
Setelah menatap wajah Jian Qiang selama beberapa detik, Gouwang Zie terdiam di tempatnya dan mulai berkeringat dingin.
Sebelumnya, dirinya hanya bisa dengan samar-samar mengingat siapa Jian Qiang, namun setelah menatapnya lebih teliti, akhirnya dia bisa mengingatnya dengan jelas.
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika namanya sebagai Sang Raja Pencuri sedang naik daun, dia sempat bertemu dengan Jian Qiang di salah satu kota kecil di Wilayah Tengah.
Kala itu, dia sedang kekurangan uang karena telah menghabiskan hasil pencurian yang dia lakukan dalam taruhan sebuah pertarungan. Dirinya menghabiskan lebih dari 5.000 koin emas dalam taruhan itu, dan ternyata orang yang menyelenggarakan taruhan malah membawa lari uang-uang yang telah dikumpulkan.
Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu karena orang yang menyelenggarakan taruhan tersebut dilindungi oleh seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2 puncak, jauh lebih kuat dari dirinya waktu itu. Oleh sebab itu dia hanya bisa pasrah saja melihat uang-uang nya yang harus lenyap begitu saja.
Tapi hal itu tak bertahan lama, karena selang beberapa jam setelah dia kehilangan uangnya, Jian Qiang muncul membawa 10.000 koin emas yang merupakan uang hasil dia menjual barang-barang langka miliknya.
Waktu itu, Jian Qiang masih menjual barang-barang miliknya dimana pun dia pergi mengambil misi dari Kelompok Pendekar Naga. Bisa dibilang barang-barang miliknya yang ada di Kota Yulong, adalah sisa-sisa miliknya ketika masih berjualan keliling di setiap daerah yang dia datangi.
Singkatnya, Jian Qiang yang kekuatannya tidak terlalu jauh dari Gouwang Zie, berhasil di rampok olehnya karena menaruh seluruh uangnya di kamar penginapan tempat ia bermalam. Saat itu terjadi, dirinya sedang fokus menjalankan misi yang dia ambil, sehingga saat dia pulang kembali, setelah menyelesaikan misinya, dia baru mengetahui bahwa dia telah dirampok.
Kenapa dia meninggalkan uangnya di kamar penginapan tempat dia bermalam? Karena dalam menjalankan misi, belum tentu dia akan berhasil mengerjakannya. Mungkin saja dia tertangkap dan semua barangnya dilucuti dan diambil paksa. Oleh sebab itu dia meninggalkannya di penginapan. Sialnya Gouwang Zie ternyata sudah memperhatikan dirinya semenjak datang ke kota kecil tempat dia mengerjakan misinya.
Beberapa minggu kemudian, dia baru tahu pelaku pencurian tersebut adalah Gouwang Zie, setelah mendengar bahwa dia ada di kota yabg sama dengannya saat itu.
"Hm? Kau sepertinya langsung mengenaliku yah? Pencuri kecil..." Jian Qiang berbicara dengan suara pelan sebelum kemudian berjalan mendekat ke arahnya.
Buck....
Gouwang Zie pun secara serentak terduduk di atap, tempat mereka berada saat ini. Matanya bergetar, dan dia pun tanpa sadar telah bergerak mundur karena ketakutan.
Ingatan tentang Jian Qiang di dalam kepalanya pun mulai semakin jelas. Dia ingat bahwa Jian Qiang dan dirinya hanya terpaut tipis saja kekuatan mereka, dan dia yang memiliki kecepatan diatas rata-rata pun yakin bahwa jika keduanya bertarung maka dia yang akan keluar sebagai pemenang.
Tapi itu hanya ingatan dulu, sekarang aura kekuatan dari tubuh Jian Qiang sudah jauh di atasnya, dan saat ini mustahil dia bisa kabur darinya. Saat ini, dia telah benar-benar menyesal telah mencuri dari Jian Qiang beberapa tahun yang lalu.
"Ka-Kau?! Bagaimana kau bisa ada di kota ini...?!" ucap Gouwang Zie dengan gugup dan ketakutan.
