Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 684. Dampak


__ADS_3

Wajah Weng Lou berubah menjadi buruk.


Dia bisa menghiraukan semua serangan Unknown God pada dirinya karena dia memiliki kekuatan pemulihan tubuh yang luar biasa.


Tapi semuanya berbeda jika menyangkut Dantian miliknya.


Danau Jiwa, Inti Ilahi, dan Inti Jiwa keduanya, semuanya berada di dalam Dantian nya. Bisa dibilang, Dantian nya adalah hal paling penting dari dirinya. Tanpa itu, semua perjuangan yang telah dia lakukan selama sembilan tahun di dimensi pewarisan ingatannya akan menjadi sia-sia, dan dirinya juga tidak akan bisa bertarung melawan Unknown God tanpanya.


"Kau ingin mengambil Dantian ku?! Memangnya kau Zhi Juan, huh?!"


Hanya satu orang yang pernah mengambil paksa Dantian miliknya, dan itu adalah Zhi Juan. Weng Lou bersumpah bahwa dia tidak akan pernah lagi mengalami sesuatu yang begitu memalukan seperti itu.


Mata Weng Lou berkilauan dalam cahaya dingin. Pedang Kehampaan diangkatnya tinggi. Dengan cepat panjang pedang itu bertambah hingga sepanjang seratus meter.


Dalam kondisinya yang sedang terlilit oleh tentakel-tentakel Unknown God, Weng Lou mengerahkan kekuatan penuhnya dan mengayunkan pedangnya dan langsung memotong semua tentakel yang melilit tubuhnya, termasuk tentakel yang melilit Dantian nya.


"Apa kau berpikir serangan mu itu bisa menghentikan ku?!" Unknown God tiba-tiba berseru.


Tentakel yang terpotong oleh Pedang Kehampaan mulai tumbuh kembali dan kali ini benar-benar melilit seluruh tubuh Weng Lou sehingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


Dalam keadaan seperti itu, Unknown God segera melesatkan tentakel lainnya untuk bergerak ke bawah perut Weng Lou, menuju Dantian nya.


Weng Lou secara mengejutkan tidak terlihat panik sama sekali. Teknik Pembersih Jiwa bekerja di dalam kepalanya dan membuat semua yang terjadi saat ini bisa dia lihat dalam gerakan yang lebih lambat.


Itu tidak bisa membuatnya melihat dalam gerakan yang benar-benar lambat, tapi dia bisa membuat gerakan Unknown God terlihat seperti bergerak seperti manusia biasa, tidak cepat atau pun lambat sama sekali. Bagi seorang Absolute seperti Weng Lou, kecepatan gerakan seperti itu sudah lebih dari cukup baginya untuk memutuskan langkah apa yang dia akan ambil.


Memejamkan matanya, dia fokus ke dalam bagian Dantian nya, dimana Inti Ilahi miliknya berada.


"Fhuuuu........kau sebelumnya menyerap asap milik ku, bukan? Bagaimana kalau kita ganti posis sekarang? Aku yang menyerap dirimu!"


Kekuatan Jiwa Weng Lou dikeluarkan dalam jumlah besar. Segera, tentakel-tentakel yang melilitnya dan tentakel yang berada dalam jarak seratus meter darinya tertutupi oleh Kekuatan Jiwa miliknya.


Itu bukan Kekuatan Jiwa biasa. Terlihat asap hitam keluar dari Kekuatan Jiwa nya.


"Menyerap dan Perubahan!"


Perubahan terjadi pada Kekuatan Jiwa Weng Lou. Itu berubah menjadi seperti kobaran api berwarna hitam yang membakar tentakel yang melilit tubuhnya. Dengan cepat tentakel yang melilitnya berubah menjadi Kekuatan Jiwa miliknya yang kemudian merambat ke tentakel lainnya.


Unknown God yang saat ini tubuhnya berubah menjadi tentakel-tentakel seperti ular, segera memutuskan bagian tubuhnya yang terkena Kekuatan Jiwa Weng Lou dan bergerak mundur atas inisiatifnya sendiri untuk pertama kalinya.


Dia dikejutkan dengan kemampuan Kekuatan Jiwa milik Weng Lou. Belum pernah dia melihat kemampuan seperti itu sebelumnya. Ketika dia bertarung dengan kehidupan pertama Weng Lou ataupun kehidupan kelima puluh satunya, dia tidak pernah menghadapi kemampuannya ini.


Kehampaan pada dasarnya tidak memiliki apapun di dalamnya sehingga ketika sesuatu menyentuhnya, itu akan terserap masuk begitu saja dan kemudian menjadikannya bagian dari kehampaan itu sendiri.

