Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 675. Bidang Tanah Dunia Asal Mula


__ADS_3

Di dalam Dantian Weng Lou, asap hitam meluas hingga menyamai luas dari Danau Jiwa.


Asap itu terus bertambah hingga akan melebihi besar Danau Jiwa. Namun sebelum itulah terjadi, Weng Lou dengan cepat memadatkan semua asap tersebut. Asap yang keluar dari jantungnya sudah tidak ada lagi semenjak pecahan dimensi sebelumnya memasuki Dantian miliknya.


Kini asap hitam tersebut dihasilkan oleh pecahan dimensi di dalam Dantian nya.


Menggunakan bantuan Danau Jiwa nya, Weng Lou terus memaksa asap hitam itu untuk berkumpul pada satu titik sehingga jauh lebih mudah untuk dia padatkan.


Waktu demi waktu terus berlalu. Pecahan dimensi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti mengeluarkan asap hitam. Semakin banyak yang dipadatkan oleh Weng Lou, semakin banyak juga asap lain yang muncul. Ini seperti dirinya sedang berusaha menguras air laut, dimana air tersebut mustahil untuk dikurangi mau seberapa keras dia berusaha.


"Kghhh......" Wajah Weng Lou mengerut ketika dia mendapati bahwa jumlah Kekuatan Jiwa di dalam Danau Jiwa nya hampir tidak cukup untuk menekan asap hitam.


Dia mencoba untuk membentuk suatu pembatas agar asap itu tidak melebihi besar Danau Jiwa nya dan mengecilkan sedikit demi sedikit, akan tetapi jumlah asap hitam yang begitu banyak berhasil menghalanginya untuk memperkecil penghalang, satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah membuat asap hitam tidak menyebar melebihi luas Danau Jiwa miliknya.


"Ugghhhh.....jumlahnya terlalu banyak! Kekuatan Jiwa ku tidak cukup untuk memadatkan semuanya!" seru Weng Lou.


Sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou tidak menghiraukan kata-katanya. Mereka mulai membuat gerakan pola-pola tangan lainnya.


Kali ini, sembilan bayangan ilusi pecahan dimensi yang sama persis seperti pecahan dimensi yang masuk ke dalam Dantian Weng Lou muncul di atas kepala mereka bersembilan. Masing-masing dengan satu pecahan dimensi.


"Meski kami sudah mati, pecahan dimensi masih memiliki kehendaknya sendiri. Kekuatan kehendak itu mungkin tidak sekuat dibandingkan pecahan aslinya, namun dengan sembilan kehendak yang sama, kami bisa membantumu membuat pecahan dimensi di dalam Dantian mu berhenti menghasilkan asap kehampaan. Kau harus memadatkan semua asap kehampaan itu dan membungkus pecahan dimensi di dalamnya."


Dengan instruksi yang diberikan oleh kehidupan pertamanya, Weng Lou mulai melakukan seperti yang dikatakan kepadanya.


Bantuan dari sembilan kehidupan terdahulunya membuatnya jauh lebih mudah dalam memadatkan asap hitam yang sebelumnya tak kunjung habis. Pecahan dimensi itu berbentuk tak beraturan dan memiliki lebar tidak lebih dari lima ratus meter jika dilihat dari luar.


Namun pada bagian dalamnya, pecahan dimensi tersebut sangat luas, bahkan jauh lebih luas dibandingkan dengan Pulau Pasir Hitam sekalipun. Di dalamnya hanya ada sebidang tanah yang mengambang dan di sekitarnya terdapat kegelapan total sejauh mata memandang. Asap hitam berasal dari kegelapan tersebut.


Sebidang tanah di dalam dimensi tersebut tampak berusia sangat tua, bahkan makhluk hidup pertama tidak bisa dibandingkan. Dari tanah itu, aura kematian pekat keluar dan menyatu ke dalam asap hitam, seolah-olah keduanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.


Weng Lou tanpa sengaja mampu melihat ke dalam pecahan dimensi dan menatap kebingungan pada sebidang tanah tersebut. Tanah itu tampak sangat akrab baginya, dia seperti mengenalnya sejak lama. Tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat bidang tanah itu, tentunya dalam kehidupan ini.


Di kehidupan terdahulunya, dia sudah menatap sebanyak sembilan puluh sembilan kali pada bidang tanah itu.


"Padatkan di sekeliling pecahan dimensi? Kenapa harus memadatkan asap hitam tersebut di sekelilingnya? Bukankah asap hitam berasal dari pecahan dimensi ini? Kenapa tidak membuat pecahan dimensi itu yang menjadi Inti Ilahi?" gumam Weng Lou yang didengar oleh sembilan kehidupan terdahulunya.

__ADS_1


Kehidupan kesembilan Weng Lou segera membalas perkataannya.


