Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 640. Menemukan Jejak


__ADS_3

Weng Li terdiam di tempatnya berdiri. Kata-kata yang hendak dia katakan tertahan sepenuhnya di tenggorokannya ketika dia melihat tatapan mata sang Penasehat Kepala Keluarga Weng.


Dia mengkertakkan giginya dan menahan amarah.


Dengan perasaan jengkel sekaligus marah dia menghentakkan kakinya dan pergi keluar dari ruangan itu.


*PAKKK!!!*


Pintu ruangan dibanting, membuat suara bergema di seluruh ruangan.


Pria yang menjadi lawan bicara Weng Li menghela napasnya dan bersandar di kursi tempatnya duduk.


"Haaaah......kakak......kau seharusnya tidak menempatkan ku di posisi terkutuk ini. Aku bisa menjalankan semua rencana yang kau buat tanpa masalah, tapi untuk mengambil jabatan yang bertanggung jawab atasnya, itu benar-benar membuatku lelah," ucapnya sambil menggosok keningnya.


"Bersabarlah......aku bisa merasakan diriku yang sekarang sudah memasuki dunia pewarisan ingatan. Tiga tahun lagi, dan tanggung jawab ini akan kuambil dari mu, dan kuberikan pada diriku yang sekarang."


Secara mendadak, sosok ilusi muncul dan duduk di kursi tahta yang ada di samping sang Penasehat Kepala Keluarga Weng.


Sosoknya yang ilusi membuatnya terlihat seperti seorang hantu tembus pandang yang bisa menghilang kapan saja. Sosok ini memiliki wajah yang sama persis dengan Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan secara usia.


Dia tidak lain adalah kepingan jiwa yang berisi ingatan Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan. Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan yang sedang bersama dengan Weng Lou kehidupan sekarang adalah sebuah klon, sedangkan yang berada di kediaman Keluarga Weng adalah murni kepingan jiwa.


"Tidak peduli apapun yang terjadi, meski harus meratakan seluruh Daratan Utama sekali pun, aku harus membunuh makhluk itu. Pengorbanan besar diperlukan demi terwujudnya masa depan yang terbaik."


Setelah mengatakan itu semua, sosok ilusinya menghilang dan Penasehat Kepala Keluarga Weng dibiarkan sendiri di ruangan itu sekali lagi. Untuk kesekian kalinya dia menghela napasnya dan kemudian bangkit berdiri dari tempatnya.


"Panggil semua orang yang sudah aku tunjuk sebelumnya untuk pergi ke Daratan Utama. Suruh mereka berkumpul di ruangan ku. Kita akan membahas rencana penyerangan agar tidak ada yang tersisa dari Keluarga Ying," ucap sang Penasehat Kepala Keluarga Weng sambil berjalan keluar dari ruangan.


Secara mengejutkan, seorang pria yang tertutup sepenuhnya oleh jubah hitam muncul di sudut ruangan. Dia memberikan hormat kepada sang Penasehat sebelum kemudian menghilang dari tempat itu dalam sekejap mata.


"Keluarga Ying, mungkin kalian tidak terlalu berhubungan dengan apa yang dilakukan oleh bocah dari keluarga kalian yang datang ke tempat ini, namun sumpah harus dilaksanakan. Pemusnahan seluruh Keluarga Ying akan tetap dilakukan. Biarkan roda takdir berjalan."

__ADS_1


***


Di bekas reruntuhan kota, sosok tiga orang berhenti di atas reruntuhan dan melihat bekas-bekas kota yang telah rata dengan tanah.


Ketiganya menarik napas dingin. Tidak ada satupun mayat atau pun tulang manusia yang bisa dilihat di reruntuhan kota, hanya ada batu dan dinding bangunan yang telah hancur lebur.


"Dari kelihatannya, para binatang buas telah pergi meninggalkan tempat ini kemarin, mungkin belum genap satu hari," ucap Wang Tianfei sambil melepaskan Kekuatan Jiwa nya dan merasakan seluruh kota.


