Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 697. Iblis Hati


__ADS_3

"Kau sepertinya sudah mengerti semuanya. Apakah kau masih memiliki pertanyaan lainnya?"


Kong Lou bertanya pada Weng Lou yang sedang terdiam di tempatnya saat ini.


Kedua mata Weng Lou kembali normal seperti semula dan dia kemudian terduduk di atas tanah dengan napas yang tidak beraturan. Tubuhnya ditutupi oleh keringat. Kedua tangannya bergetar hebat tak terkendali.


*Glek.....*


Dia menelan ludah dan menatap Kong Lou yang hanya diam menatapnya setelah bertanam padanya.


Setelah beberapa saat kemudian, Weng Lou berhasil menenangkan dirinya dan kembali bangkit berdiri.


"Jadi......apakah aku benar-benar adalah dirimu? Atau kau adalah jiwa yang berada di dalam diriku?" tanya Weng Lou.


Dia sedikit penasaran pada hal ini. Jika dia memang reinkarnasi dari Kong Lou, seharusnya dia memiliki kenangan Kong Lou meski hanya sedikit saja atau pun jejak dari kehidupannya dalam jiwanya.


Anehnya dia tidak memiliki hal itu, hal ini yang membuatnya bingung.


Kong Lou mengangguk mengerti, dia paham mengapa Weng Lou menanyakan hal ini kepadanya. Dia juga akan menanyakan hal yang sama jika dia dalam posisi Weng Lou.


"Sayangnya, aku juga tidak terlalu mengerti bagaimana menjelaskannya. Di satu sisi, kau memang adalah diriku, reinkarnasi ku. Di sisi lain,kau bukanlah diriku karena kau adalah kepribadian mandiri yang terlahir dari jiwa ku yang sedang tertidur.


Bisa dikatakan, aku adalah kau. Tapi kau bukanlah diriku, mengerti? Ah, sial. Aku tidak bisa menemukan kata-kata yang lebih mudah kau mengerti. Pokoknya, kau itu memang adalah reinkarnasi ku, tapi kehidupan yang telah kau jalani selama ini adalah kehidupan mu sendiri, bukan milikku."


Berkedip. Weng Lou tidak tau harus menjawab apakah dia benar-benar mengerti apa yang baru saja dikatakan Kong Lou, tapi setidaknya dia paham apa yang hendak ingin dia katakan padanya.


"Aku juga melihat ingatan milikmu ketika mengirimkan ingatanku padamu. Dari yang kulihat, sepertinya The Beginning telah benar-benar melancarkan semua rencana yang dia buat selama di Dunia Asal Mula. Dia bahkan tidak menahan diri dengan membunuh The Ending dan tiga pemimpin kelompok besar lainnya.


Aih, dia benar-benar berambisi, sama seperti dulu. Bahkan beberapa Immortal kini berada di bawah kendalinya. Padahal dulu dia tidak berani terang-terangan mengambil bawahan. Pasti dia takut ketika aku sudah kembali, semua miliknya diambil oleh ku. Sungguh pemikiran yang begitu berhati-hati.


Dia bahkan sengaja membunuh teman batu ku itu untuk berjaga-jaga apabila dia memilih untuk melakukan perlawanan lebih dulu terhadapnya. Tidak kusangka dia bisa melakukan semuanya dengan begitu rapih dan mulus. Sebenarnya seberapa jauh rencana yang telah dia buat?"


Kong Lou menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah itu, bidang tanah itu dalam keadaan tenang. Weng Lou belum berbicara sama sekali setelah Kong Lou memberikan jawaban padanya. Sementara itu Kong Lou masih mendesah dan terus menggelengkan kepalanya saat memikirkan semua perbuatan The Beginning.


"Apa kau .......akan mengambil alih tubuh ku? Kau adalah diriku. Tubuh ku seharusnya adalah milikmu. Karena kau sudah terbangun kembali, apakah kau mulai sekarang akan menjadikan tubuhku milikmu dan mengendalikannya?"


Mendengar pertanyaan itu, Kong Lou segera terdiam. Senyum misterius muncul di wajahnya sebelum dia mulai bertanya balik pada Weng Lou, "Apa kau mengharapkan hal tersebut terjadi? Atau takut hal itu terjadi? Aku telah melihat kenangan kehidupan terdahulu mu. Semua yang kau lakukan adalah untuk membalas dendam pada The Beginning dan bertemu dengan adik mu kembali.


Sayangnya, kau bahkan tidak berhasil untuk menghadapi rintangan yang membuatmu terpisah dengan adik mu. Lalu untuk apa kau tetap menjalani kehidupan mu? Bukankah kau sama saja seperti menjalani kehidupan palsu yang penuh kebohongan tanpa pencapaian apapun.


