
Lapangan arena menjadi sunyi setelah Lin Bei dibanting ke tanah oleh Ying Luan dengan tendangannya.
Tubuh Lin Bei tidak bergerak sedikit pun selama beberapa saat dan membuat para penonton di Arena Pertarungan berpikir dia telah mati karena tendangan Ying Luan yang sebelumnya.
Tepat lima belas detik kemudian, tangan kanan Lin Bei terkepal dengan pelan. Dia segera mengangkat tubuhnya untuk kembali berdiri dan menghadap Ying Luan yang hanya beberapa langkah saja darinya. Tatapan matanya tertuju tepat ke kedua mata lawannya tersebut, Ying Luan bisa merasakan napsu membunuh dari tatapannya itu.
Lin Bei menghela napas, dia membersihkan debu di pakaian yang dia pakai sambil tetap menatap dengan tajam ke arah Ying Luan.
Weng Ying Luan hanya diam melihat itu, dia merasa pemuda di depannya ini sudah berada di titik puncak dari kemarahannya, dan siap diledakkan kapan saja. Meski dia yakin bisa menang melawan Lin Bei, namun tetap saja dia tidak boleh gegabah melawan seseorang dengan kekuatan Garis Darah Keturunan seperti Lin Bei.
Apalagi, kekuatan Garis Darah Lin Bei adalah Phoenix, salah satu dari hewan bukan binatang buas yang sangat terkenal dan melegenda bersama dengan Naga dan Kirin yang pernah mendominasi dunia. Meski kekuatan Phoenix milik Lin Bei pastinya tidak akan sekuat seekor Phoenix asli, tapi dengan tingkat praktiknya dia bisa menyebabkan beberapa masalah bagi Ying Luan.
"Bertarung seperti seorang pengecut, kau benar-benar tidak memiliki harga diri sebagai seorang Praktisi Beladiri! Apa yang membanggakan dengan memiliki kekuatan tapi tidak dengan harga diri? Kau hanya terlihat menjijikkan, layaknya para binatang di hutan yang berkeliaran tidak jelas hanya untuk berburu mangsanya." Lin Bei mencibir Ying Luan sambil memasang kuda-kuda nya.
"Harga diri, huh? Biar kutanya satu hal pada mu, apa harga diri bisa membuat mu tetap bertahan hidup di dunia yang kejam ini? Dimana kekuatan dan kekayaan mendominasi dan menjadi tolak ukur di masyarakat, kau tidak akan bisa hidup hanya dengan harga diri saja. Apa gunanya harga diri, jika kau tidak memiliki kekuatan dan pengaruh untuk mempertahankannya?" Ying Luan membalas sambil menggelengkan kepalanya.
Lin Bei diam, dia paham dan mengerti dengan baik maksud dari perkataan Ying Luan. Hal yang sama terjadi padanya di dalam lingkungan Keluarga Klan Besar Lin. Meski bakat beladirinya bagus, namun kemurnian garis darah Phoenix nya tidak terlalu bagus dibandingkan dengan para gadis dari keluarga dalam di Keluarga Lin.
Hasilnya, terdapat perbedaan besar antara kekuatan dirinya dengan para gadis itu dan perlakuan yang diterimanya benar-benar membuatnya merasa seperti hanyalah pembantu di dalam Keluarga Lin.
Jika saja....jika saja garis darah Phoenix nya sedikit lebih murni lagi, mungkin dia akan menerima perlakuan yang lebih baik. Kekuatannya mungkin akan menyamai keturunan Keluarga Inti yang kemurnian garis darah Phoenix nya setidaknya diatas lima puluh persen.
"Pfft....khuahahahaha!!!!! Haaa.....bajingan, kau mengatakan hal yang benar. Percuma aku memiliki harga diri yang tinggi, tapi tidak dengan kekuatan ku. Setidaknya aku harus memiliki kekuatan untuk tetap mempertahankan harga diriku, agar tidak diinjak-injak oleh orang lain!" Lin Bei seakan mendapatkan pencerahan dan berbicara seperti berterima kasih pada Ying Luan.
Namun sorot matanya pada Ying Luan tidak menyembunyikan kemarahannya yang masih meluap-luap.
'*Tap....* Lin Bei mengangkat kaki kanannya, lalu menurunkan nya kembali. Dia melakukan hal yang sama pada kaki kirinya, sebelum akhirnya dia pun melepaskan semua aura bertarung nya dalam satu gerakan.
