Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 353. Du Bishou dan Siwang Hua


__ADS_3

Du Bishou dan Siwang Hua merupakan teman akrab yang mulai saling kenal ketika mereka berdua baru masuk ke Sekte Langit Utara dan bersama masuk dalam Kelompok Pengintai yang merupakan kelompok yang hampir sama seperti Satuan Salju Emas, bedanya para anggota di Kelompok Pengintai ini berisikan mereka yang memang berbakat dalam bidang pembunuh dan pengumpul infomasi.


Jika dibandingkan dengan Satuan Salju Emas yang pada dasarnya merupakan kelompok yang terkenal karena sering berinteraksi dengan para murid lainnya, maka Kelompok Pengintai bisa dibilang adalah kebalikannya.


Mereka sangat jarang berinteraksi dengan sesama murid, bahkan sesama anggota sekalipun. Hal ini dikarenakan mereka diminta untuk melatih teknik dan keahlian mereka secara terus menerus agar mampu menjadi pembunuh yang terlatih.


Ketika Du Bishou dan Siwang Hua sudah mencapai suatu tahap tertentu dalam keahlian yang mereka dalami, keduanya pun dikirim ke Divisi Pengintai yang merupakan tempat para pembunuh terlatih yang telah lulus dari Kelompok Pengintai yang dimiliki oleh Sekte Langit Utara untuk menjalankan semua misi dan perintah yang diberikan oleh Patriak kepada mereka.


Sejak itu, misi-misi berbahaya pun selalu diberikan kepada keduanya dan akhirnya sudah menjadi makanan mereka tiap harinya. Baik itu misi individu, atau pun berpasangan seperti saat ini, setiap misi yang diberikan pada keduanya adalah misi yang selalu bisa membuat nyawa mereka melayang jika tidak hati-hati.


Sebut saja membunuh Tuan Muda Kelima dari Keluarga Lin yang sempat menjadi ancaman keamanan Wilayah Barat, atau misi menyusup ke Sekte Awan Petir di Wilayah Utara yang merupakan sekte yang sama besarnya dengan Sekte Langit Utara. Semua misi itu berhasil diselesaikan oleh mereka dengan sangat bersih hingga bahkan tidak didapatkan jejak dari keduanya sama sekali.


Keduanya bagai pasangan Pembunuh yang sanggup menyelesaikan semua misi yang diberikan kepada keduanya meskipun keduanya hanya berada di Ranah Pembersihan Jiwa tahap 8 puncak dan tahap 9 awal.


Sampai kemudian sekitar dua minggu yang lalu keduanya dipanggil oleh Patriak Sekte Langit Utara dan kemudian diberikan perintah untuk membunuh tiga orang murid dari Sekte mereka sendiri.


Pada awalnya keduanya tak tau mengapa Patriak mereka sampai memberikan misi seperti ini, sebelum akhirnya keduanya mengetahui apa alasan dari perintah itu.


Patriak mereka saat ini merupakan anak dari Yi Chen, Yi Han. Namun sayangnya dia tidak memiliki sifat atau sikap yang selalu ditampilkan oleh Yi Chen kepada para anggota Sekte lainnya. Tidak hanya sifatnya sangatlah sombong, akan tetapi Yi Han memiliki sifat yang sangat khas, yaitu sangatlah penuh rasa iri dan curiga kepada seseorang.

__ADS_1


Dia selalu tidak pernah segan menyuruh mereka, para anggota dari Divisi Pengintai untuk melaksanakan misi egoisnya.


Membunuh Tuan Muda Kelima Keluarga Lin adalah perintah yang dia pernah berikan kepada anggota divisi itu. Alasan yang dia katakan adalah Tuan Muda Kelima Keluarga Lin telah bekerja sama dengan salah satu sekte besar yang berada di luar Pulau Pasir Hitam untuk menyerang dan mengambil alih seluruh Wilayah Barat Pulau Pasir Hitam, padahal alasan sebenarnya adalah Yi Han tidak terima wanita yang ia sukai malah menikah dengan Tuan Muda Kelima Keluarga Lin itu.


Pernah juga suatu ketika, Du Bishou dan Siwang Hua diperintahkan untuk membantai habis keluarga seorang tetua Sekte Langit Utara hanya karena tetua tersebut mengatakan bahwa peningkatan dari Sekte Langit Utara sangat menurun semenjak dipimpin oleh Yi Han.


