Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 480. Bentrokan Pertama, Weng Ying Luan Melawan Yang Guang (I)


__ADS_3

Lapangan arena pertandingan telah berubah menjadi seperti sebuah kebun binatang yang dipenuhi dengan berbagai macam binatang buas di dalamnya setelah diubah oleh Zu Zhang.


Dengan beberapa bukit yang berukuran cukup besar dan tinggi, membuat Weng Lou dan yang lainnya yang ada di dalamnya memiliki pemandangan yang berbeda dengan para penonton yang menonton mereka dari bagian atas arena.


Jarak pandang mereka sangat terbatas di sini, dan terlebih lagi, dengan jumlah binatang buas yang sangat banyak, membuat mereka akan menjadi kesulitan mendeteksi keberadaan satu sama lain jika terpisah seperti saat ini.


Pada saat ini, babak final telah dimulai sekitar setengah jam yang lalu. Di sekitar bagian timur arena, dimana terdapat sebuah bukit yang terlihat paling menjulang tinggi diantara yang lainnya, sosok Weng Ying Luan berdiri di atas tumpukan binatang buas yang beberapa saat yang lalu dia buru.


Salah satu dari binatang buas yang baru saja dia habisi adalah seekor Tikus Petir yang memiliki kekuatan setara dengan Praktisi Beladiri yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak.


Juga terlihat ada seekor laba-laba yang memiliki warna hitam gelap dan mata berwarna merah menyala, pada punggungnya terdapat sebuah tubuh bagian atas wanita tanpa busana yang terlihat menyatu dengan punggung laba-laba tersebut.


"Ini hari keberuntungan ku! Hahaha....lihat Lou! Ini siluman Laba-Laba Perayu Berbisa! Dengan menjualnya aku bisa membeli pil yang tidak bisa kubeli kemarin itu!"


Weng Ying Luan melambaikan tangannya pada Weng Lou dan Lin Mei yang saat ini berada di bawah bukit tempat Weng Ying Luan berada saat ini.


"Bajingan ini....apa dia lupa kalau kita sedang berada dalam Turnamen Beladiri Bebas?!" ucap Lin Mei jengkel.


Dari tangannya, sebuah bola api berwarna merah membara berukuran kepala orang dewasa tercipta, dan dia pun menembakkan bola api itu pada binatang buas dibawah Weng Ying Luan, yang mana kemudian langsung membakarnya hingga hangus tak bersisa.


Ekspresi wajah Weng Ying Luan langsung menjadi panik melihat itu.


"Aahhhh!!!! Apa yang kau lakukan Mei?!" jeritnya dan berusaha menyelamatkan beberapa tubuh binatang buas yang kemungkinan masih belum terbakar sepenuhnya.


"Kaulah yang harusnya aku tanya seperti itu! Apa yang sedang kau lakukan?! Kita saat ini sedang mengikuti Turnamen Beladiri Bebas untuk memenangkan hadiah utamanya, dan mendapatkan bahan untuk membuat Senjata Langit!" Lin Mei berteriak lebih nyaring pada Weng Ying Luan dan bahkan menyebabkan Weng Ying Luan langsung terlompat kaget.


Dia tersenyum canggung lalu melompat ke arah Lin Mei dan Weng Lou.


"Aku paham itu, Mei. Tapi yang harus memenangkan pertarungan ini hanyalah salah satu diantara kita saja, dan Weng Lou lah orang itu. Dia sudah membuat perjanjian dengan pemilik penginapan untuk memenangkan turnamen ini yang kemudian kita akan mendapatkan dua bahan lain untuk membuat Senjata Langit darinya.


Jadi, daripada tidak melakukan apapun, lebih baik aku meraup keuntungan dari para binatang buas di tempat ini. Uangnya nanti bisa kita pakai untuk membeli berbagai macam pil dan obat-obatan yang berguna untuk melanjutkan perjalan kita mencari bahan pembuatan senjata lainnya," jelas Weng Ying Luan dengan suara sangat meyakinkan.


"Jadi kau ingin mengatakan bahwa Weng Lou akan bertarung sendiri melawan Yang Guang dan Ying She, begitu?!"

__ADS_1


Weng Ying Luan terdiam mendengar pertanyaan Lin Mei itu. Dia tampak berpikir keras dan menggigit bibir bawahnya.


"Aku tidak terlalu peduli jika Luan ingin mengumpulkan bagian tubuh binatang buas untuk. Lagipula, aku bisa menghadapi mereka berdua, hitung-hitung melihat seberapa jauh kekuatan penuhku," ucap Weng Lou sambil mengangkat kedua bahunya.


