Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 366. Pelahap Dimensi


__ADS_3

Zhi Juan menatap debu yang berterbangan di sekitarnya lalu menoleh ke arah Yong Yuan di sampingnya dan tersenyum kepadanya.


"Aku berterima kasih karena mendapat bantuan darimu, Nona Yuan," ucap Zhi Juan dengan suara sedikit hormat kepadanya.


"Bukan apa-apa. Kau dulu sering membantuku ketika belum menjadi seorang Absolute, anggap saja ini adalah bayaran dariku," balas Yong Yuan dengan suara lembutnya.


Zhi Juan diam sejenak sebelum kemudian menoleh ke satu arah dimana terlihat seekor makhluk raksasa berwarna hitam menggeliat di dalam kekosongan ke arah mereka berdua.


Bentuk makhluk itu seperti seekor ulat raksasa, namun memiliki empat pasang kaki pada tubuhnya. Terdapat belasan mata merah menyala pada kepalanya, dan juga mulut seperti lubang hitam yang menganga lebar, menyedot apapun yang ada di hadapannya.


Ukuran dari makhluk ini sekitar sepuluh kali besar matahari, dan terlihat bergerak perlahan, namun sebenarnya sangat cepat.


"Seekor Pelahap Dimensi, usianya sepertinya baru seribu tahun. Dia pasti bergerak ke sini karena merasakan dimensi milikmu yang hancur beberapa saat yang lalu," ucap Yong Yuan sambil menunjuk makhluk raksasa mirip ulat itu.


Diam selama beberapa saat, keduanya terus memperhatikan Pelahap Dimensi itu hingga jarak mereka berdua dengannya tinggal sepuluh kilometer saja.


"Kau harus menghabisinya saat ini juga, atau jika tidak Pelahap Dimensi itu bisa masuk ke dalam salah satu dimensi milikmu, dan memakannya dari dalam. Jauh lebih mudah menghancurkan dimensi dari dalam, dibandingkan menghancurkannya dari luar." Yong Yuan berbicara kembali.


Menghela napasnya, Zhi Juan pun mengangkat tangan kanannya ke depan, lalu melebarkan jari-jarinya.


Sebuah energi berwarna emas terang terkumpul di telapak tangannya, dan kemudian membentuk sebuah tombak raksasa sepanjang seratus meter.


Dengan santainya, dia mengayunkan tangannya, tombak itu pun melesat dengan kecepatan menyamai kecepatan cahaya, dan menembus tubuh Pelahap Dimensi itu dengan sangat mudah.


Tubuh Pelahap Dimensi itu bergetar hebat, dan kemudian meledak dengan ledakan yang amat luar biasa, dan membuat Zhi Juan sampai harus membuat perisai energi untuk menghalangi daya ledak itu mengenai dirinya dan Yong Yuan yang bersamanya.


Ketika ledakan itu berakhir, terlihat bola-bola cahaya berwarna keputihan dengan ukuran berbagai bentuk dari tempat Pelahap Dimensi tersebut.


Dahi Zhi Juan mengerut melihat itu dan menoleh ke arah Yong Yuan di sampingnya.


"Itu kepingan salah satu dimensi milik Jean Pierre, Absolut yang wilayahnya dekat denganku. Aku pernah sekali masuk ke dimensi nya, dan dimensi itu sepertinya dimensi yang sama dengan yang telah dimakan oleh Pelahap Dimensi itu," jelasnya kepada Zhi Juan dan dibalas anggukan olehnya.


"Berarti dia adalah tipe Absolute yang tak peduli dengan wilayahnya sendiri, bisa-bisanya dia membiarkan seekor Pelahap Dimensi memakan dimensi miliknya, apa dia itu idiot?"


"Secara teknis, Jean itu adalah seorang Absolute yang sangat ceroboh. Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia bahkan lupa dengan jumlah dimensi yang dia miliki."

__ADS_1


Zhi Juan terdiam mendengar itu. Bagaimana bisa ada seorang Absolute yang seperti itu? Jika itu dirinya maka pastinya sudah banyak Absolute lain yang mencuri dimensi-dimensi miliknya.


"Haaah....aku curiga dimensi miliknya sudah banyak dimakan oleh Pelahap Dimensi selain dimensi yang dimakan oleh yang satu ini. Yah mau bagaimana pun, itu semua bukanlah urusanku. Itu salahnya sendiri karena ceroboh."


Zhi Juan kemudian bergerak mendekati kepingan-kepingan dimensi yang berasal dari dalam tubuh Pelahap Dimensi itu.


