
Berapa banyak sebuah Roh Jahat harus menyerap jiwa lainnya untuk menjadi seekor Ghoul?
Sepuluh? Dua puluh? Seratus? Jawabannya adalah lima ratus jiwa dewasa yang masih memiliki emosi utuh dan itu merupakan persyaratan minimal. Seekor Ghoul memerlukan energi negatif dari emosi para jiwa yang dia serap.
Bisa dibilang, jiwa-jiwa yang dia serap ini merupakan sumber bahan bakar yang dia miliki agar bisa tetap terus hidup. Oleh sebab itu, seekor Ghoul sejati akan menyimpan semua jiwa yang sudah dia makan ke dalam Inti miliknya. Jiwa-jiwa ini akan tetap utuh dan menghasilkan emosi benci yang diubahnya menjadi kekuatan.
Oleh sebab itu, Inti Ghoul dianggap sebagai sesuatu yang jahat, dan hanya beberapa orang yang mau menggunakannya tanpa mempedulikan para jiwa yang berada di dalamnya.
Untuk menggunakan kemampuan yang meningkatkan kekuatannya, Ghoul akan membakar beberapa jiwa yang telah disimpannya. Jiwa-jiwa ini akan disiksa dan menghasilkan lebih banyak kebencian, hingga akhirnya jiwa tersebut harus lenyap karena kehilangan emosinya.
Di dalam Inti Ghoul, Weng Lou bisa merasakan rasa benci para jiwa di dalamnya yang terarah padanya.
Jiwa-jiwa itu menatap dirinya dengan kebencian yang mendalam, dan menganggapnya sebagai dalang utama yang membuat mereka tersiksa selama ini.
Weng Lou sadar, bahwa para jiwa ini meski ditahan di dalam Inti seekor Ghoul, tapi mereka tidak tau kalau mereka telah mati di tangan seekor Ghoul. Hal ini pasti disebabkan oleh tubuh Ghoul yang menyerupai monster berwujud kadal raksasa. Jika seorang Praktisi Beladiri tidak memiliki kepekaan yang cukup, mereka akan terkecoh oleh rasa takut dan bau kematian yang ada di udara.
Para jiwa yang berada di Inti Ghoul tersebut mulai mendekati kesadaran Weng Lou yang berada dalam bentuk menyerupai tubuh Weng Lou yang asli. Jiwa Pendendam yang paling dekat dengannya mulai menggenggam tangan Weng Lou dengan erat, dan mencoba menarik dirinya ke dalam lautan jiwa.
Satu persatu para jiwa menangkap, memegang, dan bahkan mencekik kesadaran Weng Lou. Mereka terus menarik kesadaran Weng Lou hingga ke bagian paling dalam dari Inti Ghoul, sementara Weng Lou bisa merasakan kesadarannya sedang di tarik keluar dari tubuhnya.
"Ini berbahaya, kesadaran ku akan ditarik sepenuhnya jika terus begini. Aku harus melakukan sesuatu," pikir Weng Lou dengan cepat.
Dia mendorong mundur jiwa-jiwa disekitarnya dan mengambil jarak cukup jauh dari mereka. Dia memperhatikan daerah paling tengah di ruangan berisikan jiwa-jiwa itu, dimana terdapat sebuah nyala api yang sangat besar dan sedang membakar beberapa jiwa yang tidak berhenti menjerit kesakitan.
"Ketemu."
Kesadarannya segera melesat cepat ke arah kobaran api tersebut, dan kemudian melihat rupa sebenarnya dari nyala api yang membara itu.
Weng Lou tersenyum dingin menatap jiwa asli dari Ghoul yang dia lawan sebelumnya. Itu adalah seekor binatang buas berbentuk kadal yang berukuran tidak lebih dari lengan orang dewasa. Namun kebencian dan energi negatif yang dia pancarkan benar-benar mengerikan.
"Jadi alasan kecerdasan Ghoul itu sangat kurang adalah karena dia memang bukan manusia? Tapi apa-apanya dengan kebencian itu? Bagaimana seekor binatang buas bisa memiliki kebencian yang begitu dalam dari dirinya sendiri? Penderitaan macam apa yang dialaminya?" Pertanyaan-pertanyaan itu hanya membuat Weng Lou semakin penasaran dan dia mulai melihat ke sekitar jiwa kadal terbesar.
Energi negatif dari jiwa kadal tersebut, terus membakar para jiwa di sekitarnya, sehingga membuat jiwa kadal itu tidak bisa dibunuh begitu saja oleh Weng Lo.
