
Kota Heishin, kota yang berdiri megah di sebuah gunung yang menjulang tinggi di wilayah kumuh.
Sebagai pusat dari wilayah kumuh, kota ini memiliki pertahanan terkuat, dengan jumlah prajurit yang ditempatkan di sini hampir sepuluh kali lebih banyak dibandingkan dengan kota lain yang ada di wilayah kumuh.
Kota ini dibangun tepat di tengah wilayah kumuh. Pada awalnya, kota ini merupakan kota yang menjadi pusat perdagangan di Pulau Fanrong. Dengan sumber daya mineral langkahnya yang hanya bisa ditemukan di kota ini, Kota Heishin menjadi sangat terkenal hingga ke pulau tetangga.
Orang-orang berbondong-bondong datang demi bisa mendapatkan mineral langka itu, yaitu Logam Nadi Putih.
Logam Nadi Putih merupakan bahan pembuatan tingkat tinggi dalam pembuatan Senjata tingkat 3 bahkan Senjata Spiritual sekalipun. Namun karena rendahnya tingkat praktik para Praktisi Beladiri yang ada di Pulau Fanrong, membuat mereka tidak bisa memakainya untuk membuat senjata mereka sendiri.
Oleh sebab itu, mereka menjadikan Logam Nadi Putih yang didapatkan dari tambang di Kota Heishin sebagai barang yang dijual dengan harga mahal ke pulau-pulau tetangga.
Sampai kemudian, kabar tambang Logam Nadi Putih terdengar oleh telinga Pemimpin Perguruan Iblis Merah yang merupakan Perguruan Beladiri nomor satu di wilayah Pulau Fanrong dan beberapa pulau lainnya yang saling berdekatan.
Pemimpin Perguruan Iblis Merah ingin memiliki tambang Logam Nadi Putih untuk dirinya sendiri, oleh sebab itu dia pun mengatur rencana kudeta dengan menjadikan salah satu anggota keluarga kekaisaran sebagai bidaknya.
Shengshi Huangdi, merupakan anggota keluarga kaisar yang berasal dari Permaisuri nya, Shengshi Huandi. Dia adalah adik Shengshi Huandi, dan telah lama menginginkan takhta kaisar.
Namun dia sadar bahwa impiannya itu adalah angan-angannya saja, dan tidak akan pernah terpenuhi sampai kapanpun. Akan tetapi, keberuntungannya benar-benar bersinar terang saat tanpa sengaja bertemu dengan salah seorang anggota Perguruan Iblis Merah dan juga tidak sengaja mendengar mengenai rencana mereka yang ingin mengambil Tambang Logam Nadi Putih yang ada di Kota Heishin dari kekaisaran.
Dia pun membuat kesepakatan dengan mereka, jika mereka bisa membantunya naik menjadi kaisar, maka dia akan memberikan tambang itu untuk mereka, bahkan berjanji untuk mengirimkan sumber daya lainnya pada Perguruan Iblis Merah.
Tawaran itu pun langsung diterima oleh sang Pemimpin Perguruan Iblis Merah. Tepat dua bulan kemudian, kudeta besar-besaran terjadi, dengan Shengshi Huangdi menjadi pemimpin dari kudeta tersebut.
Dalam dua bulan, dia berhasil membuat hampir setengah dari jumlah prajurit Kekaisaran Fanrong berada di pihaknya setelah melepaskan beberapa berita palsu mengenai kaisar yang akan menaikkan pajak setiap keluarga yang tinggal di Pulau Fanrong.
Berkat jumlah prajurit yang ada dipihaknya, dan juga bantuan dari Perguruan Iblis Merah yang memiliki banyak Praktisi Beladiri yang jauh lebih kuat dibandingkan Praktisi Beladiri yang mengabdi pada kaisar, Shengshi Huangdi berhasil menjadi kaisar, dan membunuh Liu Wang sang Kaisar yang sebenarnya.
Saudarinya, sang Permaisuri tidak dia bunuh, melainkan dia kurung di dalam penjara di istana kaisar. Meski dia bukan saudara yang baik, tetapi dia tidak sejahat itu untuk membunuh kakaknya sendiri dan juga keluarga nya yang lain. Mereka semua dia masukkan ke dalam penjara karena tidak ada yang mendukungnya untuk menjadi kaisar.
Akhirnya, bersama Perguruan Iblis Merah, Shengshi Huangdi menjadi kaisar yang baru, dan memerintah Pulau Fanrong dengan hukumnya.
