
Mulut Lin Mei terbuka lebar, dia masih tidak percaya bahwa babak seleksi pertama sudah selesai.
Dirinya selama 20 menit yang lalu terfokus menonton pertarungan Weng Ning sebelumnya sampai tidak memperhatikan bahwa satu demi satu para peserta yang ada di arena telah di eliminasi.
Dua puluh menit yang lalu, tepatnya ketika pertarungan Weng Ning mulai semakin serius.
"Hei..... aku bosan."
Weng Ying Luan menguap dan menggoyangkan tubuh Weng Lou yang duduk di sampingnya.
Weng Lou menatapnya dengan malas dan mengalihkan perhatiannya pada pertarungan Weng Ning yang tidak kunjung selesai.
"Sepertinya pertarungan mereka masih akan berlanjut sampai beberapa waktu ke depan. Bagaimana jika kita pergi mengurangi jumlah peserta lain?" tanya Weng Lou pada Weng Ying Luan dan Weng Wan.
Senyuman mendadak menghiasi wajah Weng Ying Luan. Dia dengan cepat bangkit berdiri dan menarik tubuh Weng Lou dan Weng Wan yang masih duduk di tanah.
"Aku menunggumu mengatakan itu, ayo kita pergi! Badanku mulai terasa kaku menunggu pertarungan mereka selesai..."
Tap...tap...tap...
Dia melangkah pergi meninggalkan tempat itu dan buru-buru diikuti oleh Weng Lou dan Weng Wan di belakangnya.
"Lou, apa kau yakin meninggalkan mereka? Aku khawatir akan ada masalah yang menimpa mereka ketika kita pergi," ucap Weng Wan sambil menoleh ke arah Weng Hua dan yang lain.
Weng Lou ikut menoleh menatap mereka sejenak sebelum kemudian tertawa pelan.
"Hahaha....tidak perlu khawatir, mereka itu kuat. Tenang saja, jika memang ada masalah, Shan Hu, Pang Baicha, dan Paman Jian ada untuk menolong mereka."
"Tapi...."
"Sudahlah, jangan khawatir. Ayo kita pergi, bisa-bisa Luan malah menghabisi mereka seorang diri."
Weng Wan akhirnya pun menyetujuinya, dan berjalan pergi bersama Weng Lou.
Dua puluh menit kemudian berlalu, Weng Lou, Weng Wan, dan Weng Ying Luan telah mengalahkan lebih dari seratus orang peserta.
Ketiganya pun kembali untuk melihat apakah pertarungan Weng Ning sudah selesai, tapi ternyata tidak, bahkan Weng Ning terlihat mulai tidak diuntungkan dalam pertarungannya.
"Sial, mereka bahkan belum selesai! Untung kita memilih untuk pergi dan mengalahkan peserta turnamen lain, jika menunggu mereka, bisa-bisa aku mati bosan!" seru Weng Ying Luan yang melihat Weng Ning dan peserta pria yang terlihat berusia lima puluhan sebelumnya.
Sementara Weng Ying Luan terus berbicara, Weng Lou memilih untuk diam dan menonton pertarungan mereka, sampai kemudian dia berhasil menemukan sesuatu yang membuatnya tersenyum kecil.
__ADS_1
Tepat ketika serangan dari lawan Weng Ning akan mengenai tubuhnya, sosok Weng Lou sudah menghilang dan muncul untuk menangkis serangan tersebut.
***
Kembali ke waktu sebenarnya, kelompok Weng Lou sudah bergerak dari tempat mereka dan menuju ke tengah arena, begitu juga semua peserta lain yang telah berhasil lolos dari babak seleksi pertama.
Zu Zhang, orang yang merupakan wasit dan sekaligus orang yang bertanggung jawab akan berlangsungnya Turnamen Beladiri Bebas tahun ini, melayang di tengah arena dan menatap seratus orang peserta yang merupakan peserta yang lolos babak seleksi pertama.
Dia memperhatikan satu persatu dari mereka dengan senyuman di wajahnya.
Kepalanya terus mengangguk-angguk melihat mereka semua. Tatapannya sempat berhenti beberapa kali pada beberapa orang peserta yang menarik perhatiannya, tapi itu tidak berlangsung lama sampai dia lanjut melihat semua peserta yang tersisa.
Setelah puas memandang mereka, pria itu pun membuat tubuhnya bergerak turun dari udara dan mendarat dengan pelan di hadapan 100 peserta yang lolos seleksi pertama.
"Ehem....selamat untuk kalian, 100 peserta yang berhasil bertahan dari seleksi pertama! Aku, Zu Zhang, sangat terhibur melihat kalian yang sangat bersemangat dalam bertarung!
Karena babak seleksi pertama sudah selesai, kita akan lanjut ke seleksi kedua! Berbeda dengan babak seleksi pertama, seleksi kedua akan memakai cara duel antar peserta.
Metodenya agak sedikit berbeda dengan duel pada umumnya dimana jika kalian memenangkan pertarungan kalian akan lanjut ke babak selanjutnya, pada duel seleksi kedua ini, kalian harus bertarung sebanyak sembilan puluh sembilan kali.
Ya! Benar sekali! Kalian akan mencoba melawan semua peserta yang telah berhasil lolos di seleksi pertama seperti kalian!
Setelah semuanya selesai, aku sendiri yang akan mengumumkan 10 orang yang akan lanjut ke babak semi final! Ingat! Aku akan menilai dari berapa banyak jumlah kekalahan, dan juga kemenangan yang kalian dapatkan!
