Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 488. Keluar Dari Perut Si Ular,Awal Dari Kekalahan


__ADS_3

Mengetahui pemikiran dari Weng Lou, Ye Lao tidak bisa menahan diri dan mulai memaki dirinya.


Jelas tidak ada satu orang pun yang mau tinggal di dalam perut seekor ular raksasa seperti ini. Tengkorak-tengkorak ini pastinya dulu di telah ditelan juga oleh ular raksasa yang menelan Weng Lou ini.


Yang harusnya menjadi pertanyaan Weng Lou adalah, kenapa ada orang dari keluarga Weng yang menjadi santapan dari ular ini? Keluarga Weng berada di Wilayah Barat Pulau Pasir Hitam, sedangkan saat ini mereka berada di Wilayah Tengah. Akan masuk akan jika ular ini dulunya tinggal di Wilayah Barat sebelum kemudian ditangkap oleh Zu Zhang dan dibawanya ke Wilayah Tengah.


Weng Lou hanya diam mendengarkan penjelasan dari Ye Lao. Dia tidak mau memulai perdebatan disaat seperti ini dengan Ye Lao.


Dia pun berjongkok dan memeriksa tubuh tengkorak dari empat tengkorak yang menyandar di dinding itu, lalu menemukan bahwa pakaian yang ada pada diri mereka terdapat lambang keluarga Weng juga sama seperti busur di tangannya.


Dahi Weng Lou mengerut, lalu memandang ke arah beberapa tengkorak lain yang berada tidak jauh dari empat tengkorak itu. Dia segera memeriksa mereka semua, dan kerutan pada dahinya pun semakin mengerut karena menemukan bahwa mereka semua berasal dari Keluarga Zhou.


"Mereka......tidak membuat cabang keluarga di dalam perut ular, bukan?"


"Tentu saja bukan, dasar bodoh! Sudah aku bilang mereka itu ditelan oleh ular ini juga! Argh, aku mulai mempertanyakan apakah kau ini pintar atau idiot pada saat yang sama?"


Suara Ye Lao terdengar keluar dari dalam Kitab Keabadian yang ada di dekat Weng Lou.


Dia selama ini sebenarnya bisa saja mengeluarkan suaranya dari dalam Kitab Keabadian, hanya saja entah mengapa suaranya dapat didengar oleh orang lain juga, oleh sebab itu dia lebih memilih berbicara dengan Weng Lou lewat pikirannya seperti biasanya.


"Yahh...kau sebenarnya tidak bisa menyalahkannya juga, karena secara usia Lou sebenarnya masih bisa disebut sebagai anak-anak."


Pedang Naga Malam mendadak keluar dari dalam ruang penyimpanan Weng Lou dan terdengar suara Qian Yu dari dalamnya.


"Hei, kenapa kalian berdua malah berbicara secara langsung?" tanya Weng Lou sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kita ini ada di dalam perut ular, nak. Apa kau pikir ada orang yang bisa mendengar suara kita dari dalam sini?" Ye Lao balas bertanya pada Weng Lou.


Benar, mustahil ada yang mendengar mereka dari dalam sini. Kecuali ada yang tinggal di dalam perut ular ini, maka itu mungkin.


Tepat ketika Weng Lou memikirkan itu, mendadak terdengar sebuah suara batu yang terjatuh dari luar rumah dia berada saat ini. Dia pun segera bergerak keluar, dan menemukan sebuah batu yang menggelinding di dekat pintu masuk.


Menatap batu itu sejenak, Weng Lou pun menoleh dan melihat sosok seseorang yang mengenakan jubah coklat berlari di dekat sebuah tumpukan batu.


Weng Lou segera berlari, dan membuat Ye Lao dan Qian Yu kebingungan.


"Mau kemana dia?" tanya Ye Lao.


"Entahlah, kita ikuti saja." Qian Yu membalas cepat.


Mereka pun mengejar Weng Lou yang telah berlari cukup jauh. Mendadak Weng Lou berhenti di tumpukan batu, tempat dia melihat orang dengan jubah coklat sebelumnya.


