
Kelompok murid Keluarga Leluhur Weng yang dipimpin oleh Weng Baohu Zhe serta kelompok Weng Lou melanjutkan perjalanan mereka, dan langsung menuju ke arah tengah kota. Mereka tidak langsung pergi mencari penginapan atau tempat peristirahatan, tetapi memilih untuk bergerak menuju ke arah tengah kota.
Memerlukan waktu hampir lima belas menit untuk mereka sampai di depan sebuah bangunan raksasa yang berdiri megah di tengah-tengah kota.
Dari segi penampilan, bangunan itu menyerupai sebuah stadion, namun dengan ukuran sepuluh kali lipat.
Pada bagian atas bangunan itu terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan 'Arena Pertarungan' yang besarnya bisa dilihat bahkan dari jauh.
"Pendaftaran untuk Turnamen Beladiri Bebas sudah dibuka dari sekitar seminggu yang lalu, jadi tidak terlalu ramai orang-orang pada saat-saat ini," ucap Pang Baicha yang menghentikan kereta mereka di depan bangunan itu.
Mereka semua pun langsung turun dan berjalan masuk ke dalam bangunan itu.
"Weng Wan, Weng Hua, Weng Ning, ikut bersama ku kalian harus mendaftar bersama sebagai perwakilan dari Keluarga Leluhur Weng." Panggil Weng Baohu Zhe kepada Weng Wan dan dua lainnya.
Tanpa banyak bicara Weng Wan, Weng Hua, dan juga Weng Ning pun pergi mengikuti Weng Baohu Zhe dan murid dari Keluarga Leluhur Weng yang bersamanya.
Jian Qiang hanya menatap mereka sejenak sebelum mengajak Weng Lou dan yang lainnya juga untuk ikut masuk ke dalam. Dia sama sekali tak mempermasalahkan Weng Baohu Zhe yang memanggil Weng Wan dan yang lainnya untuk ikut bersamanya, karena pada dasarnya Jian Qiang memang tak punya hak untuk memaksanya.
"Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, apa kalian sudah tau sistem dari turnamen ini?" tanya Jian Qiang kepada mereka bertiga begitu mereka masuk ke dalam bangunan itu.
Mereka sekarang berada di sebuah ruangan yang sangat luas, terlihat beberapa orang berbaris rapi di depan sebuah meja di tengah ruangan itu yang mana Weng Lou dan yang lainnya juga ikut berbaris di situ.
"Aku ingin mencoba beberapa teknik ku di turnamen nanti jadi aku akan ikut bersama kalian, Pang Baicha, kau juga ikut. Aku telah menyiapkan rencana untuk menangkap Raja Pencuri, Gouwang Zie itu," ucap Jian Qiang tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Pang Baicha.
"Baiklah, aku ikut kalau begitu. Tapi kau harus menepati janjimu kepada ku," balas Pang Baicha.
"Ya, tak perlu khawatir. Lagi pula aku hanya menginginkan informasi darinya. Kau bebas melakukan apa saja padanya ketika kita berhasil menangkapnya."
Kelompok mereka pun tampak bergerak maju begitu orang yang berada paling depan terlihat menyingkir dan pergi keluar.
__ADS_1
Jika tebakan Weng Lou benar maka orang-orang yang berbaris ini semuanya akan ikut dalan Turnamen Beladiri Bebas yang akan diadakan kurang dari satu bulan dari sekarang di Kota Hundan ini.
"Bukankah nama dari acara ini adalah turnamen? Apakah turnamen ini memiliki perbedaan selain aturannya?" tanya Weng Ying Luan pada Jian Qiang menanggapi pertanyaan darinya.
"Kau tidak salah jika berpikir seperti itu, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Turnamen Beladiri Bebas ini berlangsung secara duel antar para peserta, tapi itu hanya pada babak seleksi kedua hingga final, pada babak seleksi pertama, semua peserta akan di gabungkan di satu tempat untuk bertarung satu sama lain hingga menyisakan 100 peserta saja untuk masuk dalam seleksi kedua, atau babak seleksi yang sebenarnya.
Di babak seleksi kedua, jika kalian lolos, kalian akan bertarung melawan lawan kalian yang akan ditentukan oleh para wasit nantinya." Jian Qiang menjelaskan semua itu dengan perlahan agar dimengerti oleh mereka semua, terutama Shan Hu yang bisa dibilang belum pernah mengikuti turnamen atau acara seperti ini sebelumnya.
"Hmmm...itu cukup mudah," ucap Weng Ying Luan.
"Tidak, itu adalah masalah besar. Kita tidak tau seberapa banyak jumlah orang yang ikut dalam turnamen ini. Orang-orang yang datang berkelompok seperti kita pastinya akan ada banyak, dan juga mungkin jumlah mereka akan jauh lebih banyak daripada kita.
