
Beberapa tahun yang lalu, tepat ketika Pang Baicha ditugaskan oleh pemimpin dari Kelompok Pendekar Naga untuk menjalankan misi di sekitar wilayah Kota Hundan.
Misi yang diberikan padanya adalah sebuah misi merampok seseorang yang menjadi incaran dari pemimpin Kelompok Pendekar Naga mereka. Sama seperti ketika dia dan rekannya melakukan pencurian di toko milik Jian Qiang, misi ini harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak boleh sampai ketahuan.
Hal ini karena orang yang dia dan rekannya harus rampok merupakan salah satu orang yang selalu memakai jasa pengawalan dari Kelompok Pendekar Naga mereka. Namun sayangnya pemimpin mereka adalah orang yang tamak, sehingga kepercayaan yang diberikan padanya pun dengan mudah dia hancurkan begitu saja.
Singkat cerita, Pang Baicha dan juga rekannya sukses merampok barang yang diincar oleh pemimpin mereka, dan menyelesaikan misi yang diberikan pada mereka dengan lancar. Untuk menghindari kecurigaan dari korbannya, Pang Baicha dan rekannya pun memutuskan untuk berpisah dan kembali ke Kota Yulong dalam waktu yang berbeda.
Yang pertama pulang adalah rekan dari Pang Baicha. Demi menyempurnakan rencana mereka, rekannya itu memilih untuk melewati jalur yang cukup jarang orang lewati. Itu adalah jalan yang bisa dibilang berbahaya, namun paling cepat, yang berada di bagian dalam Hutan Kabut. Ya, itu adalah jalan yang sama dengan yang dilewati oleh kelompok Weng Lou dan juga kelompok Keluarga Leluhur Weng.
Jalan itu memang sudah bukan merupakan jalan utama untuk melewati Hutan Kabut. Sekitar satu kilometer dari jalan tersebut, sudah dibuat sebuah jalan yang jauh lebih lebar dan aman yang mana dibangun oleh Kerajaan Wilayah Tengah sendiri untuk mengurangi tindak kejahatan yang merugikan para pedagang. Hanya saja jalur ini memang baru sedikit yang mengetahuinya karena orang-orang sudah terbiasa melewati jalur lama waktu itu.
Namun tetap saja, bagi orang-orang awam, rute yang baru dibuat oleh Kerajaan Wilayah Tengah merupakan pilihan terbaik. Karena tidak hanya terhindar dari para bandit yang selalu mengintai, rute tersebut juga bebas dari binatang buas, karena disekelilingnya telah dibuat pagar pembatas, dan setiap beberapa ratus meter, ada pos dimana terdapat penjaga yang bertugas mengawasi sekitar.
Selang satu minggu kemudian, tiba giliran Pang Baicha untuk pulang. Sama seperti rekannya, dia memilih untuk melewati jalur yang jarang orang lewati tersebut. Sebagai orang yang pulang terakhir, barang rampokan pun di serahkan padanya.
Sebelumnya, dia dan rekannya sudah memperhitungkan bahwa kemungkinan paling besar yang akan dicegat dari mereka adalah orang yang paling pertama pulang, oleh sebab itu barang rampokan mereka diserahkan pada Pang Baicha. Tapi sayangnya perhitungan mereka kali ini salah besar.
Kelompok Ular Pencuri yang waktu itu sedang berada di Kota Hundan, tanpa sepengetahuan Pang Baicha dan rekannya, juga ikut menargetkan orang yang sama untuk dirampok. Sayangnya, kelompok yang pertama kali bergerak adalah kelompok Pang Baicha, sehingga membuat Kelompok Ular Pencuri waktu itu tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kedatangan bos mereka, Gouwang Zie, karena kekuatan mereka sama sekali tak sebanding dengan Pang Baicha dan rekannya.
Sialnya, Gouwang Zie tiba di Kota Hundan tepat pada saat giliran Pang Baicha untuk pulang ke Kota Yulong, Wilayah Barat Pulau Pasir hitam. Kekuatan keduanya sangatlah terpaut jauh waktu itu, dan Pang Baicha hanya bisa kabur darinya Tapi karena perbedaan kekuatan diantara keduanya, dirinya pun berhasil ditangkap, dan barang hasil rampokan Pang Baicha dan rekannya pun berhasil diambil oleh mereka.
__ADS_1
Tidak hanya itu, semua barang milik Pang Baicha pun dilucuti tak bersisa, hanya menyisakan celananya saja, sedangkan bajunya pun ikut diambil oleh mereka.
Setelah dirampok, Pang Baicha dibawa ke Hutan Kabut dan diikat di salah satu pohon. Dirinya tidak langsung dibunuh karena berasal dari kelompok yang jauh lebih kuat dan besar dibandingkan dengan Kelompok Ular Pencuri milik Gouwang Zie. Jika salah satu anggota Kelompok Pendekar Naga menemukan dirinya dalam kondisi tak bernyawa, pastinya akan dilakukan penyelidikan dan Kelompok Ular Pencuri akan dipastikan menjadi tersangka utama dengan mudah.
