Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 621. Kekuatan Sarung Tangan (I)


__ADS_3

Weng Ying Luan tidak bisa menahan diri menatap sepasang sarung tangan di depan matanya.


Dia bisa merasakan panggilan dari sarung tangan tersebut yang seperti menyuruhnya untuk segera mengenakannya.


Mata Weng Lou menatap Ying Luan dengan tatapan penuh makna. Jelas dia tau Weng Ying Luan sangat ingin untuk memakainya.


"Ambillah, itu milikmu. Pakai dan coba sekarang, kita akan lihat seberapa hebat itu." Weng Lou berkata.


Tanpa menjawabnya, Weng Ying Luan sudah lebih dulu mengambil sarung tangannya. Dengan cepat dia memasangkannya di kedua tangannya. Tidak ada perasaan spesial yang dia rasakan, tapi setelah menunggu selama beberapa saat, dia akhirnya merasakan sesuatu mengalir masuk ke dalam tubuhnya dari kedua sarung tangan yang dia kenakan.


Qi miliknya bergejolak. Dia bisa merasakan jumlah Qi miliknya bertambah dengan drastis, seolah sedang diisi ulang, namun dengan beberapa tambahan ekstra.


Ini adalah Qi yang diserap oleh sarung tangan sebelumnya, dan kini itu telah menjadi miliknya.


"Luar biasa." Hanya itu yang bisa dia gambarkan tentang sarung tangan itu.


Sarung tangan yang dia minta untuk dibuatkan oleh Weng Lou adalah yang bisa menyimpan Qi miliknya dalam waktu sekejap mata. Namun apa yang dibuatkan oleh Weng Lou adalah sesuatu yang bahkan jauh lebih luar biasa lagi, itu adalah sepasang sarung tangan yang bisa menyerap Qi dan Tenaga Dalam dari lingkungan sekitar dan membuatnya menjadi milikmu sendiri!


Betapa berharganya sebuah senjata dengan kemampuan seperti itu! Dan itu bukanlah keseluruhan dari apa yang bisa dilakukan oleh sarung tangan ini!


Perlahan, dia mulai mengepalkan tangan kanannya, dan segera lapisan demi lapisan Qi segera terbentuk, membuat tangannya tertutup oleh lapisan-lapisan Qi yang tampak seperti pelindung tangan transparan.


Dia sama sekali tidak mengeluarkan Qi nya, sarung tangan itu menarik Qi dari luar untuk langsung membentuk pelindung tersebut, seolah-olah itu bekerja dengan sendirinya sebagai kemampuan alami.


"Seberapa kuat pelindung tangan ini?" tanya Ying Luan penasaran.


"Mau mencobanya?" Weng Lou bertanya dengan nada penuh arti.


Weng Ying Luan menatapnya dan kemudian menempatkan tangan kanannya di depan, membuat pelindung tersebut melindungi bagian depan tubuhnya.


Weng Lou tersenyum melihatnya. Dia pun ikut mengepalkan tangan kanannya. Lalu, tanpa mengambil ancang-ancang apapun, dia segera meninju dengan keras ke arah lapisan-lapisan pelindung Qi tersebut.


*BDUM!*


Tanpa diduga, Weng Ying Luan tampak baik-baik saja, dan masih berdiri dengan tenang di tempatnya. Pukulan Weng Lou tidak bisa mencapainya, dan bahkan dampak dorongan yang biasanya timbul karena pukulannya tidak bisa terlihat pada Ying Luan.

__ADS_1


"Ini hebat! Hahahaha!!! Sungguh luar biasa!!!" Weng Ying Luan akhirnya berseru dengan gembira.


Sarung Tangan Pencuri Langit ini adalah senjata pertama yang benar-benar berhasil membuatnya terkagum-kagum. Tidak perlu dipikirkan bagaimana perasaannya sebagai pemiliknya. Dia jelas bersukacita di dalam hati.


"Hmmm....lumayan, hanya dua lapisan pelindung yang hancur. Sepertinya tidak sia-sia mengukirkan simbol pelindung pada sarung tangan itu. Jelas darah milikmu, membantu kemampuan perlindungan sarung tangan tersebut," ujar Weng Lou, tampak sangat puas dengan sarung tangan buatannya itu.


"Tunggu dulu, bagaimana dengan kemampuan serangannya? Apakah kemampuan melepaskan Qi dalam sekejap telah kau masukkan ke dalamnya?"


tanya Ying Luan yang tampak baru saja menyadari hal yang paling penting.


"Kau meragukan ku, yah? Pergilah ke atas dan coba. Kau akan tau ketika melihatnya sendiri."


Tanpa berlama-lama, mereka berdua pun bergegas menuju ke taman di atas istana.


Di sana, terlihat Di Zhe yang kini sudah berhenti berlatih dan sedang mengamat-amati langit.


"Du Zhe, kenapa kau tidak latihan?" tanya Weng Lou yang sontak membuat Du Zhe terkejut.


"Gu-Guru, aku tadi sedang berlatih ketika kemudian banyak petir yang menyambar dari langit. Karena takut tersambar, akhirnya aku berhenti latihan dan menunggu sampai semua petir menghilang. Saat ini aku sedang memastikan apakah petir akan turun kembali atau tidak. Jika sudah tidak ada lagi petir yang akan turun, maka aku akan melanjutkan latihan."


