
Tiga hari kemudian berlalu.
Saat ini Weng Lou masih duduk di atas tanah dalam kondisi meditasi.
Tidak ada pergerakan sama sekali darinya seolah-olah dia adalah patung berbentuk manusia. Bahkan tidak terlihat dirinya bernapas sedikitpun.
Namun sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou semuanya hanya diam menatapnya tanpa khawatir sedikitpun.
Ketika menit demi menit berlalu, secara tiba-tiba sebuah pusaran muncul di bagian bawah perut Weng Lou. Pusaran itu berwarna emas terang, warna dari Kekuatan Jiwa.
Pusaran itu membesar sedikit demi sedikit, hingga mencapai sebesar tubuh Weng Lou. Meskipun begitu, tidak ada sensasi tarikan yang diakibatkan oleh pusaran tersebut, seolah-olah pusaran itu hanya ilusi belaka yang tidak memiliki bentuk fisik.
"Sudah dimulai," ujar Weng Lou kehidupan pertama saat menyaksikan pusaran itu berhenti membesar.
Di dalam Dantian Weng Lou, Danau Jiwa yang beberapa hari lalu hanya seluas tiga puluh kilometer, kini telah melebihi lima puluh kilometer lebih dan terus membesar dengan sangat cepat.
Pusaran di luar tubuh Weng Lou terhubung dengan Danau Jiwa miliknya yang mana membuat luas Danau Jiwa nya terus bertambah dengan sangat cepat.
"Dia sudah lama memiliki Kekuatan Jiwa seorang Penguasa Jiwa, ketika dia mencapai ranah Penguasaan Jiwa yang sebenarnya, jumlah Kekuatan Jiwa miliknya meningkat secara drastis yang mana membuat luas Danau Jiwa di dalam Dantian nya terus meluas seiring bertambahnya jumlah Kekuatan Jiwa miliknya.
Seharusnya dia akan bisa mencapai tahap Raja Jiwa jika dia mampu menahan Danau Jiwa nya tetap dalam kondisi stabil. Tapi tidak akan mudah untuk mencapainya, kerusakan pada jiwa nya tidak akan membiarkannya dengan mudah," kata Weng Lou kehidupan keenam puluh sembilan.
"Tidak masalah apakah dia langsung menjadi Raja Jiwa atau tidak, selama dia sukses naik ke ranah Penguasaan Jiwa, itu sudah cukup. Kita bisa membantunya naik dengan perlahan di dalam tempat ini tanpa harus mempedulikan dunia luar," balas Weng Lou kehidupan kelima belas dengan tenang.
"Hmm.....ternyata bukan ide buruk membuat tempat ini menggunakan unsur waktu. Untungnya kehidupan kelima puluh satu handal dalam menggunakan beberapa sihir waktu sehingga membuat waktu di tempat ini berjalan jauh lebih cepat dibandingkan dunia luar," puji Weng Lou kehidupan keempat puluh tujuh.
Kehidupan kelima puluh satu hanya diam mengangguk sebagai balasan.
"Ya, dengan begitu kehidupan sekarang akan bisa menstabilkan dirinya jauh lebih mudah," ujar Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan.
Ketika mereka masih berbincang-bincang, Weng Lou kehidupan sekarang sedang dalam kondisi kritis dimana Danau Jiwa nya akhirnya mencapai sembilan puluh kilometer luasnya. Pertambahan luasnya mulai terus melambat.
__ADS_1
Ketika mencapai luas seratus kilometer, akhirnya Danau Jiwa tersebut berhenti bertumbuh.
Pusaran di luar tubuh Weng Lou juga berhenti berputar dan mengecil hingga akhirnya menghilang sepenuhnya. Jumlah Kekuatan Jiwa pada diri Weng Lou berhenti bertambah.
Pada saat itu, tubuh Weng Lou perlahan mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan. Dia seperti dibaptis dalam cahaya keemasan tersebut. Retakan muncul pada sekujur tubuhnya saat lapisan-lapisan demi lapisan transparan mulai menutupi sekujur tubuhnya.
"Dia berhasil," kata Weng Lou kehidupan kedelapan puluh enam.
"Tidak, belum." Weng Lou kehidupan pertama segera menggelengkan kepalanya.
Lapisan demi lapisan terus tercipta pada tubuh Weng Lou. Lapisan itu menandakan Danau Jiwa yang berhasil dibuat oleh Weng Lou. Ketika seseorang mencapai ranah Penguasaan Jiwa dan menjadi Penguasa Jiwa, biasanya mereka akan bisa membuat lima lapisan.
Lapisan-lapisan tersebut tercipta dari Kekuatan Jiwa yang ada di Danau Jiwa.
Karena Weng Lou berhasil membuat Danau Jiwa seluas seratus kilometer, maka dia akan membuat sepuluh lapisan emas pada tubuhnya. Semakin banyak lapisan yang diciptakan, semakin sulit juga untuk mempertahankan bentuk Danau Jiwa yang mengering.
