
Ketika pilar dari Kekuatan Jiwa mencapai jarak yang cukup dekat dengan bidang tanah tersebut, pilar berubah bentuk menjadi sebuah tangan raksasa yang kemudian menggenggam bidang tanah itu.
Dengan satu pikiran darinya, bidang tanah ditarik oleh tangan yang terbentuk dari Kekuatan Jiwa.
Bidang tanah itu bergetar hebat ketika Weng Lou berusaha untuk menariknya. Untuk beberapa saat, bidang tanah itu terlihat seperti tidak akan bergerak dari tempatnya, tapi kemudian bidang tanah itu secara mengejutkan mulai menyerap Kekuatan Jiwa milik Weng Lou dan mulai tergerak oleh tarikan Weng Lou.
Meskipun bidang tanah yang menyerap Kekuatan Jiwa miliknya itu terasa janggal, namun dia tidak terlalu menghiraukan situasi tersebut, dia fokus untuk menarik keluar bidang tanah.
"GHHHAAAAAAA!!!!!"
Weng Lou meraung keras, dia mengeluarkan semua tenaganya dan membuat bidang tanah bergerak beberapa meter dari tempatnya. Bersamaan dengan itu, semakin banyak Kekuatan Jiwa miliknya yang diserap oleh bidang tanah.
Pergerakan dari bidang tanah tampak sangat lambat, namun itu sudah cukup membuat Weng Lou puas. Harapannya semakin besar pada saat melihat bidang tanah itu mampu digerakkannya.
Ekspresi senangnya segera berubah menjadi serius saat dia mulai kembali fokus menarik keluar bidang tanah itu.
Kekuatan Jiwa di Danau Jiwa nya dengan cepat berkurang saat dia terus memakainya untuk memastikan bidang tanah tertarik keluar dari dalam dimensi. Sedikit demi sedikit Kekuatan Jiwa nya berkurang, tak berapa lama kemudian, setengah dari keseluruhan Kekuatan Jiwa di Danau Jiwa Weng Lou kini telah habis terpakai.
Sementara bidang tanah itu baru setengah jalan dari keseluruhannya untuk keluar dari dalam dimensi.
Weng Lou mengerutkan dahinya. Dia mengangkat kedua tangannya tinggi ke udara, Kekuatan Jiwa yang jauh lebih banyak segera dialirkan pada bidang tanah tersebut. Secara mengejutkan, kecepatan bergerak bidang tanah menjadi semakin cepat. Namun jumlah Kekuatan Jiwa Weng Lou dengan cepat ikut terkuras juga.
"Kghh.......bahkan Kekuatan Jiwa seorang Raja Jiwa sekalipun masih tidak cukup?!" Weng Lou ingin mengumpat.
Dia berpikir dengan dirinya yang kini telah berada di ranah Penguasaan Jiwa dan menjadi seorang Raja Jiwa, dia menjadi seorang Raja Jiwa yang sanggup bersaing dengan Kaisar Jiwa sekalipun karena jumlah Kekuatan Jiwa miliknya sudah jauh melebihi para Kaisar Jiwa biasa.
Namun sepertinya kekuatannya yang sekarang tidak bisa dia banggakan sama sekali.
"Aku bisa mengeluarkan bidang tanah itu jika menghabiskan semua Kekuatan Jiwa ku, tapi aku tidak akan memiliki sisa untuk membuat bidang tanah itu menjadi Inti Ilahi ku," ujar Weng Lou dengan jengkel.
Pada saat itulah, ketika dia masih sibuk berpikir apa yang seharusnya dia lakukan, beberapa untaian berwarna keemasan masuk ke dalam tubuhnya.
Weng Lou terkejut menatap untaian-untain tersebut. Ini tidak lain adalah Kekuatan Jiwa, tapi ini bukanlah miliknya. Ini adalah......Kekuatan Jiwa milik kesembilan kehidupan terdahulunya.
Sementara Weng Lou fokus menarik bidang tanah dari dalam pecahan dimensi, sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou bersama-sama mengeluarkan Kekuatan Jiwa mereka dan memasukkannya ke dalam tubuh Weng Lou.
__ADS_1
"Hei, pakai Kekuatan Jiwa kami untuk menarik bidang tanah itu! Simpan sisa Kekuatan Jiwa mu untuk membentuk Inti Ilahi nantinya!" seru kehidupan kelima puluh satu Weng Lou melalui telepati.
