mereka semua.
Dia juga memiliki beberapa kepentingan mendesak yang harus dia bahas dengan Yi Chen dan Hao Lang yang ada di atap arena.
Zu Zhang pun pergi meninggalkan mereka di arena, sementara para penonton memilih untuk beristirahat di tempat duduk mereka masing-masing sambil bercakap-cakap satu sama lain dengan penonton lainnya.
Di arena, tepatnya di tempat kelompok Weng Lou. Mereka semua duduk bersama dan saling berdiskusi satu sama lain mengenai tahap kedua babak semifinal yang sebentar lagi akan dimulai.
"Oke, aku akan memulai diskusi kita kali ini. Aku ingin mengatakan, jika ada diantara kalian yang memilih mengalah dalam pertarungan, maka akan ku hajar dia!" Weng Hua berbicara dengan penuh nada kesal. Terlihat urat-urat muncul pada keningnya.
Weng Lou dan yang lain hanya tersenyum pahit. Mereka juga tidak menduga Jian Qiang akan menyerah di tengah pertarungan.
Mereka pikir, saat Jian Qiang memutuskan untuk bertarung dengan Weng Hua sebelumnya, dia akan bertarung hingga akhir, namun nyatanya tidak sama sekali.
Satu hal yang paling Weng Hua tidak sukai sejak dulu adalah diremehkan oleh orang lain. Lawan yang mengalah padanya adalah salah satu bentuk 'diremehkan' menurutnya. Oleh sebab itu saat ini dia sangat ingin mencabik-cabik Jian Qiang menggunakan kedua belati miliknya, namun sayangnya Jian Qiang segera dipindahkan oleh Zu Zhang ke tempat lain sebelum dia sempat melakukanya.
"Ehm....akan kami ingat itu, Hua. Sekarang kita akan membahas masalah yang jauh lebih penting dari itu, jadi dengarkan aku," ucap Weng Lou yang memberi tanda untuk mereka semua memfokuskan pendengaran mereka padanya.
Man Yue, Weng Ying Luan, Lin Mei, Weng Ning, Weng Hua, dan juga Shan Hu. Mereka semua adalah anggota kelompok yang sama, namun tanpa disangka hampir keseluruhan dari anggota kelompok mereka berhasil lolos hingga ke tahap kedua babak semifinal. Bahkan jumlah anggota kelompok mereka mencapai lebih dari setengah jumlah peserta yang lolos.
Hal ini membuat banyak para penonton mulai bertanya-tanya, apakah hal ini benar-benar bisa terjadi di dalam Turnamen Beladiri Bebas ini.
__ADS_1
Para peserta lainnya di sisi lain tidak menghiraukan perkataan para penonton itu karena mereka sendiri sudah merasakan bagaimana kekuatan dari mereka semua saat babak seleksi kedua kemarin.
Sebenarnya salah satu tujuan babak seleksi kedua adalah hal ini, untuk mencegah terjadinya kecurigaan yang akan berujung keributan sesama peserta turnamen.
"Dengar, aku ingin kalian melakukan sesuatu di tahap kedua nanti-"
"Kita adalah musuh di turnamen, kenapa kami harus melakukan keinginan mu?"
Belum selesai Weng Lou berbicara, Lin Mei sudah memotong lebih dulu. Weng Lou hanya bisa menghela napasnya dan dengan sabar berbicara kembali.
"Setidaknya dengarkan sampai habis, oke?"
"Baiklah."
"Tentu."
"Baik, sekarang dengarkan baik-baik. Kalian semua sudah melihat sendiri kekuatan dari peserta bernama Ying She itu, bukan? Aku ingin mendengar dulu apa pendapat kalian tentangnya?" tanya Weng Lou pada mereka semua.
Weng Ying Luan dan lainnya saling tatap satu sama lain sebelum kemudian menjawab pertanyaan Weng Lou.
"Satu kata dariku, 'gila'. Aku baru pertama kali melihat Weng Wan dihajar habis-habisan seperti itu semenjak dia berhasil naik ke ranah Pembersihan Jiwa beberapa bulan yang lalu.
