Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 379. Kota Hundan (I)


__ADS_3

Meski kemampuan yang ditunjukkan oleh Weng Wan hanya berlangsung selama beberapa saat, akan tetapi, Weng Lou yakin itu merupakan kekuatan dari garis darah keturunan milik Weng Wan


Weng Lou menempatkan Weng Wan di belakangnya, dan kemudian menggendongnya kembali ke desa sambil menyeret tubuh induk siluman serigala yang dibunuh oleh Weng Wan di tangan kanannya.


Akan sangat sayang jika tubuh induk siluman serigala ini dia biarkan di dalam Hutan Kabut. Lebih baik dia membawanya dan menjualnya nanti di Kota Hundan.


Sementara Weng Lou kembali ke desa sambil membawa Weng Wan dan tubuh induk siluman serigala bersamanya, di balik sebuah pohon, terlihat sosok Weng Tie yang sedang bersembunyi dari Weng Lou.


Dia menutup mulutnya dan memastikan napasnya tidak terdengar atau dirasakan oleh Weng Lou.


Sesampainya di di dalam Hutan Kabut, dirinya melihat pertarungan antara Weng Lou dan Weng Wan melawan induk siluman serigala yang kekuatannya hampir mencapai Ranah Penyatuan Jiwa.


Dirinya sampai tak bisa berkata-kata saat menyaksikan Weng Wan yang berhasil mengalahkan induk siluman serigala tersebut dengan mematahkan kedua rahang mulutnya.


Weng Tie yakin bahwa mustahil Weng Wan mampu melakukan hal itu karena kekuatan haruslah dibawahnya, yang mana hanya ada satu penjelasan baginya, yaitu Weng Wan selama ini selalu menyembunyikan kekuatan penuhnya.


Hal ini memang benar. Nyatanya Weng Wan, Weng Hua, dan juga Weng Ning belum pernah menunjukkan kekuatan penuh mereka di Keluarga Leluhur Weng karena menurut mereka hal itu tidaklah terlalu bagus, karena akan menarik perhatian yang tidak diperlukan.


Jika ingin mengetahui seperti apa kekuatan penuh ketiganya, kekuatan penuh mereka seharusnya menyamai kekuatan penuh dari Lin Mei ketika dirinya memakai kekuatan garis darah keturunan nya.


Tapi bagi Weng Wan semakin lama pertarungan yang dia hadapi, maka itu akan semakin menguntungkannya. Kemampuannya mengubah serangan fisik yang ia terima untuk meningkatkan tingkat praktiknya bisa dibilang adalah salah satu keuntungannya jika bertarung dalam jangka waktu panjang. Terlebih, Weng Wan memiliki stamina diatas Weng Hua dan juga Weng Ning, maka bisa dibilang secara kekuatan murni, Weng Wan yang terkuat diantara mereka bertiga.


Meski begitu, Weng Wan tak pernah berhasil menang melawan Weng Ning dan Weng Hua, karena keduanya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh Weng Wan, yaitu kepintaran dalam menyusun strategi pertarungan, Weng Hua dan ketenangan yang mampu membuat seseorang memahami sekitarnya, Weng Ning


Jadi bisa dikatakan, bahwa mereka bertiga memiliki kelebihannya masing-masing.


Ketika Weng Lou sudah setengah perjalanan menuju ke desa, Weng Tie yang masih di dalam hutan bergegas kembali ke desa lewat jalan memutar, meski begitu dia tetap lebih dulu sampai dibandingkan dengan Weng Lou. Weng Lou yang hanya berjalan santai tentu saja lebih lama sampai.

__ADS_1


Weng Lou berjalan dengan santai ke tengah desa dan kemudian menempatkan tubuh tak sadarkan diri Weng Wan di depan perkemahan kelompok dari Keluarga Leluhur Weng, sementara dirinya terus berjalan dan membawa tubuh induk siluman serigala bersamanya ke satu tempat, dimana dia meletakkan semua tubuh siluman serigala yang telah ia kumpulkan siang tadi.


Buck!


Weng Lou melemparkan tubuh induk siluman serigala itu di atas tumpukan tubuh siluman serigala itu lalu duduk di atasnya dan menguap panjang.


"Hoaammmm.....ini salah satu hari paling penuh pertarungan yang pernah ada....." ucap Weng Lou pelan.


