Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 649. Cara Ras Ilahi


__ADS_3

Weng Lou mulai menyerap ingatan kehidupannya yang keenam puluh enam.


Butir-butir cahaya masuk ke dalam kepalanya. Saat itu juga dia melihat ingatan dari kepingan pertama yang berisi ingatan kehidupan keenam puluh enam dari awal lahir hingga berusia seratus tahun.


Setelah menyerap beberapa ingatan sebelumnya, Weng Lou akan terlihat sedikit santai saat menyerap ingatan kehidupannya yang lain. Namun kali ini, dia tidak bisa sesantai sebelumnya. Dahinya mengerut dan tubuhnya bergetar untuk beberapa saat.


Dia melihat segala ingatan dari sudut pandang kehidupan terdahulunya, sehingga apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan lakukan akan Weng Lou alami juga.


Perjalanan seratus tahun kehidupan berlalu dengan waktu yang cukup lama. Satu minggu kemudian, Weng Lou menyelesaikan seratus tahun di bagian kepingan pertama.


Tubuhnya tampak lelah dan napasnya sedikit berat setelah dia selesai menyerap sebagian pertama itu. Akan tetapi dia tidak bisa berhenti sekarang. Dia harus menyelesaikan empat kepingan yang tersisa sebelum bisa beristirahat.


Tanpa ragu Weng Lou mulai melakukan penyerapan ingatan pada kepingan kedua yang berisikan ingatan kehidupan seratus tahun lainnya. Ingatan ini berisi kehidupan keenam puluh enam dari umur 101 hingga 200 tahun.


Weng Lou tidak mengalami masalah dalam melakukan penyerapan kepingan kedua. Karena kepingan pertama terhubung dengan kepingan kedua, membuatnya bisa menyerap sedikit lebih lancar pada bagian awalnya. Sayangnya, kelancarannya mulai berhenti di bagian akhir ingatan kepingan kedua.


Dengan napas tersengal-sengal, dia menyelesaikan penyerapan ingatan kedua dalam waktu satu minggu lebih dua hari.


Dirinya benar-benar kelelahan. Jika bisa, dia ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya walau hanya sejenak saja.


"Kau belum boleh berhenti. Masih ada tiga kepingan ingatan lagi. Tahan rasa lelah dan kantukmu, atau kau akan mati dalam proses penyerapan ingatan." Kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou mengingatkannya.


Weng Lou menarik napas panjang dan membuangnya. Mengencangkan giginya, dia segera memulai penyerapan kepingan ketiga.


Saat ingatan dari kepingan ketiga memasuki kepalanya, tubuh Weng Lou terguncang dan dia tampak linglung. Ini bukan karena efek tubuhnya yang sedang kelelahan, melainkan karena sesuatu yang lain.


"Ughhhh......."


Darah mengalir dari sudut bibirnya. Kehidupan kesembilan puluh sembilan melihat hal ini dengan dahi berkerut.


Dia segera memanggil semua kehidupan terdahulu Weng Lou yang lainnya dan berkumpul di sekitar Weng Lou m Dengan dipimpin Weng Lou kesembilan puluh sembilan, mereka semua mulai melakukan gerakan mantra tangan.


Gerakan tangan dan jari mereka bergerak pada waktu yang bersamaan. Begitu mereka selesai, beberapa tali berwarna hitam legam keluar dari jari telunjuk mereka dan mengikat tubuh Weng Lou kehidupan sekarang yang sedang menyerap ingatan kehidupan keenam puluh enam.

__ADS_1


Tali-tali ini mengeluarkan asap hitam yang sama persis seperti yang keluar dari tubuh Weng Lou waktu pertama kali memasuki dimensi ini.


Ini adalah tali yang terbuat dari kekuatan Ras Ilahi. Tali Aura. Kekuatannya bisa mencegah gejolak yang ada di dalam diri Weng Lou untuk mengamuk dan menahannya sampai batas tertentu. Namun ini bukan solusi, saat ini Weng Lou sedang berusaha keras menyerap kepingan ketiga ingatan kehidupan keenam puluh enam.


Dengan kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi di dalamnya yang tiba-tiba mulai menunjukkan tanda-tanda akan meluap hingga mencapai batas yang bisa ditampung Tingkat Praktik Weng Lou saat ini.


"Teruslah berkonsentrasi dan serap ingatan di kepingan ketiga secepat mungkin. Tali Aura akan membantumu menekan garis darah Ras Ilahi. Namun jika kau kehilangan konsentrasi mu, kekuatan garis darah Ras Ilahi akan dengan cepat meluap di dalam dirimu, dan kemudian meledak keluar!"


Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan berseru pada Weng Lou kehidupan sekarang. Dia memegang dua Tali Aura di tangannya yang mengikat erat pada tubuh Weng Lou kehidupan sekarang.


Segera Weng Lou mulai memfokuskan pikirannya untuk menyerap ingatan di kepingan ketiga dari ingatan kehidupan keenam puluh enamnya.


Sebelumnya, Weng Lou terguncang karena di awal ingatan di kepingan ketiga kehidupan keenam puluh enam berisikan tentang ingatannya yang berhasil membangkitkan kembali garis darah keturunan Ras Ilahi dalam dirinya sehingga benar-benar menjadi seorang Ras Ilahi.


Karena hal ini, kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi di dalam tubuh Weng Lou bereaksi dan berusaha untuk keluar dari tubuhnya untuk mengamuk. Untungnya, ingatan itu dengan cepat berlalu dan dia bisa sekali lagi memfokuskan diri menyerap ingatan lainnya.


