
Weng Baohu Zhe dalam diam menatap sosok Feng Lang yang berada beberapa langkah darinya.
Dia tau bahwa apa yang baru saja dirinya katakan adalah serius yang mana membuatnya semakin siaga. Jika benar seperti yang Feng Lang katakan, maka jelas dia belum mengeluarkan semua yang dirinya punya.
"Aku tidak ingin berlama-lama dalam pertarungan ini, jika kau memang ingin bertarung dengan semua yang kau punya, maka maju dan serangan aku!" seru Weng Baohu Zhe sambil mengerutkan dahinya.
Feng Lang tersenyum mendengarnya dan kemudian mulai menggerak-gerakkan anggota tubuhnya.
Track...kraak....
Setelah itu tatapannya pun menjadi serius kembali menatap Weng Baohu Zhe. Mendadak Qi dan kekuatan jiwa miliknya meluap dalam jumlah besar.
Melihat itu Weng Baohu Zhe sama sekali tidak gentar, dia menarik napas dalam kemudian mulai melapisi seluruh tubuh dengan Qi tipis.
Sementara itu, Feng Lang mulai mengontrol Qi dan kekuatan jiwanya yang keluar dari dalam tubuhnya dan kemudian mulai melapisi tubuhnya dengan keduanya.
Perlahan angin berhembus dari tubuh hingga kemudian, angin kencang mulai menutupi seluruh tubuhnya.
Itu adalah perubahan unsur angin, dalam sekali lihat Weng Baohu Zhe bisa mengetahui hal itu. Terlihat angin yang menutupi seluruh tubuh Feng Lang mulai memadat dan menyatu dengan tubuhnya.
Tak lama semua hembusan angin itu pun menghilang digantikan dengan sosok Feng Lang yang tertutupi oleh sesuatu seperti bulu berwarna kehijauan. Pada bagian kepalanya tertutupi dengan topeng yang menyerupai kepala serigala yang berwarna kehijauan juga.
Di kedua tangannya, muncul cakar tajam dan panjang dari angin yang telah memadat sebelumnya. Kekuatan jiwa milik Feng Lang pun dikendalikan nya untuk ikut melapisi angin yang telah mandat itu hingga membentuk seperti pola-pola berwana keemasan.
Kini penampilan dari Feng Lang telah berbeda seratus delapan puluh derajat. Aura yang dikeluarkan oleh tubuhnya juga jauh lebih mengancam dari sebelumnya.
"Hm? Pakaian tempur berunsur angin kah? Tidak menyangka ada yang bisa melakukan trik seperti itu di Turnamen Beladiri Bebas ini," ucap Weng Baohu Zhe tanpa mengurangi fokusnya sama sekali.
Qi miliknya yang melapisi tubuhnya mendadak kembali dia serap dan secara tiba-tiba Weng Baohu Zhe melepaskan pakaian atasnya dan membuatnya bertelanjang dada.
"Pengendalian perubahan unsur Qi milikmu seharusnya sudah memasuki tahap diatas master. Kalau begitu aku terima tantangan mu untuk bertarung dengan serius melawanmu."
Dalam sekejap Qi pun kembali lagi keluar dari dalam tubuh Weng Bao Zhe. Qi miliknya itu tidak melapisi dirinya seperti sebelumnya melainkan masuk ke dalam tanah sesuai dengan kontrol dari Weng Baohu Zhe sendiri.
Perlahan, tanah yang di pijak oleh Baohu Zhe bergetar hebat dan detik berikutnya, lebih dari sepuluh akar pohon yang memiliki tebal masing-masing sebesar tangan orang dewasa keluar dari dalam tanah. Akar-akar itu lun mulai melilit tubuhnya dan hanya menyisakan lubang pada matanya saja.
Sssrrreeekkkkkk.....
Akar-akar yang melilit tubuhnya pun secara bertahap mulai bersatu satu sama lain hingga membantuk sebuah baju pelindung yang terbuat dari akar pohon.
"Seni Keluarga Weng, Akar Pelindung."
"Hoaaa!!!"
Begitu melihat Weng Baohu Zhe menyelesaikan tekniknya, Feng Lang tanpa aba-aba apa pun segera melesat dengan sangat cepat ke arah Weng Baohu Zhe. Cakar di kedua tangannya siap untuk mencakarnya, namun mendadak tanaman menjalar keluar dari baju pelindung mik Baohu Zhe dan bergerak ke arah Feng Lang untuk melilit tubuhnya dan menghentikannya.
"Angin melawan Tanaman, sudah jelas siapa yang akan menang, bukan?!" seru Feng Lang.
Dengan sekali ayunan, cakar nya memotong habis tanaman merambat itu, dan siap menerkam ke arah Weng Baohu Zhe layaknya seperti seekor serigala yang lapar.
"Itu hanya sebuah perhitungan kasar, secara ketahanan, akar lah yang akan menjatuhkan semua unsur yang lain!"
Baohu Zhe tidak menunggu serangan Feng Lang melukai dirinya, sebelumnya Feng Lang bisa mendaratkan serangannya, pada kedua tangannya sudah terbentuk dua buah pedang dari Qi yang dipadatkan.