Mata Ying Luan bergerak cepat ke samping, dan melihat sosok Lin Bei telah tiba di sampingnya. Api di tubuhnya telah berubah menjadi warna merah terang, dan sebuah tinju api yang memiliki suhu jauh lebih panas dan kuat dari yang dia berikan pada Ying Luan sebelumnya telah dilesatkan ke arah kepala Ying Luan.
*BAM!!! CRACK!!! PRAKKK!!!*
Layaknya seekor monster berwujud manusia, pukulan Lin Bei sampai menghancurkan lima pelindung Qi milik Ying Luan dan memaksa pemuda itu terlempar mundur beberapa meter ke belakang.
Kedua tangan Ying Luan terbuka dan memperlihatkan telapak tangannya yang mengandung Qi dalam jumlah besar. Untungnya dia bereaksi cepat dan menahan dampak pukulan Lin Bei itu menggunakan kedua telapak tangannya, sehingga kekuatan pukulan Lin Bei tidak mempengaruhi tubuhnya sama sekali.
"Hahahaha!!!! Apa hanya begitu saja? Kupikir pelindung mu itu sangat kuat sampai-sampai kau berani menyombongkan nya di depanku, sang Kapten Pasukan Pengejar Keluarga Lin! Apakah kau hanya membual saja tadi, huh?!"
Senyum Lin Bei tampak seperti seekor makhluk yang haus darah. Api merah di sekujur tubuhnya mulai semakin membesar, suhu panas mulai menyelimuti setengah dari lapangan arena yang sangat besar tersebut. Rambut jingga Lin Bei berubah menjadi merah, begitu juga dengan kedua matanya yang berubah menjadi merah bercahaya.
Weng Ying Luan yang melihat perubahan itu menjadi sedikit terkejut, dia sepertinya pernah melihat perubahan semacam ini sebelumnya. Benar! Lin Mei! Dia pernah beberapa kali melihat gadis itu menggunakan garis darah Phoenix nya untuk berubah seperti Lin Bei.
Hanya saja Lin Bei mengeluarkannya dalam tingkat yang berbeda jauh. Tanah yang dipijak Lin Bei mulai mengering dan beberapa keretakan mulai muncul seiring tanah yang berubah warna menjadi kemerahan.
__ADS_1
"Dengan panas seperti ini akan sulit menyerang nya dalam jarak dekat. Aku harus mengambil jarak aman terlebih dahulu. Jika dia ternyata bisa menggunakan Api Phoenix, maka semuanya akan menjadi merepotkan."
Mata Lin Bei menangkap perubahan pada sikap Ying Luan, dia bisa membaca pikiran lawannya yang hendak mengambil jarak darinya itu. Orang-orang yang berhadapan dengan Keluarga Lin selalu melakukan hal yang sama ketika mereka mulai menggunakan kekuatan garis darah Phoenix mereka.
Mereka tidak takut akan suhu panas dari perubahan anggota Keluarga Lin, namun yang mereka cemaskan adalah Api Phoenix yang beberapa anggota Keluarga Lin bisa mengeluarkannya. Api itu tidak terlalu besar kerusakannya, namun masalah utamanya adalah Api Phoenix bisa dikendalikan dengan sesuka hati oleh penciptanya.
Suhunya bisa diatur dengan sangat mudah hingga ketingkat tertentu, juga api ini sangat sulit untuk dipadamkan. Kecuali penggunaannya menarik kembali api tersebut, maka Api Phoenix tidak akan padam, kecuali si penciptanya mati.
Dan yang paling merepotkan dari Api Phoenix adalah api tersebut bisa memulihkan tenaga atau pun luka seseorang tergantung orang yang mengendalikan nya. Ketika pertarungan habis-habisan, dan api ini digunakan, maka jelas siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya.
"Tidak akan kubiarkan!" Lin Bei berseru galak.
Wujudnya berubah menjadi seberkas cahaya merah yang bergerak sangat cepat ke arah Ying Luan. Weng Ying Luan mendecakkan lidahnya melihat itu. Kecepatan lawannya benar-benar bertambah dengan drastis dan nyaris tidak bisa diikuti oleh matanya.
