Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 456. Sang Harimau Petir (II)


__ADS_3

Ketika Wudi Ge mengaktifkan kekuatan garis darah keturunan miliknya, dirinya akan bertransformasi menjadi manusia setengah Harimau Petir dimana kekuatan, dan kecepatan nya akan bertambah sebesar dua kali lipat.


Pada wujudnya ini dia mampu memakai 3 kekuatan khusus garis darah keturunan miliknya yaitu Tubuh Petir, Langkah Petir, dan juga Ledakan Petir.


Tubuh Petir membuat dia kebal terhadap semua serangan selama beberapa waktu, Langkah Petir menambahkan kecepatan miliknya hingga 3 kali lipat, sedangkan Ledakan Petir adalah teknik dimana tubuhnya mampu melepaskan petir dalam jumlah besar dari tubuhnya yang akan menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar dan kuat.


Sejauh ini hanya Yang Guang seorang yang mampu bertahan dari semua teknik garis darah keturunan milik Wudi Ge, itu pun dia tetap akan berakhir dengan beberapa luka parah pada tubuhnya.


Kemampuan milik Wudi Ge ini sebenarnya tidaklah seberapa bagi lawan-lawannya, hanya saja Wudi Ge sangat terampil dalam menggunakannya seperti layaknya seekor Harimau Petir yang asli.


Tubuh Petir nya yang sebenarnya dapat dengan mudah di netralisir dengan unsur angin dibuatnya menjadi kebal dengan bantuan Qi nya. Langkah Petir yang sebenarnya hanya menambah laju larinya dibuatnya tampak sangat mematikan dengan ditambahkannya serangan setiap kali dia bergerak. Ledakan Petir yang sebenarnya bisa dihindari dengan mudah karena memerlukan waktu sebelum ledakan dilepaskan, dikombinasikan dengan tambahan ledakan Qi darinya.


Bisa dibilang, sebenarnya kehebatan Wudi Ge adalah murni dari pencapaian nya sendiri, bukan semata-mata karena kekuatan garis darah keturunan miliknya. Dia hanya mengembangkannya, dan menggunakannya seefisien mungkin, yang mana membuat dia bisa melangkah menjadi pemuda yang dikenal sebagai Pemuda Terkuat di seluruh Pulau Pasir Hitam.


Di dalam kubah, Wudi Ge yang sedang berubah wujud secara mendadak tubuhnya membesar satu setengah kali dan membuat Weng Lou yang melihatnya menjadi tersenyum lebar.


Dia pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya, yang pertama adalah ketika dia tidak sengaja membangunkan kekuatan garis darah keturunan miliknya setelah memakan Buah Mangga Kehidupan di dalam Hutan Kematian beberapa bulan yang lalu, dan yang kedua adalah ketika Weng Wan melawan Induk Siluman Serigala Pengintai Malam di dekat desa kabut.


"Kekuatan garis darah keturunan. Salah satu kekuatan yang paling menentukan status seseorang di banyak dimensi milik para Absolute," ucap Ye Lao yang terdengar seperti menghela napasnya.


"Hmmmm....jadi seperti itu kekuatan garis darah keturunan yah.....di dimensi ku hanya raja pengkhianat yang dilayani saja yang memilikinya. Kami para prajurit yang tak kenal lelah dan terus bertarung di medan pertarungan justru sama sekali tidak memilikinya." Qian Yu ikut berbicara.


Bagi mereka pemandangan yang ada di hadapan Weng Lou saat ini adalah sesuatu yang sangat menarik.


"Ye Lao, apa kau juga punya kekuatan garis darah keturunan sewaktu masih hidup?" tanya Weng Lou yang ikut tertarik mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Ya? Ah, aku juga punya. Aku dulu memiliki garis darah Ras Merpati Pembawa Cahaya. Peringkatnya sekitar sembilan ratusan dibandingkan dengan Ras lainnya," jawab Ye Lao dengan cepat.


"Hmm....ras yang lemah ternyata," gumam Weng Lou dalam hatinya.


"*Aku bisa mendengar mu, bocah kurang! Beraninya kau meremehkan kekuatan garis darah keturunan milikku!! Jika saja aku masih hidup, kau pasti akan berteriak-teriak seperti anak kecil karena melihat betapa hebatnya kekuatan Ras Merpati Pembawa Cahaya!"


"Hmm? Benarkah....baiklah*."


Weng Lou tampak tidak peduli dengan yang dikatakan oleh Ye Lao dan memilih melihat transformasi dari Wudi Ge yang sudah akan selesai.


Pada saat ini tubuh Wudi Ge sudah berhenti membesar. Dua taring di rahang atasnya terlihat sedikit memanjang, dan kedua bola matanya bercahaya biru terang seperti cahaya petir yang menggelegar.