Pang Baicha pun dibiarkan diikat ditengah Hutan Kabut dalam kondisi babak belur. Dirinya sudah tidak memiliki tenaga waktu itu untuk melepaskan diri. Sampai kemudian selang beberapa jam setelah dirinya diikat, seorang wanita yang memakai penutup kepala menemukan dirinya dan kemudian membantu melepaskan ikatannya.
Akhirnya dia pun selamat setelah dibantu keluar dari Hutan Kabut oleh wanita itu. Setelah berhasil keluar, Pang Baicha tidak langsung pergi begitu saja karena kondisi masihlah sangat lemah. Wanita berpenutup kepala itu kembali menolongnya, dan merawatnya. Satu setengah minggu kemudian dia akhirnya pulih seutuhnya dan Pang Baicha pun berpamitan pulang dengan wanita itu.
Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Hei Mi, sehingga selama satu setengah minggu bersamanya dan dirawat olehnya, Pang Baicha menjadi sedikit akrab dan memanggil wanita itu dengan Mi'er, meski wanita tersebut tidak tampak setuju dipanggil demikian.
Meski selama satu setengah minggu dirawat olehnya, namun Hei Mi tidak pernah menunjukkan seluruh wajahnya pada Pang Baicha, dan Pang Baicha sendiri tidak mempertanyakan hal tersebut. Jika dia tidak bisa mengingat wajahnya, maka dia akan mengingat suara dan auranya, itulah yang dilakukan oleh Pang Baicha.
Dan keputusan yang dilakukannya itu ternyata berbuah manis, dia berhasil bertemu kembali dengan wanita yang merawatnya, Hei Mi yang tidak lain adalah wanita yang sama yang menjadi bawahan dari Gouwang Zie.
Wanita yang diikat oleh Pang Baicha bertanya dengan suara bergetar dan berusaha mengalihkan pandangannya.
Pang Baicha yang melihat itu pun tersenyum kecil, lalu menarik tubuh wanita tersebut ke arahnya hingga sampai tepat di depan hadapannya.
"Kau tidak perlu berbohong padaku, Mi'er. Aku sudah menghapal suara dan juga aura milik mu. Meski kau menyembunyikan wajah mu sekalipun, aku tetap akan mengenali mu," ucap Pang Baicha.
Hei Mi terdiam dan tak bisa berkata-kata apalagi. Dia menundukkan wajahnya dan menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
"Padahal aku sudah bilang jangan berurusan dengan Gouwang Zie lagi....tapi kau malah datang lagi dan mencarinya," gumam Hei Mi.
"Heh, aku yang dulu berbeda dengan yang sekarang. Aku tidak akan kalah lagi melawannya seperti terakhir kali."
"Bukan itu maksud ku!! Kau tidak tau apa-apa tentang orang yang menopangnya sampai sekarang!! Kau pikir dia berani mencuri tanpa rasa takut tertangkap sedikit pun karena apa?! Itu karena dia memiliki orang dibelakang nya yang bahkan tidak bisa kau bayangkan!!"
Mendadak Hei Mi berteriak di depan wajah Pang Baicha, dan membuat sebelah alis mata Pang Baicha terangkat. Dia tidak menyangka wanita ini masih bisa berteriak padanya.
"Apa maksudmu? Bukannya dia berani mencuri karena kecepatan miliknya?" tanya Pang Baicha.
Hei Mi segera menggelengkan kepalanya.
"Hahahaha.....kau diam saja. Tidak perlu repot-repot memikirkan orang yang berdiri di belakangnya. Kita cukup bawa saja Gouwang Zie ke penginapan. Tidak akan ada yang berani datang dan berbuat seenaknya jika kita ada di sana, karena mau bagaimana pun, pemilik penginapan akan melindungi kita." Jian Qiang yang mendengar pembicaraan keduanya pun segera memotong.
Pang Baicha mengangguk mendengarnya. Dia setuju akan hal itu. Dirinya sangat paham dengan betul seberapa kuat pemilik penginapan tempat mereka menginap. Meski belum melihat kekuatan penuhnya, namun dia yakin bahwa pemilik penginapan adalah orang yang sangat kuat.
"Seperti yang kau dengar, kami tidak peduli dengan orang yang kau maksud itu. Jika memang dia akan datang dan mencari kami, aku tidak peduli. Bahkan jika orang itu ingin membunuhku, aku tidak peduli, karena aku yakin akan selamat," ucap Pang Baicha yang kemudian berjalan bersama dengan Jian Qiang menuju ke penginapan mereka.
Tidak perlu waktu lama untuk mereka sampai di penginapan, dimana terlihat orang-orang yang merupakan anggota Kelompok Ular Pencuri yang sebelumnya telah ditekan eh Jian Qiang dan Pang Baicha sedang duduk di pinggir jalan dengan wajah lesuh.
"Hei, kalian lama sekali. Aku sempat khawatir wanita itu tidak kembali dan ikut membayar uang ganti rugi karena sudah membuat kerusakan di sekitar penginapan ku."
__ADS_1
Dari belakang Jian Qiang dan Pang Baicha, sosok pemilik penginapan muncul sambil tersenyum pada mereka berdua.
Jian Qiang sempat bergidik ngeri waktu mendengar suaranya. Dirinya sama sekali tidak merasakan keberadaannya sebelumnya. Pilihannya untuk mempercayai kekuatan dari pemilik penginapan ini sepertinya adalah benar.