
Di dalam ruang tahta Istana Leluhur Weng, Weng Lou berdiri sendirian di tempatnya.
Ingatan kehidupan kesembilan puluh sembilan kini telah ada di dalam dirinya. Tidak hanya di otaknya, tetapi jiwanya.
Kini kepingan jiwa dalam dirinya hampir sepenuhnya lengkap, hanya menyisakan satu kepingan lagi untuk benar-benar melengkapi jiwanya. Weng Lou tau dimana kepingan terakhir itu berada.
Itu ada di dalam Hutan Fu Lin, tepatnya di dalam Desan Fenmu, dimana kehidupan kelima puluh satu Weng Lou meninggalkan kepingan jiwanya yang berisikan cara untuk benar-benar membunuh Unknown God.
Tapi dibandingkan memikirkan masalah kepingan jiwa terakhir ini, dia lebih peduli terhadap hal lainnya.
Itu adalah masalah yang saat ini sedang menimpa Lin Mei. Tidak, mungkin lebih tepat mengatakan sepuluh bagian jiwanya yang saat ini.
Karena peristiwa yang terjadi di perbatasan Dimensi Bumi, jiwa Lin Mei terbagi menjadi sepuluh bagian yang berbeda dan bereinkarnasi dalam kehidupan dan identitas yang berbeda-beda.
Menurut kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou, lima bagian jiwa Lin Mei ada di Pulau Pasir Hitam, sedangkan lima lainnya terpencar di seluruh Dimensi Asal Mula.
Untungnya, kehidupan kesembilan puluh sembilan bisa memastikan bahwa kelimanya masih hidup meski Unknown God telah menyerap sumber kehidupan di Daratan Utama dan beberapa daerah lainnya.
"Aku ingat seorang gadis yang ku temui di Pulau Fanrong waktu itu. Dia membuat ku memiliki perasaan akrab yang aneh tentangnya. Kemungkinan dia adalah salah satu dari lima bagian jiwa Lin Mei di luar Pulau Pasir Hitam. Itu berarti aku hanya harus mencari empat lainnya.
Setelah mengalahkan Unknown God, aku akan mulai mencari mereka dan membawa mereka ke Dimensi Weng. Penyatuan Jiwa akan sulit dilakukan di Dimensi ini karena tidak stabil setelah sebagian besar sumber kehidupan di beberapa tempat telah diserap Unknown God."
Weng Lou menghela napas panjang. Dia menoleh dan menatap keluar jendela ruang tahta. Terdapat sebuah bangunan kastil lainnya yang saat ini ditinggali oleh orang-orang Keluarga Lin.
Tanpa menggunakan kekuatan apapun, dia bisa melihat menembus bangunan kastil dan melihat sosok seorang gadis berambut merah terang di ruang bawah tanah kastil. Dia terlihat sedang bermeditasi. Kekuatan Jiwa meluap-luap dalam dirinya. Beberapa kali, gambaran seekor Phoenix muncul di belakangnya.
__ADS_1
"Dia sudah menjadi Kaisar Jiwa menengah ternyata. Meski jiwanya tidak lengkap, dia bisa mencapai tingkatan ini sebelum berusia dua puluh tahun, ini menunjukkan bahwa dia telah berusaha keras selama tiga tahun ini." Weng Lou tersenyum tipis.
Dia kemudian mengalihkan tatapannya ke arah lainnya di mana terlihat sosok Weng Hua yang berada dalam rombongan Keluarga Weng yang akan memasuki portal dan menyebrangi Jembatan Dimensi sebagai penjaga.
Bertahun-tahun yang dia habiskan di dalam Keluarga Leluhur Weng membuatnya menjadi anggota muda Keluarga Weng paling berbakat di bawah naungan Penasehat Kepala Keluarga Weng. Tingkat Praktiknya berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 8, jauh di bawah Lin Mei.
Namun yang mengejutkan darinya adalah jumlah Kekuatan Jiwa miliknya yang jauh di atas seorang Penguasa Jiwa puncak. Jumlah Kekuatan Jiwa nya menyamai seorang Raja Jiwa menengah.
"Hua sudah membuat Danau Jiwa miliknya meski belum berada di tahap 9 ranah Penyatuan Jiwa. Unsur Angin dan Air di sekitarnya juga sangat berlimpah. Kedua unsur itu saling setara, tanpa ada yang mendominasi dalam dirinya. Dia benar-benar mengalami perubahan besar, berbeda jauh ketika terkahir kali kami bertemu," gumam Weng Lou.
Tatapannya pun berpindah ke arah lainnya. Dia menatap ke arah Bingbing yang sedang bersiap-siap bersama anggota keluarganya. Mereka akan menjadi bagian dari kelompok berikutnya untuk melewati portal. "Bingbing......dia berhasil menerobos batasan garis darahnya dan naik hingga menjadi ranah Penyatuan Jiwa tahap 5. Garis darah Singa Langit dalam dirinya pasti berevolusi setelah dia berubah menjadi manusia. Dengan tingkat praktiknya, dia bisa merubah garis darahnya menjadi sesuatu yang lebih kuat di masa depan."
Weng Lou kemudian menoleh ke arah lainnya untuk terakhir kali, dia melihat sosok Weng Ning sedang berada di sebuah tempat yang jauh dari Kediaman Keluarga Leluhur Weng.
