Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 394. Markas Kelompok Darah


__ADS_3

Dengan tampang ketakutan, sosok pria kurus mengenakan jubah hitam yang ditangkap oleh Shan Hu mencoba bangkit berdiri dan kabur kembali.


Akan tetapi, sosok Shan Hu sudah muncul di belakangnya dan menghalangi jalur kaburnya.


"Kutebak kau pasti dari kelompok yang sama dengan orang-orang yang ada di Kota Hundan," ucap Weng Lou yang berjongkok dan menatap tepat kedua mata pria kurus itu.


"A-Apa yang kau inginkan dariku?!" Pria itu menjerit ketakutan.


Dia sama sekali tidak melakukan perlawanan karena mengerti kekuatannya jauh dibawah Weng Lou, apalagi Shan Hu.


Bertindak sembarang justru akan mengantarkannya pada kematian semakin cepat. Satu-satunya pilihannya untuk bisa tetap hidup adalah melakukan atau mengabulkan apa yang diinginkan oleh Weng Lou kepadanya.


"Untunglah kau ini pintar. Bawa kami ke markas utama kelompok mu, sekarang...." Nada bicara Weng Lou menjadi dingin.


"A-Aku tidak bisa....jika aku melakukan itu...aku pasti dibunuh!"


"Dengarkan aku, kau ingin mati saat ini juga dengan tanganku, atau bawa kami ke markas kelompok mu?" Shan Hu ikut berbicara.


Glek....


Pria itu menelan ludahnya. Dia tampak tersudut. Jika dia memilih salah satu dari pilihan itu dirinya tetap akan mati pada akhirnya.


Tapi setelah berpikir lagi, jika dia mengantarkan Weng Lou dan Shan Hu ke markas kelompoknya, dia masih memiliki peluang untuk kabur dari kelompok nya, karena pastinya Weng Lou dan Shan Hu akan membunuh para anggota kelompoknya yang lain.


"Ba-Baiklah.....akan kuantar, akan kuantar."


Dengan sikap sedikit kaku, pria kurus itu berdiri dan segera berlari ke satu arah dan kemudian diikuti oleh Weng Lou dan Shan Hu.


***


Di tengah-tengah Hutan Kabut, terdapat sebuah bangunan berbentuk kastil yang dibangun disekitar bukit-bukit yang tercipta dari batu-batuan besar.


Pada kastil itu, terlihat banyak orang yang sibuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang sibuk berlatih, ada juga yang hanya bersenang-senang dengan meminum arak ataupun bermain dengan wanita.


Ini tidak lain adalah markas dari Kelompok Darah yang diketuai oleh Sha Shou, orang yang diincar oleh Weng Fang Di, atau Tetua Fang.


Lokasinya yang tidak terduga membuat orang-orang yang menargetkan kelompok mereka tidak bisa menemukan lokasi markas mereka sama sekali.


Lalu bagaimana bisa orang-orang yang kekuatannya hanya di ranah Pembersihan Jiwa berani membuat markas di tengah-tengah Hutan Kabut yang jika dibandingkan dengan Hutan Kematian seharusnya lebih berbahaya?


Itu karena untuk mencapainya, Kelompok Darah membuat sebuah jalur khusus dimana terdapat kabut khusus yang melindungi daerah sekitar markas mereka, dan jalur itu hanya diketahui oleh para anggota Kelompok Darah saja.


Di salah satu bukit batu di dekat markas Kelompok Darah.


Sekelompok orang yang bertugas sebagai pengintai di Kelompok Darah sedang duduk santai sambil berbincang-bincang ketika empat buah pedang Qi terbang dan melesat ke arah mereka.


Tssss!!! Syaat!


"Apa ini-- Arg!"


"Hei?! Ada ap-aarghh!!!"


Tak sampai lima detik, mereka semua mati mengenaskan terkena tusukan dan sayatan dari pedang Qi tersebut.


Shhuuu~

__ADS_1


Di langit tidak jauh dari situ.


Sosok Weng Lou bersama dengan Shan Hu terbang ke arah bukit itu menggunakan pedang Qi raksasa yang diciptakan oleh Weng Lou.


Mereka mendarat dengan sempurna di bukit itu sebelum kemudian memeriksa sekitar mereka.


"Tuan, itu dia markas mereka," ucap Shan Hu sambil menunjuk bangunan kastil di bawah bukit.


Weng Lou menyipitkan matanya dan mengaktifkan Teknik Mata Elang miliknya. Pemandangan ratusan meter di bawah dapat terlihat dengan jelas di matanya.


Banyak sekali celah pada bangunan itu, ini dikarenakan penjagaan mereka yang sangatlah buruk. Para penjaga dan pengintai hanya bermalas-malasan saja.


Itu sebabnya Weng Lou dan Shan Hu bisa sukses menyusup tanpa harus bersembunyi.


"Kau pergi habisi mereka semua. Aku akan mencari pemimpin mereka," kata Weng Lou yang kemudian melompat naik ke atas pedang Qi miliknya.