Sebenarnya jika dia dalam keadaan prima dan mentalnya tidak kelelahan, dia akan melihat kejadian ini biasa saja, karena dia bahkan tidak mengenal para jiwa itu. Tapi, setelah kelelahan selama beberapa hari, dan juga dia harus menggunakan kesadarannya beberapa kali untuk memasuki beberapa Inti Ghoul sebelumnya, keadaan Weng Lou bisa dibilang sangat sensitif untuk saat ini.
Terutama ketika dia menyerap Kekuatan Jiwa dari dalam Inti Ghoul, sisa emosi dari Kekuatan Jiwa tersebut akan dirasakannya juga.
Melihat banyaknya jiwa yang tersiksa seperti itu di depan matanya, dia tidak bisa membiarkan hal tersebut begitu saja. Tapi apa yang bisa dia lakukan di dalam Inti Ghoul ini? Dia tida bisa menyerang begitu saja karena dia hanyalah sebuah kesadaran.
Kedatangan Weng Lou di dalam tempat itu segera di sadari oleh jiwa kadal tersebut, dia menatap ke arah Weng Lou dan menggeram marah. Mulutnya terbuka, dan dia menyemburkan serangan energi ke arah Weng Lou. Kesadaran Weng Lou segera menghindari nya, jiwa kadal tersebut tampak semakin marah karena serangan nya tidak mengenai Weng Lou.
__ADS_1
Mengkertakkan giginya, Weng Lou akhirnya membuat keputusan, dia bergerak ke arah kadal itu dengan perlahan. Jiwa kadal tersebut terlihat waspada sambil menunjukkan gigi-giginya yang hanya sebesar kuku manusia biasa.
"Tenanglah, aku disini ingin membantu. Aku tidak berniat untuk melukai mu!" Kesadaran Weng Lou yang mengambil bentuk tubuh aslinya, mengangkat tangan dan memperlihatkan bahwa dia memang tidak memiliki niat buruk.
Setelah beberapa kali masuk ke Inti Ghoul, Weng Lou telah paham cara agar bisa berbicara dengan jiwa yang terdapat di dalam Inti Ghou.
"Tidak ada yang bisa dipercaya dari seorang manusia.....pergi dari sini, sebelum aku melahap kesadaran mu!" Secara mengejutkan, jiwa kadal itu bisa dengan lancar berbicara kepada Weng Lou. Namun Weng Lou tidak merasa heran karena memang dalam wujud jiwa, semua makhluk hidup itu sama dan bisa mengerti pemikiran satu sama lain.
"Percaya padaku! Aku hanya ingin menolong mu! Katakan padaku, apa keinginan mu? Hal apa yang membuat mu memiliki kebencian sebesar ini? Siapa yang melukai mu?"
Geraman dari jiwa kadal itu semakin membesar dan dia menatap Weng Lou dengan amarah yang sangat besar sambil berteriak, "Kalian! Para manusia seperti mu yang sudah membuatku seperti ini! Pembantaian yang kalian lakukan.... anak-anak ku....kalian membunuh mereka semua, lalu memasukkan ku kedalam labirin terkutuk ini!"
"Aku berakhir dibunuh oleh remaja seperti mu beberapa bulan kemudian dan membuat rasa benciku kepada kalian, manusia, semakin besar. Amarah dan kebencian ku tidak akan padam sampai kedua manusia yang telah membuatku seperti ini mati!!!"
Mendengarkan cerita singkat dari jiwa kadal itu, Weng Lou hanya bisa menghela napas panjang, dan mengangguk mengerti. Dia pun semakin mendekat ke arahnya.
"Jika tidak masalah, bisakah kau memberitahuku, siapa kedua orang itu? Atau paling tidak sesuatu yang khas dari mereka yang masih kau ingat. Mungkin aku bisa membantumu membalaskan dendammu-"
"Tidak perlu! Kau sendiri adalah seorang manusia, kau pasti akan memihak mereka begitu aku memberitahukan siapa mereka! Hmp! Kau pikir aku cukup bodoh untuk bergantung dengan mu?! Sekarang, keluar dari sini sekarang juga!!!"
Serangan energi kembali dikeluarkan oleh kadal itu. Kali ini energi itu membentuk sebuah gelombang besar yang mengarah ke kesadaran Weng Lou. Pada saat yang sama, jiwa-jiwa yang ada di sekitar mereka mulai terbakar satu persatu dan terus bertambah.
