Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 455. Sang Harimau Petir (I)


__ADS_3

Baik Wudi Ge atau pun Weng Lou, keduanya sama-sama tidak mau mengalah satu sama lain. Mereka terus memberikan kekuatan pada pukulan mereka, dan berusaha saling mendorong mundur.


Weng Lou yang tidak menambahkan Qi pada kekuatan nya pukulannya, perlahan sedikit demi sedikit mulai terdorong mundur. Meski begitu dia tidak menyerah begitu saja, dia tetap berusaha beradu kekuatan dengan Wudi Ge meski sudah terlihat Wudi Ge yang akan memenangkan adu kekuatan itu jika dirinya tetap tidak menggunakan Qi miliknya.


"HOOWWAA!!!!"


Mendadak otot lengan Weng Lou yang sedang beradu pukulan dengan Wudi Ge menjadi membesar dan urat-urat mulai timbul dipermukaan kulitnya.


Tubuh Weng Lou secara bertahap pun melambat, dan akhirnya berhenti terdorong mundur. Dia sedikit membungkukkan badannya ke depan dan kemudian mulai melangkah maju dengan pelan.


Tap.....tap......tap......


Weng Lou berhasil mendorong tubuh Wudi Ge mundur sejauh tiga langkah, sampai akhirnya Wudi Ge menghentakkan tangannya ke atas, dan pukulan mereka berdua pun sama-sama meleset.


"Sapuan Petir!"


Dengan tangan kirinya yang mengeluarkan cahaya kebiruan terang, Wudi Ge mengayunkan tangannya itu, dan petir pun menyambar keluar dari telapak tangannya, lalu menabrak tubuh Weng Lou hingga membuatnya terlempar sejauh sepuluh meter.


Shhuuu......tssssss....!!!!!!


Mengandalkan manipulasi Qi miliknya, Weng Lou menciptakan pelindung di belakang tubuhnya, dan membuatnya berhenti di udara.


Kedua kakinya berpijak pada pelindung yang dia ciptakan itu, dan kemudian kakinya ditekuk olehnya.


Sssss....


Weng Lou menarik napas dalam, dan Qi miliknya sudah melapisi seluruh telapak tangannya. Cahaya keperakan keluar dark kedua telapak tangannya yang kemudian sebuah tekanan yang sangat kuat keluar darinya.


TAK!!!


Kedua kaki Weng Lou dengan kuat dihentakan, dan sosoknya pun terbang dengan cepat ke arah Wudi Ge dengan telapak tangan kanannya yang siap dilepaskannya.


Di sisi lain, Wudi Ge juga telah menyiapkan serangan lanjutannya. Dia melapisi kepalan tangan kanan dan kirinya dengan Qi lalu kemudian Qi miliknya itu secara perlahan berubah menjadi petir yang melapisi kepalan tangannya itu.


Weng Lou yang sedang melesat ke arah Wudi Ge segera memberikan serangan tapaknya padanya begitu juga dengan Wudi Ge yang ikut melepaskan pukulannya ke arah Weng Lou.


"Purnama Bulan Kembar!!!"


"Hantaman Petir Penghancuran!!!"


Weng Lou mendorong kedua telapak tangannya pada Wudi Ge, sedangkan Wudi Ge melepaskan pukulan petinya sebagai balasan kedua tapak itu.


PSSSSS-


BDDBAM!!!!!!!


Sosok Weng Lou yang sebelumnya masih berada di udara, harus terlempar mundur dengan sangat cepat dan menabrak dinding kubah pembatas karena ledakan yang terjadi. Di sisi lain, Wudi Ge yang menerima tapak milik Weng Lou juga ikut terlempar mundur, hanya saja dirinya terdorong mundur sambil terseret di tanah dan menghancurkannya hingga akhirnya dia juga ikut menabrak dinding kubah pembatas.


Bam! Buck.....


Tubuh Weng Lou terjatuh ke tanah setelah menabrak kubah. Terlihat kedua tangannya telah berubah menjadi gosong, seperti habis terbakar oleh sesuatu.


Sementara itu, sosok Wudi Ge yang juga menabrak dinding kubah, terduduk dengan lemas dan sekujur tubuhnya bergetar hebat.


Kedua tangannya tampak telah berubah menjadi biru, dari mulai ujung jarinya, hingga sikunya, semuanya telah berubah menjadi berwarna biru lebam.


Pada saat ini, mereka berdua sama-sama tidak bisa merasakan kedua tangan mereka sama sekali. Tangan mereka telah benar-benar mati rasa karena efek serangan merek masing-masing.


"Kohock!!! Uhuk uhuk uhuk!!!"

__ADS_1


Wudi Ge terbatuk-batuk di tanah, lalu kemudian memuntahkan darah hitam dari dalam tubuhnya. Efek serangan milik Weng Lou telah benar-benar merambat sampai ke dalam tubuhnya dan bahkan melukai beberapa organ dalamnya.


