Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 368. Pertemuan Kembali (II)


__ADS_3

Weng Lou dan yang lainnya menoleh dengan rasa terkejut menatap kelompok dari Keluarga Leluhur Weng.


Terlihat kerutan pada dahi Weng Lou ketika melihat lambang Keluarga Leluhur Weng pada baju murid yang berseru nyaring sebelumnya.


Matanya bergerak dan menatap satu persatu orang-orang itu dan pandangannya langsung terpaku pada tiga sosok yang sudah lama tidak dilihat olehnya. Tubuhnya bergetar hebat menatap tiga orang yang tidak asing baginya.


Weng Ying Luan yang ada disampingnya juga menatap ketiga sosok itu dan tersenyum tipis. Dia tidak menyangka akan melihat tiga orang itu secepat ini. Terlebih, ini bahkan belum setahun semenjak perpisahan mereka di Kota Bintang Putih.


Sementara itu.


Weng Wan menatap sekitar mereka yang dipenuhi dengan darah dan tubuh makhluk menyerupai serigala tapi mirip seperti manusia pada saat yang sama.


Setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya mengenali itu semua sebagai siluman.


"Ini semua adalah siluman.....bagaimana bisa ada siluman dalam jumlah sebanyak ini?!" ucap Weng Wan dengan terkejut.


"Tubuh mereka menerima serangan yang sangat fatal, sehingga kebanyakan dari mereka mati dalam sekali serangan. Siapa yang sanggup menghabisi siluman sebanyak ini?" Weng Hua di samping Weng Wan ikut berbicara.


Hanya Weng Ning yang tampak diam, tak berbicara sedikit pun. Dia lebih fokus menatap sekelompok orang yang berada di tengah pertigaan jalan tak jauh dari mereka, yang tidak lain adalah kelompok Weng Lou dan Weng Ying Luan.


Dia menatap kelompok itu dan merasa seperti mengenali dua orang yang ada di situ.


Sosok Weng Lou dan Weng Ying Luan tertutupi oleh darah siluman yang mereka bunuh, karena tak membuat pelindung sebelumnya, oleh sebab itu Weng Ning tampak tak mengenal mereka.


Bahkan Weng Wan dan Weng Hua juga menatap keduanya, dan tidak mengenali mereka berdua.


Hanya Weng Lou dan Weng Ying Luan yang sepertinya mengenali mereka.


Para murid lain dari Keluarga Leluhur Weng menatap kelompok Weng Lou dengan waspada. Mereka bisa melihat kekuatan mereka yang tidak terlalu jauh dari mereka.


Situasi mengerikan dimana banyak tubuh siluman yang sudah tak bernyawa disekitar mereka, membuat mereka yakin bahwa ini adalah ulah dari kelompok Weng Lou.


"Siapa anak-anak ini....apakah mereka berasal dari keluarga besar juga? Tapi mereka tidak memakai sesuatu yang menjadi lambang dari keluarga manapun....dan juga tidak ada pengawal yang menjaga mereka.

__ADS_1


Tidak, jangan tertipu dengan itu Weng Baohu Zhe. Mereka bisa saja adalah umpan dari perampok yang sengaja diperintahkan untuk membuatmu lengah.


Tapi kami harus melewati jalan ini, yang berarti harus melewati anak-anak itu. Aku tak boleh ceroboh dalam mengambil keputusan, murid-murid yang kubawa adalah prioritas utama ku." Weng Baohu Zhe berbicara dalam hatinya


Dia sedikit bimbang apakah harus lewat atau mencari jalan lainnya. Kekuatan dari anak-anak yang ada di depannya ini tidak terlalu jauh dengan kekuatan murid-murid yang ia bawa. Yang paling kuat di kelompok Weng Lou adalah Weng Ying Luan yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 8, sementara murid terkuat yang ia bawa adalah senior dari Weng Wan yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 7 menengah.


Tapi, secara jumlah, mereka lebih banyak.


Di saat dia masih berpikir, salah satu murid laki-laki yang bersamanya mendadak melesat ke arah kelompok Weng Lou dengan tangan terkepal dan siap menyerang.


"Bandit sialan! Mati kalian!!!" seru murid laki-laki itu.


Tangannya tampak mengeluarkan api membara, yang kemudian ditinjukan ke arah Weng Lou dan yang lainnya. Sebuah tinju api melesat cepat ke arah kelompok Weng Lou.