Dia pun mengubah posisi dirinya menjadi duduk bersila dan menutup kedua matanya.


Menarik napas dalam, dia pun mulai mengaktifkan Teknik Pembersih Jiwa miliknya. Kekuatan jiwa miliknya terasa seperti mengalir di seluruh tubuhnya, dan jiwanya pun dimurnikan.


Dia sudah cukup lama tidak memakai Teknik Pembersih Jiwa ini untuk membersihkan jiwanya, biasanya dia hanya akan memakainya dalam pertarungan saja.


Setelah membunuh terlalu banyak hari ini, aura pembunuh miliknya bisa dibilang sangatlah banyak saat ini, tapi dia berhasil menyembunyikannya dengan menggunakan trik yang diajarkan oleh Qian Yu kepadanya.


Tubuh Weng Lou bereaksi karena cahaya itu dan mulai membuka kedua matanya.


Dirinya hanya diam di tempatnya selama beberapa saat, sebelum kemudian bangkit berdiri dan menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku karena duduk semalaman.


"Sepertinya kau sudah selesai beristirahat, nak." Terdengar suara seseorang berbicara kepada Weng Lou.


Weng Lou membalik badannya, dan melihat sosok Jian Qiang masih dengan wajah datar dan terkesan malasnya berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ah, Paman Jian. Apa yang anda butuhkan?" tanya Weng Lou kepadanya.


"Aku hanya ingin memastikan satu hal darimu."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Apa kau yakin ingin membawa tumpukan siluman serigala ini ke kota? Kau jelas sudah tau apa akibatnya jika membawa tubuh siluman sebanyak ini masuk ke dalam sebuah kota, tidak hanya menjadi pusat perhatian, tetapi juga dapat memancing permasalahan yang tidak seharusnya terjadi," jelas Jian Qiang.


Weng Lou diam mendengar itu. Dia sudah memikirkan hal itu juga, tapi jika dia tidak membawanya maka semua tubuh ini akan terbuang sia-sia.


"Aku juga tidak mau melakukan ini, Paman Jian, tapi aku membutuhkan uang dari penjualan tubuh siluman-siluman ini." Weng Lou menghela napasnya.


Mendengarnya pun Jian Qiang kemudian tampak mengambil sesuatu dari balik pakaiannya, lalu melemparkannya ke arah Weng Lou.


Weng Lou tampak terkejut karena itu, terlihat lima buah cincin penyimpanan dilemparkan ke arahnya oleh Jian Qiang. Dengan sigap Weng Lou menangkap lima buah cincin itu, lalu menatap lima cincin itu dan Jian Qiang secara bergantian.


"Ini..."


"Aku meminjamkannya kepadamu. Pakai itu untuk menyimpan semua tubuh siluman tersebut, lalu kembalikan padaku setelah selesai menjual semuanya," ucap Jian Qiang yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Weng Lou yang masih terkejut.


Begitu sosok Jian Qiang menghilang diantara rumah penduduk desa, senyum lebar pun terlihat di wajah Weng Lou.


Dia sebelumnya memang ingin meminjam cincin penyimpanan milik Jian Qiang karena dia tau bahwa dirinya memilikinya dalam jumlah yang cukup banyak, namun sedikit tidak enak. Kelompok Weng Lou sudah menumpang dan dilindungi oleh Jian Qiang selama perjalanan, jika dia masih meminjam barangnya, bukankah Weng Lou terkesan tak punya malu?


Tapi sekarang, Jian Qiang telah meminjamkannya lebih dulu, sehingga segala kecemasan Weng Lou telah sirna.


Dengan suasana hati yang cukup baik, Weng Lou menempatkan kelima cincin itu pada jari-jarinya, dan memasukkan cincin penyimpanannya yang telah berisi ke dalam ruang penyimpanan Kitab Keabadian.


Weng Lou menatap satu persatu cincin di tangannya, lalu kemudian mengayunkannya ke arah tumpukan tubuh siluman serigala itu sambil melompat turun.


Seketika tumpukan tubuh siluman itu menghilang di udara kosong, dan masuk kedalam kelima cincin penyimpanan yang dipinjamkan oleh Jian Qiang.

__ADS_1


Sekarang Weng Lou dapat masuk ke Kota Hundan dengan tenang tanpa harus takut akan menjadi bahan perhatian semua orang.


__ADS_2