__ADS_1


"Sudah selesai," ucap Weng Lou.


Tap....krackkk......


Tanah yang dipijak oleh Wudi Ge mulai retak karena perubahan beratnya.


Tssh-!


Petir-petir kecil menyambar keluar dari dalam tubuhnya, dan Wudi Ge pun menatap dengan tajam ke arah Weng Lou.


"Aku, datang!!" serunya yang dalam sekejap mata telah berdiri tepat di hadapan Weng Lou.


Napas Weng Lou tertahan seketika, melihat itu, dan detik berikutnya tubuhnya telah terlempar tinggi ke atas udara.


BAMMM!!!


Wudi Ge menendang perut Weng Lou ke atas tanpa sempat disadari oleh Weng Lou.


Ketika Weng Lou baru menyadari dirinya telah terlempar ke udara, sosok Wudi Ge telah muncul kembali di atasnya dengan kedua tangannya digabung dengan terkepal erat.


Dengan sekuat tenaga dia menghantam tubuh Weng Lou menggunakan kedua tangannya itu, dan membuat Weng Lou meluncur bebas ke tanah dengan kecepatan tinggi.


Untungnya Weng Lou sudah sadar, dan buru-buru melindungi seluruh tubuhnya dengan Qi.


BRUAAACKK!!!!


Tanah yang dihantam oleh Weng Lou hancur seketika, dan kawah berdiameter tiga meter dengan kedalaman 1 meter terbentuk.


"Uhuk! Uhuk!"


Weng Lou terbatuk karena debu di sekitarnya yang naik setelah dirinya membentur tanah. Dia melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan Wudi Ge, namun tidak menemukannya.


Dia pun segera bangkit berdiri dan keluar dari kawah tersebut.


Tepat ketika Weng Lou keluar dari kubah itu, dia sudah langsung melihat sosok Wudi Ge yang sedang berjongkok di tanah, dan seperti bersiap untuk berlari. Weng Lou mendadak mendapatkan firasat buruk akan hal itu, dan dia pun mengeluarkan seperempat Qi miliknya dan menciptakan sebuah pelindung di hadapannya.


"Hantaman Harimau Petir," ucap Wudi Ge yang menatap tajam ke arah Weng Lou.

__ADS_1


Tsak.....


Kaki belakangnya dihentakkan sekuat tenaga, dan Wudi Ge pun melesat sambil sedikit membungkuk seperti seekor harimau yang sedang bersiap menerkam mangsanya.


Petir mendadak terkumpul di kepalanya dan membentuk surai-surai berwarna biru terang.


"Bahaya nak! Segera menyingkir!" Mendadak Ye Lao berseru nyaring di dalam kepala Weng Lou.


Terkejut mendengarnya peringatannya yang secara tiba-tiba, Weng Lou pun secara refleks melompat tinggi ke udara.


BDAAMMM!!!!! PRAAKKKK!!!!


Wudi Ge menabrak pelindung Qi yang diciptakan oleh Weng Lou dan menghancurkan hingga berkeping-keping seperti sebuah kaca tipis.


"Sial! Itu tadi nyaris saja!" umpat Ye Lao dengan nada sedikit lega karena Weng Lou berhasil menghindari hantaman Wudi Ge.


"Apa yang kau lakukan, Ye Lao?! Bukannya aku sudah bilang jangan membaca masa depan dan membantu ku?!" Weng Lou tampak marah.


"Diamlah, sialan! Ini bukan saatnya kau berlatih, jika kau lengah sedikit saja, kau akan mati! Seriuslah! Atau nyawa mu bisa melayang kapan saja!" bentak Ye Lao dengan nada jengkel.


Weng Lou terdiam mendengar Ye Lao. Dia ingin menjawabnya namun segera menyadari apa yang dikatakan olehnya adalah kebenaran.


"Baiklah...aku mengerti. Tapi aku tetap tidak mau kalian membantuku, ingat itu!"


Di bawah Weng Lou, Wudi Ge diam di tempatnya dan menoleh ke atas dan menatap Weng Lou dengan senyum nya yang terlihat aneh karena dua taring panjangnya.


"Naluri mu cukup bagus, juga!" serunya.


Tangan Weng Lou terkepal mendengar pujian Wudi Ge. Tadi itu bukan karena nalurinya dia bisa menghindar, melainkan karena peringatan dari Ye Lao.


Phu- Whusss...


Dengan ringan Weng Lou berputar di udara, lalu kemudian mendarat di tanah. Dia menghela napasnya, lalu mulai mengatur kuda-kudanya. Qi mulai mengalir ke kedua kakinya, dan juga kedua telapak tangannya.


"Bersiaplah, sekarang giliran ku!" Weng Lou berseru dengan wajah serius.


"Teknik Meringankan Diri, Pernapasan keempat!"

__ADS_1


__ADS_2