Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 616


__ADS_3

Weng Lou, Weng Ying Luan, serta Lin Mei telah saling terpisah selama hampir satu tahun lamanya.


Namun perjalanan yang sudah dialami oleh Weng Lou membuat waktu itu tidak terasa lama. Dia tidak tau dengan Ying Luan, namun dia yakin hari-hari yang telah dia jalani pasti tidak mudah.


Mengingat, dia saat ini sekarang adalah incaran nomor satu Keluarga Lin!


"Jadi maksudmu, aku harus bisa pergi dari sini dan menemuinya? Apa yang membuatmu percaya bahwa aku akan bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini?" tanya Weng Ying Luan sambil mengangkat sebelah alisnya.


Setelah mendapatkan pesan dari Weng Lou, dia kini berada di dalam kamar Weng Lou dan baru saja selesai membahas permasalahan Lin Mei. Rencana mereka adalah, Weng Lou akan tetap di tempat ini, sedangkan Weng Ying Luan akan pergi seorang diri menuju ke perbatasan wilayah Keluarga Lin, lalu pergi mencari Lin Mei dan menanyakan keadaannya, serta alasannya melakukan penyerangan terhadap Keluarga Lin.


Namun rencana itu tampak tidak masuk akal bagi Weng Ying Luan.


Tidak hanya ada sebelas orang Penguasa Jiwa di tempat ini, bahkan ada juga seorang Kaisar Jiwa yang sama sekali bukan tandingan mereka.


"Kau mungkin tidak tau, tapi saat kau kehilangan kesadaran hari itu, aku harus berhadapan dengan seorang Penguasa Jiwa. Karena tidak mengetahui keadaannya waktu itu, aku pun bertarung dengan mencurahkan segala yang aku bisa. Lalu hasilnya? Aku nyaris mati! Ada sebelas dari mereka! Dan aku hanya bisa bertahan menahan tidak lebih dari seratus gerakan salah satu dari mereka! Kau tidak tau seberapa dekatnya aku dengan kematian waktu itu!" keluh Ying Luan.


Weng Lou terkejut mendengarnya. Dia tidak mengetahui masalah pertarungan ini, tidak ada yang memberitahunya.


"Bahkan kau hanya mampu menahan seratus gerakan dari mereka yah? Benar-benar disayangkan. Aku pikir kau bisa lebih kuat dari ini," ujar Weng Lou sambil menghela napasnya kecewa.


Urat-urat muncul di kepala Ying Luan, ketika dia mendengarkan kata-kata Weng Lou.


"Sialan! Kau pikir aku memiliki banyak senjata luar biasa seperti mu?! Kau pikir bagaimana aku bisa bertahan dari seratus gerakan itu, huh?! Aku menghadapinya dengan tangan kosong, dasar sialan! Jika kau memang berpikir aku bisa menahan lebih dari itu, kenapa tidak membuatkan ku sebuah senjata yang sangat kuat saja?"


Kata-kata dari Weng Ying Luan membuat Weng Lou terdiam dan dia mulai berpikir sebentar.


"Kau ada benarnya. Baiklah, aku akan membuatkan ku sebuah senjata, katakan saja senjata seperti apa yang kau inginkan. Aku akan membuatkan mu sebuah senjata yang akan cukup membuatmu bisa keluar dari sini hidup-hidup, tidak perlu khawatir."

__ADS_1


Kali ini berganti menjadi Weng Ying Luan yang terdiam. Dia berkedip. Tidak dia sangka Weng Lou akan benar-benar mau membuatkannya sebuah senjata.


Itu memang sebuah kesempatan besar, namun resiko yang harus dia ambil setelah mendapatkan senjata itu juga sama besarnya.


Weng Lou tidak tau hal lainnya dalam pertarungan antara Weng Ying Luan dengan salah satu dari sebelas bawahan Lin Nushen. Meski hanya bertahan seratus gerakan, namun dalam seratus gerakan itu, dia juga berhasil melukai lawannya dengan serius!


Bahkan, dia belum menggunakan kartu as-nya waktu itu. Dia yakin bisa membawa lawannya mati bersamanya jika dia menggunakannya waktu itu. Dia juga percaya, tidak hanya satu yang bisa dibawa bersamanya.


Setelah memikirkannya lebih jauh, dia akhirnya paham mengapa Weng Lou malah menyuruhnya, bukan dirinya sendiri untuk pergi. Pasti ada semacam kesepakatan yang terjadi antara dia dan sang Kepala Keluarga Lin sehingga membuatnya tidak bisa pergi.


Jika dia tidak ragu sama sekali menyuruhnya untuk pergi, maka dia pasti yakin setidaknya delapan puluh persen bahwa dia akan baik-baik saja.


