Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 364. Menggunakan Tubuh Binatang Buas Untuk Berlatih


__ADS_3

Di atas langit, sekitar beberapa ratus meter dari desa tempat Weng Lou dan yang lainnya beristirahat.


Terlihat Jian Qiang yang sedang asik meminum arak nya sambil menonton pembantaian yang dilakukan oleh Weng Lou dan Weng Ying Luan di bawahnya.


Setelah beberapa menit, dahi Jian Qiang pun berkerut dan menyadari sesuatu yang baru saja dia lupakan.


"Anak-anak itu....apa mereka berniat membunuh semua siluman itu? Mau di taruh dimana tubuh mereka semua jika semuanya dibunuh?"


Mungkin Weng Lou dan Weng Ying Luan tidak menyadari, tetapi jumlah dari siluman yang telah mereka bunuh sudah lebih dari lima puluh dan terus bertambah.


Entah karena mereka terlalu bersemangat atau yang lainnya, mereka lupa bahwa mustahil untuk bisa membawa semua tubuh siluman yang telah mereka bunuh.


Membakarnya? Itu sama saja dengan buang-buang sumber daya.


Sekor siluman dengan kekuatan di ranah Pembersihan Jiwa memiliki harga hingga ribuan koin emas. Siapa orang gila yang ingin membuang-buang uang sebanyak itu? Bahkan orang terkaya sekalipun pasti akan berpikir dua kali untuk menghamburkan uang sebanyak itu.


Jian Qiang tidak tau, bahwa saat ini Weng Lou sedang memikirkan semua yang Jian Qiang pikirkan saat ini bersama dengan Ye Lao.


"Hei, Ye Lao. Apakah Kitab Keabadian masih bisa ditingkatkan?" Weng Lou bertanya kepada Ye Lao.


"Mustahil, tingkat praktik mu masih berada di tahap 5 kekuatan peningkatan dari Kitab Keabadian hanya bisa sampai tahap 9 puncak maksimal. Jika kau ingin meningkatkannya, maka kau harus berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 6 terlebih dahulu," balas Ye Lao.


Weng Lou yang mendengar itu pun terdiam selama beberapa saat, sebelum kemudian kembali berbicara dengan Ye Lao.


"Bagaimana proses peningkatan itu terjadi? Apakah bisa mengubahnya untuk meningkatkan tingkat praktik milikku?" tanya Weng Lou lagi.


Kali ini Ye Lao yang terdiam. Dia tidak kepikiran akan hal itu.


Ketika masih berada di Dasar Pondasi, Ye Lao sering melakukan hal ini untuk meningkatkan tingkat praktik milik Weng Lou, tapi setelah Weng Lou naik ke ranah Pembersihan Jiwa, dia sudah tak melakukan hal ini karena menurutnya ranah Pembersihan Jiwa memiliki cara peningkatan yang jauh lebih rumit.


Kini, setelah Weng Lou membahasnya kembali, dia mulai ikut memikirkannya. Jika belum dicoba, maka tidak akan tau.

__ADS_1


"Baiklah, kau teruslah membunuh mereka, aku akan coba untuk menyerap tubuh siluman serigala yang ada di sekitar mu dan melepaskan energi yang mampu meningkatkan tingkat praktik milikmu, panggil bocah Luan itu, dia juga akan kubantu." Ye Lao berkata setelah di berpikir sejenak.


Weng Lou mengangguk mendengarnya lalu menoleh ke arah Weng Ying Luan berada.


"Oi! Kemarilah! Aku akan membuatmu bisa meningkatkan tingkat praktik mu!" seru Weng Lou kepada Weng Ying Luan.


Weng Ying Luan yang sedang asik menghabisi seekor siluman serigala dengan pukulan kosongnya pun menoleh ke arah Weng Lou ketika mendengar panggilannya itu.


Tanpa banyak bertanya dia pun melompat mundur, dan langsung memunggungi Weng Lou.


"Kau terus saja serang mereka semua. Ketika kau merasakan sebuah energi disekitar mu, serap saja dan cobalah sambil terus menghabisi para siluman serigala ini!"


Setelah Weng Lou mengatakan itu, Ye Lao pun langsung mengaktifkan Kita. Keabadian dan membuatnya bersinar terang.


Mendadak sebuah energi tak kasat mata muncul menyerap beberapa tubuh siluman serigala yang telah dihabisi oleh Weng Lou dan membuatnya hilang begitu saja. Selang waktu satu menit lebih kemudian, sebuah energi keemasan keluar dalam Kitab Keabadian dan menyebar ke sekitarnya yang mengenai Weng Lou dan Weng Ying Luan.


Raut wajah Weng Ying Luan ketika tubuhnya terkena energi itu. Dia berniat untuk menghalau energi itu masuk dalam tubuhnya namun kemudian dia merasakan bahwa jiwanya sedikit bergetar terkena energi itu.