Kota Heishin menjadi tempat berdirinya cabang Perguruan Iblis Merah dan mereka sepenuhnya menguasai Tambang Logam Nadi Putih.
Shengshi Huangdi juga memberikan bantuan keamanan ketat di kota itu karena Kota Heishin masih banyak kegunaan lainnya untuk dia.
Lokasinya yang berada di tengah-tengah wilayah kumuh, membuatnya menjadi tempat untuk menempatkan hasil dari pekerjaan para budak di sepuluh kota lain yang ada di wilayah kumuh.
***
Saat ini, di kaki gunung, di gerbang pertama untuk sebelum naik ke gunung dan sekaligus akses agar bisa ke Kota Heishin.
Gerbang yang seharusnya berdiri kokoh dan menjadi kebanggaan tersendiri di tempat ini gini telah rubuh bersama dengan beberapa bangunan pos prajurit yang ada di sekitar gerbang tersebut.
Tubuh prajurit tanpa nyawa terbaring di beberapa lokasi. Terlihat luka yang sama pada dahi mereka yang menjadi alasan mereka semua mati.
Pada jalanan yang bertanah, terlihat jejak makhluk raksasa yang mengarah naik ke atas gunung, menuju ke arah dimana Kota Heishin berada.
Tidak jauh dari situ, pada sebuah batu raksasa yang telah hancur menjadi beberapa bagian, seorang pria mengenakan pakaian seperti pendekar mengintip dan buru-buru mengeluarkan sebuah giok hitam dari balik pakaiannya.
"Gerbang pertama di tembus, segera siapkan pasukan dan para Praktisi Beladiri yang ada di kota," ucap pria itu yang kemudian memecahkan giok itu hingga berkeping-keping.
Dia dengan mata kepalanya sendiri melihat bagaimana sosok Kera Hitam Petarung yang datang dan memporak-porandakan gerbang itu, dan juga secara mendadak semua prajurit yang bertugas mati dan terkapar di tanah dengan luka pada dahi mereka.
Saat itu, dirinya baru akan menuju ke arah gerbang saat menyaksikan semuanya yang telah terjadi. Dia memilih untuk bersembunyi diantara bebatuan besar karena takut akan bernasib sama seperti para prajurit yang telah mati.
__ADS_1
Pria ini merupakan salah satu anggota cabang Perguruan Iblis Merah yang ada di Kota Heishin yang ditugaskan untuk membawa informasi dari pusat Perguruan Iblis Merah yang ada di luar Pulau Fanrong. Namun saat berencana kembali ke Kota Heishin, dia malah dihadapkan pada kondisi seperti ini.
Dia takut bahwa ini bisa jadi akhir bagi Perguruan Iblis Merah yang ada di Kota Heishin jika mereka tidak segera mengambil tindakan terlebih dahulu.
Setelah memecahkan giok hitam di tangannya, pria itu pun mulai naik ke gunung dengan perlahan agar mempertahankan jaraknya dengan Kera Hitam Petarung dan Weng Lou serta Du Zhe yang ada di atasnya.
Di depan gerbang Kota Heishin.
Lebih dari lima ribu orang berkumpul dan membentuk beberapa barisan penjagaan.
Mereka semua memakai baju tempur mereka dan memegang senjata milik mereka masing-masing.
Pada salah satu barisan, terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian Perguruan Iblis Merah sedang sibuk mengatur barisan yang dia pimpin saat ini.
Mereka semua yang ada di barisan itu adalah anggota Perguruan Iblis Merah dengan kekuatan mereka semua berada di Dasar Pondasi tingkat 7 paling rendah, dan yang terkuat adalah Dasar Pondasi tingkat 12 menengah. Pria yang memimpin barisan itu adalah Praktisi Beladiri yang memiliki kekuatan Dasar Pondasi tingkat 12 tersebut.
"Dengarkan kalian semua! Ini bukanlah latihan! Jadi dengarkan baik-baik apa perintah dan instruksi dariku! Kali ini kita sedang dihadapkan dengan seekor binatang buas yang kekuatannya jauh melebihi apa yang pernah kita bayangkan sebelumnya!
Aku tidak tau sekuat apa binatang buas ini, tapi yang pasti dia telah menembus gerbang pertama di kaki gunung dan membunuh semua penjaga yang bertugas di sana. Kalian semua adalah anggota Perguruan Iblis Merah yang agung, jadi jangan tunjukan ketakutan kalian pada pertempuran yang sebentar lagi akan dimulai!
