Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 692. Absolute Sejati


__ADS_3

Weng Lou membiarkan wanita itu mengeluarkan semua kesedihan dalam hatinya.


Sementara menunggunya selesai menangis, Weng Lou memilih untuk berjalan masuk ke dalam desa dan mengamati rumah-rumah yang menjadi tempat tinggal para penduduk desa.


Ada beberapa rumah yang dikenalinya, ada juga yang tidak dia kenal sama sekali dan terlihat masih baru dibandingkan dengan rumah-rumah yang dia kenali. Dia menoleh kanan dan ke kiri, bernostalgia untuk sesaat.


Tidak butuh waktu lama, dia pun akhirnya sampai di tengah desa dimana terdapat sebuah bangunan seperti rumah tanpa dinding.


Itu tampak seperti rumah panggung yang sering dijadikan sebagai tempat orang-orang desa berkumpul untuk membicarakan permasalahan yang terjadi di dalam desa.


Weng Lou tidak berjalan mendekatinya, melainkan hanya menatapnya dari tempatnya berdiri saat ini.


"Kau akhirnya datang."


Sebuah suara muncul dalam kepala Weng Lou. Tidak ada ekspresi terkejut pada wajah Weng Lou ketika mendengar suara tersebut. Dia hanya diam dan membiarkan suara itu berbicara.


"Ini salahku. Aku tidak mengawasi Unknown God dalam segelnya, sehingga membuat dia bisa memanfaatkan orang-orang dari Daratan Utama untuk mengembalikan sedikit kekuatannya. Jika seandainya aku mengawasinya sepanjang waktu, hal ini tidak akan terjadi," ujar suara itu penuh penyesalan.


Weng Lou tidak mengatakan apapun.


Menghela napasnya, dia pun memutuskan menaiki tangga dan memasuki bangunan itu. Dia kemudian dihadapkan dengan sebuah patung dirinya. Atau mungkin lebih tepat mengatakan itu adalah patung kehidupan kelima puluh satunya.


"Kita adalah satu. Kau adalah aku, dan aku adalah kau. Jika kau salah, itu artinya aku salah. Tidak ada perbedaan diantara keduanya. Jadi, itu bukan kesalahan mu atau diriku, melainkan kesalahan kita." Weng Lou berbicara dengan suara tegas sambil memandangi patung dirinya itu.


Patung itu bergetar dan memancarkan cahaya keemasan saat suara lainnya terdengar dalam kepala Weng Lou.


"Aku tidak tau bagaimana dia bisa memanfaatkan kekuatan evolusinya dalam dimensi itu, tapi yang jelas pasti ada seseorang atau sebuah kekuatan asing yang campur tangan di dalamnya. Ah, lupakan saja. Lagipula dia sudah keluar dari segelnya. Mari kita masuk dalam pembahasan utama mengapa kau datang ke sini. Seperti yang kau tau, aku hanya memiliki satu hal penting dalam kepingan jiwa ku. Hal penting itu adalah sebuah cara untuk benar-benar membunuh Unknown God.

__ADS_1


Kau pasti sudah bisa menebaknya. Caranya adalah dengan memanfaatkan kemampuan yang telah aku kembangkan di kehidupan kelima puluh satu setelah diriku yang asli mati. Itu adalah sebuah kemampuan yang memanfaatkan kekuatan garis darah Ras Ilahi dan juga kekuatan seorang Absolute sejati. Kita yang berada di ranah Absolute tidak bisa menjadi seorang Absolute sejati seperti Zhi Juan yang merupakan Absolute Author.


Hal ini terjadi karena kita memiliki kekuatan garis darah Ras Ilahi yang memiliki kekuatan dari bidang tanah Dunia Asal Mula. Namun kau berbeda, kau pasti sudah menjadikan bidang tanah itu sebagai Inti Ilahi mu sehingga membuat kekuatan itu menjadi milikmu sendiri. Sekarang, satu-satunya hal yang tersisa adalah membuat 'kehampaan' benar-benar menjadi milik mu sendiri.


Ya, itu tidak lain adalah menjadikan dirimu sebagai seorang Absolute sejati. Jadilah Absolute Void. Dengan begitu, kehampaan akan menjadi kekuatan mu sendiri, bahkan tanpa meminjam kekuatan bidang tanah atau kekuatan garis darah Ras Ilahi, kau akan bisa menggunakan kehampaan sebagai kekuatan mu sendiri."


Penjelasannya sekali lagi tidak membuat Weng Lou terkejut. Informasi ini juga sudah dia tau. Dia tau alasan dia tidak bisa menang melawan Unknown God dan kebanyakan Absolute sejati adalah karena dirinya bukan, atau belum menjadi Absolute sejati.


Seorang Absolute adalah penguasa mutlak. Nama Absolute bukan datang tanpa sebab. Zhi Juan memiliki kekuatan penyegelan karena dia memiliki kekuatan garis darah Ras Segel Ilahi, namun disamping itu, dia juga memiliki kekuatan mutlak dari penciptaan.


