Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 623. Binatang Buas Melewati Tembok Abadi


__ADS_3

Ketika orang-orang di Kediaman Keluarga Lin sibuk membahas peristiwa ledakan yang terjadi di langit, sesuatu yang begitu besar sedang terjadi di wilayah utara Daratan Utama.


Ratusan ribu binatang buas terlihat membentuk seperti lautan tak berujung.


Mereka semua bergerak bersama-sama menuju ke sebuah tembok besar yang membentang sejauh puluhan kilo meter.


Jika dibandingkan dengan lautan binatang buas, tembok itu seperti tembok kecil yang begitu mudah untuk diinjak-injak.


Keluarga Wang, yang merupakan penguasa wilayah utara Daratan Utama harus mengalami kerugian besar karena serangan demi serangan yang telah dilakukan oleh para binatang buas. Dalam waktu beberapa bulan ini, mereka harus menderita kekalahan sedikit demi sedikit karena serbuan binatang buas yang tiada henti.


Tembok Abadi yang merupakan tembok pertahanan terbesar yang menjadi pembatas antara Wilayah Keluarga Wang dengan Keluarga Ying. Tembok ini tidak benar-benar berada di perbatasan wilayah kedua keluarga, tapi sedikit di belakang beberapa kilometer.


Tembok ini lebih digunakan untuk berjaga-jaga jika seandainya ada serangan yang dilakukan oleh Keluarga Ying. Tembok itu bisa menunda penyerangan apapun yang dilakukan oleh Keluarga Ying.


Namun hal tak terduga telah terjadi, pasukan binatang buas yang sedang melakukan penyerangan di dalam wilayah Keluarga Wang secara tiba-tiba datang menyerang ke arah tembok tersebut.


Jika penyerangan dilakukan dari arah depan, seharusnya tembok itu bisa dengan mudah menahan mereka, namun sayangnya serangan ratusan ribu binatang buas dilakukan dari belakang tembok, yang merupakan titik paling lemah Tembok Abadi tersebut.


"TAHAN MEREKA!!!! HEI, APA KALIAN SEMUA TULI?! AKU BILANG TAHAN!!! JANGAN SAMPAI MEREKA MENYENTUH GERBANG!!!"


Saat ini, Wang Tianfei, seorang Komandan Perang dari Keluarga Wang yang ditugaskan di Tembok Abadi sedang memerintahkan anak buahnya untuk melindungi gerbang masuk dari serangan binatang buas.


Para binatang buas ini sebagian besar memiliki kekuatan di puncak ranah Pembentukan Pondasi. Ada ribuan yang memiliki kekuatan setara ranah Pembersihan Jiwa, dengan beberapa ratus berada di puncak. Ada beberapa puluh yang memiliki kekuatan setara ranah Penyatuan Jiwa, dengan lima yang berada di puncak!


Jumlah kekuatan ini, hanya dengan membayangkannya, akan menimbulkan ketakutan dimana pun lautan binatang buas tersebut terlihat.


Diantara ratusan ribu binatang buas, terdapat dua binatang buas yang memancarkan kekuatan yang tak terbayangkan. Setiap binatang buas yang ada di dekat mereka, akan menundukkan kepala dan tampak menghormati keduanya.


Kekuatan yang dimiliki kedua binatang buas ini, secara mengejutkan setara dengan Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penguasaan Jiwa! Keduanya memiliki kekuatan seorang Penguasa Jiwa!


Bahkan Keluarga Besar akan menghadapi kesulitan jika harus berhadapan dengan mereka semua.


Hal ini yang menyebabkan serbuan binatang buas tidak bisa dikendalikan oleh orang-orang dari Keluarga Wang. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mengungsikan orang-orang yang berada dalam jalur yang akan dilalui oleh para binatang buas.

__ADS_1


Tidak ada yang menghentikan para binatang buas tersebut, bahkan orang-orang di Kediaman Keluarga Wang tidak mengirimkan pasukan apapun untuk menghentikan mereka.


"Komandan! Kami mendapatkan pesan dari Istana! Raja memerintahkan untuk membiarkan pasukan binatang buas melintasi Tembok Abadi!" Seorang prajurit terlihat melompat turun dari atas tembok dan tiba di depan Wang Tianfei.


Ekspresi wajahnya menjadi jelek ketika mendengar apa yang dikatakan bawahannya itu.


Tanpa memikirkan lebih jauh, dia segera memberikan perintahnya kepada prajurit yang lain. "KALIAN! ENYAHLAH DARI SINI! CEPAT MENYINGKIR! BUKA PINTU GERBANGNYA! BIARKAN BINATANG-BINATANG INI LEWAT! CEPAT PERGI!!!"


Begitu para prajurit mendengar perintahnya, mereka langsung segera menyingkir dan membukakan pintu gerbang dengan cepat, lalu segera naik ke atas tembok, menghindari para binatang buas.


Melihat para prajurit yang membiarkan mereka untuk lewat, ratusan ribu binatang buas segera meraung dan langsung melesat ke arah pintu gerbang. Mereka melewatinya dan terus bergerak maju.


Pintu gerbang Tembok Abadi memiliki lebar tiga puluh meter, dengan tinggi mencapai hampir lima puluh meter. Binatang buas dengan mudah melewatinya, sedikit demi sedikit.


Ketika seluruh rombongan binatang buas melewati gerbang, guncangan besar terjadi dan dari kejauhan terlihat dua ekor binatang buas dengan tubuh yang begitu tinggi bergerak ke arah Tembok Abadi. Di atas kepala mereka, terdapat seekor elang yang ikut bergerak bersama dengan keduanya.


