
Teknik Meringankan Diri. Hingga sekarang Weng Lou masih belum mendapatkan informasi apapun mengenai pembuatnya. Bahkan ketika dia sudah bergabung dengan Sekte Langit Utara, dirinya juga tidak menemukan informasi apapun.
Bahkan yang lebih mengejutkan adalah tidak ada kitab Teknik Meringankan Diri di Sekte Langit Utara atau apapun yang bersangkutan dengan teknik itu, yang berarti Teknik Meringankan Diri hanya ada satu kitab saja yang ada di tangan Weng Lou, dan informasi mengenai pemakainya tidak pernah diketahui oleh orang lain.
Pertama kali Weng Lou mendapat kitab ini, ada empat teknik pernapasan yang ada diajarkan di dalam kitab tersebut.
Masing-masing teknik pernapasan memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Pernapasan Pertama, yaitu membuat laju gerakan penggunanya bertambah. Teknik ini pada awal Weng Lou pelajari hanya dapat menambah laju larinya saja, dan juga tidak bisa dipakai terlalu lama karena dapat membebani tubuhnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Weng Lou sudah mulai mengembangkan lebih jauh pernapasan pertama ini. Kini dia bisa memakai selama yang ia inginkan, dan juga semakin lama dia memakai teknik ini, semakin laju juga gerakannya.
Selanjutnya adalah pernapasan kedua, yang mana mampu membuat peredaran darah pada otak penggunanya menjadi jauh lebih cepat. Hal ini dapat meningkatkan fokus dan juga konsentrasi penggunaannya. Saat konsentrasi milik penggunanya sedang berada pada titik puncaknya, dia akan mampu melihat benda-benda yang bergerak di sekitarnya menjadi melambat hingga hampir terlihat seperti berhenti.
Teknik pernapasan selanjutnya adalah pernapasan ketiga, yang sebenarnya jika dilihat dari fungsinya sebenarnya tidak terlalu berguna dalam pertarungan biasa. Kegunaannya adalah mampu membuat penggunanya tetap stabil dalam kondisi apapun, meski sedang berdiri di kapal yang terombang-ambing oleh ombak di lautan, atau ketika sedang bertarung di udara, penggunanya akan tetap merasa biasa saja, seperti sedang berdiri di atas tanah yang kokoh.
Akhir-akhir ini Weng Lou sudah menemukan fungsi sebenarnya dari pernapasan ketiga ini, dan menurutnya ini adalah yang terhebat jika dibandingkan dengan pernapasan pertama dan kedua. Yaitu saat ketika pengguna nya memakai teknik ini pada saat-saat seperti terkena racun, atau bahkan ketika sedang terluka berat, dia dapat bertarung seperti biasa, seolah sedang tidak terluka. Weng Lou menyadari fungsi ini saat dia tanpa sengaja meminum teh beracun di sebuah kedai di Kota Hundan ketika sedang mengumpulkan informasi. Berkat pernapasan ketiga ini, dia mampu kabur dan bahkan mengalahkan beberapa orang yang menyerangnya.
Selain ketiga pernapasan itu, masih ada satu lagi teknik pernapasan yang mana sebenarnya kegunaannya sama sekali tidak Weng Lou ketahui. Bahkan sebenarnya pernapasan ini masih dirinya tidak pahami karena teksnya yang tidak lengkap.
Oleh sebab itu, selama dia bergabung dengan Sekte Langit Utara, Weng Lou sering memusatkan perhatiannya untuk mengembangkan pernapasan keempat Teknik Meringankan Diri menggunakan beberapa kalimat yang ada di teks 'pernapasan keempat' tersebut.
Dan tiga minggu di Kota Hundan telah benar-benar membantu dia menyempurnakan apa yang telah dia buat di Sekte Langit Utara.
Kini Teknik Meringankan Diri miliknya telah sempurna, dengan empat teknik pernapasan di dalamnya.
"Teknik Meringankan Diri, Pernapasan keempat!"
Weng Lou mengambil kuda-kuda, dan kemudian menghirup udara dalam jumlah banyak. Terlihat dadanya mulai sedikit mengembang ketika dia menghirup semua udara tersebut.
Dia tidak langsung membuang napas, dan malah menunggu selama beberapa saat sambil menahan napasnya. Terlihat Weng Lou seperti sedang memompa dadanya sendiri ketika sedang menahan napasnya.
Urat-urat nadi pada tangan, kaki, serta kepalanya mulai timbul di permukaan kulitnya. Kedua mata Weng Lou mulai memerah.
Dengan perlahan Weng Lou membuang napasnya dan terlihat kepulan asap putih keluar dari keluar dari lubang hidungnya.
"Sssshhh......haaaaaa......"
__ADS_1
Asap kembali keluar dari mulutnya, dan kemudian Weng Lou pun mengambil ancang-ancang yang seperti bersiap untuk berlari.