"Bisa dibilang aku memang sedang mencari mu, oleh sebab itu aku datang ke Kota Hundan ini. Turnamen Beladiri Bebas yang diselenggarakan tahun ini di Kota Hundan, pastinya kau akan datang, karena ini adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan pekerjaan kotormu itu.
Beruntungnya, kau dengan baik hati mengirimkan anak buah mu untuk menyerang kami karena telah melukai salah satu anggota Kelompok Ular Pencuri milikmu, kami bisa menemukan mu di tempat ini, semuanya berkat apa yang kau lakukan."
Mulut Gouwang Zie pun menganga lebar mendengarnya. Dia tidak percaya, bahwa dialah yang telah menggali kuburnya sendiri malam ini.
Menggigit bawah bibirnya, dia pun berencana untuk pergi dengan sekuat tenaga dari situ. Meski dia tidak memiliki keyakinan bahwa dia akan bisa lolos dari Jian Qiang, tetapi dia belum mencobanya, jadi tidak ada yang tau apakah dia bisa atau tidak.
"Cih, jangan sombong dulu! Belum tentu kau bisa menangkap ku!"
Selesai mengatakan itu, Gouwang Zie pun mengeluarkan sebuah bola seukuran kepalan tangannya dari dalam ruang penyimpanannya lalu kemudian melemparkan ke atas atap tempat mereka berada.
Bdum-!
__ADS_1
Asap hitam mengepul seketika dan menutupi pandangan mereka semua yang ada di atas atap.
Pang Baicha pun tampak sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gouwang Zie. Tidak dia sangka dia masih akan melakukan perlawanan pada mereka meski mustahil bisa melarikan diri dari mereka.
Fhuuu-
Sosok bayangan keluar dari dalam kepulan asap hitam yang mengepul itu yang tidak lain adalah Gouwang Zie.
Dia mengeluarkan semua tenaganya dan melepaskan kekuatan yang dia miliki.
Kecepatan berlarinya pun mendadak naik drastis. Dalam beberapa detik, dirinya sudah akan sampai di tangga ke atas menuju Kota Hundan.
Tentunya hal ini tidak dibiarkan oleh Jian Qiang dan Pang Baicha begitu saja. Menarik napas dalam, Pang Baicha pun mengeluarkan seperempat dari Qi miliknya dan menyalurkannya pada kedua kaki dan juga tangannya.
Detik berikutnya, ledakan kembali terjadi, dan tubuh Pang Baicha pun terbang dalam kecepatan yang jauh lebih cepat dari kecepatan Gouwang Zie yang berlari di atas tanah.
"Kau tak akan bisa kabur, Gouwang Zie!!!" seru Pang Baicha.
Di atas udara, dia menciptakan dua buah tali Qi dari tangannya yang kemudian dia Lesatkan ke arah Gouwang Zie.
Gouwang Zie sama sekali tidak berniat untuk berbalik dan melihat apa yang diciptakan oleh Pang Baicha. Dirinya tetap berlari, dan mempercepat laju larinya.
Senyum kecil dan secercah harapan muncul di hatinya, tepat ketika dia sudah menginjak anak tangga pertama. Dalam satu kali langkah, dirinya pun langsung melompat tinggi di tangga itu, dan berhasil menghindar dari kedua tali Qi Pang Baicha.
"Menyingkir!"
Jian Qiang yang ikut mengejar Gouwang Zie mengarahkan tangan kanannya ke depan, dan dalam detik berikutnya lebih dari sepuluh rantaii Qi keluar dari telapak tangannya.
Rantai Qi itu bergerak dengan sangat cepat menaiki tangga itu, dan mengejar sosok Gouwang Zie yang hampir sampai di ujung tangga.
"Ini dia! Aku berhasil!" ucap Gouwang Zie.
Tap....
Dia melangkahkan kakinya ke bagian luar dari tangga itu, yang tidak lain adalah lorong gelap di Kota Hundan.
Namun, kebahagiaannya itu tidak berlangsung lama. Baru saja dia berniat untuk pergi lebih jauh dari situ, sepuluh rantai Qi milik Jian Qiang sudah lebih dulu mencapai dirinya.
Srrrrrttt!!!!
