Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 681. Weng Lou & Zhi Juan Melawan Unknown God


__ADS_3

Di dalam lautan, seorang sosok seperti manusia dengan tubuh yang sangat besar tanpa mengenakan pakaian apapun berbaring di hamparan pasir dalam kegelapan lautan.


Sosok itu tidak memiliki wajah dan tidak memiliki sedikit pun rambut.


Di tengah-tengah dadanya, terdapat sebuah lubang pusaran berwarna hitam pekat yang terus menerus berputar dan menarik Qi dan juga Tenaga Dalam alam yang ada di sekitarnya.


Perlahan, sepasang mata mulai terbentuk di tempat seharusnya matanya berada. Tidak ada kelopak mata atau detail lainnya. Kedua bola mata seperti dipasangkan begitu saja di wajahnya.


Kedua mata itu pada awalnya seperti menatap kosong, tapi kemudian, keduanya bergerak dan menatap ke satu arah di atasnya.


Gerakan itu tampak sederhana, akan tetapi segera lautan bergetar hebat karenanya.


Di permukaan, air lauta seperti mengamuk dan ombak-ombak besar terbentuk, menghantam pulau-pulau di Wilayah Tak Bertuan. Para Siluman Laut dalam segala wujud dan bentuk segera keluar dari air, seolah-olah kabur dari mangsa yang mengejar mereka.


Raungan dan pekikan dari Siluman Laut bergema di seluruh Wilayah Tak Bertuan yang memiliki luas menyamai seluruh wilayah Daratan Utama.


Para Siluman Laut itu terus bersuara, sampai kemudian, seluruh lautan itu menjadi tenang. Tidak ada suara dari Siluman Laut lagi yang terdengar. Tidak, bukan karena Siluman Laut tidak bersuara lagi, melainkan karena para Siluman Laut itu kini telah lenyap tak bersisa.


Bahkan beberapa yang sebelumnya sudah mencapai permukaan laut, kini menghilang entah kemana.


Bersamaan dengan ketenangan itu, dua sosok muncul di atas permukaan laut dan berdiri menatap ke dalam lautan dalam, dimana sosok makhluk menyerupai manusia itu berbaring.


"ZZZHHHHIIIIII JUUUAAAAANNNNN!!!!!!!! WWEEENGGGG LOOOOUUUUU!!!!!!"


Sebuah suara nyaring bergema dalam dalam laut dalam dan menyebabkan lautan kembali terombang-ambing. Semua pulau di Wilayah Tak Bertuan kini rata oleh ombak laut yang seperti tsunami raksasa.


Tidak ada lagi kehidupan yang tersisa di seluruh Wilayah Tak Bertuan. Semuanya sudah lenyap.


Lenyap diserap oleh Unknown God!


"KALIAN BERDUA!!!! BERANINYA KALIAN MENYEGELKU DI TEMPAT ITUUU!!!!! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN BERDUA!!!!" Suara lainnya terdengar dan suara itu sepertinya tampak semakin marah.


Di dalam lautan dalam yang gelap, sosok Unknown God yang teramat besar perlahan bergerak dari tempatnya berbaring dan berdiri. Tubuhnya yang sangat besar membuatnya langsung muncul di permukaan laut begitu dia berdiri sepenuhnya.


Lautan yang sangat dalam itu ternyata hanya sebatas pinggangnya saja.


Besar dan tingginya tidak bisa dibayangkan. Begitu dirinya berdiri, cahaya matahari seolah-olah menghilang. Bayangan menutupi seluruh Wilayah Tak Bertuan.


Sosok Unknown God berdiri tepat di depan Weng Lou dan Zhi Juan. Wajah keduanya tampak suram saat melihat Unknown God.


Keduanya tampak tidak terkejut melihat besar tubuh Unknown God. Yang membuat keduanya terkejut adalah sepasang mata di wajahnya.


"Ini buruk, dia sudah mengembalikan seperempat kekuatannya. Jika mulut, hidung, dan telinganya terbentuk sempurna, seluruh kehidupan di dalam Dimensi Asal Mula akan langsung menghilang diserapnya," ujar Zhi Juan dengan suara serius.


"Hanya dengan mengembalikan kedua matanya, dia sudah bisa melihat menembus Dimensi Asal Mula. Satu-satunya hal yang membuatnya tidak pergi dari Dimensi ini adalah karena dia masih menginginkan Dimensi Asal Mula, atau mungkin lebih tepat mengatakan bahwa dia masih menginginkan bidang tanah Dunia Asal Mula.