"Haaaa......karena ini adalah permintaan mu sendiri, maka aku hanya bisa menerimanya. Untuk senjata yang hendak kau buat, aku hanya menginginkan sepasang sarung tangan, yang bisa menyimpan Qi dalam jumlah besar tanpa masalah sedikit pun. Aliran harus bisa diatur dengan baik. Aku ingin agar Qi bisa dilepaskan dalam jumlah besar yang sama dengan yang terkandung di dalamnya dalam sekejap mata, begitu juga ketika di masukkan Qi, sarung tangan itu harus bisa menyerap saat itu juga, tanpa ada pembuangan waktu. Bagaimana, apa kau bisa?"


Weng Ying Luan tidak berharap terlalu banyak. Dia paham dengan betul kemampuan Weng Lou dalam membuat senjata, bahkan dia adalah orang terbaik yang dia tau dalam menempa senjata.


Jika Weng Lou bisa membuatnya sedikit kurang dari itu, dia sudah cukup puas. Mau bagaimana pun, senjata yang bisa melepaskan jumlah Qi yang begitu besar dalam waktu hampir sekejap mata, benar-benar seperti sebuah senjata angan-angan, terutama yang diinginkan oleh Weng Ying Luan adalah sepasang sarung tangan yang ukurannya sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan ukuran senjata normal seperti pedang atau tombak.


Jika masuk dalam kategori tingkatan senjata, mungkin senjata dengan karakteristik seperti itu akan menjadi Senjata Spiritual tingkat tertinggi!


Bahkan mungkin bisa disamakan dengan Pedang Naga Malam milik Weng Lou.


Jelas sekali ini adalah tantangan besar bagi seorang Weng Lou.


"Huff- Kupikir kau ingin senjata seperti apa. Sepasang sarung tangan biasa seperti itu, sangat mudah untuk dibuat. Beri aku beberapa hari, akan ku tuliskan bahan apa saja yang ku butuhkan dalam pembuatannya dan kau carikan semuanya."


Dengan begitu, Weng Lou segera mengusir Weng Ying Luan dari kamarnya. Dia akan memerlukan keadaan setenang mungkin untuk masalah perancangan sebuah senjata seperti ini, oleh sebab itu dia mengusir Ying Luan pergi.

__ADS_1


"He-Hei, tunggu sebentar! Bagiamana dengan uang untuk membeli bahan-bahannya?" tanya Ying Luan dengan cepat.


"Apa? Tentu saja kau akan menggunakan uang mu sendiri untuk membeli semuanya." Weng Lou membalas tanpa beban sedikitpun.


"A-Apa?! Darimana aku dapatkan uang untuk membeli bahan-bahannya? Meski belum kau tuliskan pun, aku tau harga yang diperlukan akan memakan ratusan ribu koin emas! Aku mana mungkin memiliki uang sebanyak itu!"


"Lihat lah orang tidak tau terima kasih ini. Hei! Apa kau pernah melihat orang yang meminta dibuatkan senjata, tapi orang yang diminta membuatnya itu yang juga menyiapkan bahan-bahannya bahkan menggunakan uangnya sendiri untuk membeli bahan-bahannya? Kau harusnya berterima kasih karena aku sama sekali tidak meminta bayaran pembuatan padamu! Sana, enyahlah dari sini! Aku harus mulai membuat rancangannya sekarang!"


*PLAK!*


Pintu ditutup rapat dan meninggalkan Weng Ying Luan di luar dengan mulut ternganga lebar.


Dari mana dia dapatkan uang sebanyak itu dala. beberapa hari?! Uang tabungannya hanya tersisa beberapa ratus ribu saja, mungkin bahkan tidak sampai lima ratus ribu koin emas!


Sekarang, dia mulai menyesal telah memakai sebagian besar uangnya untuk membeli beberapa racun api dan bahan mineral yang mengandung racun api. Meski tidak seberapa, tapi semua uang yang sudah dia pakai setidaknya bisa menambah uangnya saat ini.


"Sial! Sial! Aku harus bagaimana?!"


Sementara Weng Ying Luan sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia mendapatkan uang yang diperlukan untuk membeli bahan-bahan pembuatan senjatanya, di tempat lain, di bagian Utara Daratan Utama.


Sosok seorang gadis bertopeng sedang duduk bermeditasi dia atas seekor burung elang raksasa yang ukurannya sepanjang lima belas meter.


Burung itu terbang dengan stabil di atas sebuah wilayah yang mana ratusan ribu binatang buas sedang berkumpul dan membentuk gelombang binatang buas yang benar-benar mengerikan.


Gadis itu perlahan membuka kedua matanya, dan cahaya merah terang berkedip di pupilnya selama beberapa saat, sebelum kemudian menghilang., meninggalkan kedua pupil merah safirnya yang indah.


"Sudah saatnya kita bergerak."

__ADS_1


__ADS_2