Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 648. Enam Bulan


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, enam bulan telah berlalu dan Weng Lou tidak menyadarinya sama sekali.


Dia saat ini masih sibuk menyerap ingatan milik kehidupan terdahulunya sehingga tidak sempat mengecek berapa lama dirinya telah mulai melakukan penyerapan.


Pada penyerapan kehidupan kelima puluh, Weng Lou telah menyelesaikannya dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini sedikit terlambat jika menurut Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan. Perkiraannya Weng Lou kehidupan sekarang bisa menyerapnya dalam waktu tiga minggu saja, namun Weng Lou nyatanya butuh beberapa hari lebih untuk menyelesaikan penyerapannya.


Ini berkaitan dengan masalah kemampuan kehidupan kelima puluh, yaitu insting bertarungnya.


Semua kehidupan terdahulu Weng Lou menganggap insting bukanlah bagian dari ingatan, sehingga tidak akan terserap oleh Weng Lou, sehingga akan memudahkannya dalam penyerapan ingatannya.


Namun siapa sangka, insting ternyata merupakan bagian dari ingatan. Secara tak sadar, insting direkam oleh otak dan tersimpan sebagai ingatan untuk reflek tubuh. Bagian ini tidak diketahui banyak orang, bahkan Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan tidak mengetahuinya.


Kehidupan kelima puluh Weng Lou tidak terlalu spesial jika dibandingkan dengan Weng Lou kehidupan yang lainnya. Dia mati pada usia dibawah seratus tahun, dan tidak mengalami petualangan di luar dimensi seperti kehidupan Weng Lou sebelum-sebelumnya.


Ini karena Keluarga Weng disibukkan dalam peperangan besar di Daratan Utama yang mana waktu itu Keluarga Lin tidak memihak sama sekali pada Keluarga Weng, bahkan malah memusuhinya. Keluarga Weng berada dalam tekanan yang sangat besar dan harus bisa bertahan melawan semua serangan dari Keluarga Besar yang lain yang menginginkan keruntuhan mereka.


Weng Lou pada kehidupan kelima puluh tampil sebagai sosok dewa perang dan memimpin dalam setiap pertempuran besar.


Dia tidak sempat memfokuskan diri dalam pelatihannya, namun dia bisa melatih insting pertarungannya. Kemampuannya dalam bertarung bisa dibilang berada dalam posisi tiga teratas dalam seluruh kehidupan Weng Lou.


Peningkatan Tingkat Praktiknya berjalan sangat lambat, namun cukup bagus. Pada usianya yang ke tujuh puluh, Weng Lou berhasil memasuki ranah Absolute dan menghentikan peperangan dengan mengalahkan semua keluarga yang lain seorang diri. Dia mengangkat Keluarga Weng kembali ke puncak kepemimpinan dan membuat keluarga lain tunduk kepada mereka.


Sayangnya, karena banyaknya luka dalam yang telah bersarang di tubuhnya sejak dia berusia muda, Weng Lou harus mati di atas tempat tidurnya sepuluh tahun setelah peperangan berhasil dimenangkan Keluarga Weng.


Kematiannya dirahasiakan dan baru diketahui hampir lima puluh tahun kemudian. Pada saat itu, Keluarga Weng sudah memiliki pijakan yang stabil dalam struktur kekuatan mereka, sehingga saat pengumuman kematian Weng Lou, Keluarga Weng bisa mengatasi beberapa perlawanan dari Keluarga Besar yang telah mereka tundukan.

__ADS_1


Semua ingatan itu bisa diserap tanpa masalah oleh Weng Lou kehidupan sekarang, yang menjadi kendalanya adalah saat menyerap ingatan insting bertarung yang tersimpan dalam ingatan Weng Lou kehidupan kelima puluh.


Berbeda ketika dia menyerap ingatan biasa yang mana dia akan merasakan sakit kepala saja, ketika dia menyerap ingatan insting bertarung, dia merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan pada seluruh tubuhnya. Seolah insting bertarung milik kehidupan kelima puluh sedang ditanamkan pada tubuhnya sendiri.


Setelah selesai menyerap seluruh ingatan milik kehidupan kelima puluh, seluruh tubuh Weng Lou kehidupan kelima puluh lenyap menjadi butiran cahaya dan langsung diserap oleh tubuh Weng Lou.


"Aku tidak mengembangkan satupun teknik beladiri ataupun membuat senjata semasa hidupku, namun semoga dengan insting bertarung yang tertanam pada dirimu, kau bisa mewarisi sepenuhnya kemampuan bertarung ku ketika aku menundukkan semua Praktisi Beladiri di dunia ini dan membuat mereka tunduk pada Keluarga Weng."


Itu adalah kata-kata terakhir dari kehidupan kelima puluh sebelum akhirnya benar-benar lenyap tak bersisa.


Ketika Weng Lou melanjutkan menyerap ingatan kehidupannya yang lain, dia menyadari bahwa prosesnya tidak sesulit sebelumnya. Rasa sakit yang dia alami juga tidak terlalu mempengaruhinya. Ini kemungkinan karena rasa sakit dari penyerapan ingatan insting bertarung kehidupan kelima puluh nya membuatnya tidak terlalu merasakan sakit begitu menerima rasa sakit dengan tingkat di bawahnya.