"Karena kita bukan pemilik asli dari pecahan Dimensi Asal Mula yang sebenarnya! Kita hanya mengambilnya dan menggunakannya, kita tidak pernah menjadi pemilik dari dimensi tersebut! Ketika kita mati, maka pecahan dimensi akan meninggalkan diri kita, itulah yang terjadi selama sembilan puluh sembilan kehidupan.


Dimensi tersebut abadi, dan tidak ada yang bisa menjadikannya miliknya pribadi untuk selamanya. Kau bisa mengatakan bahwa kita hanya meminjamnya sampai diri kita mati. Ketika kau berusaha benar-benar menjadikannya milikmu, kekuatan di dalam pecahan dimensi itu akan langsung menolak mu!


Hampir semua kehidupan kita pernah mencoba menjadikannya Inti Ilahi, jadi tidak perlu memikirkan untuk menjadikannya sebagai Inti Ilahi, cukup gunakan asap hitam itu saja. Pecahan dimensi itu tetap bisa menjadi sumber kekuatan untuk mu," jelasnya pada Weng Lou kehidupan sekarang.


Weng Lou kehidupan sekarang terdiam. Dia berpikir apakah hal seperti itu memang bisa terjadi? Bukankah pecahan dimensi ini sudah tidak memiliki pemiliknya lagi? Lalu kenapa dia tidak bisa menjadikannya miliknya sendiri?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dalam kepala Weng Lou, sampai kemudian dia menatap kembali pada bagian dalam dari pecahan dimensi dimana terdapat sebidang tanah yang dia lihat sebelumnya.


Bidang tanah itu......itu adalah pecahan dari Dunia Asal Mula yang sesungguhnya. Kegelapan disekitarnya tercipta secara alami sebagai bagian dari bidang tanah itu. Ya, bidang tanah itu!


Yang harus dia lakukan adalah mengeluarkannya dari dalam pembatas dimensi itu dan mengambil alih bidang tanah tersebut secara langsung!


Jantung Weng Lou berdetak kencang. Dia juga memiliki ingatan dari sembilan puluh kehidupannya pada saat ini. Dia dengan cepat mencari ingatan mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh kehidupan terdahulunya untuk mencoba menjadikan pecahan dimensi itu sebagai Inti Ilahi miliknya.


Dan benar seperti yang dikatakan oleh kehidupan kesembilan puluh sembilannya, dia tidak menemukan satupun usaha yang dia lakukan berhasil membuat pecahan dimensi itu menjadi benar-benar miliknya.


Tapi setelah memeriksa semua ingatannya itu, dia juga menemukan secercah harapan.


"Mengeluarkan bidang tanah tersebut dari dalam dimensi jelas tidak sesederhana seperti mengeluarkan barang-barang dari dalam cincin penyimpanan. Tapi jika belum dicoba, maka aku tidak akan tenang! Bidang tanah itu jelas seperti mengenali diriku, begitu juga dengan diriku yang mengenalinya! Jika kami berdua tidak terikat oleh suatu takdir, lalu apa?"


Weng Lou menarik napas dalam. Dia telah menetapkan keputusannya! Dia akan membuat bidang tanah itu menjadi miliknya!


Entah apakah dia akan berhasil atau tidak, dia tidak akan tau sebelum mencobanya. Jika dia berhasil maka dia pasti akan menjadi kehidupan terkuat dari seratus kehidupannya. Namun jika dia gagal, dia tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya, tapi ada kemungkinan dirinya mati karena kekuatan garis darah Ras Ilahi miliknya lepas kendali.


"Sekarang, atau tidak sama sekali!"


Kekuatan Jiwa miliknya yang sebelumnya menahan asap hitam yang dikeluarkan oleh pecahan dimensi kini ditarik kembali oleh Weng Lou.


Asap hitam yang sudah mulai dipadatkan kini kembali ke bentuknya yang semula. Asap hitam kini memenuhi bagian atas Danau Jiwa dan melebihi luas keseluruhan danau.


Ketika asap hitam mulai keluar dari luas Danau Jiwa, asap hitam mulai menjalar keluar dari tubuh Weng Lou. Di dalam batas Danau Jiwa milik Weng Lou adalah tempat yang bisa dia kendalikan, di luar itu, dia nyaris tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Namun dia tampak tak mempedulikan hal ini. Fokusnya kini tertuju pada bidang tanah di dalam pecahan dimensi.


Menarik napas. Kekuatan Jiwa yang sebelumnya dia tarik kembali kini berkumpul dan menjadi sebuah pilar emas yang kemudian menusuk masuk menembus pecahan dimensi. Pilar dari Kekuatan Jiwa itu melewati asap hitam pekat dan terus bergerak masuk ke dalam pecahan dimensi.