Kau tidak bisa bertemu adikmu, tidak bisa membalaskan dendam seluruh Ras mu, kau bahkan tidak bisa membunuh Unknown God yang adalah salah satu teman lama ku. Jadi untuk apa tetap menjalani kehidupan mu ini? Jika aku yang memiliki kehidupan ini, kau tidak perlu lagi seperti orang gila yang terus-terusan berusaha untuk bisa menemui adikmu yang terpisah darimu karena seekor Pelahap Dimensi.


Jadi, apa kau masih ingin menjalani kehidupan ini, kehidupan yang sia-sia, atau membiarkan ku mengambil alih tubuh ini dan melakukan semua yang tidak bisa kau lakukan sebelumnya. Kau bisa menganggapnya seperti kau dan aku bersatu, tapi aku yang memegang kendali."


Kali ini, Weng Lou lah yang terdiam. Dia memikirkan setiap kata yang dikatakan oleh Kong Lou padanya.


Apakah diriku selama ini hanya kebohongan belaka? Apakah aku benar-benar menjalani kehidupan yang lainnya?


Siapa aku sebenarnya?


Apakah aku adalah Weng Lou, atau Kong Lou?


Kehidupan yang telah kujalani selama ini........selama sembilan puluh sembilan kehidupan telah ku jalani, dan sekarang adalah kehidupan ku yang keseratus. Itu semua sangat berarti bagiku, tapi apakah ada satupun diantara kehidupan itu yang memiliki pencapaian berarti?

__ADS_1


Berbeda dengan seratus kehidupan ini, Kong Lou adalah identitas terkuat di seluruh dunia. The Beginning bahkan takut padanya!


Ya, benar sekali. Dibandingkan menjalani kehidupan yang terus-terusan berakhir tanpa pencapaian apapun, lebih baik aku melupakan semuanya dan menjalani identitas lama ku, The Emptiness.


Segala suara bergema dalam kepala Weng Lou. Itu tidak lain adalah suara dari pemikirannya yang telah tertumpuk selama ini.


Seratus kehidupan. Dia sudah melakukan segala upaya untuk bisa bertemu adiknya kembali. Segala jenis usaha sudah dia coba lakukan. Namun semua itu berakhir tanpa hasil sama sekali.


Kegagalan yang dia alami selama sembilan puluh sembilan kehidupan telah menyebabkan iblis hati tumbuh dalam dirinya.


Iblis hati berasal dari segala penyesalan dalam kehidupan Weng Lou. Umumnya iblis hati bisa dihilangkan dengan mudah oleh setiap orang, namun untuk kasus Weng Lou, iblis hati dalam dirinya terus tumbuh semakin kuat setiap kali kehidupan barunya dijalani.


"Hei, bukankah jika The Emptiness mengambil alih tubuh ku, semuanya bisa diselesaikan? Aku tidak perlu lagi bersusah payah melawan Pelahap Dimensi dan Unknown God lagi. Ha.......hahahaha, benar sekali, aku hanya harus menyerahkannya pada The Emptiness."


Entah mengapa kata-kata itu muncul begitu saja dalam pikiran Weng Lou. Senyum aneh muncul di wajahnya dan kedua matanya terus bergerak seperti orang gila.


Kong Lou sekali lagi menggelengkan kepalanya melihat perilaku aneh Weng Lou.


"Sepertinya pengaruh dari kehendak di dalam bidang tanah Dunia Asal Mula telah mempengaruhi pikiran mu yah. Kehendak itu berubah menjadi iblis hati yang terus bertambah kuat tanpa kau sadari. Cara mu sudah benar untuk mengambil bidang tanah itu dan memasukkannya dalam diri mu. Tapi satu hal yang kau tak sadari adalah, bidang tanah itu memiliki kehendaknya sendiri. Kehendak itu memiliki insting bawaan untuk menguasai inangnya. Itulah yang ingin dilakukan oleh Dunia Asal Mula terhadap Matahari yang memberinya kehidupan."


Kong Lou seperti mengenang masa-masa di mana dia masih menjadi The Emptiness di Dunia Asal Mula.


Dirinya bersama dengan The Ending, tiga pemimpin kelompok besar yang lain, dan The Beginning paham bahwa Dunia Asal Mula memiliki kehendaknya sendiri yang juga memiliki kesadaran tunggal.


Pada awalnya kehendaknya tidak terlalu besar karena hanya memiliki lima makhluk yang hidup di dalamnya, yang tidak lain adalah Kong Lou, tiga pemimpin kelompok besar yang lain di Dunia Asal Mula, dan Unknown God.


