Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 378. Induk Siluman Serigala (II)


__ADS_3

Mulut Weng Wan menganga lebar melihat sosok siluman serigala raksasa di depannya.


Tanpa ia sadari, dirinya sampai menahan napas karena aura yang dikeluarkan oleh siluman serigala tersebut.


Kekuatan yang dipancarkan oleh siluman serigala itu berada tepat di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak, jika dibandingkan dengan kekuatan manusia, maka kekuatannya itu setara dengan mereka yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 awal.


"Weng Lou....kau sedang bercanda, bukan?" ucap Weng Wan sepekan mungkin.


Pada saat ini, siluman serigala itu masih sibuk dengan santapan miliknya, sehingga dia masih belum merasakan kehadiran keduanya, begitulah pikir Weng Wan.


Justru yang terjadi malah sebaliknya, siluman serigala itu nyatanya sudah mengetahui keberadaan mereka ketika masih berada di dua ratus meter yang lalu.


Satu-satunya alasan dia belum menyerang adalah karena dia merasa bisa mengejar Weng Lou dan Weng Wan tanpa masalah sama sekali. Jadi dia akan menghabiskan terlebih dahulu hasil buruannya terlebih dahulu.


"Tenang saja, dia sama tidak berbahaya," ucap Weng Lou kepada Weng Wan dengan nada santai.


Dia kemudian menjentikkan jarinya, dan kemudian sebuah kekuatan tarikan tak kasat mata tercipta dan tubuh singa raksasa yang sedang dimakan oleh induk dari siluman serigala itu.


"Kau...apa yang baru saja kau lakukan?" jerit Weng Wan.


Sudah bagus siluman serigala itu tidak langsung menyerang mereka, tapi sekarang, sepertinya Weng Lou yang baru saja memancing sang siluman.


"Grrrr....."


Siluman serigala itu menoleh ke arah Weng Lou dan Weng Wan sambil menggeram marah. Melihat itu, kaki Weng Wan pun langsung terasa lemas, Weng Lou telah mengajaknya untuk mati hari ini, pikirnya.


Tap.....tap....


Dia membalikkan badannya, dan kemudian dalam satu tarikan napas, siluman serigala itu melesat dan sampai di depan mereka berdua dengan mulutnya terbuka lebar.


"LOUUUU!!!!" Weng Wan menjerit panik.


"Hahahaha!!!!" Weng Lou hanya tertawa lepas karena hal itu.


Tepat ketika siluman itu akan menerkam mereka berdua, palu yang sama seperti pada Weng Wan muncul di tangan Weng Lou.


PAAMMM!!!!!


Shuuu....BUMMM!!!!


Bagai terkena pukulan keras, siluman serigala itu terlempar dan menabrak pepohonan begitu Weng Lou memukulkan palu di tangan pada kepala siluman serigala itu.

__ADS_1


"Hehe.....palu ini memang sangat efektif."


Mengayunkan palu di tangannya, Weng Lou kemudian berjalan ke arah siluman serigala itu, meninggalkan sosok Weng Wan yang masih terpaku di tempatnya.


Kejadian yang terjadi sebelumnya benar-benar cepat, hingga membuat otaknya harus mencerna lebih lama.


Di depan matanya, dia menyaksikan siluman serigala yang perkasa itu di pukul menjauh dengan menggunakan sebuah palu dari Weng Lou. Palu yang digunakannya bahkan sama persis dengan yang ia pegang saat ini.


"Hei Wan, ayo kesini! Jangan hanya diam di situ saja!" Weng Lou memanggil Weng Wan dan langsung membuatnya tersadar kembali.


Entah karena menyaksikan Weng Lou yang mampu memukul siluman serigala itu menggunakan palu atau karena hal lain, pegangan Weng Wan pada palu di tangannya menjadi semakin kencang. Rasa bersemangat mulai bangkit pada dirinya sekali lagi.


Dia pun bergegas mengikuti Weng Lou dari belakang. Rasa berat pada palu yang ia bawa perlahan-lahan mulai terasa sedikit lebih ringan karena api semangatnya.


Setelah berjalan beberapa meter, keduanya pun sampai di depan siluman serigala itu yang saat ini sedang mencoba bangkit berdiri.


Tanpa menunggu siluman itu, Weng Lou sekali lagi mengayunkan paku di tangannya ke bawah, dan membuat kepala siluman itu terbentur keras ke tanah.


"AAUUUUUUU!!!!!!"


Melolong kesakitan, siluman serigala itu bergegas mundur ketika dirinya terangkat kembali karena benturan keras yang ia alami.


