
Tiga minggu kemudian, di Pulau Pasir Hitam.
Sebuah portal raksasa terbentuk di wilayah Kediaman Keluarga Leluhur Weng.
Portal itu memiliki lebar setengah dari wilayah Kediaman Keluarga Leluhur Weng dan memiliki tinggi tiga puluh meter. Dari dalam portal, sosok seorang pemuda berjalan keluar dan tersenyum pada orang-orang yang mengelilingi portal tersebut.
Dari arah Istana Leluhur Weng, empat orang terbang dan mendarat di hadapan pemuda itu.
Keempatnya segera memberikan hormat kepada pemuda itu dan memasang ekspresi cerah.
""Selamat datang, Tuan Zhi Juan!!"" seru keempatnya.
Pemuda itu membalas dengan mengangguk pada keempatnya. Portal tersebut yang sebelumnya hanya mengeluarkan cahaya berwarna kebiruan perlahan memudarkan cahayanya dan memperlihatkan sebuah jembatan yang sangat panjang. Orang-orang yang melihat ke dalam portal tidak bisa melihat ujung dari jembatan itu.
Bahkan para Dewa yang saat ini berdiri di dekat portal terkejut begitu menyadari bahwa mereka juga tidak bisa melihat ujung jembatan itu.
"Jadi inikah Jembatan Dimensi itu? Benar-benar sesuatu yang diluar akal sehat seseorang bisa menciptakan benda seperti ini." Salah satu Dewa mendesah pelan.
Beberapa orang terlihat saling berbisik-bisik saat melihat portal dimensi dan jembatan di dalamnya. Sementara itu, Zhi Juan tampak tidak mempedulikan mereka sama sekali. Sebaliknya, dia justru berjalan lebih dekat pada salah satu dari empat orang yang memberi hormat padanya sebelumnya.
Orang itu tidak lain adalah Penasehat Kepala Keluarga Weng.
Zhi Juan menatapnya sejenak dan melemparkan sebuah ukiran batu giok padanya.
"Bawa itu bersama dengan kalian ketika memasuki portal. Orang-orang dari Keluarga Weng Seluruh Alam akan menunggu kalian di jembatan kedua, di sana kalian harus menunjukkan ukiran giok ini pada mereka. Ada seseorang yang akan menjemput kalian di sana. Ikuti saja mereka dan kalian akan sampai di Dimensi Weng dalam perjalanan beberapa hari setelah melewati sepuluh portal dan jembatan.
Jika kalian sudah mengerti, segera mulai perpindahan kalian. Tidak perlu langsung bergerak sekaligus, atur orang-orang menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa ribu. Para binatang buas bisa dipindahkan terpisah dari orang-orang, tidak akan bagus jika kalian malah mengalami pertarungan di dalam perjalanan. Itu akan memancing kedatangan Pelahap Dimensi dan malah mengacaukan segalanya. Kalau begitu, aku akan pergi. Sampai bertemu lagi di Dimensi Weng."
Setelah menjelaskan semuanya, Zhi Juan langsung menghilang dari tempatnya.
__ADS_1
Penasehat Kepala Keluarga Weng tidak terkejut dengan hal tersebut. Dia segera memerintahkan orang-orang untuk bersiap-siap. Kelompok pertama yang akan melakukan perpindahan adalah orang-orang dari Keluarga Weng.
Ini sudah disepakati oleh semua Dewa. Karena Dimensi Weng adalah milik Keluarga Weng, akan jauh lebih baik jika anggota Keluarga Weng yang lebih dulu sampai di sana. Itu akan menjadi pandangan baik di mata orang-orang Keluarga Weng Seluruh Alam Yanga da di sana.
Dan juga, satu-satunya alasan Zhi Juan menciptakan Jembatan Dimensi adalah karena permintaan Weng Lou sendiri di masa lalu. Akan cukup lucu jika orang lain yang lebih dulu melewatinya dibandingkan orang-orang Keluarga Weng itu sendiri.
Segera, sepuluh ribu anggota Keluarga Leluhur Weng menjadi yang paling pertama memasuki portal dan berjalan melewati jembatan.
Beberapa jam kemudian, anggota Keluarga Weng yang lain menyusul masuk. Total mereka adalah dua puluh ribu, jumlah itu hanya setengah dari total Keluarga Weng yang tinggal di Kediaman Keluarga Leluhur Weng. Masih ada puluhan ribu anggota Keluarga Weng yang lainnya yang bukan bagian Keluarga Leluhur Weng.
Tidak ada yang ditinggalkan dalam perpindahan ini. Bahkan orang biasa sekalipun tetap akan ikut pergi. Ini merupakan perintah Weng Lou sendiri. Atau bisa dibilang perintah kehidupan kesembilan puluh sembilannya yang tinggal di Istana Leluhur Weng.
Sebenarnya, jika bisa, Zhi Juan akan memindahkan seluruh Pulau Pasir Hitam itu sendiri ke dalam Dimensi Weng. Namun sayangnya hal itu tidak bisa dilakukannya.
Pulau Pasir Hitam memiliki aura dan bagian dari kehendak dunia Dimensi Asal Mula. Hal ini membuatnya mustahil untuk dipindahkan keluar dari Dimensi Asal Mula itu sendiri.