Jangan menghitung mereka yang berasal dari Keluarga Leluhur Weng, mereka punya tugas dan urusan tersendiri dalam turnamen ini. Satu-satunya harapan agar bisa lolos dengan baik dalam babak seleksi pertama adalah dengan bekerja sama dengan baik," jelas Weng Lou yang tampak serius.
Dia tidak menghitung kekuatan Jian Qiang dalam kelompok mereka, karena baginya Jian Qiang tidak memiliki kewajiban untuk membantu mereka dalam turnamen nantinya. Lagi pula, ini adalah misi mereka, anggota Sekte Langit Utara, jadi Weng Lou, Weng Ying Luan, dan Lin Mei, serta Shan Hu lah yang harus berusaha dalam Turnamen Beladiri Bebas ini.
Beberapa menit pun berlalu, dan akhirnya giliran kelompok mereka pun tiba.
Mereka berhadapan dengan seorang wanita yang sedang duduk di balik meja yang dipenuhi dengan lembaran kertas yang berisikan informasi-informasi dari para pendaftar.
Wanita itu menatap mereka satu persatu dan berhenti ketika menatap Jian Qiang yang menatap wanita itu dengan datar. Wanita itu pun langsung menunduk, dia baru menyadari bahwa Jian Qiang berada di ranah Penyatuan Jiwa, dan kekuatan yang terpancar darinya jauh lebih kuat dari rata-rata semua orang yang mendaftar hari ini.
"Siapa yang ingin mendaftar diantara kalian?" tanya wanita itu dengan nada sedikit hormat.
"Kami semua," ucap Weng Lou yang membuat wanita itu merasa terkejut.
"Maafkan aku, tapi kami baru-baru ini telah menetapkan setiap kelompok pendaftar paling banyak hanya bisa mendaftarkan tiga orang saja." Wanita itu berbicara dengan sedikit nada menyesal. Dia takut jika ucapannya bisa membuat Jian Qiang marah.
Tanpa berkata apa-apa, Jian Qiang melemparkan sekantung koin emas ke atas meja wanita itu.
__ADS_1
Wanita tersebut langsung segera memasukkan kantung berisi koin emas itu kedalam cincin penyimpanannya dan tersenyum kepada mereka.
"Jadi, siapa saja nama kalian? Biar aku tuliskan sekarang," ucapnya dengan nada senang.
Weng Lou tersenyum pahit melihat itu, tanpa perlu menghitung atau menyentuh kantung yang dilemparkan oleh Jian Qiang, Weng Lou bisa tau bahwa isinya paling tidak berisi paling kurang 500 koin emas.
Dia hanya bisa menghela napas karena itu, dirinya sepertinya harus mengganti uang Jian Qiang yang telah dihabiskan untuk mereka beberapa hari ini, pikir Weng Lou.
Setidaknya dia harus mengembalikan 1.000 koin emas, untuk bisa menebus semua pertolongan yang dia lakukan bagi mereka.
"Aku Ying Luan." Weng Ying Luan lebih dulu menjawab wanita itu.
Sebelumnya mereka bertiga sudah sepakat tidak akan menyebutkan marga mereka, karena pasti akan mengundang banyak pertanyaan nantinya, apa lagi ada kelompok murid dari Keluarga Leluhur Weng yang ikut nantinya, pasti orang-orang akan bertanya-tanya kenapa bisa ada orang diluar Keluarga Weng memiliki marga Weng.
"Aku Lou, ini Mei dan Yue," lanjut Weng Lou yang ikut memperkenalkan diri.
Wanita itu dengan sigap menuliskan nama mereka di selembar kertas. Dia lalu menoleh ke arah Jian Qiang, Shan Hu, dan juga Pang Baicha.
"Aku Baicha, dia Shanhu, dan ini pimimpin kami, Qiang." Pang Baicha memperkenalkan mereka bertiga yang kemudian ditulis oleh wanita itu di kertas yang sama dengan nama Weng Lou dan yang lainnya.
Setelah beberapa saat menulis, akhirnya wanita itu selesai.
"Oke, kalian semua sudah terdaftar di Turnamen Beladiri Bebas yang akan dimulai tiga minggu lebih lagi. Ambil ini sebagai tanda kalian sebagai peserta. Nantinya ketika kalian datang kembali ke sini, tunjukkan tanda ini kepada penjaga yang ada," ucap wanita itu sambil menyerahkan tujuh buah pin dari logam kepada mereka.
Weng Lou mengambilnya dan menyerahkan pada anggota kelompok mereka satu-satu. Setelah itu, mereka pun segera pergi keluar dari ruangan tersebut.
Kini tujuan pertama mereka telah selesai, sekarang mereka harus menyelesaikan tujuan kedua mereka......
Yaitu mencari makanan-makanan yang enak di Kota Hundan ini.
__ADS_1