Wudi Ge yang melihat itu hanya tersenyum dan bersiap untuk menerima serangan apapun yang akan Weng Lou berikan padanya.
PRAAKKKK!!!!!
FHUUUSSSHHH!!!!
Kaki kanan Weng Lou melangkah ke depan dan kemudian dengan kecepatan yang menyamai kecepatan milik Wudi Ge sebelumnya dia telah muncul di depan Wudi Ge dengan telapak tangan kanannya yang mengeluarkan cahaya keperakan terang.
"Purnama Hari Ketiga!!!" Weng Lou berseru kencang dan kemudian mendorong telapak tangannya itu ke arah perut Wudi Ge.
Ssshhhuu-!!!!!!
BAAAAMMMMM!!!!!
Bagai terkena hantaman sebuah palu raksasa, tubuh Wudi Ge terlempar terbang ke belakang dan dengan keras tubuhnya menabrak kubah pembatas ciptaan Zu Zhang lalu terjatuh ke tanah.
PAKK!!!
"AGHH!!!"
Srrk....
Dia mengusap darah di mulutnya dan mengatur napasnya.
"Itu serangan yang sangat kuat....." ucap Wudi Ge sambil tetap berusaha untuk terus tersenyum sampai akhir.
"Tubuh Petir!"
Secara tiba-tiba tubuh Wudi Ge mengeluarkan cahaya terang, dan kemudian luka dalam yang ia alami selama pertarungan berlangsung mulai pulih seutuhnya seperti tak pernah terluka sama sekali sebelumnya.
Dia pun terlihat bernapas lega, sebelum akhirnya segera mengambil ancang-ancang untuk balik menyerang.
Bum!
Dirinya melesat cepat ke arah Weng Lou dan memberikan serangan cakaran cepat padanya, namun kemudian berhasil dihindari semuanya oleh Weng Lou tanpa kesulitan berarti.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau sudah mulai lelah, Wudi Ge? Gerakan mu mulai melambat loh."
"Tidak perlu mencemaskan ku. Aku masih sanggup melawan mu, jadi jangan menahan dirimu! Aku akan menerima semua serangan yang kau berikan!"
Psshh!! Shu- Shu- Shu-!!!!
Selesai mengatakan itu, serangan Wudi Ge mulai bertambah cepat dan dia pun menghujani Weng Lou dengan serangan cakarannya yang terbuat dari petir padat.
Meski kecepatan luar biasa, namun sayangnya Weng Lou yang telah menggunakan pernapasan keempat berhasil menghindari semua serangan yang datang padanya.
Bahkan dia telah mendaratkan tiga serangan lainnya pada tubuh Wudi Ge sambil terus menghindari serangan tanpa henti Wudi Ge.
Selepas lima menit kemudian, Wudi Ge masih tidak menyerah memberikan serangannya, sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk berhenti menyerang dan melompat mundur.
Petir kembali keluar dari dirinya, tapi kali ini berbeda seperti sebelumnya, kali ini petir menyambar keluar dari kaki Wudi Ge yang kemudian membentuk seperti layaknya sebuah sepatu.
"Langkah Petir!" serunya, lalu dalam sekejap mata sosoknya sudah menghilang dari tempatnya.
Mata Weng Lou mencoba mencari keberadaan Wudi Ge namun yang terdengar hanyalah bunyi suara seperti suling yang ditiupkan dengan sangat nyaring dan tinggi. Mata Weng Lou sibuk mengikuti asal bunyi tersebut sementara.
Sosok Wudi Ge sama sekali tidak terlihat, namun Weng Lou yakin dengan pasti bahwa dia saat ini sedang melakukan perkerakan dengan kecepatan jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Kepalanya sedikit tertunduk, dan detik berikutnya sosoknya pun ikut menghilang.
Dari salah satu bagian arena, muncul suara ledakan besar sedangkan tidak ada sosok seorang pun yang terlihat. Ledakan itu tidak berhenti begitu saja. Ledakan yang sama kemudian terjadi lagi di sudut arena, lalu muncul lagi di tengah arena.
Ledakan-ledakan itu menggema di segala penjuru arena yang ada di dalam kubah ciptaan Zu Zhang. Para penonton hanya bisa menganga melihat arena kosong yabg terus mengeluarkan ledakan tanpa satu orang pun yang terlihat sosoknya.
"HAAAA!!!!!!"
Sosok Wudi Ge yang sedang bergerak dengan sangat cepat berteriak kencang dan secara mendadak sekujur tubuhnya pun mengeluarkan cahaya biru terang seperti sebelumnya. Qi dalam jumlah besar juga keluar dari dalam tubuhnya yang kemudian memenuhi seluruh arena yang ada di dalam kubah pembatas.
Weng Lou tersenyum pahit melihat tindakan Wudi Ge itu dan kemudian menghentikan gerakan cepatnya.
"Sialan!"
"Ledakan Petiirrrr!!!!!"
__ADS_1
CTAARRRR!!!!!!! BUUMMMMM!!!!!