Konsentrasi lah penuh! Jangan sampai ada diantara kalian yang mati konyol karena tidak berhati-hati. Aku tidak mau mendengar laporan menyedihkan seperti itu, mengerti?!" jelas pria itu dengan lantang.
"Siap Tetua!!" jawab semua orang dalam barisan tersebut.
Tepat ketika mereka selesai berbicara, sebuah kepulan asap tebal mulai muncul pada ujung jalan yang jauh dari pandangan mereka semua.
Asap itu terus terlihat mendekati mereka semua sampai kemudian terlihat lah sosok sebenarnya dari kepulauan asap itu yang tidak lain adalah si Kera Hitam Petarung yang berlari dengan cepat.
Di atas punggungnya, sosok Du Zhe dan Weng Lou sedang berdiri dan menatap ke arah pasukan yang telah siap menyambut mereka semua.
Melihat besarnya tubuh Kera Hitam Petarung, para prajurit yang ada tampak mulai ketakutan. Apalagi saat merasakan aura membunuh yang sangat pekat dari atas tubuh kera itu sukses membuat mereka semua berdiri terpaku tanpa bisa berkata apapun.
Berbeda dengan prajurit kekaisaran, para anggota Perguruan Iblis Merah hanya menatap dalam diam kedatangan Kera Hitam Petarung.
Si pemimpin mereka segera memberi kode untuk semua anggota barisan yang dia pimpin. Secara bersamaan, mereka segera mengambil busur yang telah disiapkan dan mengambil sebuah anak panah, lalu menarik taki busur dan menargetkan Kera Hitam Petarung yang sedang bergerak ke arah mereka semua.
"Tahan serangan sampai aku memberi kode!" seru pemimpin itu.
Jarak Kera Hitam Petarung dan mereka kini kurang dari seratus meter, dan saat itu juga pemimpin mereka pun menurunkan tangannya, dan hujan panah segera melesat ke arah Kera Hitam Petarung.
Weng Lou yang ada di atasnya tertawa pelan. Dia bangkit berdiri dan menepuk tangannya.
Plak....
Puluhan pedang Qi muncul di sampingnya, dan tanpa aba-aba apa pun, puluhan pedang itu melesat maju dan menghancurkan semua anak panah itu, lalu terus melesat dan menghantam para prajurit yang berada pada barisan terdepan.
"ARGHH!!!"
"Berlindung!!!! BERLINDUNG!!!!!"
Mereka semua pun berhamburan demi melindungi diri dari amukan pedang Qi ciptaan Weng Lou. Namun semua yang mereka lakukan sia-sia, karena pedang-pedang Qi ciptaan Weng Lou tidaklah bergerak lurus, melainkan mengejar merekam semua.
Para Praktisi Beladiri dari Perguruan Iblis Merah tercengang dengan kekuatan yang ditunjukkan oleh Weng Lou. Pemimpin mereka, sejak melihat Weng Lou yang menciptakan pedang-pedang dari Qi telah memiliki firasat yang tidak enak.
Begitu semua panah dilepaskan oleh para anggotanya, dia pun langsung memerintahkan mereka untuk segera pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Untungnya firasat nya kali ini bekerja dengan baik, jika sedikit saja dia telat untuk pergi, mereka semua akan mati seperti para prajurit itu.
"Pemimpin?! Pemimpin?!"
Salah seorang anggotanya memanggilnya dengan berseru ketakutan.
"Ada apa?! Jangan ganggu aku sekarang! Kau tidak lihat, ada monster yang sedang mengarah ke tempat kita?!" seru pemimpin itu dengan jengkel.
Saat ini mereka harus menyelamatkan nyawa mereka, tapi salah satu orangnya malah mengajaknya berbicara di saat-saat seperti ini. Jika bukan karena dia termasuk anggota Perguruan Iblis Merah, sudah pasti akan langsung dia bunuh saat ini juga.
"I-Itu! Ada sesuatu yang terbang ke arah kita!" Orang yang berbicara dengannya menunjuk ke belakang mereka, ke sebuah sosok bayangan yang melesat cepat di udara ke arah kelompok Perguruan Iblis Merah.
Si pemimpin membuka mulutnya lebar, dan segera mempercepat langkah kakinya.