Lambat lain, kehendak dunia semakin bertambah kuat seiring bertambah banyak dan bertambah kuatnya makhluk yang ada di dalam Dunia Asal Mula. Puncaknya adalah saat para Absolute sejati mulai bermunculan dan memperebutkan wilayah di Dunia Asal Mula.


Kehendak Dunia Asal Mula tumbuh begitu kuat hingga menyamai sang Matahari, sumber semua kehidupan sejati.


Karena kehendak dari Dunia Asal Mula yang sewaktu-waktu bisa melebihi Matahari, diciptakan lah The Ending dan The Beginning, tepat saat lima makhluk pertama muncul di Dunia Asal Mula.


Semua ini adalah fakta yang tidak diketahui selain oleh tujuh orang saja di masa lalu.


Lalu apa hubungannya kegilaan pada Weng Lou dengan kehendak dari Dunia Asal Mula?


Mudah saja, Ras Ilahi di masa lalu menggunakan bidang tanah Dunia Asal Mula sebagai wujud kekuatan mereka, namun mereka tidak pernah berubah menjadi gila seperti Ras Ilahi di dunia baru.


Mereka menggunakan cara yang benar untuk benar-benar menggunakan bidang tanah Dunia Asal Mula sehingga mereka tidak dipengaruhi oleh kehendak di dalam bidang tanah Dunia Asal Mula. Berbeda dengan Weng Lou yang hanya sekedar menempatkan bidang tanah di dalam Danau Jiwa nya dan menjadikannya sebagai Inti Ilahi nya, yang membuat kehendak bidang tanah Dunia Asal Mula bisa sesuka hati mempengaruhinya.


"Karena sudah begini sebaiknya aku mengajarkan mu untuk menggunakan bidang tanah itu dengan benar," ujar Kong Lou.


Tanpa aba-aba apapun, tangan kanannya memukul perut Weng Lou dengan keras.


*Buk!*


Tubuh Weng Lou langsung terangkat ke udara oleh pukulan tersebut. Sikapnya yang seperti orang gila seketika langsung tersadar kembali. Mulutnya menganga lebar dan dia memegang perutnya saat kedua matanya terbelalak mendapati Kong Lou telah memukulnya.


*Tap....*


Dia mendarat mulus di atas tanah dan sedikit tersengal-sengal. Pukulan tadi benar-benar luar biasa sakit. Jelas Kong Lou tidak memberikannya pukulan biasa. Jika iya, mustahil perutnya terasa sakit hanya dengan pukulan itu.


"Apa-apaan yang tadi itu?!" tanya Weng Lou dengan terkejut.


"Ya.....hanya itu satu-satunya cara untuk menyadarkan mu dari keadaan gila mu itu." Kong Lou menjawab enteng sambil mengangkat kedua bahunya. Dia sama sekali tidak merasa bersalah.

__ADS_1


"Lupakan itu, sekarang dengarkan aku. Keadaan mu saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kehendak dari bidang tanah Dunia Asal Mula dalam dirimu mulai menggerogoti pikiran mu tanpa kau sadari. Jika kau lengah sedikit saja, kau akan diambil alih olehnya dan kesadaran aslimu mustahil untuk dikembalikan pada saat itu," kata Kong Lou dengan raut wajah serius.


Weng Lou mengerutkan keningnya. Dia masih mengelus-elus perutnya. Rasa sakitnya masih terasa, tapi dia sudah tidak terlalu fokus terhadap itu. "Lalu apa yang harus kulakukan? Aku bahkan tidak sadar kesadaran ku sedang diambil alih sebelumnya."


Wajah Kong Lou yang sebelumnya serius, langsung berubah seketika. Dia tersenyum lebar dan langsung menepuk pundak Weng Lou.


"Mudah saja. Yang harus kau lakukan hanyalah mengalahkan kehendak bidang tanah itu yang telah menyamar menjadi iblis hati dalam diri mu. Kalahkan dia, dan kau akan menjadi penguasa bidang tanah itu yang sebentar. Setelah itu, kau hanya tinggal membuat bidang tanah itu menyatu dengan dirimu dan kau akan menjadi seorang Absolute sejati. Mudah, bukan?"


Ya, itu memang terdengar gampang saat Kong Lou yang mengatakannya.


Hanya saja, mengalahkan iblis hati tidak sesederhana yang dia katakan. Kesalahan sedikit saja, kesadarannya akan langsung diambil alih oleh iblis hati.


Pada dasarnya, mengalahkan iblis hati haruslah dilakukan dengan persiapan yang matang. Yang dipertaruhkan adalah kesadaran sejati, jadi semua orang tidak akan menganggap enteng masalah mengalahkan iblis hati.


