Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 450. Feng Lang Si Serigala Angin (I)


__ADS_3

Feng Lang dan Weng Baohu Zhe saling menatap satu sama lain selama beberapa saat sampai kemudian keduanya pun bersamaan berjalan maju dengan perlahan.


Kedua tangan Feng Lang mulai ditutupi oleh Qi yang kemudian terlihat berputar dalam kecepatan yang sangat cepat. Di sisi lain Weng Baohu juga ikut mengeluarkan Qi milik nya dan melapisi kedua telapak tangannya.


Tepat ketika mereka berdua hanya berjarak sepuluh langkah saja, mereka pun saling melesat ke arah satu sama lain.


Feng Lang mengepalkan tangannya dan memberikan serangan pukulan menggunakan tangan kanannya sementara Weng Baohu Zhe menyambut nya dengan tepak nya.


Bam!


Pukulan dan tapak saling bertemu, menimbulkan angin yang berhembus kencang di sekitar keduanya.


Feng Lang tidak berhenti di situ saja, dia kemudian melayangkan lebih banyak serangan pukulan dan segera disambut kembali oleh Weng Baohu Zhe seperti sebelumnya.


Saling adu serangan pun terjadi. Pukulan dari Feng Lang terarah pada Weng Baohu Zhe namun sebelum dapat mengenai tubuhnya, tapak miliknya sudah lebih dulu menghentikannya.


Tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya mulai sedikit demi sedikit hancur karena serangan mereka, Feng Lang dan Weng Baohu Zhe terus beradu serangan selama kurang lebih dua menit.


Tak disangka oleh Weng Baohu Zhe serangan dari Feng Lang mampu menyaingi serangan tapak miliknya. Meski dia tidak meremehkannya, tetap saja ini hal yang mengejutkan.


Perlu diingat dirinya adalah seorang Praktisi Beladiri yang telah berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2 lebih dari 3 minggu yang lalu, melawan Praktisi Beladiri yang masih berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak, seharusnya tidak sesengit ini.


"Kau menahan tingkat praktik milik mu sendiri ternyata," ucap Weng Baohu Zhe yang menahan serangan pukulan dari Feng Lang.


Feng Lang tidak menjawabnya tetapi tersenyum kecil sebagai tanggapan atas tebakan Weng Baohu Zhe.


Pam!


Salah satu serangan tapak milik Weng Baohu


gagal dihindari oleh Feng Lang, dan mengenai pundaknya. Untungnya, dia sebelumnya telah menutupi seluruh tangannya dengan Qi miliknya sehingga dampak serangan tapak milik Weng Baohu Zhe itu tidak terlalu melukainya.


Slap!


Mendadak gaya bertarung Feng Lang berubah. Dia membuka kedua telapak tangannya dan menerima serangan tapak Weng Baohu Zhe dengan tapak miliknya.


Baohu Zhe mengerutkan dahinya karena hal itu. Sepertinya sebelum nya Feng Lang masih belum serius, pikirnya.


"Aku sadar dengan batasan dan kekuatan ku sendiri, ayo! Serang aku dengan serius! Aku akan melayani mu!" serunya pada Feng Lang.


"Hahaha...aku merasa terhormat bisa melawan seorang tetua dari Keluarga Leluhur Weng yang memiliki reputasi besar di seluruh Pulau Pasir Hitam ini. Baiklah, aku tidak akan sungkan!" balas Feng Lang yang kemudian Qi pada tangannya mulai berputar semakin cepat.


Dengan gerakan cepat dia mengarahkan tapaknya pada dada Baohu Zhe, namun segera ditepis olehnya.

__ADS_1


Sebagai balasannya, Baohu Zhe sudah kembali memberikan serangan tapak dengan lebih banyak Qi yang terkumpul pada telapak tangannya. Tapaknya itu mengarah ke tubuh Feng Lang namun segera di tahan menggunakan tapak Feng Lang.


Secara aneh kekuatan tapak milik Weng Baohu Zhe seakan lenyap begitu tapak nya bertemu dengan tapak milik Feng Lang. Kerutan pun semakin banyak pada dahinya, dan dia akhirnya memilih untuk mundur dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Feng Lang tidak mengejarnya, dan tetap pada tempatnya.


Dia memasang posisi siap bertarungnya dan memberi kode pada Weng Baohu Zhe bahwa dia siap menerima serangan lainnya. Namun Weng Baohu Zhe yang masih tidak mengerti mengapa dampak dan kekuatan serangannya yang lenyap sebelumnya, tidak terpancing akan provokasi dari Feng Lang itu.


Sebagai seorang Praktisi Beladiri yang telah lama berada di ranah Penyatuan Jiwa, bukanlah tindakan bijak untuk membawa emosinya dalam sebuah pertarungan.


"Qi yang ada pada tangannya itu tampak aneh. Setelah bertarung selama beberapa menit dengannya aku baru menyadari, bukan kekuatan serangannya yang setara dengan milikku, tetapi kekuatan seranganku yang menghilang setiap kali seranganku menyentuh tangannya yang dilapisi dengan Qi. Pasti alasannya adalah Qi nya yang melapisi kedua tangannya itu," gumam Baohu Zhe sambil menajamkan tatapannya pada kedua tangan Feng Lang.


