
Para penonton menjadi bersemangat dan suasana kembali menjadi ramai dipenuhi dengan suara para penonton.
Sementara itu, para peserta yang ada di lapangan arena hanya diam mendengar pernyataan dari Zu Zhang yang memulai babak semifinal hari ini.
Yang Guang dan Weng Ying Luan memasang senyumnya, Weng Wan, Weng Hua, Weng Ning, Lin Mei, dan juga Man Yue memandang dnegan terpukau para penonton yang mengelilingi mereka semua.
Weng Lou tetap diam di tempatnya dan memejamkan matanya, terus menerus membuat dirinya sendiri untuk tetap tenang. Shan Hu yang ada di belakangnya, berdiri dengan tegak dan menatap dengan biasa saja penonton-penonton itu.
Di salah satu barisan, pemuda yang mengenakan pakaian dengan lambang lotus emas di belakangnya menundukkan kepalanya dan kemudian menoleh melihat Weng Lou yang sedang sibuk menenangkan dirinya sendiri.
Dalam diamnya, kilasan ingatan akan suatu kejadian mendadak terlintas begitu saja di dalam kepalanya dan dia menggenggam dengan erat lengan pakaiannya yang cukup panjang.
Pada kilasan ingatan tersebut, terlihat sosok pemuda itu sedang berhadapan dengan sosok seorang pria paruh baya yang sedang duduk di atas sebuah tahta yang terbuat dari batu berwarna hitam gelap yang bahkan membuat kursi yang dia duduki tidak terlihat dengan jelas.
Di atas kursi yang diduduki pria tersebut, terlihat sebuah lambang lotus berwarna emas terang yang membuat warna hitam gelap kuris itu seakan memudar.
Pemuda itu berlutut dan menunduk hormat pada pria tersebut tanpa berani mengangkat kepala dan memandang matanya.
"Ayah, aku siap menerima perintah mu," ucap pemuda itu.
Pria itu dengan mata malas menatap pemuda tersebut sebelum kemudian melambaikan tangannya, dan sebuah benda berbentuk kotak muncul di hadapan pemuda itu.
Pemuda itu mengangkat kepalanya dan melihat benda tersebut yang terlihat seperti sebuah kompas, dimana hanya terdapat sebuah jarum saja yang menunjukkan satu arah yang tetap.
"Ambil benda itu dan segera pergi menuju ke Pulau Pasir Hitam. Ikuti jarum yang ada pada benda tersebut sesampainya kau di sana Jarum itu akan menuntun mu pada seorang pemuda yang sedikit lebih muda darimu.
Aku mau mau membunuh pemuda itu dan bawakan aku kepalanya. Kuberi kau waktu 4 bulan, jika lewat dari itu, kau tidak perlu lagi kembali ke keluarga ini," ucap pria yang duduk di singgasana itu dengan nada tanpa emosi.
Menunduk kan kepalanya sekali lagi, pemuda itu pun mengangguk mengerti. Dia seger mengambil benda berbentuk kotak tersebut, dan pergi dari hadapan pria tersebut.
Kilasan ingatan itu pun berakhir begitu saja.
__ADS_1
"Haaa....akhirnya hari ini tiba juga. Ayah, aku akan segera menyelesaikan perintah mu dan pulang membawakan mu kepala pemuda itu," gumam pemuda dengan lambang lotus emas itu.
"Baiklah kalian semua!!! Seperti yang kalian tau, pada babak semifinal ini, kalian akan memakai cara duel satu lawan satu, dan hanya akan ada 1 pertandingan untuk masing-masing peserta.
Yah, seperti itu lah yang kalian tau, tapi aku aku lupa memberitahukan pada kalian semua bahwa pada babak semifinal akan dibagi menjadi 2 tahap seperti pada babak seleksi kemarin!
Jadi seperti ini, pada tahap pertama, kalian dua puluh peserta akan bertarung satu lawan satu, dan pemenangnya akan lanjut lagi melawan peserta yang juga telah berhasil menang melawan lawannya. Kenapa aku melakukan semua ini? Karena hanya akan ada 5 orang yang akan lanjut ke babak final!!!" Zu Zhang memberikan informasi pada semua orang yang ada di bangunan Arena Pertandingan tersebut.
Orang-orang yang mendengarnya pun menjadi kebingungan. Mereka mulai bertanya-tanya apa maksud dari Zu Zhang.
Jika hanya akan ada lima orang yang lolos ke babak final, lalu akan seperti apa pertarungan pada babak final nantinya?
Weng Lou yang sedang menenangkan pikirannya dengan menutup matanya pun akhirnya membuka kembali matanya, dan menatap dengan bingung ke arah Zu Zhang.
Pada saat ini, hampir semua orang yang ada di bangunan Arena Pertandingan mempertanyakan maksud dari keputusan Zu Zhang ini.
"Hahahaha..... seperti nya banyak yang kebingungan dengan perkataan ku. Kalian tidak perlu memikirkan nya sekarang, pada saat ini kalian semua fokus saja pada babak semifinal yang telah kita mulai ini!" ucap Zu Zhang dengan santainya.