Bahkan di sembilan puluh sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou, dia hanya mengalahkan iblis hatinya kurang lebih sebanyak dua puluh kali, kurang lebih. Dia tidak berani mengambil resiko ketika dia merasa tidak bisa mengalahkan iblis hatinya. Kebanyakan dia akan memilih untuk memendam iblis hati nya, atau mencoba mengontrol dirinya sendiri dengan beberapa metode khusus.


"Tenang saja, mengalahkan iblis hati tidaklah sesulit yang kau pikirkan. Jika kau memahami kelemahannya, maka kemenangan sudah ada di tangan mu."


"Bagaimana cara aku mengetahui kelemahannya?" tanya Weng Lou penasaran.


"Kau akan tau saat kau berhadapan dengannya. Sekarang, fokuskan pikiran mu dan cari dia di dalam diri mu."


Begitu dia mengatakan hal itu, Kong Lou segera mengetuk dahi Weng Lou dengan jari telunjuknya. Dia bisa merasakan getaran dari dahinya yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Getaran itu menyebar dengan mulus ke seluruh bagian tubuhnya, sampai kemudian ketika getaran itu mencapai bagian di bawah pinggangnya, getaran itu sekaan terhambat oleh sesuatu.


Weng Lou yang menyadari hal ini tidak tinggal diam. Dia langsung memfokuskan pikirannya dan memulai meditasi nya. Segera, kesadarannya berpindah di bagian bawah pinggangnya di mana kemudian dia melihat sebuah bola hitam penuh dengan asap sedang bergerak cepat meninggalkan tempat yang baru saja diketahui oleh Weng Lou.


"Sialan, jangan kabur!"


Mengkertakkan giginya, dia segera memindahkan kesadarannya dan muncul tepat di depan bola hitam itu.


Bola itu berhenti bergerak dan terkejut dengan kemunculan Weng Lou.


Terlihat bola itu bergetar selama beberapa saat sebelum kemudian melesat kembali, menjauhi kesadaran Weng Lou. Kecepatannya jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Kini dia bergerak naik, menuju ke jantung Weng Lou.


"Hmp! Ini adalah tubuh ku, kau pikir bisa lari kemana?"


Dalam sekejap kesadarannya kembali berpindah dan kini muncul tepat di hadapan bola hitam itu, sebelum dia bisa mendekati lebih jauh jantungnya.


"Kau tidak bisa kabur. Kau yang memulai semua ini, jadi ayo kita selesaikan dengan cepat," ujar Weng Lou.


Kesadaran Weng Lou mengambil wujud fisiknya. Dia segera melesat menuju bola hitam itu sambil mengepalkan tangannya, siap menghajarnya.


"He.....hehahahahahaha!!!!! Makhluk seperti mu seharusnya mengetahui tempat mu! Aku adalah Dunia Asal Mula!! Kalian para makhluk rendahan, tidak tau berterima kasih! Akulah yang memberikan kalian kekuatan dan kehidupan! Beraninya kau melawan ku!!"


Bola hitam itu meraung marah. Wujudnya sebagai bola hitam segera berubah dan kini menyerupai sosok Kong Lou. Wujudnya benar-benar sama persis, nyaris tidak ada perbedaan diantara keduanya.


"Kau sudah lama hancur berkeping-keping. Kini kau tidak lebih dari sebidang tanah, jadi tidak perlu berbicara omong kosong lagi!"


Kepalan tangan Weng Lou dari kesadarannya segera memukul ke arah iblis hati. Tapi sebelum serangannya mencapainya, dia lebih dulu terkena sebuah pukulan di pipi kirinya dan membuatnya terlempar ke samping.


Mata Weng Lou melebar. Dia terkejut karena serangan barusan sama sekali tidak dia lihat arah datangnya. Ketika tinju itu sudah menyentuh pipinya, dia baru sadar dirinya telah terkena serangan lawannya.


"Berbicara omong kosong katamu? Benar-benar lucu sekali. Bukankah yang omong kosong itu kehidupan mu? Kehidupan yang penuh dengan omong kosong. Tanpa garis darah keturunan, ingatan kehidupan terdahulu mu, dan bantuan orang lain memangnya kau bisa menjadi seperti sekarang ini?

__ADS_1


Kau juga berhasil naik ke ranah Absolute karena kekuatan dari kehendak ku! Meski dirimu sudah hancur, tapi aku masih bisa membuatmu menjadi Absolute di setiap kehidupan mu. Sekarang, siapa yang berbicara omong kosong, aku atau kau?"


__ADS_2