Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 406. Menjual Barang Jarahan (IV)


__ADS_3

Setelah Weng Lou masuk ke dalam Rumah Obat, dia langsung disambut oleh seorang wanita yang kemudian membimbingnya dan menjelaskan semua yang diperjualbelikan di Rumah Obat di Kota Hundan ini.


Weng Lou terkagum-kagum saat mengetahui bahwa Rumah Obat di Kota Hundan ini memiliki persediaan yang jauh lebih lengkap dibandingkan yang ada di Kota Yulong.


Tapi meski begitu ada satu masalah, harga setiap obat-obatan yang disediakan di kota ini sedikit lebih mahal dibandingkan di Rumah Obat lainnya yang pernah Weng Lou masuki sebelumnya.


Kira-kira lima belas persen lebih mahal dari harga asli. Tapi meski begitu, Weng Lou tampak dama sekali tidak memproteskannya. Itu karena dia memiliki uang yang cukup untuk membayar obat-obatan yang akan dia beli nantinya.


"Apa aku bisa menjual tubuh binatang buas hasil buruanku disini?" tanya Weng Lou kepada wanita yang melayaninya itu.


"Itu tergantung binatang buas jenis apa yang akan anda jual?"


"Bagaimana dengan tubuh siluman Serigala Pengintai Malam?"


"Hmmm....itu cukup langka, tapi tubuh seekor siluman Serigala Pengintai Malam tidak akan kami beli karena tubuhnya tidak akan bisa dibuat menjadi obat-obatan yang berguna jika hanya satu."


"Hahaha...tenang saja, aku membawa lebih dari satu kok."


"Begitu kah? Baiklah, mari ikut aku. Kota akan ke pelelangan untuk melihat seberapa banyak yang anda bawa."


Weng Lou dan wanita itu pun pergi keruangan pelanggan, dimana merupakan tempat Rumah Obat menyediakan jasa jual-beli bagian-bagian tubuh binatang buas yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan obat-obatan. Entah itu memiliki khasiat menyembuhkan, atau pun mampu meningkatkan tingkat praktik seseorang, semua boleh dijual dan dibeli ditempat ini.


Tapi meski begitu tetap ada batas minimal dari bagian tubuh binatang buas yang dijual. Karena tiap pembuatan obat-obatan terkadang tidak dapat dibuat hanya dengan satu dari bahan saja, terkadang harus dua atau lebih untuk membuat suatu obat-obatan.


Keduanya pun tiba disebuah ruangan dimana terdapat meja yang sangat luas di tengah-tengah ruangan tersebut.


"Nah, bisakah anda letakkan semua tubuh siluman Serigala Pengintai Malam yang anda miliki diatas meja itu? Aku akan menghitung harga yang cocok nanti, sesuai dengan kondisinya," ucap wanita itu kepada Weng Lou.


Weng Lou hanya tersenyum kecil mendengarnya. Dengan ringannya dia mengayunkan tangannya di atas meja tersebut, dan detik berikutnya puluhan tubuh siluman Serigala Pengintai Malam yang telah dia bunuh bersama dengan Weng Ying Luan kemarin.


Setelah Weng Lou mengeluarkan semua tubuh siluman Serigala Pengintai Malam itu, napas wanita yang bersama dengan Weng Lou pun terhenti seketika, melihat banyaknya jumlah tubuh siluman Serigala Pengintai Malam yang ditunjukkan oleh Weng Lou.


"I-Ini semua adalah...."


"Ya, ini adalah semua tubuh siluman Serigala Pengintai Malam yang aku bawa. Silahkan hitung harga semuanya, aku harus cepat."


"Ba-Baik..."


Setelah mengatakan itu, wanita yang bersama dengan Weng Lou keluar dari ruangan tersebut, dan tak berapa lama kemudian dia kembali masuk dan ditemani oleh dua orang pria berpakaian seperti tukang daging.


"Gila!!!! Semua ini tubuh Siluman Serigala Pengintai Malam??!!!!"

__ADS_1


"Lihaaat!! Itu adalah induk Siluman Serigala Pengintai Malam!!!!"


Kedua pria yang dibawa oleh wanita itu menjerit kaget melihat tumpukan tubuh siluman Serigala Pengintai Malam diatas meja.


Mendengar keduanya, perhatian wanita itu pun terarah pada tubuh induk siluman Serigala Pengintai Malam yang Weng Lou letakkan di paling atas tumpukan tubuh siluman itu.


Mulutnya menganga lebar. Dia tidak terlalu mempermasalahkannya sebelumnya, dia tidak tau ada induk dari siluman Serigala Pengintai Malam di tumpukan tersebut.


"Ce-cepat lakukan pekerjaan kalian berdua! Jangan buat pelanggan kita menunggu lama!" seru wanita itu kepada dua pria yang dia bawa sebelumnya.


Dua pria itu pun tersadar begitu mendengar perintah dari wanita itu, keduanya pun dengan cepat memeriksa satu persatu tubuh siluman tersebut.


Lima menit kemudian, keduanya telah selesai dan memberikan hasilnya kepada wanita yang sebelumnya.


Wanita itu hanya bisa terdiam berdiri sambil menatap kosong tumpukan tubuh siluman Serigala Pengintai Malam itu. Menarik napas dalam dia kemudian menoleh ke arah Weng Lou lalu berbicara kepadanya.


"Kami sudah menghitung dan menjumlahkan semuanya. Harga yang bisa kami tawarkan untuk semua ini adalah 5.000 koin emas, itu adalah harga paling tinggi yang bisa kami tawarkan. Banyak kerusakan pada bagian kulit tiap tubuh siluman, dan juga jantung yang merupakan bagian paling berharga dari siluman Serigala Pengintai Malam sebagian besar rusak dan hancur.