KLAAANGGG!!!!!
Cakar dan pedang pun saling bertemu. Tanah di mana mereka berdua berpijak seketika itu juga hancur berantakan.
Keduanya pun berpindah tempat dan lanjut saling melepaskan serangan satu sama lain.
TRAANGGG!!!
__ADS_1
"Haaa!!!"
BANG!!! Shuuu-!
Weng Baohu Zhe melepaskan tendangan telak pada perut Feng Lang dan membuatnya terlempar mundur hingga mencapai dekat dengan kubah pembatas ciptaan Zu Zhang.
Zu Zhang yang ada di atas keduanya menonton dengan asik tanpa mempedulikan Yi Chen dan Hao Lang yang terus memanggil-manggilnya sedari tadi.
"Oi Zhang! Zu Zhang!!! Bajingan! Oi!!!"
Hao Lang terus memanggil-manggil namanya di dalam kepalanya, namun tidak ada jawaban sama sekali dari Zu Zhang.
"Zu Zhang....si bajingan itu, ini sebabnya aku tidak percaya dia yang dipilih untuk bertanggung jawab dalam Turnamen Beladiri Bebas tahun ini!" Hao Lang yang ada di atas atap arena terus menggerutu kesal.
Yi Chen yang bersamanya hanya bisa tersenyum kecut.
Pada saat ini Hao Lang dan Yi Chen bisa merasakan bahwa Feng Lang akan sebentar lagi naik ke ranah Penyatuan Jiwa sehingga Hao Lang ingin menyuruh Zu Zhang untuk menghentikan pertarungan antara Weng Baohu Zhe melawan Feng Lang.
Pada saat seorang Praktisi Beladiri naik ke ranah Penyatuan Jiwa akan ada peristiwa yang bernama Ledakan Kekuatan Jiwa.
Peristiwa ini akan menyebabkan semua kekuatan jiwa milik Feng Lang meledak keluar dari dalam tubuhnya sebelum kemudian menyatu seutuhnya dengan tubuhnya secara bertahap.
Ledakan Kekuatan Jiwa ini memiliki besar kerusakan yang tidak kecil. Setidaknya ledakan dan kerusakan yang dihasilkan akan sama dengan ledakan yang diciptakan oleh teknik peledakan bunuh diri seorang Praktisi Beladiri, yang mana akan mencakup sepertiga dari besarnya lapangan arena.
Jika itu terjadi, tidak hanya Weng Baohu Zhe yang berada dalam bahaya, tetapi para peserta yang lain juga. Kubah pembatas ciptaan Zu Zhang itu sama sekali tidak akan berarti menghadapi ledakan sebesar itu.
Selain kerusakan fisik, Ledakan Kekuatan Jiwa juga akan menyebabkan hantaman kekuatan jiwa yang akan menyerang mental orang-orang yang berada di seluruh Bangunan Arena Pertandingan. Oleh sebab itu Hao Lang terus berusaha untuk memanggil-manggil Zu Zhang.
"Sial! Jika begini aku harus turun tangan langsung dan menghentikan pertarungan itu sendiri." Hao Lang bangkit berdiri dan siap untuk turun ke arena, namun segera di cegah oleh Yi Chen.
"Tenanglah, saudara mu bukanlah orang bodoh. Dia pasti sadar akan situasinya sendiri. Weng Baohu Zhe juga sepertinya sudah menyadari hal ini beberapa detik yang lalu. Untuk Zu Zhang, tidak perlu kau memanggil-manggilnya, dialah orang paling pertama yang menyadari hal ini," ucapnya dengan tenang.
"Tapi-"
Hao Lang terdiam. Itu benar, kedua nya adalah seorang Penguasa Jiwa, Ledakan Kekuatan Jiwa hanyalah hal kecil bagi mereka.
Dia pun akhirnya tenang, dan duduk kembali di dekat Yi Chen.
"Haaah....maafkan aku, banyaknya pekerjaan ku, membuat aku sering tidak fokus," kata Hao Lang.
Yi Chen hanya membalas dengan mengangguk dan kemudian kembali menonton pertarungan di arena.
Pada saat ini, Feng Lang dan Weng Baohu Zhe tidak bertarung pada satu tempat saja, tetapi menggunakan seluruh bagian arena yang berada di dalam kubah untuk bertarung.
Tanah yang retak dan juga kawah-kawah kecil dapat terlihat sebagai hasil dari pertarungan mereka berdua. Namun meski begitu keduanya tetap bertarung dengan serius tanpa menghiraukan situasi sekitar mereka.
"Amukan Badai Cakar Angin!"
Feng Lang mengayunkan tangan kanannya sekali, dan sebuah tiupan angin kencang tercipta dan terarah pada Weng Baohu Zhe.
Tiupan angin itu bukan hanya sekedar angin biasa, bisa dilihat banyak siluet putih tipis yang tidak lain adalah angin-angin yang tajam.