Wang Tianfei menoleh ke arah timur kota. Dia terbang udara dan menatap ke arah tersebut. Ketika dia berada di ketinggian lima puluh meter dari atas tanah, dia bisa melihat jejak para binatang buas yang sepertinya pergi menuju ke arah timur.


"Jejak mereka masih sangat jelas. Mereka pasti sedang buru-buru, melihat dari kondisinya, tujuan mereka pastilah kota lainnya yang dimiliki oleh Keluarga Ying," jelas Wang Tianfei sambil kembali turun ke atas tanah.


Weng Ying Luan mengangguk. Dia menatap sekitarnya. Matanya menatap sebentar pada beberapa lubang di atas tanah yang berada di luar kota. Dia bisa memperkirakan apa yang menyebabkan lubang-lubang itu.


"Para prajurit memilih meledakkan dirinya sendiri untuk membunuh para binatang buas," kata Ying Luan.


Lin Bei melihat ke arah yang dilihat oleh Weng Ying Luan. "Mereka pasti para prajurit yang bekerja di bawah perintah Keluarga Ying."


Untuk apa mereka membuang-buang nyawa mereka sendiri dalam melawan binatang buas jika mereka tau mustahil menang melawan binatang buas yang jumlahnya bisa meratakan kota dengan sangat mudah. Jika itu adalah dirinya sendiri, Weng Ying Luan pasti akan pergi tanpa peduli pada perintah atasannya, jelas ini adalah misi bunuh diri.


Menggelengkan kepalanya, Lin Bei kemudian menjawab pertanyaan Weng Ying Luan. "Mereka bukan tidak mau, melainkan tidak bisa."


"Sistem di dalam Keluarga Ying sedikit berbeda dari tiga keluarga yang lainnya di Daratan Utama. Mereka menempatkan posisi keluarga mereka di jauh di atas mereka yang bekerja kepada mereka. Para prajurit yang bekerja kepada mereka akan diberikan rumah yang berlokasi di sebuah tempat yang dijaga ketat oleh orang-orang Keluarga Ying. Jika ada dari mereka yang melakukan pemberontakan, maka keluarga mereka yang tinggal di rumah yang sudah diberikan kepada mereka akan langsung dibunuh tanpa tak bersisa."


Yang menjawab adalah Wang Tianfei.


Weng Ying Luan menatapnya dengan serius. Dia baru mendengar sesuatu seperti ini di dalam sistem kepemimpinan sebuah Keluarga Besar. Di Pulau Pasir Hitam, tidak ada yang menjalankan konsep seperti ini di dalam pemerintahan mereka. Di dalam Keluarga Lin juga dia tau bahwa cara bekerja yang ada di dalamnya tidaklah terlalu mengikat para prajurit yang bekerja kepada mereka.


Meski dia jarang mengajukan pertanyaan kepada Lin Bei saat melakukan perjalanan sebelumnya bersama Weng Lou, namun dia mendengarkan dengan seksama setiap informasi yang diberikan kepadanya.


Jelas dia tidak senang dengan cara memerintah seperti itu. Tidak ada yang lebih dia benci selain tindakan pemaksaan yang mengikat seseorang di bawah suatu kepemimpinan. "Bagaimana bisa ada sistem seperti itu dalam pemerintahan Keluarga Ying? Apakah tiga keluarga lain tidak mempermasalahkannya?"

__ADS_1


Wang Tianfei hanya menggelengkan kepala. Dia tau Weng Ying Luan tidak senang dengan sistem seperti itu. Sebenarnya dia juga tidak senang dengan itu. Istrinya tidak berasal dari Keluarga Wang atau keluarga terkenal lainnya, dia adalah seorang bawahannya yang malah jatuh cinta kepadanya. Cinta yang tulus membuatnya luluh dan jatuh cinta kepadanya juga sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.


Tidak ada yang menentang pernikahannya, Keluarga Wang hanya memberikan teguran ringan kepadanya karena melakukan pernikahannya di atas Tembok Abadi.