__ADS_1


Weng Lou telah mengembangkan kemampuan ini selama bertahun-tahun lamanya dan dia sudah cukup terbiasa menggunakannya. Bisa dibilang bahwa kehampaan adalah bagian dari dirinya sendiri karena Kekuatan Jiwa nya yang telah menyatu dengan kekuatan garis darah Ras Ilahi miliknya.


Di kejauhan, sosok Unknown God terbentuk kembali menjadi wujud menyerupai manusianya. Kali ini matanya tidak membulat sepenuhnya seperti sebelumnya, namun menyipit seperti fokus terhadap Kekuatan Jiwa milik Weng Lou.


"Kekuatan dari Kehampaan memang menakjubkan. Sayang sekali, itu sepertinya sudah menyatu dengan dirimu sepenuhnya sehingga tidak bisa ku ambil secara paksa," ujar Unknown God dengan jengkel.


"Ya.....karena aku tidak bisa memilikinya, maka kau juga tidak boleh memilikinya."


Tangan kanan Unknown God mendadak berubah menjadi seperti pedang, sementara tangan kirinya berubah menjadi gada besar yang dipenuhi dengan duri. Mulutnya juga terbuka kembali dan matanya melebar.


Melihat itu Weng Lou segera menyadari bahwa Unknown God akan mulai mengerahkan semua yang dia miliki saat ini.


Tangan kanannya yang memegang Pedang Kehampaan segera menempatkan pedangnya di depannya. Kekuatan Jiwa yang mengelilinginya bertambah banyak, begitu juga asap hitam yang ada di sekitarnya.


Sebuah pusaran angin topan terbentuk di Pedang Kehampaan dan mengitarinya.


"Mari kita lihat, apakah kau bisa mengatasi ini!!"


Unknown God meraung dan melesat maju ke arah Weng Lou.


Menanggapinya, Weng Lou ikut melesat ke arah Unknown God.


*TRRINGG!!!!!*


Dalam sekejap mata, keduanya saling bentrok. Unknown God dengan tangan menyerupai pedangnya dan Weng Lou dengan Pedang Kehampaan.


Kekuatan serangan mereka membuat tanah seperti terkena tebasan mereka, padahal itu hanyalah angin yang dikeluarkan oleh bentrokan keduanya.


Unknown God mengangkat tangannya yang menyerupai gada dan memukul pada Weng Lou.


"Kghh!!!" Weng Lou mengkertakkan giginya.


Tangan kirinya yang tidak memegang apapun sebelumnya, kini tampak memegang sebuah palu yang ukurannya tidak lebih dari setengah lengannya.


*BAAAMMMM!!!!!*


Gada dan palu saling beradu satu sama lain. Weng Lou secara mengejutkan terlempar ke belakang karena dampak dorongan serangan palu dan gada, begitu juga Unknown God.


Mereka mundur masing-masing beberapa ratus meter, hanya untuk saling bentrok di detik berikutnya.


Keduanya terus menerus beradu serangan satu sama lain hingga menghancurkan lingkungan sekitar mereka. Lebih dari setengah Daratan Utama hancur karena pertarungan keduanya.


Sesekali mereka akan berpindah bertarung di langit, dan sesekali juga mereka akan bertarung di lautan karena salah satu dari mereka yang terdorong hingga mencapai lautan.

__ADS_1


Pertempuran keduanya sangat sengit. Unknown God sesekali akan menggunakan pusaran di dadanya untuk menyerap asap hitam milik Weng Lou, yang membuat momentum dari serangan Weng Lou sering terganggu.


Untungnya, kemampuan 'menyerap' milik kekuatan Kehampaan Weng Lou juga membuat Unknown God kehilangan momentum pentingnya dalam melancarkan serangannya.


Keduanya sama-sama saling menekan sehingga tidak ada yang saling mengungguli satu sama lain.


Pertempuran mereka mengakibatkan seluruh Dimensi Asal Mula berada dalam kekacauan. Pulau-pulau kecil di lautan musnah karena tsunami yang diakibatkan dampak pertempuran mereka.


Orang-orang di Pulau Pasir Hitam juga tidak lepas dari dampak pertarungan mereka. Setiap harinya gempa bumi akan melanda Pulau Pasir Hitam. Untungnya gempa itu tidak terlalu besar, sehingga tidak membahayakan orang-orang biasa di dalam Pulau Pasir Hitam.


Sebenarnya, gempa yang melanda Pulau Pasir Hitam cukup kuat untuk meratakan semua bangunan yang ada, tapi berkat perlindungan para Dewa di Pulau Pasir Hitam, gempa bisa diminimalisir. Juga, gelombang tinggi air laut terhalang oleh lapisan pelindung yang menutupi seluruh wilayah Pulau Pasir Hitam sehingga Pulau Pasir Hitam aman dari ancaman tsunami, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah pesisir pantai.


