
Di danau lahar, kapal uap Weng Lou yang diambil kelompok Lin Bei telah berlayar sejak sore hari.
Seperti dugaan Lin Be dan yang lainnya, kapal yang Lin Gou dan anggota pasukannya ambil di pelabuhan Kota Tiesha ini bukanlah kapal biasa. Bahan logam yang dipakai untuk membuat kapal bukanlah sembarang logam. Setidaknya setengah bagian kapal yang terbuat dari logam ini terbuat dari bahan untuk pembuatan senjata tingkat 3 yang tahan terhadap suhu yang sangat panas sekalipun.
Alhasil, kelompok Lin Bei hanya perlu membuat pelindung pada bagian atas kapal untuk mencegah udara panas masuk ke dalam kapal. Ada juga beberapa pelindung dibuat di bagian dalam kapal agar suhu di dalamnya tetap stabil.
Mereka menggerakkan kapal tidak lagi menggunakan binatang buas untuk menarik kapal, melainkan menggunakan Qi dan Kekuatan Jiwa dari para anggota Pasukan Pengejar. Dengan dibawah arahan Lin Bei, kapal itu bisa digerakkan dan berlayar di atas danau lahar.
"Lapor, Kapten! Kita telah berhasil berlayar sejauh seperempat jarak antara pelabuhan dan gunung berapi. Kapal masih tetap stabil, dan tidak ada perubahan suhu yang signifikan di bagian dalam. Kera Hitam Petarung juga masih dalam kondisi stabil di dalam kapal tanpa menunjukkan tanda-tanda perlawanan." Salah satu bawahan Lin Bei yang keluar dari dalam kapal mendatangi Lin Bei dan Lin Gou yang sedang berada di ruangan kendali, lalu memberikan hasil pemeriksaannya di bagian dalam kapal.
Mendengarnya, Lin Bei pun mengangguk mengerti, lalu menyuruhnya untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Aku tidak tau harus mengatakan apakah kita beruntung atau sial hari ini, kapal yang berhasil kalian amankan ini benar-benar telah memberikan harapan besar padaku. Aku penasaran siapa pemilik aslinya. Aku yakin, setidaknya dia adalah seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa. Memiliki kekayaan untuk membangun kapal semegah dan sehebat ini, dia haruslah memiliki kekayaan yang luar biasa," ucap Lin Bei.
Dia saat ini sedang duduk di kursi, tepat di depan kendali kapal. Meski dia tidak tau cara menggunakan kapal uap Weng Lou, namun sistem kendali masih bisa dia kenali karena memang Weng Lou tetap menggunakan kemudi kapal pada umumnya.
"Aku juga tidak tau siapa dia, kapten. Namun dari apa yang para pengurus Kota Tiesha beritahukan padaku, pemilik kapal ini adalah seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 3. Mereka sendiri tidak tau pasti identitas nya, namun dikatakan bahwa dia terlihat seperti seorang remaja berusia tidak lebih dari 17 tahun. Para pengurus kota mengatakan, mereka akan mengurusnya begitu mengetahui di mana dirinya sedang bersembunyi di dalam kota."
"Harusnya mereka sudah menangkapnya sekarang, mengingat satu minggu telah berlalu sejak kita pergi dari pelabuhan. Tapi aku sedikit khawatir pada mereka, kemungkinan mereka telah mendapatkan beberapa luka serius dari orang tersebut. Dia sanggup menangani seorang diri Kera Hitam Petarung tanpa memiliki darah Phoenix pada tubuhnya, itu berarti dia haruslah seseorang yang sangat berpengalaman." Lin Gou menjelaskan sambil sedikit merasa khawatir.
Dia sendiri tidak yakin bisa menang melawan Kera Hitam Petarung jika keduanya bertarung satu lawan satu, meski dengan bantuan kekuatan garis darah Phoenix nya sekalipun. Untungnya darah Phoenix memiliki kekuatan alami untuk membuat para binatang buas yang berada di bawahnya untuk tunduk, atau jika tidak, mereka pasti telah melalui pertarungan habis-habisan melawan Kera Hitam Petarung di pelabuhan Kota Tiesha.
__ADS_1
Lin Bei tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, mengerti dengan penjelasan wakilnya itu. Dia tidak sadarkan diri waktu itu karena habis bertarung melawan Weng Ying Luan di Arena Pertarungan. Meski dia kalah darinya, namun Lin Bei tidak menaruh rasa dendam sedikitpun pada Weng Ying Luan. Malah dia ingin berterima kasih sebanyak-banyaknya pada Weng Ying Luan jika seandainya mereka berdua bertemu kembali.
Berkat pertarungan melawannya, garis darah Phoenix yang terdapat di dalam tubuhnya telah mengalami peningkatan kemurnian. Hal ini membuat garis darah Phoenix nya kini telah berada di angka lima puluh persen lebih, hampir mencapai enam puluh persen.
Pada umumnya, mereka yang memiliki garis darah Phoenix akan bisa mengaktifkan Api Phoenix milik mereka jika memiliki persentase darah Phoenix setidaknya diatas empat puluh persen. Untuk kasus Lin Bei, dia pada awalnya hanya memiliki persentase darah Phoenix sebanyak empat puluh persen saja di dalam dirinya, sehingga dia tidak bisa menggunakan Api Phoenix pada awalnya.