Dia atas burung tersebut, duduk seorang gadis bertopeng yang memancarkan aura yang membuat kedua binatang buas dengan kekuatan setara Penguasa Jiwa itu tunduk kepadanya.


Hal ini menyebabkan beberapa orang yang bisa melihat keberadaan gadis itu dipenuhi dengan perasaan terkejut dan keheranan, terutama Wang Tianfei yang wajahnya berubah menjadi serius.


"Jadi itu dia, gadis yang katanya menjadi pengkhianat dari Keluarga Lin," ucap Wang Tianfei. Kedua matanya mengkilat dengan cahaya aneh.


Beberapa waktu berlalu, dua binatang buas dengan kekuatan Penguasa Jiwa itu berjarak sangat dengan dengan Tembok Abadi. Langkah kaki mereka membuat tanah di sekitar berguncang hebat seperti terjadi gempa bumi besar.


Tubuh kedua binatang itu begitu besar, sehingga mustahil tubuh mereka muat melewati pintu gerbang Tembok Abadi.


Tapi siapa yang mengatakan bahwa mereka harus masuk melewati pintu gerbang untuk melewati Tembok Abadi? Jika kau tidak bisa lewat dengan cara biasa, maka tinggal lompati saja.


Secara bersamaan kedua binatang buas itu melompati Tembok Abadi. Tembok Abadi memiliki tinggi tak kurang dari seratus meter, dengan lebar seratus dua puluh meter. Bisa dibayangkan seberapa megahnya itu.


Melompatinya akan terdengar sangat tak masuk akal bagi sebagian besar orang untuk mempercayainya. Tapi hal itu benar-benar terjadi di depan mata para prajurit yang saat ini berada di atas Tembok Abadi.


Tubuh mereka berguncang hebat ketika menyaksikan sosok dua ekor binatang buas yang memiliki tubuh begitu besar dengan mudahnya melompat melewati Tembok Abadi yang menjadi kebanggan semua anggota Keluarga Wang.

__ADS_1


Mereka semua hanya bisa menyaksikan dengan wajah bodoh ketika keduanya mendarat di sisi lain tembok. Elang yang ditunggangi gadis bertopeng terbang dengan mudah melewati tembok dan terus bergerak bersama kedua binatang buas tersebut.


Saat mereka terus bergerak pergi menuju ke arah perbatasan wilayah antara Keluarga Wang dengan Keluarga Ying, Wang Tianfei segera memberikan laporan kepada orang-orang di Kediaman Keluarga Wang.


Saat itu, hari sudah cukup gelap, dan matahari telah benar-benar tenggelam. Bayangan ratusan ribu binatang buas telah lama menghilang di kejauhan dan meninggalkan semua prajurit di atas Tembok Abadi dalam perasaan campur aduk.


Ketika Wang Tianfei sedang memikirkan hal yang telah dia lihat sebelumnya, seorang prajurit berjalan mendekatinya dan memberi hormat padanya.


Wang Tianfei menatap prajurit itu, dan memberinya izin untuk berbicara.


"Komandan, orang-orang dari Keluarga Lin telah memberikan balasan pesan anda. Mereka mengatakan akan mengirimkan beberapa orang untuk menyelesaikan masalah ini dan meminta kita untuk membantu mengantarkan mereka."


Berkedip, Wang Tianfei menghela napasnya.


Dia bingung kenapa harus ikut terlibat dalam penyelesaian masalah internal Keluarga Lin. Tapi kemudian, dia memikirkan kembali gadis bertopeng di atas elang yang tadi, akhirnya segera memberikan jawabannya.


"Katakan kepada Keluarga Lin, aku, Wang Tianfei akan membantu mereka, tapi tidak akan ikut bertarung. Jika aku merasa ada sesuatu yang salah, maka aku akan menarik diri dari masalah ini," jelas Wang Tianfei. Dia pun segera berbalik dan berjalan pergi meninggalkan prajurit tersebut.


Dia menuruni tangga yang mengarah ke dalam tembok dan akhirnya tiba di sebuah lorong panjang yang terletak di tengah-tengah Tembok Abadi.


Sebagai pertahanan Keluarga Wang, Tembok Abadi memiliki banyak ruangan di dalamnya yang dijadikan sebagai markas prajurit Keluarga Wang. Banyak persediaan senjata dan makanan yang di simpan di dalamnya, semuanya agar memastikan tidak ada kesalahan apapun yang terjadi ketika mereka menghadapi serangan.


Wang Tianfei berjalan menelusuri lorong panjang, lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang terletak beberapa puluh meter jauhnya dari tangga.


Dia segera duduk di salah satu kursi di ruangan itu dan menyandarkan tubuhnya.


"Haaaah.....gadis itu.....jadi dia benar-benar terlibat dalam masalah ini. Hahahaha.....siapa sangka, gadis yang menyelamatkan nyawa ku dari serangan binatang buas lautan ternyata adalah pemimpin pasukan ratusan ribu binatang buas yang menakutkan."


Wang Tianfei menghela napasnya dan menarik keluar sebuah bulu berwarna merah dari dalam cincin penyimpanannya.


Bulu itu tampak biasa saja, tapi ada sesuatu yang spesial tentang bulu tersebut bagi Wang Tianfei.


"Tidak aku sangka akan bertemu dengan dirinya lagi di sini. Takdir benar-benar lucu."

__ADS_1


__ADS_2