Saat ini, di dalam Istana Leluhur Weng, sebanyak dua puluh orang Dewa berdiri mengelilingi sebuah meja bundar dimana di tengahnya terdapat peta dari Daratan Utama yang terbentuk oleh Kekuatan Jiwa.


Penasehat Kepala Keluarga Weng berdiri diantara sembilan belas Dewa lainnya dan terlihat sebagai pemimpin dari Dewa yang lain.


Dia mengetik meja bundar dan menampilkan sebuah rekaman gambar yang menunjukkan pertempuran Weng Lou melawan Unknown God.


Beberapa orang yang melihat sosok Weng Lou langsung terkejut di tempat mereka. Orang-orang yang terkejut itulah adalah mereka yang telah hidup semenjak wilayah Pulau Pasir Hitam masih bergabung dalam bagian Daratan Utama. Atau bisa dibilang, mereka adalah orang-orang yang telah hidup sejak masa kepemimpinan Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan menjabat sebagai Kepala Keluarga Weng.


"Itu Tuan Lou!" seru salah satu Dewa yang paling pertama menunjukkan reaksi.


"Jadi Tuan Lou benar-benar masih hidup! Aku tidak percaya ini!" Dewa lain menanggapi.


Diskusi pun pecah diantara para Dewa itu sebelum kemudian mereka semua diam ketika mendengar dehaman Penasehat Kepala Keluarga Weng.


"Ehem.....aku mengumpulkan kalian semua di sini pada saat ini adalah untuk membahas masalah perpindahan orang-orang di Pulau Pasir Hitam yang akan dilakukan oleh Tuan Zhi Juan dalam waktu dekat. Seperti yang kalian tau, pertempuran antara Kepala Keluarga melawan Unknown God merupakan pertempuran yang sangat berbahaya karena mengancam kelangsungan hidup seluruh makhluk di dimensi kita. Oleh karena itu, Tuan Zhi Juan yang agung memberikan kita solusi yaitu memindahkan semua orang di Pulau Pasir Hitam menuju dimensi lain yang berada di bawah kekuasaannya.


Tindakan ini diperlukan agar tidak ada yang mati sia-sia karena dampak pertempuran Kepala Keluarga dan Unknown God. Adapun waktunya, Tuan Zhi Juan mengatakan bahwa itu akan siap dalam waktu dekat, kurang lebih beberapa minggu. Selama itu, kita diminta untuk bisa mempertahankan Pulau Pasir Hitam sampai Jembatan Dimensi selesai dibuat, dan kita bisa memulai perpindahan kita. Maka dari itu, aku ingin kalian semua membantu mempertahankan Pulau Pasir Hitam bersama-sama. Kita semua di sini mungkin tidak saling akrab satu sama lain, tapi kita harus mengesampingkan perasaan pribadi dalam menangani masalah ini.


Jadi mohon kerja sama kalian agar semuanya bisa berjalan lancar, dan Pulau Pasir Hitam bisa tetap bertahan hingga Jembatan Dimensi selesai dibuat. Kami Keluarga Weng akan memberikan kompensasi yang setimpal atas jasa kalian nantinya. Dan jika ada yang kalian inginkan, tolong katakan saja padaku. Aku akan berusaha mengabulkannya untuk kalian."


Penasehat Kepala Keluarga Weng menjelaskan maksud tujuannya dengan suara tenang sambil memandang satu persatu orang-orang di sekelilingnya.


Semuanya adalah orang yang dia kenal. Mereka semua segera menyatakan kesediaan mereka dalam membantu mempertahankan Pulau Pasir Hitam. Mereka bukanlah anak kecil yang memikirkan kepentingan diri mereka sendiri.


Setidaknya mereka masing-masing memiliki tanggung jawab terhadap kelompok yang mereka pimpin, sehingga mereka tidak bisa tenang jika menyangkut nyawa anggota kelompok mereka.


"Bagus. Kalau begitu kita bisa memulai dari lapisan pelindung yang mengelilingi Pulau Pasir Hitam."


Pelindung itu dibuat oleh Weng Lou di masa lalu untuk mengantisipasi pertempuran besar yang akan terjadi di kehidupan keseratusnya. Meski begitu, karena waktu yang berlalu sudah sangat lama, membuat lapisan pelindung menjadi melemah.


Oleh karena itu diperlukan cadangan energi untuk mempertahankan lapisan pelindung yang mana sedang dilakukan oleh Penasehat Kepala Keluarga Weng dan para Dewa di Pulau Pasir Hitam.

__ADS_1


__ADS_2