Di sisi lain, Weng Lou memilih untuk memejamkan matanya dan fokus menyerap energi yang dilepaskan oleh Kitab Keabadian nya. Dia bisa merasakan bahwa jiwanya seperti terbersihkan jauh lebih cepat dari biasanya dia berlatih. Dia pun terus menyerap energi itu dan meningkatkan tingkat praktik miliknya.


Sementara Weng Lou sibuk menyerap energi itu, pedang-pedang dari Qi miliknya dia buat untuk terbang di hadapannya dalam kecepatan yang luar biasa, sehingga tidak ada yang bisa menyentuhnya.


***


Di dalam Hutan Kabut.


Weng Wan dan yang lainnya sudah kembali melanjutkan perjalanan mereka dan masuk ke dalam Hutan Kabut beberapa puluh menit yang lalu.


Namun meski baru beberapa menit, tetapi mereka sudah hampir separuh jalan dari akhir dari Hutan Kabut.


Splaashhh!!!!

__ADS_1


Sebuah kepala beruang besar terlepas dari tubuhnya dan menabrak sebuah pohon di dekat jalan hingga hancur berantakan.


Tepat di depan tubuh beruang, sosok Weng Wan berdiri tegak dengan tangan yang terkepal keras.


Dia baru saja memukul kepala beruang besar itu hingga membuat kepalanya terlepas dan hancur begitu saja.


"Haah.... benar-benar mengecewakan. Kita sudah bertemu empat kawanan binatang buas, tapi tidak ada yang mampu bertahan lebih dari satu menit. Apa tempat ini memang seperti Hutan Kematian?" ucapnya sambil menghela napas panjang.


Murid dari Keluarga Leluhur Weng lainnya, selain Weng Hua dan Weng Ning hanya bisa tersenyum pahit mendengar perkataan Weng Wan.


Seperti yang dikatakan oleh Weng Wan, mereka sudah empat kali berpapasan dengan kawanan binatang buas yang berbeda-beda, dan mereka semua dihabisi oleh Weng Wan seorang tanpa tersisa satu pun.


Mereka bertujuh hanya bisa berpikir bahwa isi kepala Weng Wan pasti rusak karena berpikir seperti itu. Orang normal pasti lebih memilih untuk tidak terlibat masalah sebisa mungkin untuk menikmati kehidupan mereka.


"Hei Wan, kau jangan terlalu banyak bertarung, kita tidak tau kapan musuh yang sebenarnya akan datang dan menyergap kita, jadi simpan sebanyak mungkin Qi milik mu. Jangan sampai ketika kita berhadapan dengan lawan, Qi milik mu sudah lebih dulu habis," ucap salah satu dari tujuh murid itu kepada Weng Wan.


"Hm? Ah, tenang saja aku tidak memakai Qi ku sama sekali, hanya kekuatan fisik saja. Qi milik ku masih penuh sampai sekarang," balas Weng Wan yang kemudian membuat murid itu tersedak napasnya sendiri.


Weng Wan sudah bertarung melawan banyak binatang buas dalam perjalanan mereka ini, namun belum menggunakan Qi miliknya? Bagaimana bisa?


Tujuh murid itu tidak tau bahwa kekuatan fisik milik Weng Wan setara dengan mereka yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 7 puncak.


Semua binatang buas yang dia lawan sejauh ini hanya berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 3 paling kuat, sehingga tidak terlalu membuat dirinya kesulitan, namun meski begitu, melawan sekawanan binatang buas yang memiliki kekuatan seperti itu, itu bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang.


"Ini jauh dibawah ekspetasi ku. Binatang-binatang ini bahkan tidak bisa bertahan lebih dari tiga pukulan ku. Apanya yang bersenang? Lebih baik aku tetap di Keluarga Leluhur saja dan meminta seorang tetua untuk memukuli ku terus menerus sambil melatih fisikku," pikir Weng Wan.


Mereka semua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menyelusuri jalanan yang ada di dalam Hutan Kabut ini.


Beberapa menit lagi, mereka akan keluar dari Hutan Kabut. Satu-satunya harapan Weng Wan yang tersisa adalah orang-orang yang ada di Turnamen Beladiri Bebas nanti. Jika sampai orang-orang di acara itu juga sama ampasnya dengan binatang buas yang ia lawan di dalam Hutan Kabut ini, maka dia akan menyesal karena menerima perintah untuk mengikuti Turnamen Beladiri Bebas ini.


Catatan Penulis:

__ADS_1


Info, author cuma up 1 aja hari ini karena harus mengerjakan tugas sekolah....lagi. Yah, beginilah masa-masa anak SMA, mohon maaf semuanya 🙏


__ADS_2