"Kalau begitu, kau bisa menghentikan latihan mu hari ini, dan melanjutkannya besok. Tidak aman jika kau berlatih di sini sekarang, mungkin saja kau akan benar-benar tersambar oleh petir." Dia menakut-nakuti Du Zhe.


*Glek.* Du Zhe menelan ludah. Dia tampak takut. Petir-petir yang menyambar sebelumnya telah benar-benar menanamkan rasa takut di hatinya. Jadi dia tidak mau mengambil resiko, dan buru-buru mendekat pada Weng Lou.


"Hahaha.... jangan takut seperti itu, bahkan jika ada petir, dengan tubuhmu yang sekarang, kau paling banyak hanya akan sedikit gosong saja," ungkap Weng Lou.


Mereka pun berjalan menuju ke tengah taman. Di situ, Weng Ying Luan berdiri dan menghadap ke langit di atas kepalanya.


"Hati-hati saat mau melepaskannya, jika sesuai dengan rancangan yang aku buat, sarung tangan itu harusnya bisa melepaskan Qi dalam sekejap, namun aku tidak merancang agar kau bisa mengontrol arahnya. Satu-satunya cara, adalah dengan menggunakan kekuatan fisikmu dan melemparkan Qi dalam jumlah sebesar itu sendiri." Weng Lou menjelaskan dengan nada sedikit aneh.


Di sisi lain, Weng Ying Luan mulai mengerti mengapa Weng Lou menawarinya berlatih dengan kedua palunya. Semua itu disiapkan demi ini.


Sekarang itu menjelaskan kenapa kemampuan penyerapan dan penyimpanan Qi sarung tangannya sangat luar biasa, itu karena dia tidak menambahkan kendali pelepasan Qi pada sarung tangan. Dengan begitu kemampuan lainnya bisa ditingkatkan lebih jauh.


"Dasar gila, jika aku gagal melepaskan Qi, maka aku akan mati dalam ledakan Qi. Apa itu yang kau mau?" tanya Ying Luan dengan jengkel.

__ADS_1


"Bukankah karena itu kau melatih fisikmu selama beberapa hari? Tenang saja, aku yakin kau bisa. Jika kau tidak bisa, tenang saja, aku akan menguburkan mu dengan layak di taman ini."


Kata-kata Weng Lou hanya semakin membuat Weng Ying Luan merasa jengkel. Namun hanya itu, dia tidak berbicara sebagai balasan.


"Melepaskan dan mengendalikannya dengan kekuatan ku sendiri, benar-benar lucu. Tapi aku suka tantangan! Baiklah, mari kita lakukan!"


Dengan bersemangat, dia mengarahkan telapak tangannya ke langit. Dia memutar Qi di dalam tubuhnya, dan kemudian mencoba merasakan Qi di dalam sarung tangan.


Tanpa perlu memejamkan mata, dia bisa memperkirakan keseluruhan jumlah Qi di dalam sarung tangan nya.


Setidaknya itu tiga kali lipat daripada miliknya, adapun Tenaga Dalam biasa, itu jauh lebih banyak dari Qi di dalam, dan tampaknya sedang diubah menjadi Qi dengan kecepatan yang luar biasa.


"Oke, ini dia."


Pikiran Weng Ying Luan segera terfokus pada Qi di dalam sarung tangan di tangan kanannya, dan dengan satu pemikiran, Qi di dalamnya langsung dikeluarkan.


Tanpa di duga, sebuah bola dari Qi setinggi lima puluh meter muncul di tangan kanan Ying Luan. Bola Qi tersebut sangat padat, dan menimbulkan tekanan yang amat luar biasa.


Orang-orang dengan kekuatan di ranah Pembersihan Jiwa ke atas bisa merasakan tekanan yang menimpa tubuh mereka.


"ERGHHH......"


Urat terlihat di tangan kanan Ying Luan ketika dia berusaha menjaga agar bola Qi itu tetap stabil di tangannya.


Qi di dalam tubuhnya mulai mengalir ke telapak tangannya, dan membantu mengendalikan bola Qi tersebut agar tidak langsung terpencar dan meledak saat itu juga.


"FHUUU......HIYAAAAA!!!!!"


*PHUSS!*


Bola Qi di tangan Ying Luan segera dilemparkan ke langit.


Ketika mencapai ketinggian tertentu, gejolak mulai timbul pada bola Qi. Semuanya tampak baik-baik saja untuk sesaat. Namun segalanya berubah ketika bola Qi mulai mencapai ujung dari awak di langit.


Tanpa diduga-duga, bola Qi tersebut langsung meledak dan menciptakan cahaya ledakan yang sangat terang di atas langit. Cahaya itu saking terangnya, hingga membuat semua orang tidak bisa melihat apa-apa untuk sesaat.

__ADS_1


Padahal waktu masih menunjukkan sore hari, dja bahkan matahari terbenam masih terlihat. Akan tetapi, ledakan bola Qi itu membuat matahari seolah-olah berada di atas kepala mereka.


__ADS_2