
Setelah pertemuan Weng Lou dengan pemuda yang mengenakan pakaian merah dengan lambang lotus emas di punggungnya, anggota kelompok mereka yang belum ada satu pun kekalahannya hanya tinggal satu orang saja.
Dia adalah Weng Hua. Jian Qiang dan juga Lin Mei harus merelakan rekor kemenangannya karena harus berhadapan dengan Wudi Ge.
Keduanya tidak bertarung sama sekali saat bertemu dengan Wudi Ge, malah Jian Qiang dan Lin Mei sendiri yang langsung menyerah begitu melihat lawannya adalah Wudi Ge. Bagi Lin Mei yang sudah menghadapi banyak pertarungan menyulitkan selama 60 pertarungan lebih, dirinya tidak akan memiliki kesempatan menang melawan Wudi Ge jika tidak menggunakan semua yang dia miliki.
Sementara alasan Jian Qiang adalah bukan karena dia tidak yakin bisa menang, hanya saja menurutnya tidak bijak jika terlalu mengeluarkan banyak kekuatannya pada babak seleksi kedua ini. Dia tidak mau terlalu menunjukkan kekuatannya dan teknik beladiri yang dia miliki karena berpikir pasti akan merugikannya saat babak semi final besok hari.
Wudi Ge sendiri tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan oleh Jian Qiang dan Lin Mei. Meski dia haus akan pertarungan, dia selalu menghargai keputusan orang lain, dan tidak pernah memaksakan kehendaknya pada orang lain, terlebih pada mereka yang lebih tua darinya seperti Jian Qiang.
Ini adalah bentuk ajaran langsung dari tempat dia berasal yang memang mendidik dengan baik para murid seperti Wudi Ge, baik itu fisik mau pun moral mereka.
Wudi Ge telah bertarung sebanyak 76 kali, dan dia belum mengalami kekalahan sama sekali. Hampir setengah dari jumlah pertarungan dia menangkan dengan mudah karena lawannya yang langsung menyerah sebelum sempat bertarung melawannya.
"Wah-wah apakah ini pemuda yang disebut-sebut sebagai yang terkuat itu?! Beruntungnya aku bisa bertemu dengannya hari ini!"
Pada saat ini, tepat di pertandingan ke 77-nya, Wudi Ge berhadapan dengan sosok seorang pemuda yang tidak lain adalah Yang Guang.
Dia tersenyum lebar saat melihat sosok Wudi Ge yang sedang berjalan ke bagian arena tempat dia berada saat ini. Wudi Ge hanya balas tersenyum padanya, dia tampaknya tidak mengenali Yang Guang juga.
Namun hal itu ternyata tidak benar, karena tepat dirinya sampai di bagian arena tersebut dia langsung membuka suaranya.
"Yang Guang, sudah lama sekali sejak terakhir kali kita saling bertemu, kupikir kau sudah tidak tertarik dengan pertarungan seperti ini," ucap Wudi Ge pada Yang Guang.
"Tidak, aku masih suka pertarungan, tapi aku hanya suka melawan mereka yang memang memiliki kekuatan. Aku tidak terlalu suka menghabiskan waktuku dengan para peserta lain yang tidak sebanding denganku kecuali mereka menyerang ku lebih dulu," balas Yang Guang sambil mengangkat kedua bahunya.
Setelah perbincangan singkat itu, mereka berdua pun saling tatap satu sama lain, sebelum kemudian aura yang kuat melonjak keluar dari dalam tubuh mereka berdua.
Aura berwarna biru dan kuning terang yang keluar dari tubuh mereka melambangkan dua unsur utama yang mereka miliki, yaitu petir dan juga cahaya. Keduanya saling beradu di udara, dan menimbulkan hembusan angin yang kencang.
Tidak ada yang mau mengalah masing-masing dari mereka. Malah tampak tidak hanya aura saja yang keluar dari tubuh mereka, seiring waktu berlalu Qi dan juga kekuatan jiwa mulai mereka berdua keluarkan, dan membuat angin yang sebelumnya berhembus kencang, mulai berubah menjadi seperti badai.
Tanah tempat keduanya berpijak mengalami retakan dimana-mana, dan juga atmosfer di sekitar mereka juga tampak sangat menekan.
__ADS_1
Jika ada orang lain diantara mereka, pasti orang itu akan kesulitan bernapas karena tekanan ini.
Selang waktu satu menit, Qi yang dikeluarkan oleh mereka berdua mulai berubah sesuai dengan unsur milik mereka. Unsur Petir dari tubuh Wudi Ge dan juga Unsur Cahaya dari Yang Guang membuat perhatian dari semua penonton dan beberapa peserta yang ada terfokus pada mereka berdua.
"Hei, lihat di sana! Itu Wudi Ge!"
"Wah!! Ada pemuda lain yang kekuatannya setara dengan dirinya?! Ini pasti akan menjadi pertarungan hebat!!"
"Ayo Wudi Ge!!! Kami mendukung mu!!!"
Penonton yang ada mulai menyoraki Wudi Ge dan memberi semangat padanya, tidak dengan Yang Guang karena mereka tidak ada satupun yang mengenalnya.
Berbeda dengan para peserta yang ada di arena, mereka seperti melihat cahaya baru dari persamaan jumlah kekuatan yang dikeluarkan oleh Wudi Ge dan juga Yang Guang. Menurut mereka, ini adalah kesempatan emas jika keduanya saling bertarung satu sama lain.
"Heii!!! Ayo bocah!!! Habisi Wudi Ge bajingan itu!!! Kami mendukungmu!!!"
"Benar, hajar dia!! Jangan beri ampun!!"
"Kau pasti bisa bocah! Jangan mau kalah dengannya!!!"