"Tapi tuan, apa anda benar-benar serius ingin melepaskan pria tadi? Dia bisa menjadi masalah nantinya."


"Tidak perlu khawatir, aku sudah menandai dirinya dengan kekuatan jiwa milik ku. Aku bisa dengan mudah melacak keberadaannya setiap waktu."


Shan Hu tidak mempertanyakan apapun lagi kepada Weng Lou, baginya itu adalah alasan bagus untuk Weng Lou tidak menghiraukan sama sekali pria kurus sebelumnya.


"Aku pergi lebih dulu, jangan sisakan satu pun hidup. Mereka yang ada di tempat ini semuanya terlibat dengan pembantaian keji yang telah dilakukan oleh mereka. Kecuali jika kau merasa memang harus membebaskan sesorang, maka lakukanlah."


Setelah mengatakan itu Weng Lou pun terbang dengan kecepatan tinggi ke arah bangunan kastil itu, sementara Shan Hu melompat tinggi dan kemudian mendarat di lapangan di dalam kastil itu.


BUMMMM!!!!!!


Debu mengepul dan memenuhi lapangan membuat semua orang yang sedang melakukan aktivitas mereka harus berhenti dan menatap ke arah lapangan yang dipenuhi dengan debu.


"Apa yang terjadi?!"


"Dari mana ledakan itu berasal?!"


"Uhuk! Uhuk! Debu dari mana ini?!"


Umpatan masing-masing orang yang ada terdengar di seluruh lapangan.


Mereka harus menutup mata karena kepulan debu itu saat tiba-tiba.....


BDUMM!!!!


"ARGHH!"


PSHHH!!!


"ACK-"


"Apa?! Apa yang terjadi!"


"Aaahhh!!!! Tolong! Jangan bunuh aku-"


Seketika semua orang disitu menjadi panik karena mendengar jeritan orang-orang yang ada di kepulan debu tersebut.


Tak lama, lapangan tersebut menjadi hening dan membuat orang-orang menjadi terdiam. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam kepala mereka. Apa sebenarnya yang terjadi?

__ADS_1


Salah satu anggota Kelompok Darah yang sudah tidak tahan dengan debu yang masih berada di lapangan akhirnya memutuskan untuk menghilangkannya.


WHUUUUUSHHHH!!!!!


Menggunakan perubahan unsur angin, pria itu menghilangkan debu yang ada dan kemudian memperlihatkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.


Orang-orang yang ada di luar lapangan langsung berdigik ngeri melihat tubuh tak bernyawa teman dan rekan-rekan mereka yang berada dalam kondisi mengenaskan.


Dan juga terlihat sosok seorang pria bertubuh besar berdiri di tengah lapangan sambil mencengkram kepala salah satu anggota Kelompok Darah hingga hancur.


Pria itu tidak lain adalah Shan Hu yang baru beberapa saat yang lalu mendarat di tengah lapangan.


"Dia....."


"Dia menghabisi mereka semua seorang diri...."


"Siapa ..siapa pria itu...?"


Krack....


Shan Hu mengencangkan cengkraman tangannya dan menghancurkan lebih jauh kepala orang yang dia cengkram.


Tack...


Tubuh orang itu terjatuh ke tanah dan kemudian Shan Hu menatap orang-orang yang ada di situ satu persatu.


Dia sedang memperhatikan mimik wajah dan postur mereka, mencoba melihat kepribadian mereka secara sekilas.


Tapi dia kemudian menghela napasnya.


"Sepertinya tidak ada satu pun dari mereka yang harus aku bebaskan," ucap Shan Hu dengan pelan.


Dia kemudian mengangkat tangannya, dan kdetik berikutnya dia Qi mulai berkumpul di kedua tangannya.


"Setidaknya mereka bisa dipakai sebagai latihan."


"Majuu!!! Jangan biarkan dia menyerang lebih dulu!!!"


Para anggota Kelompok Darah yang sebelumnya terdiam tersadar kembali dan buru-buru mengangkat senjata mereka. Ini sudah masuk dalam perhitungan mereka bahwa suatu saat pasti akan ada penyusup yanh datang ke markas mereka, meski sebenarnya yang dilakukan oleh Shan Hu ini jauh diluar pemikiran mereka semua yang ada di situ.


Sringg!


Pssss....


Satu persatu para anggota Kelompok Darah menarik senjata mereka masing-masing.


Seorang pria yang terlihat seperti paling senior dari mereka kemudian berseru memberi perintah.


"Habisi penyusup itu!!!"


"Haaaa!!!!"


"Matikau bajingan sialan!!!!"


Mereka semua bersamaan maju menyerang ke arah Shan Hu, sementara Shan Hu hanya memasang kuda-kuda siap bertarung dan memadatkan Qi pada kedua tangannya.

__ADS_1


Para anggota Kelompok Darah ini sama sekali tidak tau, bahwa apa yang mereka lakukan adalah menantang maut itu sendiri.


__ADS_2