Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 369. Menguji Kekuatan (I)


__ADS_3

Alis Weng Baohu Zhe terangkat ketika mendengar perkataan dari Weng Lou dan Weng Ying Luan.


Mereka tidak mengatakan bahwa diri mereka berasal dari Keluarga Leluhur Weng, yang berarti Weng Lou mengenali lambang Keluarga Leluhur Weng yang ada pada pakaian mereka.


Lambang Keluarga Leluhur Weng cukup jarang dilihat karena pada dasarnya para anggota tidak akan menggunakan lambang keluarga jika bertugas di luar Wilayah Barat dimana Keluarga Leluhur Weng berada, hal ini menunjukkan bahwa Weng Lou dan Weng Ying Luan berasal dari Wilayah Barat, bukan Wilayah Tengah.


Tapi anehnya, bukannya Weng Lou tampak hormat atau takut, keduanya justru malah menghina Keluarga Leluhur Weng, di depan mereka bersebelas.


Siapa orang yang tinggal di Wilayah Barat tapi tidak mengetahui kekuatan dari Keluarga Leluhur Weng? Bahkan sesama keluarga besar lainnya tidak akan berani macam-macam dengan mereka, kecuali Keluarga Utama Zhou yang memang merupakan musuh bebuyutan mereka sejak dulu.


"Kau bilang apa? Akan kupotong lidahmu anak kecil...."


Weng Tie, murid terkuat yang ikut untuk mengikuti Turnamen Beladiri Bebas bersama murid Keluarga Leluhur Weng lainnya berbicara dengan suara dingin kepada Weng Lou dan Weng Ying Luan yang mengejek nama Keluarga Leluhur Weng.


Umurnya yang sudah lebih dari dua puluh tahun membuatnya terlihat seperti seorang pria yang sudah tidak layak lagi disebut sebagai murid jika dibandingkan dengan sembilan orang murid lainnya yang bersamanya.


Dengan langkah pasti dia berjalan cepat ke arah Weng Lou dan yang lainnya.


Dia terlihat siap untuk menghajar mereka semua, namun segera dihentikan oleh Weng Baohu Zhe dengan memegang pundaknya.


"Jangan gegabah, mereka sedang memancing emosi kita. Anak-anak pasti sedang menyiapkan jebakan untuk kita," ucapnya dengan suara serius kepada Weng Tie.


Weng Tie yang mendengarnya menjadi terdiam, itu cukup masuk akal pikirnya.


"Hahahahaha....sudah kuduga Keluarga Leluhur Weng memang hanya sekumpulan pengecut. Mereka bahkan takut untuk bertarung satu lawan satu!" Weng Ying Luan tersenyum lebar dan menambah provokasi kepada kelompok Weng Wan.


Weng Tie yang sebelumnya sudah tenang kembali tersulut oleh emosi dan langsung melesat ke arah Weng Ying Luan.


Dia menarik pedang miliknya dan menghunuskan nya pada Weng Ying Luan begitu jaraknya hanya tiga meter saja.


Namun kemudian, sebuah pelindung dari Qi padat tercipta tepat di depan keduanya dan menahan pedang dari Weng Tie.


SSRIIIINGGGG!!!!!

__ADS_1


Weng Tie mengkertakan giginya dan kemudian melakukan lompatan di udara, lalu kembali mengayunkan tangannya.


Kali ini terlihat Qi dalam jumlah besar berkumpul pada pedangnya.


Shaaashhh-


KLANNGGG!!!!


Pedang dari Qi mendadak muncul dan menahan kembali pedang Weng Tie.


Tubuh Weng Tie terdorong ke belakang dan membuat dirinya melayang di udara.


"Hei, aku tak butuh bantuan mu," ucap Weng Ying Luan kepada Weng Lou yang menciptakan pedang dan pelindung Qi sebelumnya.


"Terserah mu saja, dia bukan orang yang ingin aku tes, jadi lebih baik menyingkirkannya dengan cepat," balas Weng Lou.


Menggerakkan tangannya, dia kemudian membentuk dua pedang Qi lainnya dan membuatnya melesat ke arah Weng Tie, dan mengenai pakaiannya. Dua pedang itu Weng Lou buat tumpul, agar pakaian yang dikenakan oleh Weng Tie tidak rusak begitu mengenai pedang Qi nya.


"Bawa dia kembali ke kelompok nya, orang yang bahkan tak bisa menembus pertahanan mu itu tak layak menjadi lawanku." Weng Ying Luan kembali berbicara.