Sementara itu di luar, sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou tampak terkejut melihat asap hitam yang menjalar keluar dari dalam tubuh Weng Lou. Dahi Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan mengerut, begitu juga dengan tujuh kehidupan lainnya.


Hanya Weng Lou kehidupan kelima puluh satu yang tampak tenang.


Dia sepertinya sudah tau bahwa Weng Lou kehidupan sekarang akan melakukan hal ini. Senyum tipis muncul di wajahnya dan dia tertawa pelan yang segera menarik perhatian kedelapan kehidupan terdahulu di sekitarnya.


"Lima satu, aku tidak menyadari hal ini sebelumnya, tapi kenapa aku tidak memiliki ingatan tentang kehidupan mu selain ketika kau memasuki dimensi pewarisan ingatan ini?" tanya Weng Lou kehidupan tujuh puluh tiga dengan sorot mata tajam.


Tujuh kehidupan lainnya menunjukkan wajah yang sama, terutama kehidupan terdahulu setelah kehidupan kelima puluh satu.


Weng Lou kehidupan pertama menatap dengan tenang dan dibalas dengan tatapan yang sama oleh kehidupan kelima puluh satu.


"Kenapa kau tidak mengingat kehidupan ku? Tentu kau tidak ingat, itu karena aku menyimpan ingatan ku di dalam klon yang ku simpan di dalam Desa Fenmu. Sisa ingatan lainnya ada padaku yang ada di sini. Aku sengaja tidak mewariskannya dalam siklus reinkarnasi," ujarnya dengan tenang.


Berkedip. Weng Lou kehidupan pertama kemudian ikut bertanya, "Dan alasanmu?"


Kehidupan kelima puluh satu tidak langsung menjawab. Dia menatap pada Weng Lou kehidupan sekarang yang saat ini disekitarnya sudah dipenuhi oleh asap hitam.


"Alasan.......tidak ada alasan khusus. Semua ini demi membunuh Unknown God. Untuk bisa membunuh salah satu penguasa Dunia Asal Mula, kita membutuhkan bagian dari Dunia Asal Mula juga. Pecahan Dimensi Asal Mula memiliki bagian dari Dunia Asal Mula, dan itu tidak lain adalah bidang tanah tersebut.


Kalian mungkin tidak tau, tetapi di kehidupan ku, aku berhasil menemukan metode untuk mengeluarkan bidang tanah dari batas dimensi. Namun aku tidak melakukannya karena menyadari bahwa aku bukanlah kehidupan yang harus melakukannya. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah mempersiapkan bidang tanah itu agar bisa diambil oleh kehidupan keseratus.


Dengan begitu, kehidupan keseratus akan memiliki Inti Ilahi sejati yang tidak lain adalah bidang tanah dari Dunia Asal Mula itu sendiri. Menggunakan bidang tanah tersebut, Unknown God bukan lagi halangan."


Jawaban dari kehidupan kelima puluh satu membuat delapan kehidupan yang lain terkejut, terutama Weng Lou kehidupan pertama.


"Apa.....Apa itu mungkin? Mengambil alih bidang tanah dari Dunia Asal Mula? Hanya mereka yang hidup di zaman itu yang bisa menjadi penguasa dari bidang-bidang tanah ini, itu adalah pengetahuan yang kudapatkan dari perpustakaan Ras Ilahi sebelum pemusnahan yang dilakukan para Absolute."


Weng Lou kehidupan kelima puluh satu mengangguk dengan yakin.


"Itu mungkin! Aku tidak mungkin salah! Karena aku telah menemukan metode ini dari sisa-sisa dimensi Ras Ilahi! Dengan bantuan Zhi Juan, aku berhasil menyusup ke dalam sisa-sisa dimensi yang dikuasai oleh Ras Ilahi. Di dalamnya, aku menemukan beberapa catatan tentang uji coba yang dilakukan oleh generasi demi generasi Ras Ilahi untuk mengambil alih bidang tanah Dunia Asal Mula.

__ADS_1


Mereka telah mengalami banyak sekali kegagalan, namun ada satu, satu percobaan dimana mereka berhasil menarik keluar bidang tanah tersebut. Sayangnya mereka gagal untuk mengambilnya karena pemilik dimensi dari bidang tanah itu telah membentuk Inti Ilahi miliknya.


Dengan informasi tersebut, aku melakukan banyak upaya untuk mencari jawaban terkahir bagaimana agar bidang tanah bisa diambil alih. Dan jawaban dari hal itu adalah, dengan menjadikannya sebagai Inti Ilahi! Menurut sejarah, leluhur Ras Ilahi adalah salah satu dari lima makhluk pertama di dalam Dunia Asal Mula. Kalian mengerti apa maksudnya bukan? Artinya kita layak untuk menjadi pemilik dari bidang tanah tersebut!"


__ADS_2