Dengan mengandalkan semangatnya, kesadaran Weng Lou melesat dan menabrak gelombang energi tersebut dan melewatinya. Terlihat kesadarannya semakin melemah begitu dia melewati gelombang tersebut. Tapi dia tidak berhenti di situ, dengan cepat dia sampai di hadapan kadal itu, dan buru-buru menangkap kepalanya.
"Kaahh!!! Lepaskan aku!!!"
Kadal itu meronta-ronta, namun genggaman kesadaran Weng Lou sangat kuat. Dengan satu gerakan, kepala mereka berdua saling bersentuhan, dan Weng Lou pun masuk ke dalam kesadaran jiwa kadal itu. Lingkungan di sekitarnya langsung berubah total, ketika Weng Lou menyadari bahwa dia telah masuk ke dalam ingatan yang dimiliki oleh jiwa kadal tersebut.
Tempat dia berada saat ini adalah sebuah hutan lebat yang mana terdengar suara kicauan burung dari dahan-dahan pepohonan.
Weng Lou masih memeriksa tempat dia berada selama beberapa saat, ketika kemudian beberapa kelompok Praktisi Beladiri terlihat melesat di dalam hutan dan mengarah ke satu arah yang sama. Weng Lou langsung bergerak mengejar mereka dan menyamakan posisi dirinya dengan mereka. Tidak ada satupun dari kelompok itu yang menyadari kehadiran sosok Weng Lou, karena ini semua hanyalah sebuah ingatan.
Mereka kemudian sampai di sebuah gua yang terletak di bawah kaki gunung berapi yang berlokasi di tengah-tengah hutan. Tanpa ragu, kelompok itu masuk ke dalam gua, dan Weng Lou terus mengikuti mereka hingga sampai di ujung gua tersebut.
Sebuah kolam berisikan lahar panas terdapat pada ujung goa tersebut. Di tepi kolam, beberapa tanaman aneh tumbuh dengan subur. Tanaman-tanaman itu mengeluarkan cahaya kemerahan dari daunnya dan juga hawa panas yang mencapai seratus derajat celsius lebih.
Namun pandangan kelompok itu justru terarah pada dinding gua, yang mana terdapat sebuah lubang kecil berisikan beberapa butir telur yang juga mengeluarkan cahaya kemerahan dari dalamnya.
Salah satu anggota kelompok itu berjalan ke arah telur-telur tersebut. Begitu sampai, dia langsung menghancurkan telur-telur itu tanpa berkedip. Tepat setelah telur-telur itu dihancurkan, teriakan marah terdengar dari dalam kolam lahar.
Sesosok Kadal Iblis Api melompat keluar dari dalam kolam lahar itu, dan langsung menerkam orang yang telah menghancurkan telur-telur nya. Punggung orang itu langsung meleleh begitu terkena cakaran panas kadal itu, dan tak berapa lama, dia pun mati.
__ADS_1
Anggota kelompok yang lain segera menyerang ke arah kadal itu, berencana menghabisinya juga. Akan tetapi, mereka semua malah mati di tangan kadal itu, dan hanya menyisakan pemimpin kelompok itu yang masih berdiam diri di tempatnya.
Tanpa menunggu lawannya menyerang lebih dulu, sang Kadal Iblis Api memilih menyerang pertama kali. Sosoknya segera berlari lincah dan melompat ke arah pemimpin kelompok. Cakar-cakar nya bergerak menyerang, akan tetapi lawannya itu bisa dengan mudah menghindari nya
Setelah setengah menit hanya menghindari serangan si kadal, akhirnya pemimpin kelompok tersebut memilih untuk segera menghentikan serangan sia-sia kadal itu. Kakinya bergerak sangat cepat, dan menendang kepala kadal itu hingga membuatnya terkapar di dinding goa.
Ketika melakukan serangan itu, wajah pemimpin kelompok yang sebelumnya tertutupi oleh jubah yang dikenakannya, tanpa sengaja terbuka dan memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya.
Wajah Weng Lou berubah serius ketika melihat wajah orang itu, dan dia hanya bisa mendecakkan lidah.
Kadal Iblis Api itu pun akhirnya pingsan karena serangan lawannya, dan dia pun dibawa oleh pemimpin kelompok tersebut. Lingkungan sekitar Weng Lou sekali lagi berubah, kali ini lokasinya merupakan tempat yang dikenalinya.
Itu adalah lorong di dekat pintu masuk menuju pusat labirin. Di dalam lorong itu, Weng Lou melihat sosok Kadal Iblis Api yang telah semakin bertumbuh sang besar. Wujudnya sama persis dengan yang Weng Lou lihat ketika pertama kali dia bertemu Ghoul dari kadal itu.