"Hei nak, apa yang kau lakukan? Kita harus segera keluar dari sini," ucap Ye Lao.


"Aku melihat seseorang tadi berlari di dekat sini," balas Weng Lou yang mengerutkan dahinya.


"Hah? Mana mungkin ada orang yang tinggal di dalam perut ular ini, jangan mengada-ada."


"Aku tidak mengada-ada, aku melihatnya berlari di sini sebelumnya!"


"Hei nak, kau harus tau mustahil ada yang bisa hidup di tempat ini. Pertama, tidak ada makanan ataupun minuman di sini, jadi mustahil seseorang bisa bertahan hidup. Kedua, perut ular akan mengeluarkan asam lambungnya setiap beberapa menit sekali untuk membersihkan perutnya.

__ADS_1


Dengan besarnya tubuh ular ini, aku bisa menjamin asam lambungnya pastinya sangat berbahaya dan dapat membuat tubuh seseorang hancur begitu tersentuh olehnya. Yang terakhir, ini bukanlah ular sembarangan, saat kau akan ditelan tadi, aku menemukan bahwa dia adalah ular beracun, yang berarti-"


Penjelasan Ye Lao mendadak terhenti karena tiba-tiba asap berwarna hijau mulai muncul di sekitar mereka.


Weng Lou yang sedikit menghirup asap itu, segera menutup hidungnya karena menemukan bahwa asap itu beracun.


"Ini yang aku takutkan...." Ye Lao berbicara pelan.


"Oke nak, saatnya keluar dari sini. Cepat pakai pisau tajam mu itu, dan buat lubang yang besar pada perut ular ini," perintah Ye Lao.


Weng Lou menggelengkan kepalanya, lalu melompat ke tempat yang lebih tinggi dan membuka hidungnya. Dia kemudian menciptakan sebuah pelindung yang menutupi sekitarnya yang mana membuat asap beracun itu tidak ada masuk.


"Aku tidak bisa merasakan kehadiran Pisau Pencabut Nyawa ku. Kekuatan jiwaku terhalang oleh tubuh ular ini." Weng Lou menjawab sambil menatap seluruh bagian dalam ular itu yang kini telah dipenuhi dengan asap beracun.


"Itu omong kosong! Kekuatan jiwamu jauh lebih kuat dari ular ini. Bahkan kau bisa mengendalikan ular ini dengan mudah jika kau berkonsentrasi!" Ye Lao tampak tak percaya dengan perkataan Weng Lou.


Tapi itulah yang sebenarnya terjadi. Semenjak masuk ke dalam ular ini, Weng Lou tidak dapat merasakan kehadiran Pisau Pencabut Nyawa miliknya yang memiliki kekuatan jiwanya di dalamnya.


Bahkan dia tidak bisa merasakan lingkungan yang ada di luar ular ini.


"Ah, itu tidak masalah. Kau bisa melakukannya dengan tangan kosong, bukan? Cepat robek saja perutnya," gerutu Ye Lao yang mulai terdengar semakin menyebalkan di telinga Weng Lou.


"Diamlah, aku sedang berpikir!" bentak Weng Lou.


Saat Weng Lou membentak Ye Lao, mendadak terjadi penurunan kekuatan pada Weng Lou.


Napas Weng Lou tertahan menyadari itu, dia lupa akan peraturan dari Kitab Keabadian sehingga membuatnya terbawa suasana.


!!


Sekali lagi, kekuatannya tampak turun dan membuat Weng Lou tersedak napasnya sendiri.


"Argh! Lupakan, saja!"


Weng Lou mengeluh lalu menghancurkan pelindung Qi di sekitarnya. Tangan terkepal dan dia kemudian mengambil ancang-ancang.


Hap!


Dia pun melompat ke atas, Qi nya kemudian menutupi kepalan tangannya dan mulai memancarkan cahaya terang.


"ORAAA!!!!"


BAMMM!!!


Dengan kuat, tinju Weng Lou menabrak dinding perut bagian atas ular itu dan Qi nya pun menghasilkan ledakan besar.