Lokasinya berada di Wilayah Tengah Pulau Pasir Hitam, sebuah tempat berupa pulau dimana dikelilingi oleh danau yang cukup luas. Danau tersebut berada dalam kondisi membeku. Bukan hanya bagian atasnya saja yang membeku, melainkan seluruhnya.
Weng Lou berkedip. Alisnya terangkat saat melihat bahwa Weng Ning entah bagaimana berhasil membangkitkan sedikit kekuatan garis darah Ras Ilahi dalam dirinya.
Udara dingin keluar dari dalam tubuhnya. Udara dingin itu sangat dingin dan bahkan membuat sosok Dewa yang bersama Weng Ning merasa kedinginan. Sensasi dingin yang dirasakannya seperti sekujur tubuhnya ditusuk oleh paku-paku dingin.
"Ini diluar perkiraan ku. Es Abadi miliknya ternyata berasal dari jejak Es Asal Mula. Pantas saja kekuatan unsurnya begitu kuat."
Weng Ning berhasil membangkitkan kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi dalam dirinya seorang diri tanpa bantuan seorang pun dari anggota Keluarga Weng yang juga membangkitkan kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi.
Dan juga, kekuatannya yang berada di ranah Penguasaan Jiwa, Kaisar Jiwa awal membuatnya hanya di bawah Lin Mei.
__ADS_1
"Semuanya berhasil meningkatkan kekuatan mereka dengan baik. Aku merasa iri. Waktu yang kubutuhkan untuk naik ke ranah Absolute dari ranah Penguasaan Jiwa adalah tujuh tahun. Itupun karena dibantu kekuatan dari kepingan jiwa kehidupan terdahulu ku. Sementara itu Mei, Hua, Bingbing, dan juga Ning'er mencapai tingkatan mereka dengan usaha keras mereka sendiri. Aku yakin jika mereka mendapatkan keberuntungan yang sama seperti ku, mereka paling tidak berada di ranah Deva dan menjadi Dewa.
Ya.....lagipula mereka berempat memiliki empat bagian jiwa Lin Mei yang asli. Satu orang lagi tidak kuketahui, tapi semua itu tidak masalah. Masih banyak waktu untuk mencarinya. Aku sebaiknya menyelesaikan urusanku di Desa Fenmu secepatnya dan bergegas membantu Zhi Juan. Unknown God akan terus bertambah kuat semakin lama dirinya berada di Dimensi Asal Mula ini."
Setelah melihat keempat orang yang dia yakini memiliki empat bagian jiwa Lin Mei, Weng Lou pun berjalan turun dari tempatnya dan menghampiri pintu ruang tahta yang ditutup oleh Penasehat Kepala Keluarga Weng.
Dia mengetuk pintu itu pelan. Penasehat Kepala Keluarga Weng yang berdiri di belakang pintu itu bisa mendengar ketukan Weng Lou. Dia segera menarik kembali kekuatannya yang mengunci pintu tersebut dan buru-buru membukanya.
Ketika pintu terbuka, dia langsung bisa melihat sosok Weng Lou di balik pintu.
Dengan cepat, Weng Guwen, sang Penasehat Kepala Keluarga Weng, orang yang bertanggung jawab terhadap Keluarga Weng di seluruh Pulau Pasir Hitam selama lima ratus tahun lamanya berlutut hormat di hadapan Weng Lou.
"Salam, Kepala Keluarga!" serunya dengan cepat.
Empat orang lainnya yang ada di dekatnya buru-buru ikut berlutut dan berseru, ""Salam Kepala Keluarga!""
Melihat kelimanya, Weng Lou mengangguk dan menyuruh mereka untuk bangkit berdiri.
"Aku akan segera pergi, Guwen, apa kau tau dimana Ular Kegelapan berada? Apa dia mati di Daratan Utama?" Weng Lou bertanya pada Penasehat nya, Weng Guwen.
Weng Guwen yang mendengar pertanyaan Weng Lou segera menjawab, "Menurut laporan beberapa Dewa yang aku utus menuju Daratan Utama untuk membinasakan Keluarga Ying tiga tahun yang lalu, Ular Kegelapan telah meninggalkan tempat tinggalnya, Hutan Leluhur Ying dan bergerak menuju Gurun Pemakan Kehidupan. Ada kemungkinan dia menuju Hutan Fu Lin, tapi ada kemungkinan dia bersembunyi di ujung Gurun Pemakan Kehidupan."
Weng Lou mengangguk mengerti. Dia kemudian memberikan arahan kepada Weng Guwen dan yang lainnya untuk mempercepat proses pemindahan orang-orang di Pulau Pasir Hitam sebelum akhirnya pergi dari Pulau Pasir Hitam.
Tujuannya selanjutnya adalah Hutan Fu Lin. Dia harus melengkapi sisa kepingan jiwanya dan juga mencari keberadaan Ular Kegelapan.
__ADS_1
Ular itu bukanlah sesuatu yang berasal dari Dimensi Asal Mula. Dia ditemukan oleh Weng Lou di luar Dimensi Asal Mula, tepatnya di dalam 'Kekosongan'. Hanya satu makhluk yang secara alami berasal dan bisa hidup di dalam 'kekosongan'. Itu tidak lain adalah Pelahap Dimensi.
Ular Kegelapan adalah seekor Pelahap Dimensi.