Jika anda tidak bisa menerima harganya, kami mohon maaf, tapi kami juga mementingkan keuntungan sebagai tujuan utama kami," jelas wanita itu kepada Weng Lou.


Weng Lou diam mendengarkan sambil mengelus dagunya. Harga yang ditawarkan oleh wanita itu sekitar sepuluh persen lebih murah dari kisaran kasar nya. Memang cukup besar perbedaannya, tapi itu cukup bagus untuk sebuah kisaran kasar.


Menimbang-nimbang sejenak Weng Lou pun memberikan keputusannya.


"Baik, akan kuterima harga itu. Kalau begitu aku akan menjual tubuh binatang buas lainnya juga."


Weng Lou kembali mengayunkan tangannya dan tumpukan tubuh binatang buas lainnya pun muncul di atas meja, membuat napas wanita yang bersama Weng Lou itu terhenti dan matanya membelalak kaget.


"Ten-Tentu....biar kami hitung terlebih dahulu." Dia pun memberi tanda kepada dua pria sebelumnya yang kemudian mereka kembali menghitung tumpukan tubuh binatang buas yang dikeluarkan oleh Weng Lou.


Tidak memerlukan waktu lama untuk menjumlahkannya. Setelah satu menit, wanita itu pun sudah mendapatkan hasilnya.


"Seribu koin emas, bagaimana menurut anda?"


tanya wanita itu kepada Weng Lou dengan dada penuh was-was.


Tidak seperti sebelumnya, Weng Lou langsung setuju begitu saja dengan harga itu. Setelah beberapa percakapan kemudian, Weng Lou pun menerima uang penjualan semua tubuh siluman Serigala Pengintai Malam dan binatang buas yang ia bawa.


Total semuanya adalah 6.000 koin emas. Itu adalah jumlah yang sangat besar, bahkan untuk seorang Weng Lou sekali pun.


Namun sayangnya, uang sebanyak itu tidaklah bertahan lama. Begitu Weng Lou menerima semua koin emas tersebut, Weng Lou langsung memberikan daftar obat-obatan yang dia ingin beli kepada wanita yang bersamanya tersebut.

__ADS_1


Menerima daftar tersebut, wanita yang bersama Weng Lou tersebut kemudian membaca dengan cepat apa saja yang ada di dalam daftar tersebut.


Tatapannya berganti dari daftar tersebut ke Weng Lou mencoba mengonfirmasikan obat-obatan yang ada di dalam daftar ini.


"Aku ingin semuanya, tanpa kurang satupun,' ucap Weng Lou yang mengerti tatapan dari wanita tersebut.


Wanita itu menelan ludahnya dan segera mengangguk, mengerti.


Dengan buru-buru dia keluar kembali dari ruangan tersebut, meninggalkan Weng Lou bersama dengan dua pria yang bertugas menyusun tumpukan tubuh siluman Serigala Pengintai Malam dan binatang buas yang dibawa oleh Weng Lou.


Melihat wanita itu pergi, salah satu pria itu pun berjalan mendekati Weng Lou yang sedang sibuk memperkirakan harga total dari obat-obatan yang ada di daftar yang ia berikan pada wanita itu.


"Ehm, maafkan aku Tuan Muda, tapi bolehkah aku bertanya sesuatu kepada anda?" Pria itu tanpa basa-basi langsung berbicara kepada Weng Lou begitu dia sampai di dekatnya.


"Hm? Ada apa?" Weng Lou sama sekali tidak mengalihkan pandangannya kepada pria itu.


"Ah, jika tidak masalah bagi anda, bolehkah saya tau dimana anda bisa mendapatkan siluman Serigala Pengintai Malam sebanyak ini? To-Tolong jangan salah paham, aku tidak memiliki maksud apapun, hanya saja.... siluman Serigala Pengintai Malam ini sangat jarang menunjukkan dirinya. Mendapatkan sebanyak ini dalam satu waktu, itu sangat luar biasa," jelas pria itu.


Weng Lou diam selama beberapa detik, sebelum menjawab pertanyaan pria itu.


"Aku tidak terlalu mengerti daerah-daerah di sini, tapi yang jelas aku dan temanku bertemu mereka di pinggiran Hutan Kabut." Weng Lou menjawab dengan singkat.


Pria yang bertanya sebelumnya pun berterima kasih kepada Weng Lou karena telah kau menjawab pertanyaan darinya, lalu kemudian kembali bekerja.


Beberapa menit kemudian berlalu, wanita yang sebelumnya pun telah kembali sambil membawa sebuah kotak kayu kecil di tangannya.


"Maaf agak lama, ini adalah semua pesanan anda."


Dengan penuh rasa hormat, wanita itu membuka kotak kayu yang ada di tangannya dan menunjukkannya pada Weng Lou.


Terlihat isinya adalah sebuah cincin yang merupakan sebuah cincin penyimpanan.


Tangan Weng Lou segera mengambil cincin itu dan kemudian memeriksa isinya. Dia mengangguk-ngangguk melihat isinya yang lengkap, sesuai dengan daftar yang ia berikan pada wanita itu.


"Berapa semuanya?"


"Itu.... semuanya 3.000 koin emas. Tapi, karena anda telah melakukan penjualan yang sangat banyak kepada kami, maka kami memberikan potongan lima persen kepada anda."


Lima persen dari 3.000 koin emas, itu berarti Weng Lou mendapatkan potongan sebesar 150 koin emas, yang mana berarti dia hanya harus membayar 2.850 koin emas.


150 koin emas, itu adalah jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan 2.850 koin emas yang akan dikeluarkan olehnya. Tapi jika dipikir-pikir, itu cukup adil bagi Weng Lou.

__ADS_1


__ADS_2