Hanya dalam sedetik, Lin Bei telah sampai di depan Ying Luan. Dia memperlihatkan kedua tangannya yang kini membentuk cakar seekor burung. Cakar yang tajam dan sangat panas.
"Hmp! Kekuatan garis darah Phoenix mu memang kuat, aku akui itu! Tapi jangan berpikir hanya dengan ini kau bisa berada di atas angin melawan ku!" Ying Luan berbicara dengan nada mengejek.
Kedua telapak tangan nya yang terdapat Qi miliknya, mulai menyebar dan menutupi tangan seperti sebuah sepasang sarung tangan. Dia segera menangkap kedua cakar Lin Bei begitu melihat serangan pemuda itu akan mencapai tubuhnya. Hanya dengan sedikit usaha, Ying Luan mampu membanting tubuh Lin Bei sekali lagi ke atas tanah.
Akan tetapi kali ini dia tidak melepaskan Lin Bei begitu saja. Setelah membanting Lin Bei, dia segera melemparkan ke atas tubuh pemuda tersebut.
Lin Bei yang dilempar ke udara segera menyeimbangkan tubuhnya kembali dan melayang di atas udara. Dia menatap ke arah Ying Luan yang kini telah melesat ke arahnya, membalas menyerangnya.
Ying Luan tidak gentar melihat api tersebut. Dia sudah mengkonfirmasi bahwa api di sekujur tubuh Lin Bei bukanlah Api Phoenix ketika menghalau serangannya. Selama lawannya belum mengeluarkan Api Phoenix yang merepotkan itu, Ying Luan tidak akan menahan diri melawan Lin Bei.
"Pelapisan Qi, Zirah Qi."
Setelah mengatakan itu, Qi miliknya pun menyebar ke sekujur tubuh, lalu membentuk sebuah baju tempur yang menutupi sekujur tubuhnya. Dia menempatkan kedua telapak tangannya ke depan dan cahaya terang pun muncul dari keduanya.
"Gelombang Penghancur, Pelumpuhan!"
*Fhuuu-BDAM!!!!*
Ledakan besar tercipta dari kedua telapak tangan Ying Luan dan langsung menelan tubuh Lin Bei di dalamnya. Lin Bei menempatkan kedua tangannya menyilang di depan dada, untuk berlindung dari ledakan tersebut.
Akan tetapi dia merasakan sesuatu yang aneh ketika dia menahan ledakan tersebut. Gelombang getaran muncul dari sekelilingnya dan masuk ke tubuhnya. Anehnya, dia entah mengapa tidak bisa merasakan tubuhnya sama sekali setelah getaran itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia baru sadar bahwa serangan Ying Luan barusan telah melumpuhkannya begitu saja.
"Sialan!!!! Kaaaghhhh!!!!" Lin Bei meraung ketika tubuhnya bergerak turun ke atas tanah tanpa bisa melakukan apapun.
Ying Luan tersenyum melihat keadaannya, dia pun segera bergerak ke arahnya sambil memperlihatkan senyum lebarnya yang penuh arti.
"Sepertinya Kapten Pasukan Pengejar bukanlah posisi yang sehebat itu. Buktinya kau yang lemah begini bisa mendudukinya. Hahahaha!!"
__ADS_1
Wajah Lin Bei memerah karena marah, dia ingin melepaskan semua pukulannya ke wajah Ying Luan, akan tetapi tubuhnya menolak untuk bergerak. Dengan kedua tangannya terbuka, Ying Luan pun mengayunkan kedua telapak tangannya ke perut Lin Bei.
"Sebaiknya kau menyerah saja, aku tidak ingin membunuh mu atau melukai mu hingga mengalami luka serius. Jika kau menyerah sekarang, aku akan membantumu untuk bisa bergerak kembali," ucap Ying Luan sambil menatap kedua mata Lin Bei yang berwarna merah terang. Entah karena marah atau kekuatan garis darah Phoenix nya, Ying Luan tidak yakin.
"......menyerah, kau bilang? Kenapa aku harus menyerah? Kau pikir aku, Lin Bei akan kalah hanya dengan ini?"
Sesuai perkiraan Ying Luan, Lin Bei sekali lagi termakan oleh harga dirinya sendiri. Dia tidak menyadari situasi nya saat ini, sehingga tidak mengerti bahwa Ying Luan bisa membunuhnya kapan saja.
"Haaa.... sepertinya aku memang harus memberiku sedikit pelajaran istimewa, huh?"