Menghadapi itu, Weng Baohu Zhe pun menghentakkan kedua tangannya ke tanah, dan akar-akar menjalar pun keluar dari dalam tanah, menahan tiupan angin itu.
Tsaah- Srraatt!
Akar-akar itu terpotong satu persatu saat menahan angin itu.
"Serangan lemah seperti itu tidak akan bisa melukai ku!!"
Dalam satu kali melangkah, sosok Weng Baohu Zhe mencapai sosok Feng Lang mengandalkan bantuan kekuatan jiwa miliknya.
__ADS_1
BAAMM!!!
Pukulan mendarat pada dada Feng Lang dan kemudian akar-akar kayu menjalar keluar dari pelindung tangan Weng Baohu Zhe lalu melilit tubuhnya.
Feng Lang mengkertakan giginya melihat itu, dia dengan cepat berusaha untuk lepas dari lilitan tersebut, tapi Weng Baohu Zhe tidak membiarkannya begitu saja.
Dia menghantamkan kepalanya pada kepala Feng Lang dan membuat Feng Lang tersentak dan kesadarannya menjadi kabur untuk sesaat.
"Menyerahlah!" seru Weng Baohu Zhe yang sudah melilit seluruh tubuh Feng Lang.
"ORRAAAA!!!!"
Feng Lang berteriak kencang dan dengan setengah mati berusaha lepas dari lilitan akar itu, tapi semakin dia berusaha mendadak tubuhnya semakin lemah. Dia merasakan kekuatan jiwa dan juga Qi nya seperti tersedot oleh sesuatu dan menghilang dari tubuhnya.
"?!"
"Sudah aku bilang menyerahlah, tidak ada gunanya melawan. Akar-akar milikku ini bisa menyerap Qi dan juga kekuatan jiwa milik mu, semakin kau berusaha untuk lepas, semakin banyak juga Qi dan kekuatan jiwa mu yang akan di serap," jelas Weng Baohu Zhe.
Mendengar itu, Feng Lang pun berhenti meronta dan menatap dalam-dalam kedua mata Weng Baohu Zhe.
Untuk sesaat dia bisa melihat bahwa Weng Baohu Zhe sama sekali tidak ingin membunuhnya atau pun melukainya lebih dari saat ini.
"Kau ini terlalu lembek nak...." ucap Feng Lang.
Sebelah alis mata Weng Baohu Zhe terangkat mendengar ucapan dari Feng Lang.
"Kau tidak akan bisa menembus batasan milikmu jika kau mengikuti jalan pikiran mu saat ini," sambung Feng Lang.
"Apa maksud-"
"Aku menyerah!"
Secara tiba-tiba Fang Lang berseru menyerah, membuat Weng Baohu Zhe terdiam. Dia tidak mengerti jalan pikiran dari Feng Lang ini.
Setelah menceramahi nya dia malah tiba-tiba mengaku menyerah. Tapi ini tidak masalah, karena yang terpenting dia bisa lanjut ke tahap kedua babak semifinal.
"Pemenang pertarungan ketiga ini, Weng Baohu Zhe!" Zu Zhang berseru mengumumkan kemenangan Weng Baohu Zhe.
Hao Lang yang ada di atap arena pertandingan dalam sekejap menghilang dari tempatnya begitu juga dengan sosok Feng Lang yang masih berada di dalam lilitan akar milik Weng Baohu Zhe.
Menghilang nya sosok Feng Lang membuat Weng Baohu Zhe terkejut tetapi hal itu tidak lama karena Zu Zhang sudah menyuruhnya untuk keluar dari kubah pembatas nya karena pertarungan selanjutnya akan dimulai.
Sementara itu, di suatu tempat di luar Kota Hundan.
Sosok Hao Lang dan Feng Lang muncul di padang rumput luas.
Tanpa mengatakan apapun, Hao Lang menciptakan sebuah pelindung yang menutupi seluruh tubuhnya.
BUUUMMMMM!!!!!!
Detik berikutnya, ledakan besar keluar dari dalam tubuh Feng Lang yang bersamanya dan menghantam sosok Hao Lang yang sudah ditutupi oleh pelindung.
Tubuhnya tetap kokoh berdiri di tempatnya sementara lingkungan sekitarnya telah hancur berantakan terkena ledakan besar dari tubuh Feng Lang.
Ledakan itu tidak berhenti di situ saja, sebuah ledakan lain kembali keluar dari dalam tubuh Feng Lang yang berupa kekuatan jiwa miliknya.
Kekuatan jiwa miliknya itu menyapu lingkungan sekitarnya hingga ke dalam Hutan Kabut. Semua binatang yang ada langsung jatuh tak sadarkan diri satu persatu terkena sapuan kekuatan jiwa tersebut.
Tak lama, kekuatan jiwa itu kemudian bergerak kembali dan masuk ke dalam tubuh Feng Lang. Hao Lang yang melihatnya pun menghilangkan pelindung miliknya dan berdiri di hadapan saudaranya itu.
"Selamat, kau telah naik ke arah Penyatuan Jiwa," ucap Hao Lang sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Feng Lang tertawa pelan mendengarnya.
"Ya, terima kasih."