Dia memanfaatkan kehendak dunia untuk menyempurnakan dirinya selama jutaan tahun lamanya, setelah lama tak diserapnya, kini kekuatan dari kehendak dunia jauh lebih besar dari terakhir kali dirinya masih bebas. Dia pasti tergiur oleh besarnya kekuatan kehendak dunia." Weng Lou berbicara dengan nada yang juga serius.


Meskipun mereka berdua sudah pernah bertarung melawan Unknown God, namun mereka hanya bisa sebatas menyegel dan menekannya. Weng Lou dimasa terkuatnya bisa bertarung satu lawan satu dengannya, tapi tetap tidak berhasil mengalahkannya.


Ini menjadi tolak ukur seberapa kuatnya Unknown God. Meski tidak dalam kondisi terkuatnya, namun dia bisa mempengaruhi ketenangan keduanya.


Zhi Juan mengangkat tangan kanannya. Sebuah pola mantra muncul dan segera meluas ke wilayah sekitar mereka.


"Segel!"


Ratusan pola sihir terbentuk dan menutupi wilayah di mana Unknown God dan keduanya berada. Dengan dikeluarkannya sihir penyegalan itu, kini Unknown God tidak akan bisa pergi.


Tapi siapa yang mengatakan bahwa dia akan pergi? Tidak! Bertahun-tahun lamanya dia disegel oleh Zhi Juan dan Weng Lou, kini dia akan membalaskan semuanya pada mereka berdua!


"Kau dan segel-segel mu! Memangnya kau pikir aku tidak melakukan apapun selama berada di dalam dimensi terkutuk buatan kalian berdua?!"

__ADS_1


Unknown God berseru jengkel.


Meski dia tidak memiliki mulut, tapi suaranya begitu besar sehingga membuat suaranya bisa terdengar dari jarak ribuan kilometer dengan mudah.


Pusaran hitam di dada Unknown God tiba-tiba berhenti berputar. Pusaran itu kemudian kembali bergerak, tapi kini dengan arah yang berbeda.


Bukan warna hitam yang ada di dalam pusaran itu lagi, kini pusaran itu berwarna putih terang.


Zhi Juan mengerutkan dahinya menyaksikan ini, dengan cepat sihir penyegelannya hancur begitu saja. Mana dari sihirnya terserap oleh pusaran di dada Unknown God.


"Dia bisa menyerap Mana!" wajah Zhi Juan berubah buruk.


Rencananya, dia akan membuat Unknown God bertarung di dalam segel yang dia buat, tapi dia tidak menyangka, Unknown God telah mengalami evolusi yang melampaui perkiraannya. Mana dan Qi memiliki sifat yang sangat berbeda dan tidak mungkin disatukan tanpa adanya media perantara seperti senjata atau benda-benda lainnya.


Unknown God hanya perlu waktu lima detik untuk menyerap semua Mana di sekitarnya. Tatapan matanya kini terarah pada Weng Lou.


Weng Lou yang melihat hal ini langsung bereaksi dengan menciptakan seratus lapisan pelindung di sekelilingnya.


*BAAAMMMM!!!!*


Seperti petir yang menyambar begitu cepat, tangan Unknown God memukul keras Weng Lou. Gerakannya sangat cepat hingga membuat Zhi Juan kesulitan bereaksi dengan cepat.


Begitu dia sadar bahwa Weng Lou terkena pukulan mentah Unknown God, sosok Weng Lou sudah terlempar jauh.


Di udara, Weng Lou mengkertakkan giginya. Tubuhnya bergerak sangat cepat di udara. Untungnya dia menyadari tatapan mata Unknown God padanya. Dia bisa meminimalisir dampak pukulan barusan menggunakan seratus lapisan pelindung yang dia buat.


Tali lapisan-lapisan itu sama seperti gelembung rapuh di tangan Unknown God. Semuanya hancur tak bersisa.


*Fffuuuhhhh.......*


Weng Lou menghentikan tubuhnya yang terlempar di udara. Dia kini berada ribuan kilometer dari tempatnya semula. Merasakan begitu dahsyatnya serangan Unknown God di kehidupan ini, membuat Weng Lou merasa bahwa ada yang sala dengan kekuatan Unknown God.