Terlepas dari semua masalah itu, tidak ada yang berani mengajukan protesnya kepada Yi Han karena statusnya sebagai anak dari Patriak sebelumnya dan juga Yi Han adalah murid dari orang terkuat di Sekte Langit Utara, Tetua Besar Ziao.


Beberapa waktu yang lalu, ketika Du Bishou dan Siwang Hua masih berada di Sekte Langit Utara, keduanya sempat mendengar rumor bahwa Tetua Besar Ziao akan mengambil murid baru yang merupakan murid dari angkatan tahun pertama.


Hal ini sangat menggemparkan Sekte Langit Utara karena pasalnya Tetua Besar Ziao sudah lebih dari dua puluh tahun tidak mengangkat murid lagi.


Pada awalnya Yi Han tidak terlalu menanggapi desas-desus itu, sampai kemudian dirinya mendapatkan informasi bahwa ada tiga orang murid dari tahun pertama yang memiliki bakat jauh diatas rata-rata murid lainnya. Ketiganya bahkan sanggup mengalahkan murid-murid dari tahun yang lebih lama dari mereka.


Hal ini pun membuat Yi Han menjadi cemas. Dia tidak bisa sembarang menyuruh orang-orang dari Divisi Pengintai untuk membunuh ketiga murid tersebut karena ini ada kaitannya dengan Tetua Besar Ziao yang akan dengan mudah membongkar pembunuhan itu.


Tak berapa lama kemudian, dia mendapat informasi lainnya, bahwa ayahnya, Yi Chen memberikan misi khusus kepada mereka bertiga di luar sekte. Saat itulah dia pun seperti mendapatkan kesempatan emas.


Sekitar satu minggu lebih setelah kepergian tiga murid yang tidak lain adalah Weng Lou, Weng Ying Luan, dan Lin Mei dia pun menyuruh Du Bishou dan Siwang Hua untuk menghabisi ketiganya dan langsung dilaksanakan oleh mereka berdua begitu saja.

__ADS_1


Keduanya memerlukan waktu cukup lama untuk menemukan jejak dari mereka bertiga, sebelum akhirnya mereka berhasil menemukan keberadaan Weng Lou dan yang lainnya di Kota Liming, tepat ketika mereka akan keluar dari Kota Liming.


Mereka berdua hanya mengamati kelompok Weng Lou dari jauh sampai mereka keluar dari kota dan melihat arah kepergian mereka yang sepertinya pergi ke Wilayah Tengah.


Karena harus menyusun rencana pembunuhan yang sebersih dan serapi mungkin, keduanya pun memutuskan untuk mendahului kelompok Weng Lou sampai di Hutan Kabut. Mereka berdua langsung menyusun rencana pembunuhan yang akan dilakukan oleh sambil menunggu kedatangan kelompok Weng Lou di sore harinya.


Tanpa ragu mereka langsung melakukan rencana mereka dan masuk ke dalam hutan.


Mereka menemukan sekawanan Kera Tanduk Iblis sekitar beberapa ratus meter dari lokasi pinggiran hutan dan dengan keahlian mereka yang sangat tinggi, mereka berdua pun berhasil merampas dua ekor bayi mereka dan membunuhnya tanpa ragu lalu membawa keduanya ke arah perkemahan kelompok Weng berada dan tentunya dengan diri mereka yang dikejar oleh kawanan Kera Tanduk Iblis.


Rencananya mereka akan memakai kawanan Kera Tanduk Iblis yang sedang mengejar mereka itu untuk menyibukkan Jian Qiang lalu mereka berdua akan langsung membunuh Weng Lou dan yang lainnya dengan cepat.


Akan tetapi, tanpa mereka sangka kekuatan yang ditunjukkan oleh Weng Lou yang sedang menghadapi mereka berdua jauh dari perhitungan mereka.


Namun itu bukan masalah besar bagi mereka berdua yang merupakan pembunuh terlatih dari Divisi Pengintai.


Dengan pengalaman mereka bertahun-tahun lamanya, mereka akan menjatuhkan Weng Lou dan lanjut membunuhnya beserta yang lainnya.


Meski sebenarnya mereka tidak tau, bahwa Jian Qiang sudah selesai menghabisi para kawanan Kera Tanduk Iblis yang mengarah ke perkemahan mereka di dalam Hutan Kabut dan sedang menonton pertarungan mereka berdua melawan Weng Lou.

__ADS_1


Menurutnya ini bisa menjadi tontonan hiburan untuknya.


__ADS_2