"Tapi kelima pengurus Kota Tiesha masing-masing memiliki darah Phoenix dengan persentase setidaknya empat puluh persen lebih. Orang yang sanggup melawan mereka paling tidak haruslah memiliki kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5. Di Kota Tiesha, hanya pemilik Arena Pertarungan saja yang sanggup melawan mereka seorang diri dan keluar sebagai pemenang. Jadi kau tau tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Aku yakin orang-orang itu tidak mengalami masalah sama sekali." Lin Bei memberikan tanggapannya.
"Ya, anda benar, Kapten. Aku terlalu banyak beban pikiran akhir-akhir ini, jadi sering berpikiran yang aneh-aneh. Kota Tiesha adalah salah satu kota penting yang dimiliki Keluarga Lin kita, orang-orang yang ditunjuk untuk menjaga dan mengurusnya harusnya sangat berpengalaman dan memiliki kekuatan yang layak. Maafkan aku sudah berpikiran yang tidak-tidak, Kapten."
Lin Bei tersenyum, "Tidak perlu dipikirkan lagi. Sekarang ini kita fokus saja untuk melewati danau. Aku khawatir binatang itu tidak akan membiarkan kita melewati danau begitu saja karena tidak menggunakan kapal pengangkut yang telah diberikan tanda khusus oleh Kepala Keluarga."
Binatang buas itu adalah peliharaan pribadi milik Kepala Keluarga Lin saat ini. Ditugaskan untuk menjaga danau lahar dari penyusup yang mencoba masuk ke kediaman Keluarga Lin, binatang buas tersebut akan tanpa segan menghancurkan kapal, atau benda mencurigakan apapun yang tidak memiliki tanda khusus milik Kepala Keluarga Keluarga Lin. Dalam kurun waktu beberapa tahun saja, sudah puluhan kapal penyusup yang dihancurkan oleh binatang buas tersebut.
Satu-satunya jalan agar bisa menghindari amukannya adalah dengan melewati jalur udara. Namun pilihan itu hanya akan diambil oleh mereka yang pergi dalam jumlah hitungan jari dan telah berada di ranah Penyatuan Jiwa. Kelompok Lin Bei yang jumlahnya mencapai dua puluh lebih tidak bisa memilih rencana itu. Terlebih, tidak sampai lima orang yang telah berada di ranah Penyatuan Jiwa dalam kelompok mereka. Apalagi, mereka membawa Kera Hitam Petarung yang memiliki berat luar biasa. Mustahil mengambil jalur udara.
"Tapi aku yakin makhluk itu akan membiarkan kita lewat kapten, karena ada kita memiliki mu di atas kapal ini." Lin Gou tampak yakin dan membuat Lin Bei tertawa.
Dia berharap apa yang dikatakan oleh Lin Gou benar-benar terjadi. Sebisa mungkin, dia tidak mau kelompok mereka harus berhadapan dengan binatang buas itu. Tidak akan berakhir baik jika mereka harus sampai bertarung melawannya.
Setengah jam kemudian. Kelompok Lin Bei pun akhirnya tiba di pertengahan jalan. Terlihat wajah sedikit tegang dari para anggota Pasukan Pengejar. Lin Gou memasang ekspresi serius saat menatap lahar panas yang terus mengeluarkan gelembung-gelembung panas.
__ADS_1
Kapal mereka terus bergerak selama beberapa saat dan masih tidak ada yang terjadi. Namun wajah semua orang tidak tampak senang karena hal itu, justru mereka merasakan ada sesuatu yang salah. Selama perjalanan mereka, beberapa binatang buas sudah menghalangi mereka, namun sosok binatang buas milik Kepala Keluarga Keluarga Lin belum muncul sama sekali.
Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kapal pengangkut yang telah diberikan tanda khusus oleh Kepala Keluarga Keluarga Lin bahkan tetap akan ditahan oleh binatang buas itu selama beberapa saat untuk memastikan orang-orang yang naik di atas kapal.
Namun saat ini, tidak ada tanda-tanda sedikit pun dari binatang buas itu, dan hal ini terasa sangat janggal oleh semua orang, terutama Lin Bei dan Lin Gou yang paham betapa mengerikannya sosok nya.
"Kapten, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di sini. Apa sebaiknya kita terus bergerak saja?" Lin Gou dari atas dek berseru pada Lin Bei di ruang kendali.
Lin Bei hanya diam sambil dengan serius memperhatikan di luar kapal. Tempat itu sangat sepi dan hening, tidak ada tanda-tanda makhluk hidup sedikitpun.
"Ck.....aku tidak tau apa yang terjadi di sini, tapi mungkin ini adalah kesempatan untuk kita. Semuanya! Alirkan lebih banyak Qi kalian! Kita akan menambah kecepatan dan bergegas pergi dari sini!"
Setelah merenung, akhirnya Lin Bei memberikan perintahnya. Dengan sigap semua anggota Pasukan Pengejar mulai melakukan apa yang dikatakan oleh Kapten mereka. Lin Gou sendiri pergi ke atas atap ruang kendali dan memeriksa sekeliling, kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Kapal yang dinaiki mereka pun segera dengan cepat pergi meninggalkan bagian tengah danau dan bergegas menuju ke gunung berapi.
Mereka tidak tau kalau sebenarnya, beberapa menit yang lalu, sesuatu yang sangat cepat telah terbang melesat di atas danau dan menarik perhatian binatang buas yang mereka cari-cari itu.
Sesuatu itu tidak lain adalah perahu terbang yang dinaiki oleh kelompok Weng Lou.
Pada saat ini, mereka sudah hampir mencapai gunung berapi, akan tetapi sosok binatang buas yang telah mengikuti mereka sejak tadi akhirnya berhasil mengejar mereka, dan kini menghalangi jalan mereka.
__ADS_1