Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 478. Lima Peserta Babak Final


__ADS_3

Diam selama beberapa saat, Weng Ying Luan pun akhirnya menerima keputusan dari Weng Baohu Zhe yang menyerah dalam pertarungan mereka berdua.


Sosok Weng Baohu Zhe yang sedang berjalan pun langsung menghilang begitu Zu Zhang menjentikkan jarinya, dan dirinya dipindahkan ke sebuah tempat duduk khusus yang terpisah dari tempat duduk peserta dan para penonton.


Weng Baohu Zhe menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu kemudian mengeluarkan sebuah pil penyembuh dari balik bajunya dan segera menelannya.


"Aku berpikir akan mendapatkan perawatan yang sama seperti para peserta lainnya, tapi sepertinya tidak," ucap Weng Baohu Zhe yang menghela napasnya.


Di sisi lain, Weng Ying Luan yang ada di lapangan arena pun segera kembali ke tempat duduknya.


Karena pertarungan mereka berdua yang tidak mengakibatkan kerusakan besar, Zu Zhang pun langsung memunculkan dua nama peserta terakhir yang akan bertarung di babak semifinal.


Nama Weng Lou dan Man Yue pun muncul di atas arena. Tepat ketika para penonton membaca nama Weng Lou, mereka langsung tampak sangat bersemangat sekali.


"Akhirnya giliran pemuda itu lagi!" seru salah satu penonton dengan suara bersemangat.


"Dia pemuda yang telah mengalahkan Wudi Ge, si Pemuda Terkuat di seluruh Pulau Pasir Hitam. Itu berarti saat ini dialah pemegang julukan tersebut!"


"Kau benar! Dia adalah pemuda terkuat di Pulau Pasir Hitam ini!"


Teriakan para penonton benar-benar memenuhi seluruh bangunan Arena Pertandingan, hingga bahkan membuat Zu Zhang menjadi sedikit terkejut, tapi dia bisa memaklumi semangat dari para penonton itu.


Dalam pertarungannya sebelumnya, Weng Lou sukses mengalahkan Wudi Ge yang merupakan pemuda dengan julukan yang terkuat di generasinya saat ini. Kekalahan Wudi Ge sangat berdampak besar bagi pertarungan ini, karena dengan begitu ada pemuda baru yang menyandang gelar Pemuda Terkuat, yaitu Weng Lou.


"Hmm....sorakan ini bahkan lebih meriah dari saat upacara pelantikan ku sebagai raja," komentar Hou Lang yang ada di atas atap Arena Pertandingan.


"Bagaimana bisa kau menyamakannya dengan saat pelantikan mu? Tempat kau dilantik sebagai raja adalah ibukota Wilayah Tengah, yang merupakan wilayah paling dijaga ketat di seluruh Wilayah Tengah ini. Bahkan orang yang menonton penobatan mu tidak sampai 10.000 orang," komentar Feng Lang yang ada bersamanya.


"Tapi mereka tidak ada satupun yang menyerukan namaku loh! Namaku!" protes Hou Lang.


Tatapan Feng Lang padanya pun langsung tampak aneh.


"Apa kau anak kecil?" tanyanya yang tidak habis pikir dengan sikap saudaranya itu. Dia sampai sekarang masih bertanya-tanya bagaimana bisa saudaranya ini berhasil naik sebagai raja dengan sikap kekanak-kanakannya.

__ADS_1


"Tidak perlu bertengkar, kalian berdua. Yang lebih penting, apakah gadis keluarga Weng itu sudah pulih sepenuhnya?"


Terdengar suara Zu Zhang di dalam kepala mereka semua.


"Tenang saja, kondisinya sudah stabil. Racun pada tubuhnya sudah aku keluarkan semuanya, hanya saja luka bakar di dalam tubuhnya belum pulih sepenuhnya." Yi Chen membalas pertarungannya dari Zu Zhang.


"Bagus, jika luka bakar di dalam tubuhnya sudah dipulihkan, segera pindahkan dia ke ruang perawatan. Akan merepotkan jika para para wanita itu menanyaiku tentang keberadaannya." Zu Zhang lanjut berbicara.


"Baiklah, tidak perlu cemas. Aku yang akan mengirimkannya nanti, kau fokus saja pada tugasmu saat ini," jawab Yi Chen


Suara Zu Zhang pun tidak lagi terdengar, dia sudah memfokuskan kembali dirinya pada pertarungan yang sebentar lagi akan dimulai.


Sosok Weng Lou yang berada di tempat duduk para penonton sudah melompat turun dan mengambil tempatnya di lapangan arena, sementara Man Yue masih berdiri di tempatnya dan memandang ke arah Weng Lou dan Zu 6s


Zhang secara bergantian.


"Haa.....maafkan aku Lou, tapi ini adalah keputusan ku," ujar Man Yue dengan suara pelan.


