Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 635. Dimulainya Peperangan


__ADS_3

Sementara Weng Lou sedang menyerap kembali ingatan kehidupan terdahulunya, Weng Ying Luan dan Lin Bei kini telah tiba di Tembok Abadi milik Keluarga Wang.


Mereka disambut langsung oleh Wang Tianfei tepat di depan pintu gerbang.


Aura seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 9 miliknya terpancar keluar dan membuat Lin Bei menjadi sedikit gugup. Namun Weng Ying Luan tanpa peduli dengan kekuatan yang dimiliki Wang Tianfei segera mengambil alih kepemimpinan diantara mereka berdua.


"Halo, namaku Lin Yuan. Aku diperintahkan oleh Kepala Keluarga untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh pengkhianat keluarga kami. Bisakah kami meminta kerjasama kalian untuk mengantarkan kami menuju ke tempat pengkhianat itu?" Pertanyaannya itu segera mengundang tatapan heran dan aneh dari para prajurit di atas tembok.


Wang Tianfei berkedip. Dia belum pernah mendengar nama Lin Yuan sebelumnya, namun dia mengenali Lin Bei. Statusnya sebagai salah satu jenius yang dimiliki Keluarga Lin membuat namanya dikenal oleh anggota Keluarga Besar yang lainnya.


Namun saat ini, Lin Bei hanya diam dan membiarkan pemuda yang datang bersamanya untuk berbicara kepadanya. Jelas status pemuda ini tidak bisa dianggap remeh. Akan tetapi, dari penampilannya, Wang Tianfei menjadi ragu.


Weng Ying Luan menyadari hal ini. Dia segera melemparkan medali pemberian Lin Nushen kepada Wang Tianfei dan membiarkannya melihatnya. Tangan Wang Tianfei menangkap medali itu dan membaca informasi yang tertulis di dalamnya.


Sebelah alisnya terangkat. Bukannya menjadi percaya setelah membaca medali tersebut, dia justru menjadi heran dan memiliki tatapan aneh di matanya, sama seperti para bawahannya yang berada di atas Tembok Abadi.


"Seorang anggota keluarga dengan darah campuran menjadi pemimpin kelompok? Apa Keluarga Lin sekarang tidak terlalu mempedulikan garis darah keturunan lagi seperti sebelumnya?" tanya Wang Tianfei sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Ehem.....ya, apakah hal itu penting? Semua orang memiliki kesempatannya masing-masing, bukankah begitu? Kau juga memiliki kesempatan untuk menjadi seorang komandan pasukan, lalu kenapa aku tidak bisa memimpin dalam tugas ini? Lagi pula, yang terpenting adalah kekuatan. Garis darah itu tidak terlalu penting untuk tugas seperti saat ini," jelas Weng Ying Luan.


Lin Bei menggelengkan kepalanya. Dia tau hal seperti ini akan terjadi. Untungnya dia sudah membuat berbagai macam alasan yang cukup masuk akal untuk meyakinkan Wang Tianfei.


"Tuan Tianfei, Lin Yuan ini adalah orang yang dipercayakan langsung oleh Kepala Keluarga kami. Meski dia merupakan anggota keluarga berdarah campuran, namun dia sangat dihargai oleh Kepala Keluarga kami karena bakat dan kekuatan yang dia miliki. Anda tidak perlu meragukan kekuatannya dan kemampuannya, itu yang bisa saya katakan tentangnya."

__ADS_1


Mendengar penjelasan Lin Bei, wajah Wang Tianfei malah menjadi semakin aneh dan tampak kebingungan.


"Aku sama sekalian tidak meragukan kemampuannya. Namun aku meragukan informasi yang kalian miliki tentang masalah ini. Apa kalian semua tau berapa jumlah binatang buas yang dikendalikan oleh pengkhianat dari keluarga kalian?" tanya Wang Tianfei sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Hm? Memangnya kenapa dengan jumlah mereka?"


Pertanyaannya Wang Tianfei membuat sekarang wajah Lin Bei yang kebingungan. Dia tidak terlalu tau informasi tentang hal ini. Dia hanya tau bahwa penghianat yang kabur dari keluarga mereka, berhasil mengendalikan pasukan binatang buas dan menyerang orang-orang.


Meski dia tidak tau jumlah pastinya, namun dia berpikir mereka paling banyak hanya beberapa ratus saja, atau mungkin beberapa ribu. Jumlah seperti itu mungkin menjadi masalah bagi mereka berdua, namun tidak akan terlalu besar. Dia mengingat jelas kekuatan yang dimiliki oleh pengkhianat itu hanya di tingkat Penyatuan Jiwa tahap 3, jadi seharusnya kekuatan binatang buas yang bisa dia kendalikan kekuatannya tidak akan terlalu jauh itu.


Dengan dia dan Weng Ying Luan, mereka akan bisa dengan cepat mengatasinya.


"Haaah..... seperti yang aku duga." Wang Tianfei menepuk wajahnya.