Di luar, tampak ular yang menelan Weng Lou mendadak tersentak kuat, dan dia segera bergelinding di tanah.


"ARGHH!!!! PERUTKU!!!!"


Ular itu menjerit kesakitan karena Weng Lou memukul bagian dalam perutnya.

__ADS_1


Ying She yang melihatnya segera mengerutkan dahinya. Dia sendiri tidak percaya bahwa Weng Lou akan kalah hanya dengan ditelan oleh ular itu, oleh sebab itu dia segera menyembuhkan dirinya setelah menerima serangan fatal dari Weng Lou.


Sudut matanya kemudian menatap Pisau Pencabut Nyawa yang kini ada di tangan kanan dan kemudian tersenyum lebar.


"Hahahaha.... cepatlah keluar dari dalam sana, dan akan ku perlihatkan padamu, seberapa besar perbedaan kita berdua jika kau tidak memiliki pisau ini," ucapnya.


Dia kemudian mengalirkan kekuatan jiwanya pada Pisau Pencabut Nyawa itu, dan mendadak pisau itu melayang dan berputar-putar di hadapannya. Ying She pun tertawa sekali lagi, lalu menangkap kembali pisau tersebut dan kembali fokus menyembuhkan dirinya.


Sementara itu, Weng Lou yang ada di dalam perut ular mendecakan lidahnya melihat pukulannya yang tidak berhasil membuat lubang pada perut ular itu.


Dia hanya menggunakan 5 persen dari Qi nya dalam pukulan sebelumnya, tapi sepertinya itu masih belum cukup.


Qi pun mulai berputar di sekitar, dan segera sebuah tangan raksasa muncul di belakang Weng Lou dan mulai terkepal. Saat yang sama, Weng Lou segera memukulkan tangannya, dan tangan raksasa itu pun memukul dengan keras perut ular itu.


BUM!!!


Ular itu kembali tersentak, dan mendesis dengan menyedihkan.


Weng Lou segera melompat mundur, dan tangan raksasa itu pun meledak dengan sangat kuat.


Perut ular itu langsung bolong karena ledakan itu, sementara ular itu sendiri sudah menjerit sejadi-jadinya dan kemudian terjatuh ke tanah dengan lemah.


Shu-


Tap....


Sosok Weng Lou melompat keluar dari dalam perut ular, dan langsung mendarat tepat di hadapan Ying She yang ternyata sudah bangkit berdiri dan menghadap ke arah Weng Lou.


"Akhirnya kau keluar juga," ucap Ying She dengan senyum menakutkan pada wajahnya.


Pada saat yang sama setelah dia mengatakan itu, Pisau Pencabut Nyawa yang ada di tangannya langsung melesat ke arah Weng Lou.


Melihat itu, Weng Lou langsung menarik Pedang Naga Malam yang melayang telah tersarung rapi di pinggangnya.


TRANG!!!!


Pisau Pencabut Nyawa langsung terlempar dan menusuk ke tanah sangat dalam.


"Bukankah sudah aku katakan, kau tidak akan menang melawanku dalam pengendalian Qi?" Weng Lou berkata sambil tertawa pelan.


"Tapi tidak dengan kekuatan jiwa, ingat?"


Pisau Pencabut Nyawa bergerak keluar dari tanah, dan kembali menyerang Weng Lou, tapi Weng Lou tampak tidak peduli sama sekali.


"Siapa bilang kau lebih baik dariku dalam pengendalian kekuatan jiwa?"


Tepat dia mengatakan itu, lonjakan kekuatan jiwa segera keluar dari dalam tubuh Weng Lou, dan seketika membuat gerakan Pisau Pencabut Nyawa yang bergerak ke arahnya terhenti di udara.


"Aku jauh lebih baik darimu dalam setiap bidang aspek apapun, jadi terima saja kekalahan mu," kata Weng Lou dengan nada mengejek.


"Hmp! Kita lihat itu setelah aku memenggal kepala mu itu, bajingan sombong!"

__ADS_1


__ADS_2