Dia kemudian menarik napas dalam, dan memejamkan matanya selama beberapa saat. Kilasan balik ingatan akan awal dirinya bertemu dengan Weng Lou, Lin Mei, dan Weng Ying Luan pun muncul di dalam kepalanya. Dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil, lalu membuka kembali kedua matanya.


Man Yue tiba-tiba berseru lantang hingga dapat didengar oleh semua orang, meski saat ini situasi sedang sangat ramainya.


Suara semua orang pun segera menghilang begitu mendengar pernyataan Man Yue.


Apa dia baru saja menyerah? Para penonton bertanya kembali pada diri mereka, karena tidak yakin mendengar dengan benar sebelum nya.


"Maafkan aku peserta Yue, tapi apa kau baru saja mengatakan bahwa kau menyerah?" tanya Zu Zhang di lapangan arena.


Zu Zhang sebenarnya bisa mendengar Dnegan sangat jelas ucapan dari Man Yue, karena saat ini dia memfokuskan dirinya pada dirinya dan Weng Lou.


Dia bertanya kembali hanya untuk membuat para penonton bisa mendengar nya jauh lebih jelas.


"Aku mengatakan, bahwa aku menyerah." Man Yue pun sekali lagi menyatakan bahwa dia menyerah.

__ADS_1


Zu Zhang mengangguk-angguk mendengarnya lalu menatap ke arah Weng Lou yang saat ini sedang diam dan menatap Man Yue di tempatnya. Dia menghela napasnya.


"Baiklah," ucap Weng Lou singkat. Dia pun berjalan kembali ke tempat duduknya sementara Zu Zhang menatapnya dari atas udara sejenak.


"Seperti yang kalian dengar, para penonton sekalian! Peserta Yue telah menyerah sebelum dimulainya pertarungan! Dengan begitu, peserta Lou lolos ke babak final!" Zu Zhan berseru kencang dan membuat suaranya dapat didengar oleh semua orang.


"Ah, sialan! Padahal aku ingin melihat keduanya bertarung seperti sebelumnya!"


"Iya, benar! Apa-apaan ini? Kami datang untuk melihat pertarungan! Tidak pernah di semua Turnamen Beladiri Bebas banyak peserta yang memilih untuk menyerah sebelumnya!"


Satu persatu umpatan dari para penonton pun dapat terdengar, namun sepertinya tidak ada dari Weng Lou atau pun Man Yue yang berniat menanggapinya.


"Kau yakin ingin melakukan ini?" tanya Xin Yue yang sosoknya tampak buram di samping Man Yue.


"Ya, aku yakin. Lagi pula, dengan menyerahnya aku, akan membantu Lou. Dia tidak perlu membuang tenaga untuk melawanku jadinya," balas Man Yue.


Dia pun berjalan pergi ke tempat dimana Weng Baohu Zhe berada, tanpa menunggu perintah dari Zu Zhang. Pada saat yang sama Weng Lou juga telah sampai di tempat duduknya kembali.


Melihat keduanya yang telah ke tempat mereka masing-masing, Zu Zhang pun akhirnya turun ke atas arena dan mendarat dengan perlahan di tanah.


Krackkk....


Dia merengkangkan tubuhnya yang sedikit kaku karena terlalu lama berada di udara, lalu mengangkat satu tangannya ke udara.


"Baiklah, semuanya aku ingin kalian diam sebentar." Zu Zhang membuka suaranya dan perhatian semua orang kembali ter arah padanya.


"Oke, terima kasih sudah memperhatikan. Baik, dengan kemenangan peserta Lou, babak semifinal kita hari ini telah selesai dan akan dilanjutkan ke babak final. Peserta yang akan lanjut ke babak final nanti antara lain, peserta Mei, Yang Guang, Ying She, Ying Luan, dan yang terakhir peserta Lou. Mereka berlima akan bertarung pada satu lokasi yang sama seperti pada babak seleksi pertama kemarin. Tapi sebelum itu, aku akan bertanya pada lima peserta yang telah lolos ke babak final hari ini, apakah kalian ingin langsung melanjutkannya sekarang, atau menunggu sore nanti setelah kalian beristirahat?" tanyanya pada Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, Yang Guang, dan Ying She yang saat ini sedang duduk manis di tempat mereka.


Lin Mei memandang ke arah Weng Lou, begitu juga dengan Weng Ying Luan yang berada di dekatnya. Yang Guang terlihat mengetuk-ngetuk kursinya selama beberapa saat, sebelum kemudian tersenyum lebar.


Ying She di sisi lain hanya mendengus menanggapi pertanyaan dari Zu Zhang itu.


""Tentu saja lanjut sekarang!""

__ADS_1


Mereka semua bersamaan menjawab kepada Zu Zhang.


__ADS_2