Pada ingatan itu, seorang pemuda berusia dua puluh tahun berhasil menghabisi kadal itu. Tapi sayangnya kematian yang didapat oleh kadal tersebut sama sekali tidak bisa dipercaya.
Kadal besar tersebut dikuliti hidup-hidup oleh pemuda itu, sebelum kemudian mulai mengambil organ tubuh kadal itu, sebelum akhirnya membunuhnya. Itu adalah kematian paling menyakitkan yang pernah Weng Lou lihat, dia bahkan sampai gemetar karena geram saat melihat hal tersebut. Sayangnya, Weng Lou tidak tau identitas dari pemuda tersebut, meski dia bisa melihat wajahnya sepenuhnya.
Ingatan itu kemudian berakhir, dan kesadaran Weng Lou kembali ke dalam Inti Ghoul. Dirinya masih memegang kepala kadal itu, tapi sekarang tidak ada lagi perlawanan dari kadal itu. Dia memilih untuk diam di tempatnya, dan energi negatif serta emosi kebenciannya tidak lagi dia keluarkan, sehingga jiwa-jiwa yang ada di situ berhenti terbakar.
"Kau....aku minta maaf," Weng Lou berbicara dengan menyesal. Dia tidak tau bahwa kematian kadal ini jauh lebih keji daripada apa yang sudah pernah dia lakukan selama ini.
"Tidak perlu.....kami para binatang buas memang hanyalah tambang sumber daya bagi kalian manusia. Pada dasarnya, bahkan jika kami tidak melakukan kejahatan terhadap kalian, kalian tetap akan memburu kami untuk mengambil bagian tubuh kami. Entah itu untuk obat-obatan, senjata, atau pun hanya sebagai makanan. Kalian merasa bahwa diri kalian adalah dewa yang berhak atas kehidupan kami, padahal yang kami inginkan hanyalah kehidupan damai tanpa adanya gangguan dari kalian," jelas Kadal itu.
Dia menghela napasnya, lalu menatap kedua mata Weng Lou, bukan mata pada kesadaran yang ada di depannya, melainkan kedua mata Weng Lou yang ada di dunia luar.
"Haaah..... aku sudah tidak peduli lagi. Aku ingin segera bertemu dengan anak-anak ku, dendam yang kubawa selama ini tidak akan bisa aku balasan kapanpun itu."
Weng Lou mengepalkan tangannya dengan. keras, sebelum kemudian mulai berbicara, "Aku berjanji akan membalaskan dendam mu. Aku bersumpah atas namaku, Weng Lou."
Sebuah senyuman muncul pada wajah kadal itu, dia hanya mengangguk pelan. Perlahan wujud jiwa kadal itu melebur, kesadaran Weng Lou segera di terik keluar. Tak berapa lama, Inti Ghoul tersebut pecah, dan jiwa-jiwa yang terkurung di dalamnya akhirnya terbebas.
Kebencian dan energi negatif yang mempengaruhi mereka pun menghilang. Wujud mereka kemudian mulai menghilang di udara satu persatu, sama seperti jiwa kadal yang sebelumnya.
Dari Inti Ghoul yang telah hancur itu, beberapa Kekuatan Jiwa bergerak keluar, lalu melesat masuk ke dalam tubuh Weng Lou. Tubuh Weng Lou terasa seperti ditabrak oleh sebuah batu besar saat Kekuatan Jiwa tersebut mengalir ke tempat Dantiannya seharusnya berada.
Di dalam tubuh Weng Lou, jembatan penghubung antara Weng Lou dengan Kekuatan Jiwa miliknya yang telah terpendam, akhirnya lengkap dan segera lonjakan besar Kekuatan Jiwa menyelimutinya.
Senyum lebar menghiasai wajah Weng Lou, dia menatap kedua tangannya, dan melihat energi yang lebih lembut dari pada Qi itu keluar dari tubuhnya. Sensasi nyaman bisa dirasakan olehnya dari energi tersebut.
"Kekuatan Jiwa....aku sangat jarang menggunakannya ketika masih memiliki kekuatan ku, tapi sekarang aku bisa berlatih menggunakannya. Siapa yang memerlukan Qi jika kau bisa menggunakan Kekuatan Jiwa? Bahkan para Penguasa tidak lagi menggunakan Qi mereka, melainkan hanya Kekuatan Jiwa milik mereka saja!"
__ADS_1