
Weng Lou entah mengapa tertawa mendengar perkataan Zhi Juan.
Pemuda ini, dialah yang datang terlambat, tapi sekarang dia yang ingin aku cepat-cepat kembali, sungguh luar biasa. Weng Lou menggelengkan kepalanya dan segera melesat pergi menuju Pulau Pasir Hitam, meninggalkan Zhi Juan berdua dengan Unknown God.
Kali ini adalah gilirannya untuk berhadapan dengan Unknown God. Setidaknya sampai Weng Lou kembali, dia akan bertarung seorang diri.
"Ya, segeralah pergi, sialan. Biar ku tunjukkan pada pria besar ini, apa jadinya jika dia berani macam-macam dengan rencana yang sudah ku persiapkan selama jutaan tahun lamanya demi membunuh bajingan itu."
Zhi Juan mengayunkan tangan kirinya, sebuah kuas berwarna putih dengan corak dan pola dari emas muncul dan digenggamnya erat.
"Aku pikir kau sudah kabur karena tidak melihat mu selama berminggu-minggu. Apa kau selesai menyusun rencana untuk membunuhku sehingga berani menunjukkan dirimu lagi sekarang?" Unknown God yang saat ini seluruh tubuhnya seperti sedang memakai baju zirah tempur berbicara dengan nada menghina pada Zhi Juan.
Mendengar itu, Zhi Juan pun tertawa lepas. Senyuman muncul di wajahnya saat kuas diletakkan di belakang punggungnya.
"Masih tajam seperti dulu ternyata, tidak buruk juga. Tapi ketajamanmu itu hanya terbatas pada pengetahuan yang kau miliki dari pengalaman yang telah kau alami, menghadapi sesuatu yang belum pernah kau lihat sebelumnya, aku penasaran apakah kau akan tetap bisa bertahan hidup seperti dulu."
Setelah mengatakan itu, lingkaran sihir muncul di tangan kanan Zhi Juan. Lingkaran itu sangat besar, sama besarnya dengan tubuh Unknown God.
Lingkaran itu dipenuhi dengan pola-pola rumit yang terbuat dari semacam energi yang berbeda dari Mana ataupun Qi. Ini adalah sebuah energi yang belum pernah Unknown God lihat sebelumnya. Karenanya, dia menjadi sedikit waspada dan bergegas bergerak mundur sambil bersiap-siap terhadap serangan Zhi Juan.
"Kau senang menyerap sesuatu, bukan? Bagaimana kalau kau menyerap ini, sekarang?!"
Cahaya terang keluar dari lingkaran sihir. Petir hitam menyambar keluar dari dalam lingkaran sihir. Petir itu tidak menyerang Unknown God, melainkan langit tanpa awan di atasnya.
Sebuah awan besar langsung terbentuk karena Sambaran petir hitam itu. Petir tidak hanya sekali menyambar saja, segera sepuluh sambaran berturut-turut dilepaskan ke awan yang telah terbentuk oleh sambaran petir pertama dan membuat awan itu bertambah besar hingga cukup menutupi seluruh tubuh Unknown God dari cahaya matahari.
Melihat awan itu, Unknown God segera mendapatkan firasat buruk. Kemampuan penyerapannya terbatas pada sesuatu yang pernah dia serap secara manual sebelumnya, yaitu menggunakan tubuhnya. Jika dia mencoba menyerap sesuatu yang belum pernah dia serap menggunakan tubuhnya, maka tubuhnya akan mengalami efek samping yang mana energi di dalam tubuhnya akan menjadi tidak stabil.
__ADS_1
Terutama jika dia menyerap sesuatu yang ternyata memiliki efek buruk terhadap tubuhnya, seperti menyerap Mana dan Qi secara bersamaan. Jika dia melakukan hal tersebut, dia hanya akan mendapatkan luka dalam karena ketidakcocokan Mana dan Qi.
Itu sebabnya, dirinya berhasil disegel oleh Weng Lou dan Zhi Juan sebelumnya. Karena keduanya adalah pengguna Qi dan Mana, yang mana jika dia sembarang menyerap serangan mereka, dirinya sendiri yang akan terluka.
"Apa kau mengenal Segel Ilahi? Dia adalah salah satu dari lima makhluk hidup pertama di Dunia Asal Mula, sama seperti mu. Dia adalah golem hidup yang memiliki pertahanan tak tertembus dan kekuatan murni terkuat diantara kalian. Setelah kau menghilang, dia terus berevolusi dan menyempurnakan dirinya sebagai wujud dari pertahanan mutlak, Segel Ilahi!
Dan aku, Zhi Juan, adalah keturunannya! Dengan kekuatan garis darah Ras Segel Ilahi dalam tubuhku, aku bisa menggunakan kemampuan yang sama dengan yang digunakannya dahulu kala. Dengan kemampuan itu, aku akan menahan mu sampai orang itu kembali ke sini dan kami akan membinasakan mu dengan benar kali ini!"
