Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 446. Kemenangan Yang Cukup Mudah


__ADS_3

Begitu Zu Zhang menyatakan bahwa pertarungan telah dimulai, Zhijia Mo dengan gerakan cepat segera melesat ke arah Man Yue yang baru saja bersiap.


Kecepatan gerakannya sangat cepat untuk orang yang sudah berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2. Hal ini membuat Man Yue cukup terkejut, dan untuk beberapa saat dirinya menjadi lengah.


"Matilah, gadis muda!"


Zhijia memasang senyum mautnya dan laju nya semakin bertambah. Hanya dalam waktu tidak sampai lima detik, dia sudah memotong lebih dari setengah jarak diantara keduanya.


Tangan kanannya dia angkat dan Qi mulai menutupi jari-jarinya serta kukunya. Sekilas jari dan kukunya itu terlihat seperti layaknya sebuah tombak tajam yang mampu menusuk apa saja yang menjadi sasarannya.


"Bahaya! Menunduk!" Xin Yue segera memperingati Man Yue.


Man Yue yang terkejut pun tersadar kembali, dia dengan buru-buru melakukan seperti apa yang dikatakan oleh kakaknya itu.


Shu- PSHHH!!!!


Tepat setelah dia menundukkan kepalanya, tangan Zhijia menusuk ke arah dimana lehernya sebelumnya berada.


Untungnya dia berhasil menghindar, jika tidak, maka jelas dia sudah mati dalam satu serangan tersebut.


Keringat dingin mengucur deras pada punggung Man Yue, dan dia pun menoleh ke atas, dimana terlihat Zhijia Mo sedang tersenyum mengerikan dan menatap ke arahnya.


"Pergi dari situ!" Xin Yue sekali lagi memperingati adiknya itu, dan Man Yue pun segera melakukannya.


Dia melompat ke samping, dan terus mundur sampai tinggal berjarak 5 meter saja dari pembatas yang dibuat Zu Zhang.


"Kikiki! Gadis muda, ternyata kau bisa menghindarinya yah? Sepertinya kemenangan mu melawan Lengxue bukanlah karena keberuntungan belaka. Haahhh....padahal aku sebelumnya ingin membiarkan kau mati dalam kondisi yang enak dipandang, tapi sepertinya aku harus membatalkannya."


Zhijia Mo terkekeh pelan dan menghadap ke arah Man Yue. Dia membuka jari-jarinya, dan Qi yang menutupinya mulai bertambah dan membuat jari-jarinya tampak seperti memanjang.


Sssyaat-


Dia melakukan tebasan ke udara lalu mengangguk sekali.


"Seperti nya ini cukup," ucapnya dengan santai.


Memasang senyumnya, dia pun sedikit membungkukkan badannya ke depan, lalu detik berikutnya dia pun kembali melesat dengan cepat ke arah Man Yue.


Di kejauhan, Man Yue yang melihat Zhijia ingin melakukan serangan yang kedua kalinya, dia pun mengeluarkan dua cakram miliknya dari dalam ruang penyimpanannya.


Ssshhhuu.....


SSSYYAATTT-


TRANGGG!!!!!


Dalam waktu singkat, sosok Zhijia telah sampai di depan Man Yue, dan dengan cepat menusukkan tangannya sekali lagi. Kali ini dia menusukkannya ke arah dada Man Yue, namun segera di tangkis oleh Man Yue menggunakan cakramnya.


Terlihat Man Yue mengkertakan giginya saat menahan serangan itu, dan dia pun terdorong mundur tiga langkah.


"Percuma saja, gadis kecil. Dalam segi kecepatan, kekuatan, dan mental, aku lebih hebat darimu. Terima saja kematianmu, dan ini akan berakhir dengan cepat."


"Kkerrgg.....mana mungkin aku melakukan itu, pria tua sialan. Orang tua seperti mu seharusnya duduk santai di rumah dan menikmati teh hangat saja, tidak perlu mengikuti Turnamen Beladiri Bebas ini," ejek Man Yue yang mengayun-ayunkan tangannya yang sebelumnya dia pakai untuk memegang cakram yang menangkis serangan Zhijia.


Seketika itu juga senyum di wajah Zhijia Mo pun menghilang, dan digantikan dengan wajah yang jauh lebih menyeramkan dari sebelumnya. Kerutan besar muncul pada dahinya yang memang sudah berkerut karena usianya, dan urat-urat mulai tampak pada permukaannya.


"Gadis kecil....kau baru saja mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak kau katakan."


Selepas dia mengatakan itu, napsu membunuh dan aura milik Zhijia Mo melonjak keluar dari dalam tubuhnya. Tubuh nya bergetar hebat, dan tanah yang ia pijak mulai retak sedikit demi sedikit.


Man Yue yang merasakan perubahan mendadak pada diri Zhijia pun segera kembali mundur. Dia bisa merasakan bahaya besar yang ada pada diri Zhijia Mo.