Zu Zhang menjelaskan semua itu dengan nada bersemangat. Tubuhnya kemudian kembali melayang di udara, dan deti berikutnya, sosoknya pun menghilang.
Seratus peserta yang ada di lapangan arena masih diam di tempat mereka dan tidak menunjukkan pergerakan mencurigakan yang mungkin bisa menyebabkan pertarungan kembali.
Sampai kemudian, sebuah pintu terbentuk di dinding arena, mereka semua pun berjalan ke situ dan keluar dari arena.
Mereka semua sampai di sebuah ruangan khusus dimana terdapat sebuah ruangan cukup luas yang ternyata menjadi tempat untuk mereka beristirahat selama menunggu seleksi kedua dimulai.
Kelompok Weng Lou mengambil tempat di pojok ruangan, dan kemudian mereka semua duduk sambil mengistirahatkan diri mereka masing-masing.
Di saat yang lainnya memilih untuk beristirahat dan makan, Weng Lou memilih untuk duduk dan bermeditasi.
"Kau terlalu banyak membuang tenaga di seleksi pertama nak."
Ye Lao membuka suaranya begitu Weng Lou mulai bermeditasi.
"Tidak perlu mencemaskan itu, aku murni menggunakan fisik ku dalam seleksi pertama. Lagi pula aku tidak lelah sama sekali, jadi tidak ada masalah," balas Weng Lou yang kemudian menarik napas dalam.
__ADS_1
"Dari semua lawan yang kau temui di seleksi pertama tadi, hanya lawan terakhirmu yang memiliki kekuatan cukup kuat." Qian Yu ikut memberikan komentarnya.
"*Ya....teknik Qi miliknya cukup merepotkan bagi mereka yang memiliki Qi berunsur seperti Weng Ning, sedangkan bagiku, tekniknya itu tidak terlalu berpengaruh.
Hanya karena aku tidak menggunakan Qi saja tekniknya itu membuat ku harus mengeluarkan kekuatan lebih*."
"Itu dia permasalahannya. Kau sama sekali tidak berniat untuk mengalahkan lawan tadi dengan cepat. Seandainya kau langsung saja mengalahkan nya, kau tidak perlu membuang tenaga," cibir Ye Lao.
"Terserah kau saja lah, aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu." Weng Lou membuang napas panjang.
Di saat kelompok Weng Lou sedang beristirahat di pojok kiri ruangan, di bagian pojok kanan ruangan, terlihat kelompok murid-murid dari Keluarga Leluhur Weng sedang bersama dengan Weng Baohu Zhe.
Berkat pengawalan dari Weng Baohu Zhe, semua murid tidak ada yang dieliminasi.
Ini memang tugas dari Weng Baohu Zhe yang diperintahkan untuk menjaga murid-murid berbakat milik Keluarga Leluhur Weng.
Tapi meski begitu tugasnya ini hanya berlaku sampai di babak seleksi pertama saja. Pada babak seleksi kedua, dia tidak akan bisa menjaga mereka karena pertarungan akan dilakukan secara duel yang mana membuat hati Weng Baohu Zhe menjadi gelisah.
Dia takut salah satu murid yang dia jaga ini melakukan sesuatu yang berlebihan dalam seleksi kedua nanti yang dapat membahayakan hidup mereka.
"Tetua, apa tidak seharusnya Wan dan yang lain berkumpul bersama kita? Mereka bertiga adalah adalah bagian dari Keluarga Leluhur Weng yang agung, memilih bersama teman-teman mereka dibandingkan berkumpul bersama dengan anggota keluarga, tidakkah tindakan mereka sudah termasuk menghina Keluarga Leluhur Weng?!"
Weng Tie, salah satu dari murid-murid perwakilan Keluarga Leluhur Weng bertanya dengan wajah tidak senang pada Weng Baohu Zhe.
Weng Baohu Zhe menatapnya dalam diam dan kemudian menoleh ke arah kelompok Weng Lou.
Dia memperhatikan Weng Wan, Weng Hua, dan juga Weng Ning yang sedang beristirahat sebelum kemudian memejamkan matanya.
Sebenernya dirinya juga memiliki pemikiran yang sama dengan Weng Tie, tapi setelah dia melihat perkembangan yang mengerikan dari mereka bertiga, Weng Baohu Zhe pun memilih untuk menutup mata atas tindakan mereka.
Sudah sangat jelas baginya, bahwa perkembangan dari Weng Wan dan yang lainnya dipengaruhi oleh mereka yang bersama dengan Weng Lou dan yang lainnya.
"Jangan pedulikan mereka, sebaiknya kau fokus saja. Babak Seleksi Kedua akan dimulai tidak lama lagi, aku tidak akan bisa melindungi kalian seperti di seleksi pertama.
Jangan berharap aku akan muncul menolong kalian nantinya. Jadi, aku ingin kalian membuang pemikiran bodoh dan tak berguna kalian sekarang. Jika nanti di pertarungan kalian merasa tidak bisa menang melawan lawan kalian, maka menyerah lah.
Kita mengikuti Turnamen Beladiri Bebas ini hanya agar kalian mendapatkan pengalaman sana. Menang atau berhasil lolos babak selanjutnya adalah sesuatu yang berbeda, mengerti?" tanya Weng Baohu Zhe pada ketujuh murid yang bersamanya dengan suara dalam.
Ketujuh murid dari Keluarga Leluhur Weng menelan ludah mendengar pernyataan dari Weng Baohu Zhe. Mereka buru-buru mengangguk, mengiyakan pertanyaan darinya.
"Kami mengerti, Tetua!"
__ADS_1
.