"Ada apa? Bukankah kau bilang akan melayaniku dalam pertarungan ini?" Feng Lang bertanya padanya sambil tersenyum.


Weng Baohu Zhe pun memejamkan matanya sejenak, lalu mulai memasang kuda-kuda nya.


Kedua tangannya dia angkat ke depan, dan Qi nya sekali lagi mengalir keluar dari dalam tubuhnya, dan terkumpul di kedua telapak tangannya. Baohu Zhe menarik tangan kirinya ke depan dadanya, dan tangan kanannya berada di depan.


"Aku akan memastikannya lebih jauh, apakah tebakan ku ini benar atau tidak," ucap Baohu Zhe.


Dia kemudian menarik napas pelan, dan detik berikutnya dia pun telah muncul di hadapan Feng Lang.


Dengan cepat dia melesatkan rentetan serangan tapak padanya, namun tanpa disangka, Feng Lang ternyata mampu untuk mengimbangi kecepatan serangan Weng Baohu Zhe dan menangkis semua serangannya.


Weng Baohu Zhe kemudian berhenti melanjutkan serangannya tapaknya, dan dengan gerakan cepat menangkap kedua tangan Feng Lang.


"Rahasia kekuatan mu adalah Qi yang dialirkan secara berputar di kedua tangan mu ini, bukan?"


Senyum pada wajah Feng Lang pun menghilang dan digantikan dengan tatapan serius dari nya.


"Lalu kenapa? Apa dengan begitu kau bisa memberikan serangan yang berefek pada ku?" tanya Feng Lang dengan tatapan seriusnya.


Weng Baohu Zhe tertawa pelan, dia kemudian melepaskan kedua tangan Feng Lang, lalu menundukkan badannya.


"Tentu saja."


PAM!!!


Dalam sepersekian detik, Weng Baohu Zhe melesatkan tapaknya ke arah perut Feng Lang, dan mengenainya dengan telak.


Mata Feng Lang melebar menerima serangan itu, dan mulutnya pun terbuka.


"Ack-"

__ADS_1


"Hanya kedua tangan mu saja yang kau beri aliran memutar menggunakan Qi mu, bagian tubuh mu yang lain tidak, jadi pastinya efek seranganku akan dapat kau rasakan." Weng Baohu Zhe berbicara dengan santai.


Feng Lang pun melompat mundur sambil memegangi perutnya. Dia mengelus perutnya yang terasa sakit lalu mengeluarkan sebuah pil dan menelannya.


Glek.....


"Mata mu tajam juga ternyata," puji Feng Lang.


"Tidak mungkin aku bisa menjabat sebagai salah satu tetua di Keluarga Leluhur Weng tanpa memiliki keahlian, kau tau itu..."


Feng Lang pun menghela napasnya, lalu mengeluarkan Qi miliknya dalam jumlah besar, Qi miliknya itu pun mulai menutupi seluruh tubuhnya dan pusaran alirannya pun Tempak memutar, mulai dari tangannya hingga ke ujung kakinya dengan cepat.


"Karena kau sudah mengetahuinya, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain memberikan semua yang aku punya untuk bisa mengalahkan lawanku.


Mata Feng Lang tampak serius dan dia pun melangkah maju. Tanah yang ia pijak menjadi hancur, dan dia pun menyerang ke arah Weng Baohu Zhe.


Telapak tangan Weng Baohu Zhe mengeluarkan cahaya terang, dan dia pun kembali menyambut serangan Feng Lang.


BAAAMMM!!!!


Ledakan terjadi begitu serangan keduanya saling bertemu.


Weng Baohu Zhe langsung naik ke udara dan menarik kedua tangannya. Cahaya terang kembali keluar dari kedua telapak tangannya.


"Seni Keluarga Weng, Hantaman Tapak Sang Leluhur!"


Dengan sekuat tenaga, Weng Baohu Zhe mendorong kedua telapak tangannya ke arah Feng Lang dari atas arena.


Dua buah telapak tangan raksasa berwarna keemasan pun keluar dari tangannya dan melesat ke arah Feng Lang.


Feng Lang yang melihat serangan itu pun mengangkat kedua tangannya, ke arah datangnya serangan tersebut.


PSSHHHH!!!!


Sebuah pusaran angin memutar di sekitar tangannya yang kemudian dengan cepat membentuk sebuah mata tombak angin raksasa yang tercipta dari pusaran Qi miliknya.


Kekuatan jiwa Feng Lang kemudian ikut keluar dari dalam tubuhnya, dan dialirkan nya tombak angin raksasa ciptaannya.


"Tombak Angin Jiwa, Penghancur Serangan!"


Dua telapak tangan raksasa kemudian menghantam tombak angin raksasa milik Feng Lang.


Terlihat kedua telapak tangan itu mendorong tubuh Feng Lang mundur beberapa langkah, sebelum akhirnya berhenti, dan telapak tangan raksasa itu pun menghilang.

__ADS_1


__ADS_2