Satu bulan kemudian.


Napasnya tidak beraturan dan dia hampir tidak bisa duduk dengan benar.


"Aku.....Aku sudah tidak kuat......kepalaku sakit, rasanya seperti sebuah pisau menusuk isi kepalaku. Rasanya kepala ku akan terbelah dua karena rasa sakit ini," ujar Weng Lou dengan suara lemah.


Kehidupan kesembilan puluh sembilan diam di tempatnya. Dia bisa melihat Weng Lou telah mencapai batasnya. Mustahil baginya untuk menyelesaikan penyerapan kepingan kelima. Dia akan mati sebelum menyelesaikannya. Bahkan dengan bantuannya, tidak mungkin tubuh Weng Lou bisa mengatasi rasa lelahnya.


"Haaaah......jadi memang mustahil, yah?" Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan mendesah pelan.


Sebagai Weng Lou kehidupan terdahulu, dia paham bahwa Weng Lou kehidupan yang sekarang jauh berbeda dengan semua Weng Lou kehidupan terdahulu. Kehidupannya meski tidak sekeras dan seberbahaya beberapa kehidupan terdahulunya, namun kekuatannya yang tidak selaras dengan Tingkat Praktiknya membuat situasinya berada dalam kondisi spesial.


Ketika kepingan kelima telah mengeluarkan butir-butir cahayanya, Weng Lou kehidupan sekarang tidak melakukan memulai penyerapan ingatan.


Ini batasannya, jika dia memaksanya dia akan benar-benar mati. Namun jika dia tidak melanjutkan proses penyerapan ingatannya dia juga tetap akan mati.


Proses penyerapan ingatan tidak boleh berhenti di tengah jalan! Itu harus diselesaikan, suka tidak suka, mau tidak mau.

__ADS_1


"Ck.....bocah kaparat! Apa hanya ini tekadmu untuk bisa bertemu adikmu kembali?! Hanya ini saja yang bisa kau lakukan untuk membalaskan dendam Ras Ilahi mu?! Tidak perlu memikirkan semua itu lagi, kau hanya membuang-buang waktu! Dengan tekad seperti itu, kau tidak akan bisa melakukan apapun!"


Sebuah suara terdengar bergema di dalam dimensi penyimpanan ingatan kehidupan Weng Lou.


Semua kehidupan terdahulu Weng Lou tampak terkejut karena mendengar suara tersebut.


Mereka menoleh ke satu arah, dan menemukan seorang kehidupan terdahulu Weng Lou yang tampak berdiri di salah satu lembah diantara empat gunung.


Sosok Weng Lou itu tampak jauh, jauh lebih tua dibandingkan semua kehidupan terdahulu Weng Lou yang ada di tempat itu. Dia juga memancarkan aura yang begitu kuat dan tak terbatas. Setiap langkah kakinya, dimensi itu akan bergetar, dan gunung-gunung seakan menundukkan diri kepadanya.


Kehidupan kesembilan puluh sembilan terkejut melihat sosok Weng Lou tersebut. Dia mengenalnya dan mengetahui bahwa sosok tersebut tidak seharusnya keluar pada saat ini, atau lebih tepatnya belum saatnya.


"Kenapa.....kau kesini? Kehendak Pemusnahan akan menghancurkan mu jika kau keluar pada saat ini ini, belum saatnya untuk bergerak dari tempat mu, kehidupan pertama."


Weng Lou kehidupan pertama tersenyum tipis. Dia melambaikan tangannya, dan tali-tali yang mengikat tubuh Weng Lou kehidupan sekarang semuanya menghilang. Semua Weng Lou kehidupan terdahulu terkejut karena tindakannya.


Kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi dalam tubuh Weng Lou kehidupan sekarang sekali lagi mengamuk dan membuat seluruh tubuh Weng Lou kehidupan sekarang mengeluarkan asap hitam yang sangat tebal.


"Resiko datang dengan keberuntungan. Pakai kekuatan yang meluap itu, untuk menyerap sebanyak mungkin ingatan terdahulu. Dengan begitu kekuatan yang melimpah di dalam tubuhmu bisa berkurang setidaknya sedikit dan memberikan lebih banyak ruang untuk menyelesaikan penyerapan," jelas Weng Lou kehidupan pertama.


Semua Weng Lou terdahulu tampak bingung, mereka belum pernah mendengar cara seperti itu dalam mengurangi kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi. Bahkan Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan belum pernah mendengar cara seperti ini.


Pasti informasi ini adalah salah satu yang disimpan oleh Weng Lou kehidupan pertama selama ini dan tidak dia teruskan kepada kehidupan selanjutnya.


"Kau dengar aku, bocah? Pakai kekuatan mu untuk menyerap ingatan itu. Kita Ras Ilahi tidak menggunakan kepala kita dalam menangani sesuatu, itu bukan cara kita. Cara Ras Ilahi adalah dengan menggunakan kekuatannya!"


Mendengar perkataannya, Weng Lou kehadiran sekarang merasa seperti mendapatkan pencerahan.


Dengan cepat dia melepaskan semua kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi dalam tubuhnya. Butir-butir cahaya emas masuk dan mengenai asap hitam. Tanpa disangka-sangka, butir-butir cahaya emas itu benar-benar langsung terserap oleh asap hitam dan ingatan demi ingatan langsung tersimpan di dalam kepada Weng Lou.


Ini adalah kemampuan dari Ras Ilahi! Untuk apa repot-repot memakai otak jika otot mu bisa langsung menyelesaikan masalah?


Inilah cara Ras Ilahi!

__ADS_1


__ADS_2