Dari ingatan kehidupan kelima puluh satunya, kekuatan dan kecepatan Unknown God seharusnya tidak hebat ini. Dia harusnya masih dalam kategori wajar dan bisa diikuti oleh Weng Lou ataupun Zhi Juan.


*Phuih.....*


Weng Lou meludah. Itu adalah ludah bercampur dengan darahnya. Serangan Unknown God telah berhasil melukai bagian dalam tubuhnya.


"Lalu memangnya kenapa jika kau telah berevolusi menjadi lebih kuat? Bukan kau saja yang bertambah kuat di sini!"


Kekuatan Weng Lou meledak dari dalam tubuhnya. Asap hitam menutupi seluruh tubuhnya. Sosoknya langsung menghilang, detik berikutnya dia sudah muncul di depan Unknown God, tepat di depan wajahnya.


*BAAAAMMMM!!!!!*


Sebuah pukulan keras diberikan oleh Weng Lou. Pukulan itu bukanlah pukulan sederhana. Pukulan tersebut mengandung kekuatan fisik luar biasa Weng Lou, kekuatan Absolute nya, dan juga kekuatan dari garis darah Ras Ilahi nya.


Hasilnya, Unknown God langsung terbanting ke belakang. Tubuh besarnya secara mengejutkan terlempar hingga mencapai Daratan Utama.


*DUARRR!!!! BRUAACCCKKK!!!!*


Tubuh Unknown God terbanting di pusat Daratan Utama yang merupakan daerah yang seharusnya Danau Weng berada. Tapi karena kini semua air sudah mengering, tidak ada lagi yang tersisa darinya.


Seluruh Daratan Utama bergetar ketika Unknown God mendarat di tanah.


Gunung-gunung runtuh, dan retakan muncul di segala arah.


"Pukulan yang bagus," puji Zhi Juan.


"Hmp! Aku masih bisa melakukan yang lebih baik lagi jika perlu," balas Weng Lou dengan wajah jengkel.


Keduanya mengulang di udara, lalu muncul kembali di Daratan Utama, tepatnya di atas Unknown God. Sebuah bola hitam muncul di tangan kanan Weng Lou. Bola itu hanya berukuran sebesar kepalanya pada awalnya, tapi detin berikutnya bola hitam itu telah berukuran sebesar Danau Weng.

__ADS_1


Zhi Juan di sisi lain mengepalkan tangan kanannya. Pola-pola rumit bermunculan di tangan kanannya. Pola-pola itu memancarkan kehendak penyegalan yang sangat kuat. Udara seperti berhenti di sekitar Zhi Juan saat pola-pola itu muncul.


""Mati!!""


Bola hitam dilemparkan ke bawah dan tinju Zhi Juan dilepaskan di udara.


Bola hitam itu seperti meteor raksasa yang akan meluluhlantakkan segalanya, sementara tinju Zhi Juan seperti mengunci tubuh Unknown God di tempatnya.


Ketika bola itu akan menghantam Unknown God, pusaran di dada Unknown God tiba-tiba berubah menjadi hitam kembali.


Perubahan terjadi pada bola hitam, asap-asap keluar dari bola hitam yang kemudian terserap ke dalam tubuh Unknown God. Besar bola hitam itu mengecil menjadi setengahnya dalam sekejap.


"Mustahil!" Weng Lou berseru kaget. Zhi Juan juga terkejut menyaksikan hal ini.


"Kekuatan Kehampaan!!!! Aku akan menyerapnya dan menjadikannya milikku!" Unknown God berseru keras.


Bola hitam yang besarnya telah berkurang setengahnya, kini diserap semuanya oleh Unknown God hingga tak bersisa.


Perubahan langsung terjadi pada Unknown God setelah menyerap bola hitam itu. Mulut besar yang menganga lebar muncul di bawah kedua matanya.


Terwujudnya mulut itu membuat Zhi Juan mendapatkan firasat buruk. Dia segera menarik tubuh Weng Lou dan segera menghilang dari tempat mereka berada saat ini.


Tepat setelah keduanya menghilang, sebuah kekuatan tarikan yang sangat kuat muncul di tempat mereka sebelumnya berada. Langit seolah ikut tertarik oleh kekuatan itu. Beberapa benda langit seperti awan dan meteorit yang berada di luar angkasa ikut tertarik.