Di sisi lain, Weng Lou yang terbaring di tanah, sedang mencoba mengatur napasnya dan kemudian mulai memulihkan tangannya menggunakan Qi miliknya.


"Kau menyedihkan nak," komentar Ye Lao di dalam kepala Weng Lou.


"Diamlah...." gumam Weng Lou.


"Terakhir kali aku melihatmu terluka separah ini, adalah ketika kau dihajar habis-habisan oleh tetua di Sekte Langit Utara waktu itu," lanjut Ye Lao.


"Haa....haa....sudah aku bilang, bukan? Diamlah....."


Weng Lou merubah posisinya dan menghadap ke atas. Bisa dilihatnya cahaya pagi hari yang diterangi oleh sang mentari yang telah menyinari seluruh kota dengan cahaya nya.


Tap.....


Dia perlahan bangkit berdiri dan menatap Wudi Ge yang terduduk di tanah dengan kondisi lebih parah darinya.


"Haaa.....haaaa......"


Wudi Ge bernapas dengan tak beraturan sa.bil melihat sosok Weng Lou yang telah bangkit berdiri. Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, dia pun juga mulai bangkit berdiri sambil menyembuhkan kedua tangannya.


Pertarungan mereka berdua hampir saja berakhir dengan cepat.


"Kau kuat..... seperti perkiraan ku," ucap Wudi Ge sambil menahan sakit di kedua tangannya.


Weng Lou tersenyum dan tertawa pelan, "Kau juga, entah sudah berapa lama aku tidak merasakan sakit seperti ini pada kedua tangan ku."


Mereka berdua saling menatap satu smaa lain selama beberapa saat, sampai pada akhirnya Wudi Ge mengeluarkan sebuah pil penyembuh, dan menelannya. Terlihat lebam pada kedua tangannya mulai menghilang sedikit demi sedikit setelah dia menelan pil tersebut.


Weng Lou hanya melihatnya tanpa berkata apapun. Dia sendiri sedang menyembuhkan kedua tangannya menggunakan Qi miliknya, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan tindakan Wudi Ge yang menggunakan Pil penyembuh.


Lagi pula, jika dilihat dari luka keduanya, Weng Lou memiliki luka yang jauh lebih ringan daripada Wudi Ge.


"Baiklah, kita masuk ke ronde kedua," ucap Wudi Ge sambil menggerak-gerakkan tangannya yang masih terasa sedikit nyeri.


Dengan kontrol darinya, Qi miliknya pun mulai keluar dari tubuhnya, dan kemudian berubah menjadi unsur petir yang tampak menyambar di sekelilingnya.


Weng Lou tersenyum kecil melihat itu, dia pun mulai mengalirkan Qi nya pada seluruh tubuhnya, dan kemudian Qi nya dia kendalikan untuk menutup dengan rapat sekujur tubuhnya hingga membentuk seperti baju tempur daru Qi.


Di atas kepala Weng Lou, tercipta puluhan pedang dari Qi yang kemudian membuat semua orang yang menonton di luar kubah terkejud bukan main.


Pasalnya pedang Qi ciptaan Weng Lou tidak hanya berjumlah sangat banyak, tapi juga memiliki ukuran yang bukan main, sekitar tiga kali dari pedang pada umumnya.


"Aku mulai, lohh!!!!"


Shuu-


Dalam sekejap mata, sosok Wudi Ge yang dipenuhi dnegan petir di sekijur tubuhnya melesat maju ke arah Weng Lou.


Weng Lou tidak diam saja, dia mengendalikan puluhan pedang Qi ciptaan nya, yang kemudian ditembakkan ke arah Wudi Ge yang bergerak sangat cepat.


Pedang-pedang itu bergerak sama cepatnya dengan Wudi Ge, dan membuat dirinya harus bergerak jauh lebih cepat lagi. Dia mengelilingi arena yang ada di dalam kubah, dan membuat sedikit demi sedikit pedang yang mengejarnya berkurang seiring waktu.


"Sepertinya aku harus memakai serangan yang lebih jitu lagi," gumam Weng Lou yang menghela napas panjang.


Dia mengepalkan tangannya, dan mendadak pedang-pedang Qi yang mengejar sosok Wudi Ge berhenti bergerak. Weng Lou menggerakkan-gerakkan tangannya selama beberapa saat dan tiba-tiba pedang-pedang tersebut mulai bergetar hebat di udara.


Tak lama, terlihat puluhan pedang Qi ciptaan Weng Lou pecah dan menjadi ratusan belati kecil dari Qi.

__ADS_1


Mata Wudi Ge melebar menyaksikan itu, detik berikutnya, lebih dsri dua ratus belati dari Qi bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya mengejarnya.


Wudi Ge yang merasa bahaya pun akhirnya mengeluarkan lebih banyak Qi miliknya dan mengubahnya menjadi petir yang kemudian membuat laju pergerakannya bertambah.


PSSHHH!!!! TAAKKK!!!!