Satu persatu orang-orang pun mengangguk-nganggukkan kepala, setuju dengan perkataannya, namun tidak sedikit yang masih bertanya-tanya dengan maksud dari perkataan Zu Zhang yang sebelumnya.
Menjentikkan jarinya, Qi pun mulai mengalir keluar dari dalam tubuhnya dan kemudian melayang di atas kepalanya dan melebar hingga membentuk sebuah persegi panjang dengan panjang lebih dari 200 meter, dan lebar mencapai seratus meter.
Qi murni yang berwarna emas itu terus mengalir keluar dari dalam tubuhnya, dan kemudian dua buah nama muncul pada tengah-tengah Qi yang membentuk persegi panjang itu.
Semua orang yang ada menatap dengan takjub apa yang dilakukan oleh Zu Zhang itu, lalu mulau membaca dua nama yang dituliskan dengan menggunakan Qi murni tersebut.
"Zhijia Mo dan....Yue." Weng Lou membaca dengan perlahan dua nama yang dituliskan itu.
Sudut matanya bergerak, dan melihat Man Yue yang berada di barisan di samping Lin Mei. Terlihat Lin Mei dan anggota kelompok mereka ikut memandanginya. Yue adalah nama samaran dari Man Yue saat mereka melakukan pendaftaran tiga Minggu yang lalu.
Sementara dirinya ditatap, Man Yue terpaku menatap tulisan raksasa yang menuliskan namanya di atas langit.
__ADS_1
"Sepertinya kau yang pertama, adikku."
Sosok Xin Yue yang transparan muncul di hadapan Man Yue dan tersenyum padanya.
Man Yue menatapnya dan tersenyum kecil melihat kemunculan Xin Yue yang hanya bisa dilihat oleh dirinya saja.
"Kakak....aku tidak yakin...." Man Yue tampak ragu.
"Apa maksudmu? Kau ini adikku, apa yang bisa aku lakukan, pasti kau juga bisa melakukannya! Tenang saja, aku ada bersama mu, tidak perlu takut. Aku pasti akan melindungi mu jika kau berada dalam bahaya lagi seperti sebelumnya," ucap Xin Yue menyemangati adiknya itu.
Man Yue berkedip beberapa kali sebelum akhirnya dia pun mengangguk kecil pada kakaknya, Xin Yue.
Pada barisan lain, tepatnya pada barisan di paling kanan, sosok seorang pria tua bertubuh kurus memasang sorot mata penuh napsu membunuh pada Man Yue yang berada tidak jauh darinya.
Sosok pria tua kurus ini tidak lain adalah Zhijia Mo, peserta yang menjadi lawan pertama Man Yue pada babak semifinal ini.
"Hmmm.....hanya seorang gadis kecil biasa. Aku cukup melobangi lehernya dengan 1 tusukan kuku ku saja, mayatnya akan kubiarkan utuh. Akan kasihan jika dia harus mati dalam kondisi tubuh tidak lengkap," kata Zhijia Mo yang memasang senyum mengerikannya.
"Baiklah, dua orang yang ada pada nama yang aku tuliskan di atas, silahkan maju ke depan!" seru Zu Zhang.
Man Yue dan Zhijia Mo tanpa berlama-lama langsung melangkah maju dan menghadap sosok Zu Zhang yang sudah kembali turun ke tanah.
"Kalian, delapan belas peserta lainnya, segera mundur dua ratus langkah!" Zu Zhang berseru pada Weng Lou dan peserta lainnya.
Mereka segera melakukan yang dikatakan oleh nya, dan tak lama, Qi milik Zu Zhang yang sebelumnya dia pakai untuk menampilkan nama Man Yue dan Zhijia Mo di udara agar dilihat semua orang, kini mulai bergerak turun lalu membentuk sebuah pembatas berukuran persegi yang menutupi Man Yue, Zhijia Mo, dan juga Zu Zhang di dalamnya.
Ukuran tiap sisi pembatas tersebut sekitar seratus meter, dengan tinggi mencapai tiga puluh meter.
"Seperti yang kalian lihat, semuanya! Ini adalah pembatas! Pada babak semifinal ini aku akan memakai pembatas pada duel yang berlangsung. Ruang di dalam pembatas ini cukup luas bagi keduanya untuk bertarung."
"Sebelum memulai pertarungan ini, aku akan mengingatkan pertarungannya. Peserta dinyatakan kalah jika sudah tidak bisa bertarung lagi, hal ini dilihat dari peserta yang tak sadarkan diri atau mati, dan juga peserta dinyatakan kalah jika mengaku menyerah pada lawannya. Apa kalian berdua sudah mengerti?" tanya Zu Zhang pada Man Yue dan Zhijia Mo yang bersama-sama dengannya.
__ADS_1
Keduanya pun mengangguk paham. Zu Zhang kemudian meminta mereka mengambil tempat mereka masing-masing sebelum dia menyerukan dimulainya pertarungan keduanya.
"Baik, pertarungan pertama, Zhijia Mo melawan Yue, dimulai!!!"