Qi berkumpul di kedua telapak tangannya, membentuk sebuah bola Qi terang berwarna emas. Mata Lin Bei melihat bola Qi tersebut, dia bisa merasakan tekanan kuat dari bola tersebut. Di dalam bola Qi itu, sebuah aliran Qi berputar sangat cepat dan menarik udara di sekitarnya.
"Gelombang Penghancur, Peremuk."
Dengan lembut, Ying Luan mengarahkan bole itu ke tubuh Lin Bei. Bola itu bergerak pelan ke tubuhnya dan ketika menyentuh pakaiannya, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Tubuh Lin Bei terasa seperti di tarik menuju ke bola tersebut, tulang-tulangnya dengan paksa bergerak menempel ke bola Qi yang diciptakan oleh Ying Luan. Suara tulang-tulang yang patah bisa terdengar dari sekujur tubuhnya. Lin Bei tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berteriak.
Dia meraung kesakitan ketika seluruh tulang di sekujur tubuhnya patah satu demi satu. Tarikan itu berlangsung selama sepuluh detik penuh, dan kemudian berakhir. Ketika dia berpikir semuanya sudah selesai, sesuatu yang lebih besar terjadi. Bola Qi itu meledak dan membalikkan tarikan yang sebelumnya.
Tubuhnya langsung terlempar secepat kilat hingga menghantam pembatas lapangan arena. Darah keluar dari sekujur tubuhnya. Matanya tampak berubah putih. Pingsan.
Weng Ying Luan yang melayang di udara menghela napasnya. Sepertinya dia sudah berlebihan. Dia menoleh ke arah tempat duduk Pemimpin Arena Pertarungan. Pria itu hanya diam menonton nya sambil memakan setusuk sate daging yang entah dia dapat dari mana.
"Bajingan itu, dia sepertinya tidak peduli dengan orang dari Keluarga Lin itu masih hidup atau tidak," cibir Ying Luan dengan kesal.
Dia pun memilih untuk terbang mendekat ke tempat Lin Bei saat ini. Tubuhnya menempel di dinding pembatas yang telah remuk karena hantamannya yang sebelumnya. Pemuda itu tidak menunjukkan gerakan apapun seperti sebuah mayat. Namun Ying Luan tau dia masih hidup, hanya saja kondisinya benar-benar tidak baik.
"Ck, kau tidak boleh mati di sini, atau aku harus dikejar-kejar oleh Keluarga Lin karena tidak sengaja membunuh mu."
Qi berkumpul di tangan Ying Luan, dia hendak mengalirkannya pada Lin Bei, untuk membantu menyembuhkannya. Namun sebelum dia bisa mendekat, pemuda itu telah membuka matanya dan memperlihatkan kedua matanya yang mengeluarkan cahaya merah terang. Jauh lebih terang dari sebelum nya.
"!!!!" Ying Luan bisa merasakan bahaya, dia pun segera bergegas terbang mundur sejauh mungkin dari situ.
Tubuh Lin Bei yang masih berada di dinding mendadak mengeluarkan api jingga kemerahan yang membakar sekujur tubuhnya. Api itu berbeda dengan api yang sebelumnya dikeluarkan oleh Lin Bei, dan suhu yang dikeluarkan nya juga tidak terasa panas.
Di dalam api, tubuh Lin Bei mulai pulih dengan sangat cepat. Kecepatan pemulihannya itu menyamai atau bahkan lebih cepat dari milik Weng Lou. Orang-orang bisa melihat tubuh Lin Bei yang mulai sedikit demi sedikit pulih. Tulang-tulang nya yang patah mulai menyambung kembali satu demi satu.
Setelah beberapa saat kemudian, tubuhnya pun pulih sepenuhnya. Namun Lin Bei tidak mengatakan apapun. Dia telah kembali berdiri di atas tanah dan memperlihatkan tatapan kosong.
"Untuk berpikir aku malah memurnikan garis darah Phoenix nya, itu benar-benar tak terduga." Ying Luan tersenyum masam dari kejauhan.
Tidak dia sangka, serangannya malah membantu garis darah Phoenix di tubuh Lin Bei untuk dimurnikan lebih jauh dan membangkitkan kekuatannya, yaitu Api Phoenix.
__ADS_1
"Haaahh.....sekarang semuanya tidak akan mudah."