Saat lapisan pada tubuh Weng Lou mencapai jumlah sepuluh, akhirnya keretakan pada tubuh Weng Lou berhenti. Sepuluh lapisan itu perlahan terserap oleh seluruh tubuh Weng Lou. Satu lapisan, dua lapisan, tiga lapisan......
Ada pancaran cahaya keemasan pada kedua matanya jika dilihat sekilas.
*Huffft......* Dia menghela napas panjang dan kemudian mengangkat kedua tangannya.
Kedua tangannya terkepal. Dia bisa merasakan kekuatan pada dirinya telah mencapai tingkatan yang sama sekali belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Raja Jiwa.....jadi ini kekuatan seseorang yang bisa memerintah wilayah ratusan kilometer meter dengan sangat mudah. Ini.... benar-benar hebat." Weng Lou berbicara dengan tenang.
Ketika proses kenaikannya selesai, kerusakan pada jiwanya akhirnya berhenti membesar dan tampak perlahan-lahan puluh sendiri.
Ini adalah kekuatan seorang Raja Jiwa! Kerusakan jiwa hanya seperti luka lecet bagi mereka.
"Tidak buruk, setidaknya kau berhasil bertahan hidup satu tahun di tempat ini dan berhasil menjadi seorang Raja Jiwa," kata Weng Lou kehidupan pertama.
__ADS_1
Weng Lou kehidupan sekarang menoleh menatapnya, dia mengangguk.
"Sekarang kita bisa masuk ke dalam tahap selanjutnya, yaitu membuka semua segel kekuatan garis darah Ras Ilahi mu, dan membentuk Inti Ilahi." Weng Lou kehidupan ketiga puluh tiga berkata dengan nada serius.
Delapan kehidupan terdahulu Weng Lou yang lain mengangguk.
Weng Lou kehidupan sekarang terkejut mendengarnya. "He-Hei.....aku baru saja selesai, setidaknya beri aku waktu beristirahat. Kepala ku terasa sakit sekali saat ini. Mari kita lanjutkan setelah aku tidur sebentar, oke?"
Weng Lou kehidupan pertama segera menggelengkan kepalanya, tidak setuju.
"Kita tidak punya waktu. Di dunia luar, waktu mungkin baru berjalan selama beberapa bulan, tapi tiga tahun lagi Unknown God akan lepas dari segel yang sudah dibuat oleh ku. Kita memiliki waktu setidaknya sembilan tahun di dunia ini untuk membuatmu siap bertarung melawannya. Setidaknya kau harus berhasil mencapai ranah Absolute saat itu agar bisa menggunakan semua teknik beladiri yang telah kami bersembilan ciptakan," jelas Weng Lou kehidupan pertama.
Ya, orang yang menyegel Unknown God tidak lain adalah Weng Lou sendiri. Dia dan Zhi Juan bekerja sama untuk menyegelnya di dalam pecahan dimensi yang tidak ditempati oleh seorangpun.
Namun karena pancaran kekuatan Unknown God, wilayah disekitar segelnya menjadi sangat tandus. Wilayah itu tidak lain adalah Gurun Pemakan Kehidupan.
Di ujung gurun itu, terdapat wilayah Hutan Fu Lin yang menjadi pintu segel yang sesungguhnya yang telah dijaga oleh generasi demi generasi yang terhitung jumlahnya. Salah satu kehidupan terdahulu Weng Lou telah memperkuat segel tersebut puluhan ribu tahun yang lalu setelah mencoba untuk mengalahkan Unknown God namun berakhir dengan kekalahan telak.
Sekarang, segel itu mulai melemah dan orang-orang bisa secara tanda sengaja termasuk ke dalam dimensi tempat Unknown God tersegel.
"Aku mengerti dengan situasi tersebut, tapi aku sudah terlalu lelah. Bahkan aku kesulitan membuat pikiran ku tetap terjaga saat ini. Setidaknya berikan aku waktu untuk tidur sebentar, tubuhku telah mencapai batasnya," ujar Weng Lou kehidupan sekarang.
Mendengar itu, Weng Lou kehidupan pertama terdiam.
"Baiklah, beristirahatlah kalau begitu. Kau layak mendapatkan nya." Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan tiba-tiba berbicara.
Weng Lou kehidupan sekarang dengan cepat berbaring di atas tanah dan memejamkan matanya. Hanya dalam hitungan beberapa detik, dia benar-benar tertidur di tempatnya.
Kehidupan pertama Weng Lou berkedip. Dia menoleh pada Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan, mempertanyakan keputusannya.
"Tidak apa, lagipula dengan sembilan kehidupan seperti kita bersamanya, kita bisa membuatnya mencapai ranah Deva dalam waktu tiga tahun. Setelah itu, mencapai puncak ranah Deva dan menembus ranah Absolute bukanlah masalah besar. Yang terpenting saat ini adalah mentalnya. Kekuatan garis darah Ras Ilahi pada tubuhnya sudah cukup stabil, namun itu belum menjadi Inti Ilahi, sehingga bisa mengamuk kapan saja. Kita perlu dia berada dalam kondisi primanya saat dia mulai membentuk Inti Ilahi," ujar Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan.
__ADS_1
"Lagipula, satu atau dua hari bukanlah waktu yang banyak."