Dari jauh, kepingan-kepingan dimensi itu hanya seperti seukuran rumah dua lantai yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter, namun ketika Zhi Juan sampai di situ, terlihat ukuran dari kepingan itu bahkan jauh lebih besar dari sebuah stadion sepak bola di bumi.


Mungkin terlihat kecil bagi sebuah kepingan dimensi, tapi tidak dengan bagian dalamnya yang sangatlah luas.


Zhi Juan menyentuhkan telapak tangannya pada bagian luar kepingan itu dan memejamkan matanya. Dia bisa melihat bagian dalam kepingan dimensi itu yang ukurannya bahkan hampir menyamai luas total bumi.


Terlihat Zhi Juan mengangguk dan sebuah senyum kecil muncul di sudut bibirnya.


"Bagian dalamnya masih cukup bagus. Aku masih bisa menggabungkan semua kepingan yang ada, lalu membentuk dimensi baru. Untungnya Pelahap Dimensi ini belum mencerna dimensi yang telah ia telan," kata Zhi Juan.


Setidaknya dimensinya yang hancur karena kontak dengan Manus bisa digantikan dengan kepingan-kepingan dimensi ini, pikirnya.


***


BUMMM!!!!


Sosok Weng Wan yang memegang erat dua buah golok di tangannya, menahan sebuah pukulan keras dari seekor beruang raksasa yang menyerupai beruang yang ia bunuh sebelumnya.


Tanah di sekitarnya langsung membentuk kawah ketika dirinya menahan pukulan itu.


"Hei! Saudara Wan! Apa kau sungguh tak butuh bantuan?!" seru salah seorang murid kepadanya.


Bisa dilihat pertarungan antara Weng Wan dengan beruang raksasa itu seakan tak seimbang sama sekali. Kekuatan dari beruang itu berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 6 awal seperti dirinya, namun karena beruang itu adalah seekor binatang buas, kekuatannya secara alami jauh lebih besar dari manusia yang memiliki kekuatan sama sepertinya.


Atau seperti itulah seharusnya.


Pada saat ini, beruang raksasa sedang saling mengadu kekuatan fisik dengan Weng Wan yang menahan pukulannya dengan sempurna.


"Kau boleh juga untuk seukuran manusia, bocah!" Beruang itu berseru kencang dan kemudian menghentakkan salah satu kakinya ke tanah.

__ADS_1


Bruack!!!!


Gundukan tanah tercipta dan seketika langsung menahan tubuh dari Weng Wan.


Beruang itu pun menarik kembali pukulannya, lalu melancarkan pukulan lainnya.


BAMMMM!!!!!


Sebuah pukulan yang jauh lebih kuat menghantam tubuh Weng Wan yang terkunci diantara gundukan tanah. Tubuhnya pun terlempar dan menabrak sebuah pohon hingga membuat batangnya patah.


Tubuh Weng Wan tak bergerak sama sekali setelah menabrak pohon, dan membuat para murid dari Keluarga Leluhur Weng yabg lain merasa terkejut.


Weng Wan baru saja dikalahkan dalam satu kali pukulan keras! begitulah pikiran mereka.


Beberapa saat kemudian Weng Wan pun bangkit berdiri kembali dan membersihkan tubuhnya dari debu-debu yang menempel.


"Tadi itu lumayan, tingkat praktik milikku cukup meningkat karena mu," ucap Weng Wan yang tampak biasa saja, seolah pukulan yang ia terima beberapa saat yang lalu hanya candaan saja baginya.


Beruang raksasa itu sampai tak bisa berkata-kata dibuatnya. Apakah benar Weng Wan adalah manusia?


"Karena kau sudah memukulku...maka kau juga harus menerima pukulan dariku...."


Mengambil ancang-ancang, Weng Wan kemudian menatap Beruang raksasa itu dengan tatapan yang berbeda. Kali ini tampak dirinya sangat serius, dan detik berikutnya, sosok Weng Wan muncul tepat di depan wajah beruang itu.


"Haaaaa!!!!"


BUMM! PACKKK!!!!!


Tinjuan keras dilayangkannya pada kepala beruang raksasa itu, dan membuatnya langsung menghantam tanah dengan sangat keras.


Terlihat kepala beruang itu langsung hancur berantakan begitu menabrak tanah. Kawah dengan diameter lima meter tercipta dari benturan itu.


"Haih....padahal aku yakin kau bisa menemaniku selama beberapa saat lagi. Tapi siapa sangka kepalamu lembek sekali." Weng Wan berkata dengan kecewa lalu pergi meninggalkan tubuh beruang raksasa itu dan bergabung bersama dengan Weng Hua dan Weng Ning.


Kelompok mereka pun kembali melanjutkan perjalanan lagi.

__ADS_1


__ADS_2