Weng Baohu Zhe terkejut bukan main karena hal itu. Bagaimana bisa dia sebodoh itu?! Murid ini jelas-jelas sedang menggali kuburan mereka saat ini juga!


Dengan rasa terkejut, Weng Baohu Zhe pun berniat untuk menghalangi serangan itu, namun kemudian sosok Lin Mei yang bersama dengan Weng Lou dan yang lainnya berdiri di depan mereka semua dan kemudian mengepalkan tangannya.


"Berani kalian menyerang kami?!"


BAMM!!


Tinju api murid laki-laki Keluarga Leluhur Weng itu hancur seketika, sedangkan tinju api Lin Mei terus melesat dan mengarah ke kelompok Weng Wan.


Murid laki-laki itu sangat terkejut akan hal itu. Dia tidak menyangka bahwa tinju apinya dapat dikalahkan begitu saja.


Di saat dirinya masih terguncang. Tinju api dari Lin Mei berjarak tinggal beberapa meter saja dari kelompok mereka.


"Tapak Salju Abadi!"


Weng Ning maju, dan melepaskan serangan tapak ke depan, dan serangan energi berbentuk tapak berwarna biru pucat yang mengeluarkan hawa sangat dingin mengarah ke tinju api milik Lin Mei.


BUMMMM!!!!

__ADS_1


Ledakan keras terjadi ketika keduanya saling bertemu. Tapak dan tinju pun langsung menghilang di udara.


"Maafkan rekanku....kami tidak bermaksud menyerang kalian." Weng Ning berbicara dengan suara tenang dan datarnya.


Lin Mei yang mendengarnya pun tampak tak senang. Siapa idiot yang akan memaafkan seseorang yang telah menyerang dan mencoba membunuh mu? Jelas itu bukan Lin Mei.


Lin Mei berniat untuk berbicara membalas omongan dari Weng Ning, tapi kemudian Weng Lou menahannya.


"Biar kuambil alih, Mei. Kau tenang saja." Weng Lou berbicara kepada Lin Mei.


Senyum kecil terlihat di sudut bibir Weng Lou. Dia terlihat memiliki rencana yang hebat.


"Keluarga Leluhur Weng sama sekali tidak seperti yang aku dengar ternyata! Mereka bahkan berani menyerang orang yang bahkan tidak menyerang atau pun mengganggu mereka sama sekali!!" seru Weng Lou dengan senyum lebar.


Weng Ying Luan di belakang Weng Lou, merasa terkejut dengan apa yang dia katakan, sebelum kemudian dia menangkap apa yang ingin dilakukan oleh Weng Lou.


Senyum lebar terlihat di wajahnya dan ikut maju di samping Weng Lou.


"Ya! Benar sekali! Sepertinya Keluarga Leluhur Weng itu adalah orang-orang pengecut yang hanya menyerang orang-orang lemah seperti kami!" Weng Ying Luan ikut berseru nyaring.


"Hei, kalian bilang mereka dari Keluarga Weng? Bukankah kalian juga dari-"


"Diam saja, biar kita tes kekuatan yang dimiliki oleh mereka. Aku sudah lama tak melihat mereka, aku jadi penasaran seberapa jauh peningkatan mereka bertiga." Weng Lou menyela Lin Mei yang berbisik pelan kepada mereka.


Lin Mei pun terdiam. Dia sama sekali tak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Weng Lou dan Weng Ying Luan saat ini.


Di dalam Hutan Kabut.


Jian Qiang yang mengamati semuanya dari awal akhirnya mengenal asal kelompok Weng Wan.


"Pantas saja tampak tak asing. Pakaian yang dikenakan oleh Weng Lou dan Weng Ying Luan dua hari yang lalu juga tampak mirip dengan yang ada pada pakaian kelompok ini. Tapi kenapa Weng Lou dan Weng Ying Luan malah berbicara aneh? Kupikir mereka berasal dari tempat yang sama..." gumam Jian Qiang.


Pada saat ini, Weng Lou dan Weng Ying Luan berniat untuk mengetes, seberapa jauhkan perkembangan ketiga orang yang sudah lama sekali tak mereka lihat.

__ADS_1


Akan memalukan jika kekuatan mereka jauh dari harapan keduanya.


__ADS_2