"Kau tidak apa, Senior Tie?" tanya para murid Keluarga Leluhur Weng itu.


Mereka tidak menyangka ada anak seusia mereka yang sanggup menahan serangan dari Weng Tie begitu saja.


Bahkan Weng Baohu Zhe juga ikut terkejut.


Apa yang dilakukan oleh Weng Lou sebelumnya kebanyakan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berada di Ranah Penyatuan Jiwa. Pemadatan Qi, penciptaan Qi, semua itu memerlukan kekuatan jiwa yang tidak kecil.


Terlebih Weng Lou bahkan bisa mengendalikan pedang dari Qi miliknya dengan sangat mudah, seakan itu sudah seperti bagian dari dirinya sendiri.


"Angkat senjata kalian, kita hajar mereka semua!!!"


Murid-murid Keluarga Leluhur Weng, langsung melesat ke arah kelompok Weng Lou, kecuali Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning.

__ADS_1


Mereka dengan amarah yang membara berniat untuk memberi pelajaran pada Weng Lou dan yang lain.


"Apa kita harus ikut bersama mereka?" tanya Wan kepada Weng Hua dan Weng Ning dan segera dibalas dengan gelengan kepala oleh mereka berdua.


"Firasat ku mengatakan itu bukanlah ide yang baik," ucap Weng Hua yang tampak serius.


"Yah, aku juga merasa seperti itu. Terutama dua orang yang mengejek Keluarga Leluhur Weng itu, aku merasa bahwa aku pernah bertemu dengan keduanya sebelumnya." Weng Wan berbicara.


Sementara itu, Weng Ning memperhatikan dengan baik pedang Qi yang di di dekat Weng Lou dengan baik-baik. Bentuk dari pedang itu sama sekali tidak asing baginya, tapi dia lupa pernah melihatnya dimana.


Di saat Weng Wan, Weng Hua, dan Weng Ning masih diam di tempat mereka, tujuh orang murid yang dipimpin oleh Weng Tie sudah sampai di hadapan Weng Lou dan yang lain.


"Bentuk formasi! Biar kita habisi mereka dengan formasi luar biasa milik Keluarga Leluhur Weng, agar mereka tau kehebatan dari Keluarga Leluhur Weng itu!" seru Weng Tie.


Serentak enam orang murid lain yang bersama langsung membentuk sebuah formasi berbaris yang melengkung. Mereka membentuk pola tangan sambil mengedarkan Qi pada tangan mereka.


Cahaya keemasan yang merupakan Qi mereka, berkumpul kemudian di tengah-tengah mereka dimana Weng Tie berdiri. Weng Tie mengangkat tangannya dan membentuk sebuah tanda dengan jari tangannya.


Mendadak Qi yang dialirkan padanya itu membentuk sebuah kepala raksasa yang menyerupai naga dengan mata berwarna putih terang.


Weng Lou mengamati itu semua dalam diam. Dia sibuk memeriksa struktur dari teknik yang sedang dilakukan oleh kelompok murid Keluarga Leluhur Weng itu menggunakan Teknik Mata Elang dan Teknik Pembersih Jiwa miliknya.


"Itu adalah teknik andalan para murid-murid di Keluarga Leluhur Weng. Aku sering melihat mereka berlatih menggunakan teknik ini, tetapi kebanyakan mereka selalu gagal dalam bagian melepaskan serangan." Weng Ying Luan berbicara dengan nada santai di samping Weng Lou.


"Jika teknik ini berhasil mereka selesaikan , maka teknik ini akan memiliki kekuatan setara dengan ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak," ucap Weng Lou menanggapi perkataan dari Weng Ying Luan.


Menggerakkan pergelangan tangannya, Weng Ying Luan kemudian maju dan berdiri di depan Weng Lou.


Dia merenggangkan tubuhnya, sebelum kemudian mengambil kuda-kuda dan membuka telapak tangannya. Terlihat cahaya keemasan dari telapak tangannya.


"Jika mereka berhasil, maka tinggal kuhentikan saja."


Berbicara dengan percaya diri, Weng Ying Luan memandang kepala naga raksasa yang sedang terbentuk di atas kepala Weng Tie.

__ADS_1


Sebuah serangan yang memiliki besar kekuatan seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak bukanlah masalah besar bagi dirinya yang sekarang ini.


__ADS_2