BAAMMM!!!


Beberapa belati Qi milik Weng Lou yang sedang mengejar sosok Wudi Ge menabrak dengan keras lantai arena, dan kubah pembatas karena gagal mengenai Wudi Ge.


Belati-belati itu meledak teoat ketika menyentuh sesuatu dan membuat ledaj terjadi dimana-mana.


Zu Zhang yang sedang menonton hanya bisa menahan sakit di dadanya menyaksikan arena yang baru saja dia perbaiki, kini telah hancur kembali, dan bahkan dalam kondisi jauh lebih buruk.


Dia hanya bisa pasrah dan terus menonton kelanjutan pertandingan itu sambil memotivasi diri sendiri agar tetap tabah menghadapi kenyataan yang ada di depan matanya saat ini.


Kembali di arena, sosok Wudi Ge terus bergerak cepat dan menghindari belati-belati ciptaan Weng Lou.


Terlihat dia sama sekali tidak mengurangi kecepatannya karena belati yang mengejarnya sudah persis berada di dibelakangnya. Jika dia memperlambat lajunya sedikit saja, pasti belati-belati itu akan mengenainya dan meledak.


Dengan perlahan namun pasti, dia berhasi mendekati posisi dimana Weng Lou berada.


Weng Lou menyadari ini dan tetao fokus mengontrol belati Qi miliknya untuk mengejar Wudi Ge.


Sekitar beberapa menit kemudian, belati yang mengejar sosok Wudi Ge kini hanya tinggal dua puluh buah saja, dan sekarang posisi nya tinggam beberapa langkah saja dari Weng Lou.


Tepat ketika dia sedang melaju ke arah Weng Lou, dua puluh belati yang mengejarnya menambah lajunya, yang kemudian melesat mendahului nya, dan tiba di hadapan Weng Lou .


Belati-belati itu menyatu menjadi satu, lalu menciptakan sebuah pelindung yang melindungi bagian depan Weng Lou.


Melihat itu, Wudi Ge pun segera merubah arahnya, dan tiba di belakang Weng Lou dengan tangannya yang sudah siap menusuk ke punggung Weng Lou.


"Hutan Duri Qi," ucap Weng Lou yang kemudian dalam sekejap, duri-duri dari Qi melonjak naik dari tanah dan mengelilingi Weng Lou.


Wudi Ge dipaksa untuk kembali mundur dan nyaris tertusuk oleh duri-duri ciptaan Weng Lou. Terlihat dia berkeringat karena mulai sedikit kelelahan setelah menghindari semua belati dari Qi sebelumnya.


Namun dia tidak terlihat menyerah sama sekali, malah dia mulai tertawa pelan menyaksikan duri-duri Qi yang mengelilingi Weng Lou seperti layaknya hutan yang lebat.


"Kau sepertinya tidak kekurangan Qi sama sekali setelah menciptakan ratusan belati dari Qi sebelumnya," ucap Wudi Ge pada Weng Lou.


Weng Lou hanya diam dan membiarkan Wudi Ge menebak lebih jauh.


"Aku salah perhitungan selama ini.... tidak kusangka kau memiliki Qi tanpa unsur. Itu menjelaskan bagaimana bisa serangan milik mu bisa melukai ku dengan sangat parah, dan banyaknya jumlah Qi yang telah kau pakai namun tampak seperti tidak ada habisnya," lanjutnya.


Petir yang ada di sekujur tubuh Wudi Ge pun mulai menghilang setelah dia mengatakan itu.


Mendadak dia menggigit ibu jari tangan kanannya hingga mengeluarkan darah yang kemudian dia pun mengolesi dahinya dengan darahnya itu.


Sebelah alis mata Weng Lou terangkat melihat itu, dia pun menghilangkan semua duri yang ada di sekitarnya dan melihat lebih jauh apa yang ingin dilakukan oleh Wudi Ge.


Dari dahi Wudi Ge, sebuah petir yang jauh lebih besar dari sebelum-sebelumnya menyambar keluar dan membuat kerutan tercipta pada kening Weng Lou.


Dia belum pernah melihat hal ini sebelumnya, namun dia telah banyak mendengar mengenai fenomena ini dari beberapa orang selama tiga minggu di Kota Hundan.


Petir yang menyambar dari dahi Wudi Ge kemudian mulai terpecah, lalu merambat ke seluruh tubuhnya. Mendadak rambutnya berubah warna menjadi biru terang, begitu juga kedua matanya.


Urat-urat nadi berwarna biru mulai terlihat dari tubuhnya, dan awan di langit mulai bergemuruh.


Pada saat ini Weng Lou tau bahwa Wudi Ge telah siap bertarung dengan jauh lebih serius, yaitu menggunakan kekuatan garis darah keturunan miliknya, Harimau Petir.

__ADS_1


**Catatan Penulis:


Sorry telat up, soalnya mati lampu tadi malam**.


__ADS_2