
Dua hari kemudian, tepat di hari kedatangan Liu Ning di Kota 1.
Di dalam gua, Weng Lou saat ini sedang duduk bersila di dalam ember kayu tanpa bergerak sedikitpun. Napasnya tampak teratur dan bisa dilihat tidak ada satupun esensi darah Kirin yang tersisa di dalam ember. Semuanya telah diserap oleh Weng Lou yang saat ini masih bermeditasi.
Ada pun sang Kirin yang datang bersamanya, dia saat ini sedang meringkuk di atas tanah dalam kondisi lemah, tampak seperti baru saja dihajar habis-habisan beberapa saat yang lalu. Namun jelas sekali bukan Weng Lou yang telah menghajarnya sampai seperti itu.
Saat ini, depan Kirin itu, dua orang pemuda sedang berdiri dan menatap sang Kirin dengan terapan menakutkan, seolah mengatakan bahwa jika dia berbuat macam-macam maka keduanya akan memberikan pelajaran padanya.
Dua pemuda inilah yang telah menghajarnya sebelumnya hingga segala nyalinya ciut dan keangkuhan yang dimilikinya telah sirna sepenuhnya.
"CK! Kirin sialan, jika saja aku tau dia belum berusia 500 tahun, aku tidak akan mau menyerap esensi darah miliknya itu! Argh, sialan, bisa-bisanya aku malah berakhir menjadi seorang pemuda tampan seperti bajingan Zhi Juan itu?!"
Salah seorang pemuda yang berdiri di depan Kirin itu bersungut-sungut dan mulai mengutuk sang Kirin karena tidak memberitahu usianya sebelumnya. Pemuda ini memiliki perawakan yang tampan dan rupawan. Rambutnya berwarna putih, begitu juga dengan kedua matanya, membuatnya tampak dingin namun menegangkan.
"Haah....... tenanglah. Ini masih jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Kau tau, jika saja ada kesalahan saat kita menyerap esensi darahnya, kemungkinan kita malah akan berakhir menjadi bocah berumur 10-15 tahun," ucap pemuda lain yang bersama pemuda berambut putih tersebut.
Pemuda ini memiliki perawakan yang tinggi namun berisi dan otot-otot pada tubuhnya tampak pada permukaan pakaian yang dia kenakan. Rambut coklat gelapnya di ikat ke belakang dan membuat dia terlihat sangat berkarisma sekaligus perkasa.
Pemuda berambut putih terdiam dan mendafan menggigil ketakuta . "Ah, kau benar! Jika seandainya sesuatu seperti itu terjadi, maka aku akan tampak lebih muda dari bocah itu!"
Dia menunjuk Weng Lou yang masih diam bermeditasi di dalam ember, sementara pemuda berambut coklat tidak lagi menghiraukannya dan memilih untuk mendekati Weng Lou.
Kedua mata cokelatnya menatap Weng Lou dengan seksama dan memperhatikan sekujur tubuhnya yang bisa terlihat beberapa urat keemasan di beberapa daerah tubuhnya. Pemuda berambut cokelat mengelus dagunya dan menggumamkan sesuatu.
"Jika dilihat dari kondisinya, harusnya bagian terakhir dari segel itu akan menghilang sepenuhnya beberapa saat lagi. Aku berharap Lou bisa menahan dampaknya," ucap pemuda itu.
__ADS_1
Tak berapa lama, tubuh Weng Lou secara ajaib terangkat ke udara dan dari dadanya, tepatnya jantungnya, mengeluarkan cahaya merah terang bersamaan dengan bunyi seperti benda yang mengalami keretakan. Hal itu berlangsung kurang lebih 5 menit penuh, dan berakhir dengan Weng Lou yang terjatuh kembali ke atas tanah dan bunyi sesuatu yang patah menggema di seluruh gua.
Kedua mata Weng Lou terbuka dan asap hitam mengepul keluar dari dalam tubuhnya, lalu mulai menutupi dirinya. Asap hitam itu berputar di sekitar Weng Lou selama beberapa saat sebelum akhirnya berkumpul dan membentuk sesosok bayangan hitam di belakang tubuh Weng Lou.
Sosok itu berdiri dengan tegak dan memancarkan aura yang kuno dari dirinya. Kedua matanya berwarna merah terang dan menatap ke arah dua pemuda yang saat ini sedang berdiri di depan Weng Lou dengan tajam. Kedua pemuda itu tanpa sadar bergidik ngeri, dan keringat dingin muncul di dahi mereka.
Kemunculan sosok itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum akhirnya menghilang kembali menjadi kumpulan asapnyang kemudian masuk ke dalam tubuh Weng Lou. Beberapa saat kemudian, Weng Lou membuka matanya dan menghela napas panjang. Kedua matanya tampan memancarkan sinar cahaya kemerahan selama beberapa detik dan akhirnya menghilang.