"Kalian tidak tau, jumlah pasukan binatang buas yang dimiliki oleh pengkhianat Keluarga kalian itu mencapai jumlah ratusan ribu. Ada ratusan ribu yang memiliki kekuatan di puncak ranah Pembentukan Pondasi. Beberapa ribu memiliki kekuatan di ranah Pembersihan Jiwa, dengan beberapa ratus yang berada di kekuatan puncak akhir. Juga, ada beberapa puluh yang memiliki kekuatan yang setara dengan para Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa. Bahkan, ada dua binatang buas yang memiliki kekuatan setara Penguasa Jiwa! Kalian dengar?! Penguasa Jiwa!


Wang Tianfei menjelaskan semua itu kepada Weng Ying Luan dan Lin Bei.


Wajah Lin Bei segera berkelebat. Dia tampak muram dan ketakutan. Pantas saja dia hanya diberi perintah untuk mengantarkan Weng Lou dan Weng Ying Luan sampai di Tembok Abadi milik Keluarga Wang. Jika dia diberi perintah untuk ikut menghentikan pengkhianat keluarga mereka, maka dia akan mati dan hanya tinggal nama saja!


Ketika dia memikirkan hal ini, dia menatap Weng Ying Luan yang wajahnya sama seperti sebelumnya, tidak berubah sedikitpun. Dia tidak terganggu ketika mendengar jumlah binatang buas yang disebutkan oleh Wang Tianfei sebelumnya.


Wang Tianfei juga melihat Wang Tianfei. Dia merasa sedikit tertarik dengan pemuda ini.

__ADS_1


"Namun, karena kalian sudah di sini, aku tidak akan bertanya lebih jauh kepada kalian. Ayo, aku akan mengantarkan kalian masuk ke dalam Tembok Abadi kami. Kalian harus beristirahat setelah berpergian selama satu bulan tanpa henti. Kita akan berangkat besok pagi, jadi beristirahatlah sebaik mungkin. Jika kalian lapar, kalian bisa meminta untuk diantarkan makanan kepada prajurit yang berpatroli setiap beberapa saat."


Dengan begitu, Wang Tianfei segera membawa mereka memasuki Tembok Abadi. Mereka diberikan dua kamar berbeda masing-masing dan saling bersebelahan.


Lin Bei memilih untuk beristirahat di kamarnya dan bermeditasi. Sementara Weng Ying Luan, dia memutuskan untuk sedikit berjalan-jalan dan melihat-lihat tembok yang menjadi kebanggan Keluarga Wang selama ratusan tahun ini.


Beberapa prajurit yang dia temui akan menatapnya sejenak selama beberapa saat sebelum mengabaikannya. Komandan mereka yang mengizinkan mereka masuk dan beristirahat di tempat ini, jadi mereka tidak akan membuat Weng Ying Luan mengalami beberapa hal yang menyulitkan.


Malam hari ketika Weng Ying Luan berjalan-jalan di atas Tembok Abadi. Dia menatap bintang-bintang di langit sebelum akhirnya menghela napasnya.


"Lou, kau harus cepat kembali. Aku tidak tau harus menjelaskan apa pada Mei ketika bertemu dia nantinya," gumamnya dengan suara pelan.


Pada saat yang sama, di dekat wilayah perbatasan Keluarga Ying. Pasukan ratusan ribu binatang buas saat ini sedang berhenti dan berdiri di depan sebuah kota besar milik Keluarga Ying. Bukan kota itu yang membuat pasukan binatang buas berhenti, melainkan pasukan manusia yang saat ini sedang berdiri di depan kota tersebut.


Mereka mengenakan pakaian tempur dengan sebuah lambang yang sama di pakaian mereka. Seekor ular yang memiliki tatapan tajam di matanya. Mereka semua adalah prajurit Keluarga Ying! Kehadiran mereka di sini untuk menghentikan para binatang buas pergi lebih jauh memasuki wilayah Keluarga Ying.


Namun, semua pasukan tampak berdiri ketakutan melihat jumlah binatang buas yang sangat banyak. Mereka hanya berjumlah beberapa ribu, namun binatang buas di depan mereka paling tidak jumlahnya melebihi seratus ribu!


Ini tidak seimbang sama sekali. Terlebih, kekuatan pasukan Keluarga Ying hanya dipimpin oleh seorang pria yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2, dengan beberapa bawahan langsung yang berada di puncak ranah Pembersihan Jiwa.


"Lapor, Komandan! Semua binatang buas telah tiba dan nampaknya mereka tidak akan melakukan penyerangan malam ini!" Seorang prajurit yang bertugas sebagai pengintai datang dan memberikan laporannya kepada pria yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2 itu.


Sebagai komandan, dia seharusnya menampilkan rasa percaya diri untuk membantu moralitas di dalam pasukannya. Namun pada saat ini, hanya ada ketakutan di dalam hatinya.

__ADS_1


"Kenapa ada begitu banyak binatang buas?! Bukankah para Tetua mengatakan hanya ada beberapa ribu saja dari mereka?! Ini bukan hanya beberapa ribu! Tapi ratusan ribu!"


Komandan itu berseru dalam hatinya.


__ADS_2