Seruan satu persatu mulai menggema di penjuru arena, sementara Wudi Ge dan Yang Guang masih diam dan saling beradu aura dan kekuatan unsur.
Suara para peserta dan penonton mereka tidak hiraukan sama sekali. Yang ada dipikiran mereka saat ini adalah tentang diri mereka berdua.
"Heh! Para sialan itu, mereka pikir aku tidak tau apa yang sedang mereka rencanakan..." ucap Yang Guang sambil memasang senyum mengejek.
Dukungan yang diberikan oleh para peserta tidak lain hanyalah agar dirinya dan Wudi Ge bertarung secara penghabisan agar salah satu dari mereka kalah dan mengalami luka yang serius. Dengan begitu mereka akan mendapatkan kemudahan jika seandainya mereka bertemu dengan salah satu diantara Wudi Ge dan Yang Guang.
"Kurasa kita harus berhenti sekarang, aku masih harus bertarung tiga kali lagi setelah ini. Aku tidak terlalu tertarik bertarung denganmu di babak seleksi seperti ini, kita tuntaskan semua ini besok di babak semi final," kata Wudi Ge.
Yang Guang pun tertawa pelan, sebelum kemudian dirinya dan juga Wudi Ge sama-sama menarik kembali aura dan Qi yang telah mereka keluarkan untuk saling menekan.
Dengan gerakan sangat cepat, sosok keduanya pun tiba di luar bagian arena tempat mereka sebelumnya.
__ADS_1
Para penonton dan juga peserta yang ada mengalami kekecewaan besar melihat apa yang keduanya lakukan. Tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan, yang bertarung bukanlah mereka berdua, sehingga hanya bisa melihat sosok Wudi Ge dan Yang Guang yang beranjak pergi.
Di salah satu bagian arena, seorang peserta yang melihat apa yang Wudi Ge dan Yang Guang lakukan memasang ekspresi kesal dan marah. Dia adalah lawan selanjutnya yang akan dilawan oleh Wudi Ge.
Sebelumnya dia telah berharap bahwa Wudi Ge dan Yang Guang akan bertarung satu sama lain hingga salah satu dari mereka keluar sebagai pemenang setelah melakukan pertarungan habis-habisan. Ini agar ketika dia bertarung nanti melawan Wudi Ge, dirinya bisa memiliki harapan untuk menang melawannya.
Tapi sekarang, dirinya tidak bisa bermimpi lagi akan hal itu, dan hanya bisa memilih untuk menyerah saja begitu Wudi Ge sampai di bagian arena tempatnya berada.
***
Dalam waktu beberapa menit, lebih dari setengah para peserta babak seleksi kedua telah menyelesaikan pertarungan mereka melawan semua peserta yang ada.
Mereka pun diberikan instruksi oleh Zu Zhang untuk kembali ke bagian arena mereka masing-masing sesuai dengan kertas yang diberikan oleh Zu Zhang pada mereka semua.
Sementara itu para peserta lain yang masih belum bertarung melawan peserta yang ada masih melakukan pertarungan mereka.
Di kelompok Weng Lou, semuanya telah menyelesaikan pertarungan, kecuali Weng Lou dan Weng Hua.
Weng Hua tinggal 2 pertarungan, sementara Weng Lou hanya tinggal 1 pertarungan saja.
Masing-masing 1 pertarungan keduanya itu tidak lain adalah berhadapan dengan Wudi Ge. Yang mana kemudian keduanya langsung memilih menyerah tanpa ragu sesuai dengan rencana yang Weng Lou susun kemarin malam.
Dengan begitu babak seleksi kedua pun akhirnya selesai dan semua peserta yang tersisa segera kembali ke bagian arena masing-masing yang telah ditentukan pada kertas yang diberikan pada mereka.
Zu Zhang yang melihat semuanya sudah selesai akhirnya bangkit berdiri setelah duduk di udara bersama dengan Raja Wilayah Tengah sambil menikmati teh selama beberapa menit yang lalu. Terlihat sosok Raja Wilayah Tengah yang bersamanya telah menghilang dan hanya tersisa dia sendiri di udara.
"Ehm, kerja bagus semuanya! Kalian sudah menyelesaikan pertarungan melawan semua peserta yang ada! Meski ada dua puluh peserta yang harus mati dalam pertarungan mereka di babak seleksi kedua ini, tapi ada lebih dari setengah yang masih tersisa! Kalian yang tersisa telah membuktikan kekuatan kalian semua padaku hari ini.
Baiklah, aku akan memilih peserta yang akan lolos ke babak semi final besok. Oh ya, sebelumnya, berbeda dengan Turnamen Beladiri Bebas sebelumnya dimana hanya akan ada 10 orang yang lolos, tahun ini aku akan memilih 20 orang peserta yang akan lolos babak semi final!
Sekarang, lihatlah kertas yang telah aku berikan! Daftar dari 20 peserta yang lolos telah aku masukkan ke situ!" Zu Zhang berbicara dengan pelan namun sangat jelas bisa didengar oleh semua peserta dan penonton yang ada.
Pada peserta pun dengan buru-buru membuka kertas pemberian Zu Zhang itu dan melihat nama yang berhasil lolos menuju babak semi final.
__ADS_1
Pada kelompok Weng Lou, hampir mereka semua memasang tersenyum bahagia. Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, Man Yue, Weng Wan, Weng Hua, Weng Ning, dan juga Jian Qiang beserta Shan Hu secara ajaib berhasil lolos ke babak semi final.
Yang tersisa hanya Pang Baicha seorang yang tidak lolos, dan ini sudah bisa ditebak oleh Pang Baicha sendiri. Tapi meski begitu, ada sedikit rasa kekecewaan saat tau dirinya adalah satu-satunya yang tidak berhasil lolos di kelompok mereka.