Bahkan ketika dia dihajar hingga babak belur oleh para murid yang lebih tua di Keluarga Leluhur Weng, dia tidak pernah berakhir hingga separah tadi." Weng Hua membuka suaranya terlebih dahulu.
"Iya, Hua benar. Aku meski baru dekat dengan Wan beberapa bulan ini, tapi aku sangat tau seberapa besar kekuatan fisiknya. Aku pernah melihat dia dipukul oleh seorang tetua yang berada tiga tingkat darinya, dan Wan hanya berkahir dengan mendapat luka lebam saja," ungkap Weng Ning yang ikut berkomentar.
"Itu karena unsur Qi miliknya, kekuatan luar biasa yang dimilikinya itu, adalah perpaduan dari Qi unsur logam dan api. Seperti yang kita tau, dalam hal serangan fisik, unsur logam adalah yang terkuat, dan dalam hal luas kerusakan, api adalah yang paling mengerikan.
__ADS_1
Gilanya, kedua unsur elemen ini dimiliki oleh Ying She, yang mana secara serangan fisik dan unsur, dia tak terkalahkan. Unsur air dan angin milik Hua sekalipun tidak akan berkutik melawan Qi miliknya. Mungkin akan bisa memadamkan api miliknya tapi tidak dengan logamnya.
Menurut ku, siapapun diantara kita yang akan bertarung melawannya, sebaiknya menggunakan senjata saja. Aku tidak mau mengatakan kita semua akan kalah melawan nya jika tanpa senjata, tapi demi mengantisipasi terjadinya situasi seperti Weng Wan, hal ini harus dilakukan," jelas Weng Ying Luan.
Terjadi hening diantara mereka selama beberapa saat setelah penjelasan dari Weng Ying Luan.
"Kalau boleh jujur, menurut ku yang sanggup bertarung melawan nya secara seimbang adalah aku dan Luan saja. Bukan merendahkan kalian, tapi dari segi pengalaman bertarung, kami berdua memiliki kesempatan untuk mengalahkannya." Weng Lou tiba-tiba menyambung kata-kata Weng Ying Luan sebelumnya.
Terlihat tidak ada yang tersinggung sama sekali dengan perkataan Weng Lou. Mereka semua tau seberapa kuat diri mereka sendiri dan juga seberapa kuat kah Weng Lou dan Weng Ying Luan. Sejauh ini keduanya belum bertarung dengan kekuatan penuh mereka, memilih untuk tidak membantah atau membenarkan perkataan dari Weng Lou.
"Bagaimana dengan pendapat mu Mei? Tentang kekuatan yang dimiliki Ying She itu."
"Akan ku bakar dia-"
"Oke cukup, jangan diteruskan. Baiklah kita lanjut membahas orang yang kedua, yaitu Yang Guang."
"Tunggu dulu! Aku belum memberikan komentarku!!" Lin Mei berseru marah dan menunjuk wajah Weng Lou.
"Aku sudah tau apa yang ingin kau katakan. Jelas sekali bahwa itu bukanlah komentar, melainkan hanya kata-kata makian dan hinaan darimu saja."
Lin Mei pun tersedak napasnya sendiri dan segera menutup mulutnya mendengar tebakan Weng Lou, dia sangat tepat.
"Haaa ...." Weng Lou menarik napasnya.
"Orang kedua yang ingin ku bahas adalah Yang Guang. Seperti yang kalian liat dalam pertarungannya, Zu Zhang sebagai wasit dan penanggung jawab seluruh Bangunan Arena sampai harus menghentikan pertandingan karena Yang Guang berniat melakukan serangan.
Setelah itu, dia pun dinyatakan sebagai pemenang, dan lawannya menerima hal itu tanpa protes sedikitpun. Hal ini berarti Yang Guang seharusnya memiliki kekuatan yang sangatlah kuat hingga membuat nyali lawannya menjadi ciut dengan sangatlah cepat," jelas Weng Lou.
__ADS_1