Delapan kehidupan terdahulu yang lain tidak mengatakan apapun, tindakan yang mereka lakukan saat ini adalah atas instruksi dari kehidupan kelima puluh satu.
Mata mereka semua dipenuhi dengan tekad yang membara. Meski mereka semua sudah lama mati, namun Weng Lou yang sekarang adalah diri mereka juga. Mereka akan melakukan apapun untuk mewujudkan tujuan mereka, bahkan jika itu adalah mempertaruhkan apa yang tersisa dari diri mereka!
Di atas Danau Jiwa, Weng Lou menarik napas dalam. Kekuatan Jiwa dari sembilan Kehidupan terdahulunya secara ajaib bisa dia kendalikan, seakan-akan itu adalah milik sendiri. Dan memang Kekuatan Jiwa tersebut adalah miliknya, milik kehidupan terdahulunya lebih tepatnya. Tapi karena jiwa mereka adalah sama, Kekuatan Jiwa milik kehidupan terdahulu Weng Lou mengenalinya sebagai pemiliknya.
Tangan Weng Lou terkepal. Dia merasakan bahwa Kekuatan Jiwa yang diberikan sembilan kehidupan terdahulunya terasa jauh lebih kuat dibandingkan dengan miliknya saat ini. Walaupun jumlahnya tidak sebanyak yang ada di Danau Jiwa nya, tapi sembilan Kekuatan Jiwa itu sudah bisa menyaingi keseluruhan Kekuatan Jiwa di Danau Jiwa, bahkan melebihinya.
Weng Lou menurunkan tangan kirinya, dia melepaskan genggaman pada bidang tanah dan menarik kembali Kekuatan Jiwanya. Pada saat yang bersamaan, sembilan Kekuatan Jiwa kehidupan terdahulunya dia gabungkan dan membentuk pilar Kekuatan Jiwa lainnya yang dalam sekejap mata bergerak masuk ke dalam pecahan dimensi, lalu menyelimuti seluruh bidang tanah di dalamnya.
Bidang tanah itu bergetar jauh lebih kencang dibandingkan ketika mengenai Kekuatan Jiwa milik Weng Lou sebelumnya. Weng Lou segera menemukan bahwa dia bisa dengan mudah menarik bidang tanah itu dibandingkan dengan sebelumnya. Menggunakan tangan kanannya, dia mengontrol Kekuatan Jiwa milik sembilan kehidupan terdahulunya dan menarik bidang tanah dalan kecepatan yang cukup cepat.
Tiga puluh meter dilewati dalam satu detik. Hal ini membuat jarak antara bidang tanah dengan batas dimensi hanya tersisa seratus meter lebih saja.
Tak berapa lama, akhirnya bidang tanah mencapai bagian ujung dari pecahan dimensi. Batas pada dimensi itu langsung menghentikan pergerakan dari bidang tanah.
Getaran menjalari tubuh Weng Lou sebagai balasan dari bidang tanah yang dibuat berhenti bergerak secara paksa. Darah mengalir keluar dari mulut tubuh asli Weng Lou saat ini.
Menggunakan kehendaknya, dia mengendalikan sisa dari sembilan Kekuatan Jiwa untuk membuatnya melepaskan gelombang yang menabrak pada batas dimensi. Batas dimensi itu seperti sebuah gelembung yang sangat rapuh namun kokoh pada saat yang sama.
Serangan dari dalam dimensi tidak akan mempengaruhi batas dimensi sedikitpun, namun berbeda jika serangan itu dari luar.
Apa yang terjadi saat sebuah gelembung mengenai benda tajam? Meletus!
*DUAAARRR!!!!!!!*
Ledakan besar terjadi ketika lubang besar tercipta pada salah satu bagian batas dimensi. Lubang itu tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membuat Weng Lou mengeluarkan bidang tanah dari dalamnya.
Begitu bidang tanah itu ditarik keluar, pecahan dimensi yang kini kosong dan hanya berisikan asap hitam kini mengalami perubahan. Pecahan dimensi itu dengan cepat mengecil hingga hanya sebesar kepala orang dewasa dan mendarat di atas bidang tanah.
"Jadi pecahan dimensi itu pada dasarnya terbentuk dari bidang tanah Dunia Asal Mula. Begitu bidang tanah keluar dari pecahan dimensi, pecahan dimensi itu kembali menjadi bagian dari bidang tanah." Weng Lou merasa bahwa bidang tanah ini telah jauh melebihi ekspektasinya.
Bidang tanah melayang di atas Danau Jiwa yang telah mengering lebih dari setengahnya.
