
Dua puluh menit setelah Shan Hu mendarat di lapangan kastil Kelompok Darah.
Seluruh anggota Kelompok Darah yang datang untuk menyerangnya sudah dihabisi olehnya.
Sejauh ini, tidak ada satupun anggota Kelompok Darah yang sesuai dengan kriteria yang ingin dia ampuni.
Berjalan santai mengelilingi lapangan itu, Shan Hu memastikan tidak ada satu pun orang yang menerima serangan nya masih hidup. Mereka semua harus dipastikan oleh dirinya untuk mati.
Tsk-!
Shan Hu menginjak salah satu kepala anggota Kelompok Darah yang ada di dekatnya hingga hancur sebelum kemudian lanjut berjalan ke arah salah satu anggota Kelompok Darah yang sedang berusaha merangkak pergi dari situ.
"Kau tidak perlu bersusah payah seperti itu, biarkan aku membantu mu menemui sang pencipta."
Krack!
"Ac-......"
Dalam satu injakan tepat di punggungnya, anggota Kelompok Darah itu tewas dan tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali.
"Hah....bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membantuku untuk mengembangkan lebih jauh penggunaan Qi ku," gumam Shan Hu yang kemudian menatap ke atas langit.
Samar-samar dilihatnya dia ekor elang raksasa yang terbang bersama di atas langit, memamerkan kebebasan yang mereka miliki.
Dia juga dulu punya kebebasan seperti itu, tapi karena kesombongannya sendiri, hal itu harus direbut darinya yang mana sekarang dia terikat hubungan sebagai budak dengan Weng Lou.
Sering kali pemikiran untuk membunuh dirinya sendiri terlintas dipikirannya akhir-akhir ini, tapi dia selalu tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Dia sadar, bahwa meskipun dia memiliki pemikirannya sendiri karena tidak terlalu dikekang oleh Weng Lou, tetapi segala tindakan yang ia lakukan tetap berada di bawah kendali Weng Lou.
Weng Lou sendiri bukan tidak mengetahui pemikirannya ini, justru dia sengaja membiarkan Shan Hu untuk membunuh orang-orang dari Kelompok Darah karena ingin dia masih merasakan apa yang disebut kebebasan itu, meski dengan beberapa batasan yang dia berikan tentunya.
"Hei hei hei.....apa yang terjadi ditempat ini? Bukankah bos bilang kita akan menerima sambutan meriah jika datang kesini?"
Mendadak, dari belakang Shan Hu terdengar suara seorang pria yang mana membuat Shan Hu terkejut karena dia tidak merasakan kehadiran dari orang itu sebelumnya.
Berbalik, Shan Hu melihat dua sosok pria bertubuh kurus yang mengenakan pakaian berwarna hitam yang pada bagian tepinya berwarna emas terang.
Terlihat pakaian itu pastinya sangatlah mahal hanya dari tampilannya saja.
"Hmm? Hmmmmm???? Hm?????"
Pria lainnya memiliki postur tubuh yang hampir sama dengan Shan Hu, besar dan berotot. Tapi bedanya terletak jelas pada tinggi keduanya, dimana Shan Hu masih tinggi satu dua jengkal darinya, tapi pria itu memiliki besar otot melebihi Shan Hu.
__ADS_1
"Sepertinya ada pesta beberapa waktu yang lalu di sini," ucap pria besar itu sambil tersenyum lebar menyeramkan.
Kedua pria itu kemudian menatap Shan Hu yang sedang berdiri di tengah-tengah lapangan yang juga sedang menatap mereka berdua.
Shan Hu masih diam di tempatnya, tidak langsung menyerang ke arah keduanya. Dalam sekali pandang, dia bisa mengetahui kekuatan mereka berdua yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 8.
Pria yang kurus berada di tahap 8 awal, sementara pria bertubuh besar memiliki kekuatan di tahap 8 menengah.
Shan Hu sedikit tidak yakin apakah dia bisa mengalahkan keduanya seorang diri, apa lagi dia belum lama berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 8 ini.
Tapi kemudian dia ingat bahwa dirinya saat ini membutuhkan latihan agar bisa menggunakan Qi nya dengan efisien. Mungkin dengan bertarung melawan mereka berdua dirinya bisa mengembangkan lebih jauh penggunaan Qi nya.
"Hei kawan, ku lihat kau sepertinya baru saja bersenang-senang di sini. Bagaimana jika kau mengajak kami juga?" Pria kurus itu berbicara dengan juga ikut tersenyum lebar seperti rekannya si pria bertubuh besar.
Shan Hu hanya diam mendengar itu, dia memilih untuk mulai mengedarkan Qi miliknya pada seluruh tubuhnya, dan bersiap dengan serangan mendadak yang bisa terjadi kapan saja.