Segera, puluhan meteor berjatuhan dan terserap ke dalam mulut Unknown God.


Itu seperti lubang hitam yang menyerap segalanya tanpa pandang bulu. Bahkan meteor hanya seperti debu tak berarti.


Mulut segera tertutup dan kekuatan tarikan menghilang.


Di atas, langit tampak biru tanpa awan sedikitpun yang menutupinya. Semua awan sudah di atas Unknown God telah terhisap oleh mulutnya.


Sementara itu, ribuan kilometer dari lokasi Unknown God, Zhi Juan dan Weng Lou menyaksikan semua yang terjadi. Keduanya bernapas berat menyaksikan kemampuan yang ditunjukkan oleh Unknown God sebelumnya.


"Itu kekuatan dari Kehampaan. Meski hanya sedikit, tapi aku bisa merasakan bahwa dia menggunakan Bola Kehampaan milikku untuk menyalin Kehampaan dan membuat mulut yang bisa menghisap segalanya, sama seperti Kehampaan. Ini gila, dia tidak sehebat ini dalam menyerap dan menyalin kekuatan garis darah seseorang sebelumnya, sebenarnya apa yang terjadi selama dia di dalam segelnya?!"


Zhi Juan merasa kepalanya terasa sakit. Sebelumnya evolusi dari Unknown God sudah cukup membuatnya terkesiap, tapi begitu melihat dia menyalin kekuatan Kehampaan, dia tidak bisa lagi bersikap tenang.


Dia menarik napas dalam dan menatap pada Weng Lou.


"Ini buruk. Aku tidak memiliki waktu untuk membantumu bertarung melawannya begitu lama. Aku sedang bersiap menciptakan Jembatan Dimensi antara Dimensi Asal Mula dan Dimensi Keluarga Weng Seluruh Alam dan ada banyak Pelahap Dimensi di sekitar rutenya. Aku baru saja menghabisi belasan Pelahap Dimensi sebelum menerima sinyal darimu dan datang ke sini. Jika aku terlalu lama, para Pelahap Dimensi akan datang kembali dan menyerang Jembatan Dimensi.


Tanpa diriku, orang-orang dari Keluarga Weng Seluruh Alam tidak akan cukup kuat menahan para Pelahap Dimensi. Jadi kita harus mengalahkan Unknown God secepatnya. Entah bagaimana caranya, kita harus mengalahkannya dalam waktu kurang dari setengah hari. Aku tau itu konyol, tapi kondisinya memang begitu. Atau, kau bisa bertarung dengannya sendirian, sedangkan aku kembali dan melanjutkan pembuatan Jembatan Dimensi. Mana yang kau pilih?" Zhi Juan menjelaskan dengan serius.


Weng Lou yang mendengarnya hanya bisa mendecakkan lidahnya.


Setelah pertarungan singkat antara dirinya dan Unknown God, dia paham bahwa sangat sulit bagi dirinya untuk berhadapan dengannya sendirian. Tapi meski begitu, jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin mencoba bertarung seorang diri.


"Kalau begitu kembalilah, aku akan menghadapinya seorang diri," kata Weng Lou dengan tegas.


Zhi Juan terdiam. Dia menatap kedua mata Weng Lou lekat-lekat. Dia melihat keseriusan di matanya. Entah mengapa Zhi Juan merasa bahwa Weng Lou pasti sanggup mengalahkan Unknown God seorang diri.


Dia pun tiba-tiba tertawa pelan dan menepuk pundak Weng Lou.


"Jangan gegabah. Hindari penggunaan kekuatan garis darah Ras Ilahi selama pertarungan mu melawannya. Aku akan berusaha sebisa mungkin menyelesaikan Jembatan Dimensi secepatnya dan datang ke sini membantumu."


Dengan begitu, sosok Zhi Juan memudar di udara. Kini yang tersisa adalah Weng Lou seorang diri di Daratan Utama bersama dengan Unknown God yang kini telah bangkit berdiri kembali.


Unknown God berbalik ke arah Weng Lou. Keduanya saling tatap satu sama lain selama beberapa saat.


Tiba-tiba, sosok Unknown God yang begitu besar menghilang bersama-sama dengan Weng Lou.

__ADS_1


Pada saat keduanya kembali muncul, mereka berdua sudah saling berhadapan satu sama lain dan mengerahkan tinju masing-masing.


__ADS_2