***
Di atas Istana Leluhur Weng, sosok Weng Lou muncul melewati lapisan penghalang yang melindungi Pulau Pasir Hitam.
Lapisan pelindung tersebut seperti tidak bereaksi sama sekali saat dirinya menyentuh lapisannya. Ini karena lapisan itu dibuat dari sedikit kekuatan kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou, yang mana diatur agar mengenali Weng Lou ketika dia melewatinya.
Kemunculan Weng Lou di atas istana tidak disadari oleh para Dewa yang berjaga di sekitar Istana Leluhur Weng, seolah-olah sosoknya tidak terlihat dan tidak bisa dirasakan oleh mereka.
Besarnya perbedaan keduanya sama seperti seorang ranah Pembentukan Pondasi dengan seorang di ranah Penyatuan Jiwa. Mereka hanyalah semut, sedangkan Absolute adalah naga yang tak pernah menginjakkan kakinya di atas tanah. Hanya dengan napas mereka, semut-semut itu akan mati dan binasa.
Duduk di tahta utama, sosok kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou menoleh ke atas, tepat di mana Weng Lou kehidupan sekarang berada.
"Dia sudah datang," katanya.
Lima orang di ranah Deva yang duduk di sampingnya segera beraksi terhadap kata-katanya. Kelimanya saling tatap dan mengangguk satu sama lain.
Tanpa berkata apa-apa, mereka berlima segera bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruang tahta, meninggalkan kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou sendirian di tempat itu. Penasehat Kepala Keluarga Weng menjadi orang terkahir yang keluar dari ruangan itu.
Dia menutup pintu besar ruang tahta dan menyegelnya dengan kekuatannya di puncak ranah Deva.
__ADS_1
Seperti menanggapi keluarnya mereka berlima, sosok Weng Lou kehidupan sekarang segera muncul di dalam ruangan itu dan berdiri tepat di hadapan kehidupan kesembilan puluh sembilannya yang duduk di atas tahta Kepala Keluarga Weng.
"Akhirnya kau datang juga," ucap kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou dengan suara tenang.
Weng Lou kehidupan sekarang mengangguk. Dia berjalan maju lebih dekat dan berhenti tepat dia langka di depan kehidupan kesembilan puluh sembilannya.
"Apa ada yang ingin kau lakukan sebelum kita memulai penyerapan?" tanya Weng Lou kehidupan sekarang. Dia sadar, setiap kepingan jiwa kehidupan terdahulunya memiliki kesadarannya sendiri yang tercipta dari lamanya waktu yang telah berlalu.
Dia tidak menganggap kesadaran ini sebagai orang lain, melainkan seperti kehendaknya yang lain. Sama seperti ketika dia menggunakan Teknik Pembersih Jiwa dan membagi-bagi pikirannya untuk mengerjakan hal-hal yang berbeda.
"Tidak ada. Kau bisa menyerap ku sekarang. Kau akan mendapatkan semua informasi tentang tempat ini selama dirimu tidak ada. Teman-teman mu, keluarga, dan Mei. Apa yang akan aku lakukan, kau akan melakukannya. Pastikan, temui adik kecil kita. Dia pasti kesepian selama ini tanpa adanya diri kita. Ayah dan Ibu ada di sini. Mereka juga akan senang melihat putri mereka," jelas kehidupan kesembilan puluh sembilan.
Mengangguk mengerti, Weng Lou pun mulai memejamkan matanya, begitu juga dengan kehidupan kesembilan puluh sembilannya.
Penyerapan ingatan berlangsung dengan mulus. Meskipun begitu, Weng Lou perlu waktu satu jam lebih untuk menyelesaikan penyerapan. Hal ini karena kehidupan kesembilan puluh sembilan memiliki kesadarannya selama lima ratus tahun lamanya, yang mana itu menambah ingatan yang harus dia serap.
Untungnya kehidupan kesembilan puluh sembilan lebih sering bermeditasi dibandingkan berinteraksi dengan dunia luar. Dia sadar bahwa kesadarannya selama ratusan tahun akan menambah jumlah ingatan yang harus diserap Weng Lou kehidupan sekarang. Hanya jika hal-hal penting dan serius terjadi barulah dia campur tangan terhadap dunia luar
Weng Lou menghela napasnya setelah selesai menyerap ingatan kehidupan kesembilan puluh sembilan.
Membuka matanya. Dia tidak lagi menemukan sosok kehidupan kesembilan puluh sembilan yang duduk di atas tahta. Tahta itu kini kosong. Kini dirinyalah yang memiliki hak untuk mendudukinya, sama seperti sembilan puluh sembilan kehidupannya.
Selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, Keluarga Weng hanya pernah memiliki sembilan puluh sembilan Kepala Keluarga yang sah, yaitu sembilan puluh sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou.
Sekarang, Keluarga Weng memiliki Kepala Keluarga nya yang baru. Kepala Keluarga keseratus.
Dia adalah, kehidupan keseratus Weng Lou.
__ADS_1