Kalau pun bisa dipindahkan, Dimensi Weng akan hancur karena aura Dunia Asal Mula yang terkandung dalam setiap tanah Pulau Pasir Hitam. Ini adalah keistimewaan Dimensi Asal Mula. Semua bidang tanah di dalamnya memiliki aura Dunia Asal Mula. Meskipun bukan bidang tanah yang sebenarnya, namun karena waktu yang dilewatinya, semua tanah kini memiliki aura Dunia Asal Mula.
Pada saat ini di dalam Istana Leluhur Weng, Penasehat Kepala Keluarga Weng menatap pada kelompok keempat yang memasuki portal dari balik jendela dalam ruangannya.
Di sampingnya berdiri kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou yang berupa kepingan jiwa.
"Sudah sejauh mana pertarungan keduanya?" Penasehat Kepala Keluarga Weng tiba-tiba bertanya pada kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou.
"Itu sudah hampir mencapai titik puncaknya. Saat ini keduanya sama-sama saling mengimbangi dan mempertahankan posisi dimana tidak ada yang saling mengungguli dan belum menggunakan teknik mematikan mereka. Tapi sebentar lagi pertempuran akan mencapai titik puncak dimana kehancuran seluruh daratan sudah tak terelakan lagi.
Lautan akan terbelah dan bidang tanah Dunia Asal Mula akan terangkat naik sekali lagi sebagai arena pertempuran terakhir. Ketika saat itu tiba, tidak akan ada lagi kehidupan di seluruh Dimensi Asal Mula selain mereka yang sedang bertarung," jelas kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou dengan suara tenang namun dalam dan terkesan kuno.
"Kalau begitu, bukankah kita sedikit terlambat dari jadwal? Pulau Pasir Hitam akan hancur sebelum semua orang dipindahkan," balas Penasehat Kepala Keluarga Weng.
__ADS_1
"Tidak, kita akan sempat. Aku sudah memperhitungkannya. Kehidupan keseratus akan masuk dalam puncaknya dalam beberapa hari lagi. Sampai saat itu, semua orang akan selesai dipindahkan. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, cukup pertahankan lapisan pelindung bersama-sama dengan Dewa yang lain. Ombak dan gempa yang jauh lebih besar akan datang dan mengguncang Pulau Pasir Hitam." Kehidupan kesembilan puluh sembilan berkata dengan tenang.
Penasehat Kepala Keluarga Weng terdiam. Dia mengangguk mengerti dan segera berjalan keluar dari ruangannya, mendatangi para Dewa yang ditugaskan untuk melindungi Pulau Pasir Hitam.
Kehidupan kesembilan puluh sembilan tetap diam di tempatnya selama beberapa saat sebelum menghela napasnya dan memandang ke arah dimana Daratan Utama berada.
"Dengan datangnya Zhi Juan, seharusnya kehidupan keseratus bisa datang ke sini dan menyerap diriku. Setelah itu, dia bisa melanjutkan pertarungannya."
***
Sisa-sisa dari Daratan Utama.
Saat ini, Weng Lou sedang berdiri tenang di atas sebuah bongkahan batu besar sambil menatap tajam pada Unknown God.
Unknown God di sisi lain berdiri sambil sedikit membungkukkan badannya dan menatap serius pada Weng Lou. Kedua tangannya saat ini tampak seperti sebuah tombak panjang.
Di sekitar mereka, semua wilayah sudah hancur lebur karena pertempuran mereka. Kawah-kawah besar terlihat di seluruh Daratan Utama. Tidak ada tempat yang masih dalam keadaan baik setelah pertempuran keduanya dimulai tiga minggu yang lalu.
Bahkan daerah Gurun Pemakan Kehidupan tidak luput dari pertempuran keduanya. Seluruh gurun kini tampak seperti dataran tanah biasa. Pasir sudah lama tertiup habis karena pertarungan mereka.
Satu-satunya yang belum terpengaruh adalah wilayah Hutan Fu Lin. Hutan itu tidak terpengaruh karena Weng Lou sengaja menghindari mencapai tempat itu ketika bertarung dengan Unknown God.
Di tempatnya berdiri saat ini, Weng Lou menghela napasnya ketika sosok pemuda tampan dan gagah muncul di sampingnya.
"Kau terlambat," kata Weng Lou dengan tanpa emosi sedikitpun.
Zhi Juan hanya mengangkat bahu sebagai balasan. "Kau tau, bukan hal yang mudah membangun Jembatan Dimensi untuk menghubungkan Dimensi ini dengan Dimensi Weng. Jarak keduanya adalah jutaan tahun cahaya, sudah cukup cepat aku menyelesaikannya dalam satu bulan."
Mendengar itu Weng Lou menghela napasnya. Dia tidak bisa protes sama sekali. Lagipula Zhi Juan benar-benar menepati janjinya untuk menyelamatkan semua orang di Pulau Pasir Hitam.
__ADS_1
"Kalau begitu aku serahkan dia padamu untuk sementara."
"Hahaha......cepatlah pergi. Semakin cepat kau kembali, semakin bagus."