"Argh!! Baik-baik! Aku juga akan ikut, tapi aku hanya akan menghadapi Yang Guang. Aku sama sekali tidak tertarik dengan pemuda bernama Ying She itu." Weng Ying Luan berkata dengan kesal.


"Sepakat."


Weng Lou dan Weng Ying Luan pun saling berjabat tangan satu sama lain, dan setelah itu terjadi keheningan selama beberapa saat.


"Jadi.... apa yang selanjutnya kita lakukan?" Lin Mei.


"Sederhana, kita akan memilih dua dari keempat binatang buas terkuat di tempat ini, dan menggunakannya untuk bertarung," jawab Weng Lou.


"Hah? Buat apa?! Itu sama sekali tidak seru, lebih baik aku langsung pergi mencari Yang Guang dan bertarung melawannya sekarang!"


Weng Ying Luan tampak tidak terlalu suka dengan rencana Weng Lou.


"Aku tau kau akan mengatakan itu, tapi firasat ku mengatakan bahwa penempatan empat binatang buas tersebut pada tempat yang berbeda sepertinya ada maksudnya sendiri.


Kalian ingat? Dikatakan bahwa hadiah utama Turnamen Beladiri Bebas ini ada 5. Hadiah yang paling berharga adalah hadiah untuk sang juara dari turnamen ini, yaitu sebuah potongan kayu dari Pohon Gangshu yang memiliki kekerasan melebihi sebuah baja sekalipun.


Meskipun begitu, empat hadiah lain tidak dijelaskan dengan rinci apa bentuknya, dan juga tidak dikatakan mengenai juara kedua atau tiga."


Weng Lou berhenti berbicara dan melihat tanggapan dari kedua temannya.


"Jadi maksud mu, penempatan empat binatang buas ini berhubungan dengan empat hadiah tersebut?" tanya Weng Ying Luan dengan wajah seriusnya.


Weng Lou mengangguk, lalu membuka telapak tangan kanannya dan sebuah piringan emas dari Qi pun tercipta.


Piringan itu pada awalnya tampak datar seperti piringan pada biasanya, tapi tak lama bagian atas piringan itu pun mulai timbul beberapa tonjolan, dan beberapa garis yang kemudian saling menyatu satu sama lain.


"Ini adalah...."

__ADS_1


"Ya, ini adalah replika tempat ini," ucap Weng Lou dengan cepat.


Piringan di tangan Weng Lou sudah berubah menjadi replika dari keseluruhan lapangan arena yang menjadi tempat mereka berada saat ini.


"Bagaimana kau bisa membuat-" Weng Ying Luan yang terkejut pun ingin bertanya, namun segera dipotong oleh Weng Lou.


"Jangan tanyakan hal itu sekarang, kita bahas yang lebih penting dahulu."


Pada replika itu, muncul beberapa titik kecil yang terpencar. Weng Lou segera menunjuk pada tiga titik yang terlihat berada di dekat pinggiran replika tersebut.


"Ini adalah lokasi kita berada saat ini."


Tangan Weng Lou kemudian menunjuk empat titik lainnya yang terdapat pada lokasi yang berbeda.


"Dan ini adalah empat ekor binatang buas itu. Luan, dengan watak Yang Guang itu, menurut mu yang mana yang akan dia pilih diantara keempat binatang buas ini?"


"Hmmm.....itu cukup sulit. Pada dasarnya sikap yang dia tunjukkan biasanya dengan yang dia tunjukkan saat melawan Shan Hu adalah sama. Tapi cara berpikirnya yang selalu berubah-ubah...." kata Weng Ying Luan sambil mengelus dagunya.


"Benar, tapi ada satu hal penting yang kau lupakan. Dia memiliki kegilaan pada pertarungan, dan dari keempat binatang buas ini yang sanggup melayani hasrat bertarungnya itu kemungkinan hanya satu saja..."


""Si Kera."" Weng Ying Luan dan Lin Mei berkata bersama-sama.


"Nah, jadi kau tau kemana kau harus pergi sekarang?"


Dengan senyum penuh maknanya, Weng Lou bertanya pada Weng Ying Luan yang kemudian dibalas dengan senyuman yang sama olehnya.


"Hehehe...aku akan pergi kau begitu."


Weng Ying Luan pun berbalik badan dan segera melangkah pergi.


"Jangan bunuh kera itu, jika bisa kau jinakkan saja. Jika tidak bisa, maka bawa dia dalam kondisi tidak sadar!" seru Weng Lou pada Weng Ying Luan.


"Oke! Aku tunggu kalian di tengah arena nanti jika sudah selesai!" seru Weng Ying Luan yang kemudian langsung melesat pergi.

__ADS_1


__ADS_2