
Rencana penangkapan Gouwang Zie yang disusun oleh Pang Baicha dan Jian Qiang pada awalnya tidaklah seperti yang terjadi saat ini.
Sebelumnya, mereka berencana untuk memancing Gouwang Zie menggunakan beberapa harta berharga yang telah mereka kumpulkan selama 3 minggu di Kota Hundan ini.
Menurut informasi yang mereka telah kumpulkan, Gouwang Zie akan bergerak seorang diri jika ada harta yang menarik perhatiannya. Itu sebabnya selama 3 minggu di Kota Hundan, Pang Baicha sering ke tempat-tempat yang ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang sambil membawa beberapa benda berharga secara terang-terangan.
Ini dilakukan demi menarik perhatian Gouwang Zie. Menurut perkiraan mereka, seharusnya Gouwang Zie akan datang ke tempat mereka ketika mereka semua berada pada kondisi dimana mustahil untuk bisa mengejarnya.
Dan saat inilah waktu tersebut, mereka telah melakukan pertarungan sepanjang hari pada acara Turnamen Beladiri Bebas hari ini, dan kondisi tubuh mereka seharusnya berada pada kondisi sangat kelelahan sehingga akan sulit untuk mengejar Gouwang Zie jika dia bergerak di waktu ini.
Namun karena kejadian sepulang dari Arena Pertandingan, dimana salah satu anggota Kelompok Ular Pencuri yang merupakan kelompok yang dimiliki oleh Gouwang Zie, hal tersebut tidak bisa terjadi.
Akan tetapi, dengan bantuan dari para anggota Kelompok Ular Pencuri yang datang untuk membalas dendam mereka, rencana mereka bisa kembali dilaksanakan.
"Hehe....tidak ada yang bisa berkutik jika sudah menyangkut kelangsungan hidupnya sendiri, aku benar bukan, kapten?" Pang Baicha berbicara sambil mengejek wanita yang merupakan pemimpin dari orang-orang Kelompok Ular Pencuri itu.
Wajah kesal tampak dari wanita itu, dia ingin mengatakan sesuatu, namun aura lain datang menimpa tubuhnya dan membuat dia tidak bisa bergerak.
Dia menoleh dan menatap Jian Qiang, yang merupakan orang yang memberikannya tekanan melalui aura miliknya. Terlihat keringat dingin mengucur deras dari dahi wanita itu ketika kedua matanya saling tatap dengan Jian Qiang.
Meski tekanan yang ia rasakan tidak sebesar yang dikeluarkan oleh Pang Baicha sebelumnya, namun dia bisa tau bahwa aura yang Jian Qiang itu bukan untuk membuatnya tidak bisa bergerak, melainkan hanya untuk memperingatkannya, bahwa dia masih tetap hidup saat ini adalah karena mereka terlalu malas untuk melakukannya.
"Hei kau, cepat beritahu kami dimana si pengecut itu berada?!" Pang Baicha bertanya pada orang yang sebelumnya mengatakan bahwa akan memberitahukannya lokasi dari Gouwang Zie berada.
Orang yang mengatakan itu adalah seorang pria yang terlihat sudah memasang ekspresi ketakutan semenjak aura dan tekanan dari Pang Baicha kembali ditarik olehnya.
"Baik! Baik!! Akan aku beritahu!! Tolong jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup!!" jerit pria itu dengan ketakutan.
"Bagus! Cepat bangkit berdiri dan antar aku ke tempatnya."
Pria itu segera mengangguk dan kemudian bangkit berdiri dan buru-buru berlari ke satu arah.
Pang Baicha yang melihatnya tidak langsung mengejarnya, melainkan mengalihkan pandangannya pada wanita yang sebelumnya. Dia meraih tangannya, dan kemudian segera menarik, lalu membawanya pergi mengikuti pria itu.
__ADS_1
Jian Qiang masih berdiri diam di tempatnya selama beberapa saat, sebelum kemudian sosoknya menghilang secara mendadak dari tempatnya, meninggalkan sisa-sisa dari anggota Kelompok Ular Pencuri yang masih berada di tanah.
"Ohohoho..... sepertinya mereka berdua sudah selesai melakukan urusan mereka dengan kian semua yang ada di sini."
Dari tengah-tengah kelompok itu, sosok pemilik penginapan secara mendadak muncul dan berbicara dengan santai pada mereka semua.
Perhatikan orang-orang di situ segera terarah padanya dan mendadak aura kuat lainnya menimpa mereka semua. Kali ini aura yang mereka rasakan, sampai membuat mereka harus terbaring di tanah tanpa bisa menggerakkan sedikit pun bagian tubuh mereka.
"Jangan ada yang berani pergi sebelum membayar ganti rugi karena yah merusak bagian depan penginapan ku. Kalian harus membayar 1.000 koin emas padaku," ucap sang pemilik penginapan sambil tersenyum penuh makna pada mereka semua.
Orang-orang itu menelan ludah mereka. Tidak mereka duga, sehabis mereka berhasil keluar dari mulut singa, mereka malah lanjut masuk dalam terkaman seekor naga.
***
Di salah satu lorong gelap dan sepi di Kota Hundan, terdapat sebuah tempat yang tidak diketahui oleh orang-orang awam seperti Weng Lou dan lainnya.