Meski siluman serigala ini tidak bisa berbicara, akan tetapi dia tetap memiliki kepintaran yang sama dengan seorang manusia biasa pada umumnya.


"Lihatlah dia, meski tak memiliki kemampuan berbicara layaknya manusia, tetapi kepintarannya cukup tinggi juga. Sayang sekali siluman sepertinya tidak akan pernah bisa berubah menjadi manusia karena evolusi mereka yang tidak sempurna."


Setelah mengatakan itu, Weng Lou pun melompat ke arah siluman serigala tersebut.


Siluman itu menatap Weng Lou yang melompat ke arahnya dalam diam, dia tidak akan ceroboh lagi kali ini. Dia membiarkan Weng Lou mendekatinya, dan segera melepaskan serangan jarak jauh yang ia miliki.


"AAAAUUUUUU!!!!!!"


Lolongan yang sangat nyaring dan memekakan telinga dikeluarkan oleh siluman itu, dan memaksa Weng Lou untuk mundur kembali, dan menutup kedua telinganya dengan Qi miliknya.


Kondisi lumayan bagus, serangan suara itu tidak melukainya sama sekali, hanya membuatnya linglung selama beberapa saat.


Berbeda cerita dengan Weng Wan yang ada di dekatnya, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan suara tersebut menggunakan Qi nya, akan tetapi tetap saja berdampak padanya.


Darah keluar dari kedua lubang telinga dan hidungnya, yang mana langsung membuatnya bertekuk lutut di tanah. Untungnya lolongan siluman serigala itu segera berhenti tepat ketika Weng Wan akan tak sadarkan diri.


Siluman itu melihat bahwa serangannya berhasil, dan buru-buru melesat kembali menyerang.

__ADS_1


Kali ini dia tidak menyerang Weng Lou, melainkan Weng Wan yang sudah tak memiliki tenaga lagi.


"Siluman sialan!!!"


Weng Lou berseru marah, dia dengan sigap melesat ke arah Weng Wan, dan mengambil palu yang ada bersamanya.


Dia bersiap untuk menghadang siluman itu, tapi kemudian, sosoknya mendadak menghilang dari hadapannya. Detik berikutnya, siluman itu sudah berada di belakangnya, dan berniat untuk menerkam ke arah Weng Wan.


"Sial, tidak akan sempat!" seru Weng Lou dalam hatinya.


Ketika tubuh Weng Wan sudah masuk ke dalam mulut siluman serigala itu, dan tinggal menutupinya saja, kedua tangan Weng Wan segera dia rentangkan dan menahan rahang siluman itu.


"Mana mungkin aku akan kalah begitu saja, siluman bau sialan!!!!"


Tap.....


Weng Wan mulai bangkit berdiri sambil terus menahan kedua rahang siluman serigala itu


"AAAAA!!!!"


Mendadak cahaya keemasan terpancar dari tubuhnya, pola-pola yang tidak pernah dilihat oleh Weng Lou sebelumnya tercipta di sekujur tubuhnya.


Kekuatan fisik dari Weng Wan tampak melonjak naik secara drastis. Dia terus merentangkan kedua tangannya hingga.....


KRACKKKK.....!!!!


Terdengar bunyi khas dari kedua rahang siluman itu, dan kemudian tubuhnya jatuh ke tanah tak bernyawa.


Rahang mulutnya patah, atas-bawah.


Weng Lou yang menyaksikan semuanya tampak tersenyum. Dia sedikit terkejut melihat hal itu, tapi di sisi lain dia juga tidak terkejut.


Beberapa bulan di Keluarga Leluhur Weng, haruslah membuat Weng Wan mulai menemukan kekuatan garis darah keturunan miliknya.


Dia cukup bahagia mengetahui perkembangan dari sahabatnya ini.


"Itu sangat bagus Wan," puji Weng Lou.


Di saat dia berjalan ke arahnya, mendadak cahaya pada tubuh Weng Wan kembali menghilang, dan dirinya pun terjatuh ke tanah, pingsan.


Serangan suara dari lolongan siluman serigala itu telah berhasil melukainya dengan sangat serius.

__ADS_1


Dengan buru-buru Weng Lou berjalan ke arahnya, dan segera masukkan sebuah pil penyembuh luka dalam kedalam mulut Weng Wan. Dia membuatnya menelan pil tersebut, dan segera membantunya menyerap khasiatnya.


"Kau ini...sudah cukup hebat loh..."


__ADS_2