Dia memiliki nama lain Absolute Author. Kekuatannya membuatnya bisa menciptakan apapun dalam jangkauan area yang dia buat. Sayangnya karena kekuatan penyegelannya yang terlalu besar, Zhi Juan hampir tidak pernah menggunakan kekuatan Absolute nya. Dia lebih sering menggunakan kekuatan penyegelan miliknya.


Di sisi lain, Weng Lou tidak memiliki kekuatan Absolute sejati, tapi kekuatannya sendiri sudah setara dengan beberapa Absolute sejati. Namun kekuatan itu masih tidak cukup untuk mengalahkan dan membunuh Unknown God sepenuhnya.


Untuk itu, kehidupan kelima puluh satu telah mencari cara agar Weng Lou bisa menjadi seorang Absolute sejati.


Tidak ada seorang Absolute yang sama di seluruh Dimensi. Seseorang tidak bisa naik menjadi Absolute sejati jika kekuatan dan kemampuan yang dia miliki sudah lebih dulu dimiliki oleh seorang Absolute lainnya. Hanya ada dua cara untuk menjadi Absolute sejati, yang pertama menjadi Absolute dari sesuatu yang tidak dimiliki Absolute lain, dan yang kedua adalah dengan membunuh seorang Absolute sejati lainnya dan mengambil alih posisinya.


Untuk kekuatan kehampaan, sudah ada seseorang yang memiliki kemampuan tersebut. Seseorang telah menjadi Absolute Void lebih dulu dibandingkan dengan Weng Lou.


Untungnya, Absolute Void sebelum Weng Lou telah dibunuh oleh Zhi Juan untuk membuka jalan bagi Weng Lou bertahun-tahun yang lalu.


Sekarang, Weng Lou sudah siap untuk menjadi Absolute sejati.


"Lalu apa yang harus ku lakukan untuk menjadi Absolute sejati?" tanya Weng Lou.


"Pergilah ke tempat pintu segel Unknown God berada. Kepingan jiwa ku, kutaruh di sana. Serap dan sempurnakan jiwa mu. Begitu kau menyerapnya, kau akan tau apa yang harus kau lakukan," jawab suara di kepala Weng Lou.

__ADS_1


Begitu dia selesai mengirimkan telepati kepada Weng Lou, patung kehidupan kelima puluh satu Weng Lou hancur berkeping-keping mulai dari kepala hingga kakinya.


Weng Lou yang mendengarnya segera pergi dari situ dan bergegas menuju ujung Hutan Fu Lin dimana mulut gua yang diserang oleh Ular Kegelapan sebelumnya berada.


Terdapat lapisan pelindung di mulut gua itu yang membuat Ular Kegelapan tidak bisa memasukinya.


Lapisan itu dibuat oleh Weng Lou dan Zhi Juan. Hanya mereka berdua, serta orang yang memiliki pecahan kunci pintu segel di dalam gua yang bisa melewatinya. Weng Lou berjalan santai melewati lapisan pelindung dan memasuki gua.


Dia berjalan menelusuri gua itu hingga akhirnya sampai di ujung gua, dimana terdapat dinding sebuah dinding penuh dengan retakan.


Jika dilihat dengan lebih teliti, dinding itu sebenarnya tampak seperti sebuah pintu. Hanya saja pintu itu seolah menyatu dengan tanah dan menjadi bagian dari dinding gua.


Melihat dinding tersebut, Weng Lou kemudian mengeluarkan potongan logam yang dia dapatkan dari semua penduduk desa. Begitu logam-logam itu dikeluarkan, semuanya terangkat ke udara lalu mulai menyatu dan membentuk sebuah kunci logam sebesar kepalan tangan Weng Lou.


Kunci itu kemudian bergerak dan menempel pada dinding yang menyerupai pintu.


"Terbukalah," katanya dengan suara tenang.


Dinding penuh dengan retakan mulai bergetar selama beberapa saat. Tanpa aba-aba apapun, dinding pun terbuka seperti sebuah pintu yang memperlihatkan sebuah lorong hitam tanpa cahaya sedikitpun di dalamnya.


Memandanginya selama beberapa saat, Weng Lou pun menghela napasnya. Dia mengingat tempat ini, dia sudah dua kali melewatinya selemah sembilan puluh sembilan kehidupan terdahulunya.


Satu kali di kehidupan pertamanya, saat lorong ini diciptakan. Satu kali lainnya adalah dalam kehidupan kelima puluh satu nya, yaitu ketika dia memutuskan untuk bertarung dengan Unknown God dan kemudian memperkuat segel dengan menggunakan sihir waktu.


Kini, di kehidupan keseratusnya, dia akan memasukinya sekali lagi, dan juga untuk terkahir kalinya.


"Entah apa yang kupikirkan saat membuat lorong ini sebelumnya. Bahkan cahaya sedikitpun tidak bisa masuk karena terdapat sihir waktu dan kehampaan di dalamnya. Zhi Juan bahkan menambahkan penyegelan waktu sehingga segala tidak berubah di dalamnya."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, dia pun melangkahkan kakinya memasuki lorong gelap itu.


__ADS_2