Krrrrrrccckkkk.....
Sepuluh rantai Qi melilit tubuhnya, mulai dari ujung kaki hingga sampai ujung kepalanya, semuanya dililit oleh tali Qi milik Jian Qiang. Hanya bagian hidung dan mata nya saja yang dibiarkan terbuka.
Dia tidak menyerah begitu saja, dalam sekejap, kekuatan meluap darinya dan dia memberontak. Rantai yang melilit tubuhnya mulai bergetar hebat, dan dari baliknya, tubuh Gouwang Zie mengeluarkan cahaya terang.
__ADS_1
Itu adalah Qi miliknya. Dia melepaskan semua yang ia punya demi bisa lepas dari lilitan rantai Qi tersebut, tapi sayangnya harapannya untuk kabur sudah lenyap. Sosok Jian Qiang sudah sampai di tempatnya dengan tangan kanannya yang terkepal kuat.
"Diamlah kau di situ, sialan!"
Brack!!!
Dengan kuat, Jian Qiang memukul kepala Gouwang Zie dan membuatnya terbentur di tanah dan menciptakan kawah kecil.
Mulut dan mata Gouwang Zie terbuka lebar, detik berikutnya dia sudah tak sadarkan diri lagi karena pukulan dan benturan keras tersebut.
SHUU-
"Bagaiman?!"
Sosok Pang Baicha muncul keluar dari tangga menuju pasar gelap. Dia sampai di samping Jian Qiang dan mencari keberadaan Gouwang Zie.
"Sudah kudapatkan. Dia tidak akan bisa kabur lagi," ucap Jian Qiang yang menendang tubuh tak sadarkan diri Gouwang Zie di tanah.
Pang Baicha menoleh ke bawah dan melihat sosok Gouwang Zie.
"Hmp! Bajingan sialan, kau pikir dapat kabur dari kami?! Kau salah besar bajingan!!! Tiga minggu ini aku sudah berlatih seperti orang gila demi bisa menangkap mu!!"
Dengan rasa jengkel dia menendang Gouwang Zie yang sudah tak sadarkan diri dan tidak dihentikan sama sekali oleh Jian Qiang di sampingnya. Malahan, Jian Qiang tampak seperti ingin ikut menendang Gouwang Zie seperti yang dilakukan Pang Baicha, tapi dia sadar umur dan itu adalah hal yang tidak bijak.
"Ayo kita pulang, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan dari orang ini."
Jian Qiang pun melangkah pergi kembali ke penginapan mereka sambil menyeret tubuh Gouwang Zie di tanah. Pang Baicha mengangguk dan kemudian berjalan mengikutinya di samping.
"Berhenti kalian!!! Tidak akan kubiarkan kalian pergi membawa bos!!!"
Dari tangga sebelumnya, sosok wanita yang diikat oleh Pang Baicha sebelumnya sudah berhasil mengikuti mereka karena Pang Baicha melepaskan tali Qi yang dia ciptakan untuk menahannya.
Pang Baicha berbalik dan melihatnya, senyum kecil pun muncul di ujung bibirnya.
"Kau juga akan ikut dengan kami. Jangan lupakan, kau dan bos mu bersama-sama merampokku, jadi tidak akan kubiarkan kau pergi begitu saja." Selesai mengatakan itu, Pang Baicha pun melesat cepat ke arah wanita itu, dan sudah kembali melilit nya dengan tali Qi miliknya.
Wanita itu terkejut karena itu, tapi dia tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali yang disebabkan perbedaan kekuatan yang terlalu jauh diantara keduanya.
"Ka-Kau?! Lepaskan aku!!" seru wanita itu tepat di telinga Pang Baicha.
Namun Pang Baicha sama sekali tidak bergeming. Dia sudah tau bahwa wanita ini akan berteriak di telinganya, oleh sebab itu dia sudah melapisi telinganya dengan bantuan Qi miliknya.
"Sebaiknya kau diam saja, Mi'er," ucap Pang Baicha yang seketika membuat wanita itu terdiam dan menatap Pang Baicha dengan tak percaya.
"Kau...apa maksudmu?"
__ADS_1