__ADS_1
Asap hitam kini tidak lagi dihasilkan oleh pecahan dimensi ataupun bidang tanah. Namun sebuah aura yang menakutkan dikeluarkan oleh bidang tanah.
Aura itu langsung membuat Weng Lou kesulitan untuk bernapas. Pasalnya, aura itu seperti campuran dari berbagai macam aura. Mulai dari aura kematian, aura penuh dendam, aura membunuh, aura kegilaan, dan aura yang memiliki sifat-sifat tidak mengenakan lainnya.
Weng Lou seperti sedang berhadapan dengan sumber dari kejahatan sejati. Aura itu langsung membuat Weng Lou termuntah darah. Darah mengalir dari kedua mata, telinga, dan hidungnya.
"Seperti yang diharapkan, aura dari bidang tanah Dunia Asal Mula sangat kuat hingga membuat seorang Raja Jiwa sekalipun nyaris mati dalam sekejap mata." Weng Lou kehidupan kelima puluh satu bergumam.
Dia menunjuk pada Weng Lou yang bermeditasi. Sebuah energi ditembakkan ke dalam Dantian Weng Lou kehidupan sekarang. Energi itu melesat dan mengenai bidang tanah.
Setelah beberapa saat, aura yang dilepaskan bidang tanah itu menghilang. Darah berhenti mengalir dari tubuh Weng Lou kehidupan sekarang.
"Sekarang! Gunakan Kekuatan Jiwa mu!" Kehidupan kelima puluh satu berseru, menyadarkan Weng Lou kehidupan sekarang yang masih linglung karena aura sebelumnya.
Pikirannya kembali jernih dengan cepat. Semua Kekuatan Jiwa yang masih tersisa di dalam Danau Jiwa miliknya dikerahkannya. Sepertinya ombak besar, Kekuatan Jiwa langsung menutupi seluruh bidang tanah itu.
Sama seperti sebelumnya, bidang tanah itu sekali lagi menyerap Kekuatan Jiwa miliknya. Namun kali ini kecepatannya dalam menyerap Kekuatan Jiwa nya berkali-kali jauh lebih cepat dari sebelumnya. Hanya dalam sekejap mata, seperlima puluh Kekuatan Jiwa miliknya telah terserap oleh bidang tanah.
Bidang tanah itu seperti sumur yang sangat dalam dan bisa menyimpan air dalam jumlah besar meski terlihat kecil.
Waktu demi waktu, Kekuatan Jiwa terus terhisap oleh bidang tanah. Selama waktu itu, perubahan terjadi pada bidang tanah. Menggunakan kehendaknya, Weng Lou bisa mengetahui bahwa bidang tanah itu telah berubah menjadi sesuatu yang tidak dia duga sebelumnya.
Setelah lebih dari setengah Kekuatan Jiwa yang dia miliki habis terserap, akhirnya cahaya keemasan muncul dari tengah-tengah bidang tanah. Sebuah patung hitam dikeluarkan dari dalam tanah yang kemudian terpajang di tengah-tengah bidang tanah.
Patung itu terlihat abstrak. Weng Lou tidak tau menyerupai apa patung itu, namun dengan munculnya patung tersebut, Kekuatan Jiwa nya tidak lagi terhisap oleh bidang tanah.
Weng Lou berkedip. Dia menarik Kekuatan Jiwa nya yang masih tersisa dan mengembalikannya ke Danau Jiwa yang telah mengering habis. Akan tetapi, sebelum Kekuatan Jiwa nya mencapai Danau Jiwa, patung di tengah bidang tanah mengeluarkan sensasi tarikan yang membuat sisa Kekuatan Jiwa Weng Lou terhisap ke dalamnya.
Dengan begitu, semua Kekuatan Jiwa milik Weng Lou benar-benar habis. Dia tampak tidak percaya. Dirinya ingin mengeluh, namun sebelum bisa melakukannya, bidang tanah itu bergetar pelan saat secara tiba-tiba bergerak ke arah Danau Jiwa Weng Lou yang kini tidak memiliki Kekuatan Jiwa yang tersisa di dalamnya.
Begitu bidang tanah itu mencapai tengah-tengah Danau Jiwa, Kekuatan Jiwa keluar sedikit demi sedikit dari dalamnya dan mengisi kembali Danau Jiwa seperti sebuah mata air.
Mulut Weng Lou terbuka lebar.
Ini....ini.......Inti Jiwa!
__ADS_1