Waktu untuk menyerap ingatan juga berkurang dibandingkan sebelumnya. Semakin banyak ingatan yang dia serap, waktu yang dia butuhkan semakin berkurang.


Saat ini, Weng Lou sedang dalam proses penyerapan ingatannya yang kesembilan belas.


Tidak ada masalah dalam proses penyerapan. Sejauh ini, delapan belas ingatan kehidupannya tidak ada yang sesulit kehidupan kelima puluh, sehingga dia tidak perlu berusaha mati-matian seperti sebelumnya.


Beberapa jam kemudian, seluruh kehidupan keempat puluh telah selesai di serap Weng Lou. Dia membuka matanya dan menampilkan pupil mata yang kusam, seakan telah melihat ribuan tahun perjalanan kehidupan yang melelahkan.


"Haaaaah........"


Helaan napas panjang terdengar dari Weng Lou. Dia mengangkat kepalanya dan menatap ke langit-langit yang sepenuhnya gelap.


"Satu kehidupan lagi, dan kau akan berhasil menyerap dua puluh ingatan kehidupan." Di sampingnya, Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan berbicara dengan tenang.

__ADS_1


Weng Lou memejamkan matanya. Ketika dia membukanya kembali, pupil kusamnya kini menghilang, digantikan dengan dua buah mata berwarna gelap, dan terkesan dalam dan tak berujung jika seseorang menatap keduanya.


"Sembilan belas ingatan kehidupan yang kau serap semuanya memiliki ingatan dibawah lima ratus kehidupan. Setelah ini, kau akan menyerap ingatan kehidupan enam puluh enam, yang mana memiliki ingatan berusia lima ratus tahun kehidupan. Ini akan jauh berbeda dari ingatan sebelum-sebelumnya yang telah kau serap. Ingatan dengan lima ratus tahun kehidupan sangat spesial, karena membentuk ingatan yang tersusun menjadi beberapa bagian.


Masing-masing bagian berisi seratus tahun kehidupan. Bagian-bagian ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Pada bagian ketiga hingga kelima, kau akan merasakan sensasi yang belum pernah kau rasakan sejauh ini selama menyerap ingatan kehidupan."


Penjelasan singkat kehidupan kesembilan puluh sembilan dibalas dengan anggukan pelan oleh Weng Lou.


"Ayo lakukan, aku ingin beristirahat setelah melakukan semua penyerapan ini," ujar Weng Lou dengan suara tenang namun terkesan seperti sangat lelah.


Dia telah melihat semua ingatan sembilan belas kehidupannya. Kondisinya sekarang cukup aneh, dimana dia sesekali akan bingung kehidupan ke-berapakah dia saat ini.


Ini adalah efek samping penyerapan ingatan kehidupan tanpa henti yang tidak bisa dihindari. Satu-satunya solusi adalah dengan membiarkan Weng Lou menenangkan dirinya sendiri sehingga pikirannya menjadi lebih stabil. Namun kondisinya saat ini tidak membiarkannya untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya lebih jauh.


Ini adalah resiko yang harus dia tanggung. Waktu sebelum kekuatan garis darah Ras Ilahi di dalam tubuhnya meledak adalah sepuluh bulan. Masih ada tiga puluh ingatan yang belum dia serap, namun waktunya hanya tinggal empat bulan lagi.


Untuk mengejar waktu, dia tidak boleh beristirahat sampai selesai menyerap setidaknya lima puluh ingatan kehidupan.


Kehidupan keenam puluh enam Weng Lou duduk saling berhadapan dengan Weng Lou. Keduanya saling bertatapan satu sama lain sebelum kemudian sama-sama memejamkan matanya.


Ketika kehidupan keenam puluh enam memejamkan mata, lima kepingan emas transparan muncul di belakangnya dan membentuk sebuah lingkaran sempurna. Lima kepingan ini mewakili lima bagian ingatan kehidupannya yang berisi masing-masing seratus tahun kehidupan. Jika dijumlahkan, maka semuanya lima ratus tahun kehidupan.


"Serap bagian pertama, yang berisi ingatan saat aku pertama dilahirkan, hingga ketika aku berumur seratus tahun. Penyerapannya tidak jauh berbeda seperti saat kau menyerap sembilan belas kehidupan sebelumnya." Kehidupan keenam puluh enam merentangkan kedua tangannya. Kelima kepingan emas bergerak ke depannya, tepat diantara Weng Lou dan kehidupan keenam puluh enamnya. Salah satu kepingan bergetar dan maju paling depan.


Tak berapa lama, kepingan itu mengeluarkan cahaya emas yang pecah menjadi beberapa bintik-bintik kecil berkelap-kelip.

__ADS_1


Bintik-bintik cahaya ini mengarah langsung pada Weng Lou, dan kemudian dengan cepat diserap olehnya.


Tubuhnya sedikit bergetar ketika melakukan kontak dengan bintik-bintik cahaya itu, namun dengan cepat pulih. Kini dia memulai penyerapan kehidupan keenam puluh enamnya.


__ADS_2