"HEIIIII!!!!! AKUUU BERBICARA DENGAN MU BERENGSEK!!!!!"
Mendadak pria kurus itu berteriak nyaring dan membuat Shan Hu yang sedari tadi waspada menjadi terkejut atas perubahan tiba-tiba darinya.
Selesai berteriak seperti itu sosoknya kemudian melesat kebarah Shan Hu dalam kecepatan yang luar biasa.
Tanda bahaya berbunyi dari seluruh tubuh Shan Hu, dia dengan cepat melompat mundur dan detik berikutnya sebuah ledakan tercipta di tempat di mana dia berdiri sebelumnya.
Bruackk!!!!
Sebuah kawah terbentuk dan memperlihatkan sosok pria kurus sebelumnya yang mana dari seluruh tubuhnya memancarkan Qi berwarna kehijauan.
"Sial, unsur angin. Pantas saja gerakannya sangat cepat," gumam Shan Hu.
Untungnya dia segera mundur begitu merasakan bahaya sebelumnya.
"Hei hei hei.....kau bisa menghindarinya, yah?! Bagus bagus.....AYO HINDARI INI JUGA SIALAN!!!"
Sekali lagi pria kurus itu melesat maju menyerang ke arah Shan Hu.
Kali ini Shan Hu sudah siap, dia mampu mengikuti gerakan dari pria itu, dan dia tidak akan menghindar lagi kali ini.
BAAMMM!!!!
Pukulan dari pria kurus itu beradu dengan lengan Shan Hu yang ia jadikan sebagai tameng.
__ADS_1
Seperti dugaannya, pukulan dari pria itu tidaklah terlalu berefek padanya. Tubuh Shan Hu hanya bergetar selama dua detik sebelum kembali kokoh.
Mata pria kurus itu melebar melihat serangannya berhasil ditahan oleh Shan Hu, tapi itu tak bertahan lama. Senyum lebarnya susah kembali ia pasang, dan detik berikutnya sosok pria besar yang bersamanya sebelumnya sudah muncul di belakang Shan Hu dengan tinjunya yang dilapisi Qi berwarna kecoklatan, siap menghantam tubuh Shan Hu.
BDUMM!!!!
"Ack!!"
Shuuu.....PAK!!! Bruack!!!
Tubuh Shan Hu terlempar dan menabrak bangunan kastil dengan keras hingga membuat bagian dinding yang dirinya tabrak menjadi retak.
Dia tidak bergerak sama sekali, hanya diam dan menunduk kebawah. Dirinya saat ini seperti kalah dan tak bertenaga sama sekali.
"Aaahhh....apa hanya segitu saja? Sial, tidak seru sama sekali," oceh si pria bertubuh kurus.
"Ya, sepertinya tubuhnya hanya besar saja, tapi tidak memiliki kekuatan sama sekali." Sosok pria bertubuh besar ikut berbicara.
Mendengarkan percakapan keduanya, Shan Hu masih tetap diam. Tidak ada pergerakan sama sekali darinya.
"Pukulan tadi....itu tidak terasa terlalu sakit. Tapi apa yang terjadi padaku? Kenapa hatiku sangat sakit? Aku tidak terima mereka mengeroyokku seperti itu.
Tidak, kau pantas mendapatkannya, kau juga telah mengeroyok seseorang sebelumnya, jadi ini adalah karma bagimu. Apa kau yakin harus menerima rasa malu kekalahan lagi, bahkan setelah menjadi kuat berkat bantuan tuan haru mu?
Ayo berdirilah!! Berdirilah dan hajar dua pengecut sialan itu!!!! JANGAN BIARKAN RASA MALU MU SEMAKIN BERTAMBAH KARENA MEREKA BERDUA!!!!!"
Brack.....srak....
Shan Hu yang sedari tadi hanya diam di dinding kastil, mulai menunjukkan gerakan perlahan , dan kemudian kembali bangkit berdiri seperti semula.
"Hohohoho!!!! Dia bisa berdiri kembali! KALAU BEGITU AKAN KUHAJAR LAGI KAU SIALAN!!!"
"Ayo habisi dia, Shou!!!"
Kedua pria itu kembali melesat ke arah Shan Hu. Mereka sepertinya tidak akan melakukan gerakan tipuan lagi seperti sebelumnya.
Kedua tangan Shan Hu terkepal keras dan Qi miliknya mulai mengalir dan menutupi kepalan tangannya. Tidak berhenti sampai di situ, Qi juga mulai mengalir dan menutupi kedua kaki Shan Hu hingga setinggi betisnya.
Memasang kuda-kuda, dia kemudian menarik napas dalam dan menatap sosok kedua pria yang mengarah ke arahnya itu.
"Seni Pertarungan, Hentakan Kaki Sang Raja Harimau."
__ADS_1