Napsu membunuh yang dia keluarkan tidak sebanyak milik Lengxue, namun perpaduan antara napsu membunuh dengan aura miliknya, membuat tekanan yang diciptakan menjadi tiga kali lipat lebih besar.


Qi yang menutupi jari-jarinya mulai bertambah, dan akhirnya bergabung jadi satu membentuk seperti sebuah kata pisau.


Tangan kirinya yang tidak dilapisi oleh Qi dia angkat ke depan, dan Qi pun keluar dari telapak tangannya lalu bergerak menutupi kuku-kukunya.


Terlihat Qi miliknya itu berubah menjadi kuku Zhijia dan berbentuk seperti pisau-pisau kecil yang sangat tajam.


"Ini gawat, sepertinya kau baru saja memercikan api pada sebuah bom," ucap Xin Yue yang tersenyum kecut melihat perubahan Zhijia.

__ADS_1


Mendengarnya, Man Yue hanya diam dan memusatkan fokusnya pada Zhijia.


"Kau yakin bisa menanganinya seorang diri, adik?"


Xin Yue bisa merasakan besar kekuatan pada diri Zhijia Mo sangat berbeda jauh dengan Lengxue yang dihadapi mereka berdua kemarin. Meksi dia percaya pada kekuatan adiknya, namun dia tidak yakin Man Yue bisa mengatasi lawannya kali ini.


"Tenang saja, kakak. Aku kemarin kurang percaya diri, makanya dapat dipojokkan oleh wanita itu, tapi hari ini ada kau bersama ku, aku bisa lebih percaya diri dan mampu menghadapi lawan ku," balas Man Yue yang sedikit tersenyum pada Xin Yue.


"Baiklah, aku percaya padamu. Ayo hajar pria tua itu!"


Man Yue pun mengangguk pelan, lalu mulai mengalirkan Qi pada seluruh tubuhnya.


Cakram di tangannya mulai dialirkan Qi miliknya dan benang-benang Qi yang sangat tipis tercipta di tangannya. Benang-benang Qi ini sangat tipis sehingga membuat Zhijia Mo yang sedang menatap Man Yue bahkan tidak melihatnya.


Krack....


Tanah yang dipijak Zhijia akhirnya hancur, dan dia pun sudah kembali bergerak ke arah Man Yue.


Kali ini dia dengan serius mengarahkan kedua tangannya ke depan, dan tepat ketika dia sampai di depan Man Yue, dia pun segera melancarkan serangannya.


"Haaaa!!"


Tsssss--!!!


TRIINGGG!!!


Shu! Whusssh!! Sssyaaattt-


Dengan brutal, Zhijia melesatkan serangannya pada Man Yue.


Man Yue yang telah bersiap sebelumnya, mulai menangkis satu persatu serangan yang datang ke arahnya.


Jari-jari dan kuku Zhijia yang telah dilapisi dengan Qi saling beradu dengan cakram milik Man Yue.


Keduanya saling menyerang dan bertahan selama kurang lebih setengah menit, sebelum kemudian Man Yue akhirnya segera kembali mundur menjauhi Zhijia Mo.


Tapi bukan karena dia takut pada Zhijia, melainkan dia ingin melancarkan serangannya yang telah dia persiapkan sebelumnya.


Shu...shuu....shuuu....


Man Yue mulai mengayunkan kedua cakramnya itu dan membuatnya berputar dengan sangat cepat. Dia mengalirkan lebih banyak Qi pada benang Qi milik nya, dan membuatnya bisa mengalirkan Qi lebih banyak lagi pada cakramnya.


Lingkaran cahaya berwarna keemasan pun terbentuk dari dua cakram miliknya.


"Cih, kau tidak akan bisa kabur dari ku, gadis kecil!!!"


Zhijia Mo meraung dengan marah dan mengayunkan tangan kirinya ke arah Man Yue.


Sssshhhh-


Lima buah belati angin melesat di udara dan mengarah pada Man Yue.


Man Yue hanya diam melihat itu. Dia terus memutar cakramnya, dan tepat ketika belati angin itu sudah dekat dengannya, dia pun menggerakkan cakramnya.


Shu-! Pssh!!


Dengan cepat kelimanya dipotong menggunakan cakramnya.


"Hmp! Giliran ku, pak tua!"


Cakram di tangan kanan Man Yue di putar sekuat tenaga, dan detik berikutnya dia melepaskan lebih banyak benang Qi di tangan kanannya, dan cakramnya pun dilemparkan dengan cepat ke arah Zhijia Mo.


Tapi tidak hanya itu yang dilakukan oleh Man Yue. Hampir pada waktu bersamaan, dia melakukannya juga pada cakram di tangan kirinya, dan melemparkannya juga ke arah Zhijia. Dua buah cakram berkecepatan tinggi bergerak ke arah target yang telah ditetapkan oleh Man Yue.


Yaitu Zhijia Mo.


"Kau pikir serangan lemah seperti ini bisa melukai ku?! Kau pasti bercanda!!!"