"Sejujurnya, tiga keluarga yang lain juga tidak senang dengan konsep kepemimpinan yang dianut oleh Keluarga Ying. Mereka memerintah layaknya tirani yang meminta paksa kepatuhan para bawahannya. Namun tiga keluarga lain tidak bisa melakukan apapun, Keluarga Ying bebas melakukan apapun di dalam wilayah mereka, Tiga Keluarga Besar tidak memiliki hak apapun untuk mengintropeksi Keluarga Ying. Itu adalah hak yang didapatkan oleh Keluarga Ying setelah mengikuti perang besar lima ratus tahun lalu. Wilayah mereka adalah milik mereka sepenuhnya."


Penjelasan dari Wang Tianfei sangat masuk akal. Namun Weng Ying Luan tetap tidak senang dengan itu.


Kekuatan Jiwa nya dilepaskan dan langsung menyapu seluruh bekas kota. Setiap sudut dan ruangan bawah tanah yang ada di bawah reruntuhan kota bisa dia lihat dengan jelas. Dia juga melihat sebuah lorong panjang yang mengarah keluar dari kota, namun tidak melihat satu orang pun yang ada di lorong itu.


Sarung Tangan Pencuri Langit milik Weng Ying Luan mengeluarkan cahaya, Qi dan Tenaga Dalam alam bergemuruh di sekitarnya. Seluruh kota langsung diterpa oleh angin kencang seperti tornado yang berputar di sekitar Weng Ying Luan.


Lin Bei terbelalak menyaksikan hal tersebut, dia pernah melihat peristiwa yang sama terjadi di Kediaman Keluarga Lin.


Qi miliknya bergejolak seperti sedang berjuang untuk keluar dari dalam tubuhnya. Dengan cepat dia memfokuskan diri untuk menahan Qi di tubuhnya agar berhenti bergejolak. Tidak dia sangka penyebab fenomena yang dia lihat lebih dari sebulan yang lalu ternyata disebabkan oleh Weng Ying Luan.


Wang Tianfei yang berada di tempat itu juga terkejut karena hal ini. Tubuhnya terasa panas. Qi nya seperti sedang ditarik keluar dari tubuhnya. Dengan satu sapuan tangan dia membuat perlindungan di sekitarnya menggunakan Kekuatan Jiwa. Qi miliknya kembali tenang dan dia menatap pada Weng Ying Luan dengan sungguh-sungguh.


Qi dan Tenaga Dalam alam diserap oleh Sarung Tangan Pencuri Langit milik Weng Ying Luan selama beberapa tarikan napas. Setelah itu Weng Ying Luan berhenti menyerap Qi dan Tenaga Dalam alam. Dia tidak membuat sarung tangan nya terisi penuh, hanya terisi beberapa persen saja.


Setelah selesai menyerap Qi dan Tenaga Dalam alam, Weng Ying Luan kemudian menarik napas panjang.


"Tidak ada pembunuhan besar yang terjadi di dalam kota, hanya beberapa ratus orang saja, dan semuanya adalah prajurit kota. Tidak ada satu pun yang merupakan manusia biasa. Sepertinya mereka sudah mengungsikan diri sebelum para binatang buas datang," ujarnya.


Matanya bergerak dan menatap pada Wang Tianfei.


"Tuan Wang, terima kasih banyak telah mengantar ku sampai ke tempat ini. Aku akan melakukan perjalanan selanjutnya seorang diri, kalian bisa kembali."


Dengan begitu dia melesat ke udara dan terbang menuju ke timur, dimana jejak para binatang buas mengarah.


Lin Bei terdiam di tempatnya. Wang Tianfei menatap dalam-dalam ke arah perginya Weng Ying Luan. Sebuah senyum kecil terlihat di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Kuharap kau bisa kembali dengan selamat anak muda. Keluarga Ying terkenal dengan segala macam kelicikannya diantara tiga Keluarga Besar yang lainnya. Mereka akan melakukan segala macam cara licik dan tak manusiawi hanya untuk mensukseskan rencana mereka. Kau akan menghadapi banyak rintangan ke depannya."


__ADS_2