Di lorong yang gelap nan sepi ini, ada sebuah tempat dimana berlangsungnya perdagangan gelap yang dilakukan oleh orang-orang kriminal seperti pencuri, pembunuh, dan lainnya. Di sini juga menjadi tempat barang-barang terlarang seperti pil berbahaya, dan racun diperjualbelikan dengan bebas.
Kota Hundan sebagai kota yang bisa dibilang hampir tanpa hukum, adalah tempat yang sangat menguntungkan jika melakukan perdagangan gelap seperti ini.
Sosok Pang Baicha bersama dengan wanita yang dia bawa mengikuti pria itu tanpa ragu. Mereka menelusuri lorong gelap itu tanpa ragu, sampai kemudian pria yang membawa mereka berhenti di akhir dari lorong yang mereka lewati yang merupakan jalan buntu.
Pang Baicha hanya diam melihat itu, dan terus mengawasi sekitarnya. Semenjak dia memasuki lorong gelap ini, sudah lebih dari 5 kekuatan jiwa yang dia rasakan sedang mengawasinya, dan kemungkinan tempat mereka berada saat ini sangatlah berbahaya.
Tak lama setelah mereka sampai di ujung lorong itu, pria yang membawa mereka pun mencoba meraba-raba sekitar dinding yang merupakan akhir dari lorong tersebut, dan kemudian sebuah jalan menuju bawah tanah pun mendadak terbuka begitu saja.
Pria itu kemudian menoleh ke arah Pang Baicha.
"I-Ini jalannya...." ucapnya dengan ketakutan.
"Bukankah aku bilang bawa diriku pada Gouwang Zie? Kau hanya menunjukkan jalan saja saat ini. Cepat masuk dan tuntun aku!"
Pang Baicha berbicara dengan jengkel dan menendang bokong pria itu, dan membuatnya terdorong masuk ke tangga yang mengarah ke bawah tanah.
__ADS_1
"Huuuaaa!!!"
Pack-! Buck! Back!
Terdengar suara benturan tubuh dari pria itu selama beberapa saat, sebelum akhirnya berhenti yang menandakan dia telah sampai di dasar ruang bawah tanah itu.
"Baiklah, ayo kita masuk juga," ucap Pang Baicha pada wanita yang bersamanya.
"Hmp! Kau melakukan kesalahan besar! Kau pikir bisa macam-macam dengan bos kami? Kau hanya mencari mati jika masuk ke dalam sana!" Wanita tersenyum mengejek pada Pang Baicha.
"Berhentilah mengatakan omong kosong, aku masih mengingat jelas apa yang kau dan si bajingan itu lakukan kepadaku setelah merampokku tiga bulan yang lalu. Kalian meninggalkan ku sendirian di dalam Hutan Kabut dan melucuti semua senjata dan juga cincin penyimpanan milikku. Jika bukan karena bantuan seorang wanita tak dikenal yang aku temui waktu itu, aku pasti sudah mati hari itu." Setelah mengatakan itu, Pang Baicha yang membawa wanita yang bersamanya pun melangkah masuk, dan mulai menuruni tangga yang menuju ke ruang bawah tanah tersebut.
Hanya memerlukan waktu satu menit sampai mereka berdua tiba di akhir dari tangga tersebut yang merupakan sebuah pintu kayu berukuran 2×1 meter.
Klack....
Pintu terbuka dan memperlihatkan ruangan bawah tanah yang sangat luas, persis seperti sebuah kota kecil dengan jumlah bangunan yang berjumlah puluhan.
"Pasar gelap."
Dari samping Pang Baicha, sosok Jian Qiang muncul dan ikut menatap ruang bawah tanah itu. Beberapa langkah dari mereka, terlihat sosok pria yang menuntun mereka terbaring tak berdaya di tanah karena didorong oleh Pang Baicha sebelumnya, sehingga dia terjatuh dengan cukup parah.
"Heh, jangan bermalas-malasan di situ, cepat bawa kami ke tempat bos mu," ucap Pang Baicha yang kembali menendang bokong pria itu.
Pria itu tetap diam di tempatnya, dan berpura-pura tak sadarkan diri. Dia sudah tidak mau lagi bersama dengan Pang Baicha. Jika dia ketahuan oleh bosnya, Gouwang Zie, bahwa dirinya yang membawa Pang Baicha dan Jian Qiang kemari, maka dia akan mati.
Dahi Pang Baicha mengkerut melihat pria itu tidak bergerak sama sekali, dan dia pun menghela napasnya.
"Jika kau tidak membawaku, kau tetap akan mati. Tapi bedanya aku yang akan membunuhmu di sini. Lebih baik kau bawa aku ke tempat Gouwang Zie saat ini, dan kau akan ku lepaskan. Tentu saja, Gouwang Zie tidak akan memiliki waktu untuk mencarimu, karena dia akan sibuk denganku."
Mendengar perkataan Pang Baicha, pria itu tampak bimbang dan mulai memikirkan lagi keputusannya. Setelah setengah menit berpikir, dia pun akhirnya bangkit berdiri kembali dan buru-buru kembali berlari, mengantarkan Pang Baicha ke tempat dimana Gouwang Zie berada.
Dia tentu akan memilih bagian dimana kesempatan dirinya tetap bertahan hidup lebih tinggi, jadi mengkhianati bos nya tidaklah masalah bagi orang itu.
__ADS_1
**Catatan Penulis:
Maaf author banyak tugas, jadi baru bisa update**.