Dengan amarah yang meluap-luap, Zhijia menerjang ke arah dua cakram milik Man Yue. Dia mengangkat tangan kanannya, dan siap memotong kedua cakram itu, saat kemudian secara mendadak dua cakram yang bergerak lurus ke arahnya berbelok dan memutarinya.


Alis Zhijia terangkat dan menatap dengan bingung kedua cakram itu. Dia masih tidak melihat benang yang ada pada masing-masing cakram, sehingga mengambil kesimpulan bahwa Man Yue menggerakkan dua cakram miliknya menggunakan Qi nya.

__ADS_1


Saat cakram-cakram itu masih memutari dirinya, Zhijia Mo pun kembali bergerak ke arah Man Yue, namun sayangnya dia sudah terlambat.


Benang-benang Qi sudah mengelilingi dirinya, dan ketika dia ingin bergerak keluar dari situ, tubuhnya pun menabrak benang-benang Qi yang ada di udara.


Semakin tipis benang, maka semakin tajam juga. Jika suatu benda dalam kecepatan tinggi menabraknya, maka jelas sekali apa yang akan terjadi.


Sssyaat-!!!


Ya, benda tersebut akan terpotong.


!!!


Zhijia Mo yang menabrak benang-benang Qi milik Man Yue pun mengalami hal yang sama. Namun dengan refleks cepat, dia menghentikan langkahnya, sehingga dirinya tidak terpotong oleh benang-benang Qi.


Meski begitu, saat ini seluruh tubuh telah terlilit oleh benag Qi milik Man Yue dan tidak bisa menggerakkan badannya. Dia telah terjebak.


"Ho, aku tidak menduga lawanmu bisa dibodohi dengan sangat mudah." Xin Yue memuji Man Yue.


Cakram Qi milik Man Yue masih terus memutari tubuh Zhijia, dan dalam beberapa saat kemudian, keduanya tersentak bersamaan dan kemudian kembali bergerak ke arah Zhijia.


Mata Zhijia melebar melihat itu, dan dia pun mencoba mengeluarkan dirinya dari jeratan benang yang melilit tubuhnya.


"Gadiss kecil!!!! Jangan pikir ini bisa membuatku menyerah begitu saja!!!!"


Mengalirkan Qi miliknya, tubuh Zhijia Mo pun mulai mengeluarkan cahaya keemasan terang. Qi miliknya melapisi seluruh tubuhnya, dan dia pun melepaskan seluruh kekuatannya secara bersamaan.


Tss!


Benang-benang Qi milik Man Yue pun terputus, namun kedua cakram masih tetap bergerak ke arah Zhijia Mo.


"Aku adalah ahli Qi!!! Kau hanya seorang gadis kecil, tidak akan bisa menembus pertahanan Qi milikku!!!" seru Zhijia Mo dengan amarahnya yang sudah tak terkendali.


Dia merengkangkan jari-jarinya pada kedua tangannya, dan membentuk seperti cakar, lalu kemudian menyerang kedua cakram itu sekuat tenaganya.


Apa yang dilakukan olehnya mungkin adalah hal yang biasa dilakukan bagi semua Praktisi Beladiri, namun bagi Man Yue, yang dilakukannya adalah hal yang bodoh.


Zhijia Mo tidak menyadari bahwa kedua cakram itu saat ini berputar dalam kecepatan yang luar biasa. Suatu benda yang tajam jika berputar dnegab sangat cepat seperti kedua cakram milik Man Yue, makan ketajamannya akan bertambah.


"Hancurlah, cakram sialan!!!"


PSSHHHH!!!!


Semudah memotong tahu, kedua tangan Zhijia Mo terpotong tepat pada ujung jarinya, hingga ke bahunya. Darah pun langsung menyembur dengan deras, dan Zhijia Mo terkejut bukan main menatap dua tangannya.


Tanpa dia sadari, dua cakram milik Man Yue telah bergerak kembali dan dengan gerakan cepat menabrak punggungnya, dan menembus dadanya.


"Arghh-"


Mulut nya terbuka lebar, dan darah dimuntahkannya dalam jumlah banyak.


"Lawan yang terbawa emosi, adalah lawan yang paling mudah untuk diatasi," ucap Man Yue yang berjalan ke arah Zhijia Mo.


Mata Zhijia segera terarah padanya. Dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya bergetar hebat.


"Gadis kecil.....aku akan mengingatmu...."


"Tidak perlu, biar kuantarkan kau ke neraka hari ini."


Man Yue mengendalikan cakramnya dan kemudian dengan cepat, cakram-cakram nya itu sekali lagi menembus dada Zhijia Mo.


"Aa...."


Buck....


Tubuh Zhijia Mo tersungkur ke tanah, dan dia pun mati.


Ini adalah kemenangan yang cukup mudah bagi Man Yue, yang tidak diduga oleh semua orang, bahkan sebenarnya Man Yue juga tidak menduganya.


Catatan Penulis:


Bused, update 1 kali, diprotes, dah update 2 malah dimaki. Menghadeh🗿🗿🗿

__ADS_1


__ADS_2