"LARI BODOH!!!! KALIAN SEMUA AKAN MATI JIKA TIDAK CEPAT!!!!" serunya pada semua anggotanya yang ada di situ.
Tenaga dalamnya mulai mengalir keluar dan melapisi kedua kakinya.
Laju larinya pun langsung bertambah cepat, begitu juga dengan anggotanya yang lainnya. Mereka semua seperti sedang dikejar oleh bayangan malaikat maut mereka, yang jika mereka di dapatkannya, maka jelas mereka akan mati.
Sosok bayangan yang terbang dan melesat ke arah mereka tidak lain adalah Weng Lou dengan sebuah pedang dari Qi ciptaannya.
Dia tersenyum lebar saat melihat lambang Perguruan Iblis Merah yang ada pakaian mereka semua. Datangnya dia ke Kota Heishin tidak lain adalah untuk menemui mereka para anggota Perguruan Iblis Merah.
Jika kau mencari informasi yang berkualitas, maka carilah informasi dari kelompok Praktisi Beladiri di suatu tempat, mereka pasti memiliki informasi yang jauh lebih banyak dibandingkan orang-orang biasa.
Itu adalah salah satu pelajaran yang diberikan oleh Pelajaran Umum di Sekte Langit Utara sewaktu Weng Lou masih sibuk belajar mengenai dunia beladiri.
Tidak ada pelajaran yang dia buang sia-sia. Baginya, setiap pelajaran baru itu sama berharganya dengan sebongkah emas raksasa. Jika pelajaran itu dianggapnya bermanfaat, maka dia tidak akan ragu untuk menerapkannya.
"Mau kemana kalian?"
Hanya dalam sepuluh detik, Weng Lou berhasil mengejar semua anggota Perguruan Iblis Merah yang sedang berlari masuk ke dalam kota.
Pedang di tangannya dia ayunkan, dan sebuah tebasan energi dengan panjang mencapai empat meter melesat dan menebas siapa saja yang dilaluinya.
Lebih dari setengah anggota kelompok Perguruan Iblis Merah tumbang, sedangkan sisanya berhasil masuk ke dalam kota. Weng Lou tersenyum samar melihat itu.
Dia memilih tidak melewati gerbang secara langsung melainkan memilih untuk naik lebih tinggi ke langit dan terbang di atas Kota Heishin.
Kemunculannya yang secara tiba-tiba membuat semua orang yang sedang bekerja di dalam kota terkejut bukan main. Mereka melihat Weng Lou dengan mulut terbuka lebar. Sosoknya yang terbang di udara sudah seperti seorang dewa.
Para budak yang ada di kota semuanya menghentikan pekerjaan mereka. Entah karena apa, namun ketika melihat kemunculan Weng Lou mereka merasa bahwa sebentar lagi ada kabar baik yang datang pada mereka semua.
"He-Hei! Kembali bekerja! Apa kau mau tidak diberi makan malam ini?!"
Salah seorang prajurit yang bertugas mengawasi para budak membentak ke semua budak yang berhenti bekerja.
Saat ini, dia sendirian di sini karena para prajurit hari ini semuanya telah dibagi menjadi tiga kelompok besar. Salah satu kelompok ditugaskan untuk pergi ke ibu kota Kekaisaran, satu kelompok lagi ditugaskan untuk membantu keamanan penjagaan Tambang Logam Nadi Putih, sementara sisanya ditugaskan untuk menjaga kota.
Tapi beberapa saat yang lalu semua prajurit yang ada di kota dikumpulkan dan bertugas menjaga di luar kota, hanya dia seorang yang tersisa di kota, sementara para budak di kota ini jumlahnya jauh lebih banyak dari para prajurit yang ada di Kota Heishin.
Jika prajurit sepertinya tidak menunjukkan dominasinya, maka para budak ini akan melawannya, begitulah jalan pikirannya.
Namun itu adalah sebuah kesalahan fatal, karena saat ini semangat juang pemberontakan para budak telah berkobar kembali dengan kemunculan Weng Lou di atas Kota Heishin.
__ADS_1
**Catatan Penulis:
Author mau tanya, ada yang make Indihome juga kah? Apakah jaringan kalian bagus" saja satu Minggu ini? Author Indihome nya lemot sekali, sampe buka apk Noveltoon saja loading nya lama. Dan untuk memposting chapter terbaru beberapa kali gagal semalam karena jelek jaringan. Mohon maaf jika author nya sering lambat up🙏**