Dia menatap kosong langit-langit gua selama beberapa saat, lalu kemudian menoleh dan menatap kedua pemuda yang ada di depannya.
Weng Lou mengedipkan matanya, dan memiringkan kepalanya. Dia dengan kebingungan melihat dua sosok pemuda yang ada di depannya saat ini.
"E....kalian berdua siapa?"
Saat Weng Lou sedang fokus melemahkan segel pertama di jantungnya, Ye Lao dan Qian Yu di sisi lain sibuk menyerap kekuatan kehidupan dari esensi darah yang berlebih di dalam tubuh Weng Lou.
Melalui kekuatan kehidupan yang begitu berlimpah dari esensi darah Kirin, Ye Lao dan Qian Yu mulai memperbaiki jiwa mereka dan kemudian membentuk tubuh yang baru untuk menampung sebagian jiwa mereka sehingga mereka bisa memiliki tubuh manusia mereka sendiri.
Selama ini mereka bisa menyaksikan betapa berbahayanya kondisi tubuh Weng Lou tiap kali mereka meminjam tubuhnya untuk mengerahkan kekuatan mereka. Beban yang harus Weng Lou tanggung sangatlah besar dan juga beresiko.
Oleh sebab itu, Ye Lao dan Qian Yu pun memutuskan untuk membuat tubuh mereka sendiri agar bisa mendukung Weng Lou dengan lebih leluasa. Tentunya tubuh yang mereka ciptakan tidak seperti manusia yang ada di dimensi asal mula.
Secara khusus tubuh baru mereka dapat menampung 2 energi alam secara terpisah, Qi dan Mana. Dan lebih hebatnya lagi mereka langsung memiliki besar kekuatan yang sama dengan ketika mereka masih berada seutuhnya di dalam Kitab Keabadian dan Pedang Naga Malam.
Setelah penjelasan panjang lebar dari Qian Yu dan Ye Lao, Weng Lou pun hanya bisa tersenyum masam. Ye Lao dan Qian Yu mengerti apa yang sedang Weng Lou pikiran saat ini.
__ADS_1
Umur asli mereka berdua dan juga tampilan wujud yang biasa mereka tunjukkan pada Weng Lou sangat berbeda sekali saat ini. Mereka saat ini terlihat seperti dua pemuda tampan seperti layaknya Zhi Juan.
"Berhenti menatap ku seperti itu, aku juga tidak mau berpenampilan seperti ini dasar bocah!" Ye Lao berseru jengkel melihat tatapan Weng Lou padanya.
Weng Lou menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tertawa canggung. Sungguh aneh melihat Ye Lao dan Qian Yu saat ini, sehingga dia tidak tau harus bersikap seperti apa.
"Kau hanya perlu bersikap sewajarnya Lou, lagi pula kami tetap jauh lebih tua darimu. Jadi kau bisa tetap menanggilku sebagai guru mu," ujar Qian Yu yang mengerti keadaan Weng Lou saat ini. Weng Lou pun hanya mengangguk mengerti. Setidaknya Qian Yu masih memiliki karisma dan sikap dewasa yang sama, sehingga Weng Lou bisa dengan mudah melakukan seperti yang Qian Yu sarankan untuknya.
"Aku mengerti Guru."
Qian Yu tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan Weng Lou dan memeriksa keadaan Kirin yang bersama mereka saat ini. Ekspresi ketakutan masih menghiasi wajah Kirin itu, terutama saat melihat Qian Yu sedang berjalan ke arahnya.
"Tidak perlu takut seperti itu. Kami tidak akan memukuli mu lagi. Kau hanya perlu mengikuti yang kami katakan untuk saat ini, dan kami akan melepaskan mu setelah rencana kami selesai. Apa kau mengerti?"
"Ba-Baiklah! Aku mengerti, Tuan!" Kirin itu berkata dengan patuh.
Weng Lou yang tidak jauh dari situ menatap dengan kagum hal itu. Tidak dia sangka, Kirin yang sangat sombong dengan harga diri yang tinggi, akan sangat patuh kepada Qian Yu.
"Oke, Lou. Karena kau sudah selesai membuka segel pertama mu, harusnya kau bisa menggunakan kekuatan garis darah keturunan milikmu pada batas tertentu, bukan?" Qian Yu berbalik dan kembali menatap ke arag Weng Lou.
Diam selama beberapa saat, Weng Lou kemudian mengangkat tangan kanannya dan membuka telapak tangan nya. Beberapa asap hitam keluar dari pori-pori di tubuhnya dan berkumpul di telapak tangannya. Dia mengangguk puas melihat itu.
"En! Benar, Guru! Aku bisa merasakan kekuatan yang kuno dan sangat kuat mengalir keluar dari dalam tubuhku. Aku yakin bisa mengendalikannya dalam batas jumlah tertentu."
"Bagus, sekarang kita akan pergi dan menepati janji yang kita berikan pada orang-orang yang sudah menunggu kita."
__ADS_1